
Rei, Rian dan Iwan diam dan begitu senyap.. tidak seperti biasanya..
Biasanya mereka akan membicarakan hal yang tidak penting saat makan di kantin..
Saat Drian melirik meja sebelah mereka di mana itu ada Demark dan Kiana yang sedang makan..
Drian akhirnya mengangguk mengerti dengan apa yang terjadi..
Pada akhirnya mereka makan siang dengan begitu cepat tanpa bicara sepatah kata pun..
.....
...
.
Waktu berlalu dan waktu saatnya mereka pulang..
"Akhirnya kita pulang" Ucap Rian dengan senang..
"Entah kenapa akhir akhir ini kita kena sial terus" Balas Iwan dengan sedih..
"Drian kemana ?" Tanya Rei kepada mereka berdua..
Karena Drian entah kenapa selalu bersama mereka sejak ada di akademi.. jadi Rei tidak tahan untuk tidak bertanya..
"Dia belum pulang.. katanya ada sesuatu yang harus dia lakukan" Jawab Rian..
"Ngomong - ngomong kita mau memasuki Klub mana nantinya ?" Tanya Iwan..
Rei baru ingat bahwa Pak Demark memberitahu bahwa di Akademi ada Klub yang bisa di masuki untuk menambah wawasan dan kegiatan yang dilakukan bersama siswa..
"Mungkin nanti kita liat liat.. aku mau istirahat saja untuk hari ini" Balas Rian..
Mengingat hari ini banyak hal yang terjadi membuat mereka untuk memutuskan pulang..
Di istana mereka disambut baik dengan penjaga disana..
"Kalian sudah pulang" Tanya Lisa yang sudah menunggu di depan pintu..
"Tidak bisakah kau melihat bahwa kami sudah ada disini" Jawab Rian dengan tidak senang..
"Tuan Putri ingin berbicara dengan kalian" Lanjutnya Lisa..
Mereka diantar dimana ruangan yang sangat besar dan disana mereka melihat Yuina dan ayahnya..
"Obat yang kau berikan sangatlah ampuh"
Raja bicara dengan suara yang sudah baikan dan terlihat dengan baik menggerakan badannya.
"Syukurlah"
Rian bernapas dengan lega.. sebenarnya dia sangat khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi..
"Terima kasih banyak karena telah memberikan obat kepada ayah saya" Ucap Yuina dengan menunduk..
"Tidak itu bukan apa apa"
Rian menjadi malu akan perlakuan seperti itu.. padahal dia cuma melakukan hal biasa..
"Paman sebaiknya sering sering berolahraga untuk menjaga kebugaran paman agar paman tidak jatuh sakit lagi" Ucap Rian kepada Raja..
"Aku akan menerima nasihatmu"
...
Setelah itu mereka bertiga memakan makan malam bersama di ruang tamu ditemani sang raja karena dia sudah sembuh dan bisa berjalan..
"Sebenarnya aku tidak bisa membalas hal apa yang sudah kalian lakukan" Sang raja berbicara dengan suara lantang.. "Aku ingin tahu apa yang kalian inginkan" Sambungnya..
Raja tiba tiba membahas hal ini dan membuat mereka menjadi bingung..
Karena mereka tidak memiliki hal apa yang mereka inginkan..
Bahkan uang mereka dapat saat berjualan rendang saat perjalanan tersebut masih ada..
"Mungkin tidak ada"
"Sama"
"Aku juga.. lagipula tinggal disini dan makan gratis sudah hadiah yang cukup bagi kami"
Mereka berdua mengangguk mendengar perkataan Rei..
Raja langsung bingung dan tiba tiba dia tertawa
"Baru kali ini aku mendapatkan seseorang yang tidak menginginkan apa apa bahkan raja sendiri yang menawarkan"
Kami bertiga menggaruk kepala kami secara bersamaan..
Maaf mungkin karena mereka idiot jadi tidak tahu apa yang mereka pinta :v
"Kalau memang seperti ini maka biarlah.. kalau begitu aku akan menyambut kalian di istana layaknya anakku sendiri"
__ADS_1
"Terima kasih"
Kami tidak tahu bagaimana beraksi dengan apa yang terjadi jadi kami hanya mengucapkan terima kasih..
...
Ruang kerja raja..
"Apakah ayah sudah memang baik baik saja"
"Ayah baik baik saja saja"
"Ayah bisa beristirahat saja dahulu urusan kerajaan biar Yuina yang tangani"
"Tidak usah khawatir Yuina aku tidak akan memaksakan diriku"
Yuina mendengar itu sedikit lega..
"Kau harus menikmati masa mudamu Yuina.. Aku sudah memberitahu kepala sekolah Akademi Petualang bahwa kau akan masuk ke sana"
"Ayah aku tidak bisa melakukan itu.. Yuina lebih baik membantu ayah"
"Yuina dengar nak.. kau harus mencari kebahagianmu jangan pedulikan hal kecil ini.. sudah kewajiban seorang ayah untuk melihat anaknya bahagia"
Mendengar hal itu Yuina tidak bisa menolak apa yang diinginkan ayahnya..
...
Rei merebahkan dirinya di kamar miliknya namun..
"Kenapa kalian disini"
Rei berteriak kepada Rian dan Iwan..
"Kita sudah lama tidak tidur bersama"
"Apa yang lama baru kemarin aku bersyukur terbebas dari kalian"
"Jangan pikirkan hal kecil itu"
"Ngomong - ngomong kita lama tidak bermain game"
"Game ?"
"Game android Rpg yang menggunakan hotspot ayo cepat kita mabar"
Rei tidak bisa menolak ajakan mereka.. lagipula dia juga agak sedikit rindu akan bermain game yang biasa dia lakukan di dunianya..
Karena ini game Offline jadi tidak memerlukan sebuah sinyal..
"Cukup aneh situasi kita sekarang"
"Apanya ?"
"Maksudku kita bermain game Rpg di dunia lain dimana sistem Rpg memang ada"
"Seperti makan nasi lauk nasi"
Rei hanya menatap mereka dengan dingin.. (Apaan dengan pribahasa itu)
"Apakah orang tua kita akan mencari kita" Tanya Rian dengan penasaran..
"Tentu saja.. mungkin jika aku kembali mungkin aku akan di pukul dengan sebuah panci karena membuat mereka khawatir" Jawab Iwan dengan merinding..
"Aku sudah memberikan mereka surat.. lagipula aku juga ingin kembali ke dunia kita" Ucap Rian dengan sedih..
"Kita akan pasti menemukan caranya bukan.." Balas Iwan mencoba menenangkan Rian..
Rei tidak menyangka mereka juga memikirkan hal ini..
Jujur Rei sendiri hidup normal dan memiliki keluarga yang normal.. siapa yang tidak rindu dengan keluarga sendiri..
Yah walaupun adiknya selalu tidak suka dengan dia..
...
Mereka lanjut bermain game hingga mereka tertidur tanpa sadar..
......
....
..
Pagi hari seperti biasa mereka bangun..
Karena mereka takut untuk di bangun oleh iblis (Kina dan Lisa) jadi mereka sudah menyetel alarm sebelumnya..
Rei hanya heran melihat mereka bangun tidak seperti biasanya menggunakan alarm..
Setelah mereka bangun mereka langsung mandi dan memakai pakaian seragam untuk ke akademi..
Mereka berjalan ke ruang makan dimana raja mengajak mereka sarapan bersama..
__ADS_1
Raja sudah terlihat semakin pulih..
Obat itu sungguh ajaib.. Mungkin karena dunia ini minim akan ilmu kedokteran jadi obat yang berasal dari dunia modern sungguh ampuh disini..
Kami makan sarapan yang disediakan.. namun kami tidak melihat Yuina, Lisa dan Kina..
"Aku harap mulai dari sekarang kalian tetap membantu Yuina"
Kami yang sedang makan cuma mengangguk..
"Tenang saja paman tidak perlu khawatir.. mungkin itu yang ingin aku katakan tapi sepertinya kita yang banyak di bantu" Balas Rian dengan menggaruk kepalanya..
"Haha tidak apa apa.. kata kata itu saja sudah cukup"
Setelah itu kami berangkat menuju ke akademi petualang..
Pagi yang sangat indah.. seperti biasa di jalan sudah ramai akan orang.. semua memakai pakaian layaknya seperti di game rpg dan orang orang layaknya npc.. walaupun bukan..
Kami sudah terbiasa akan melihat hal ini..
Saat kami sampai di kelas kami duduk disana dengan santai menunggu wali kelas kami datang..
Karena kami sudah sarapan jadi kami tidak ke kantin..
"Anu.."
Seorang gadis manis berambut pendek dan imut datang mendekati kami..
Rian melihat kearahnya dan langsung kaget..
"Kau yang kemarin"
"Ah maaf telah meminjam uangmu karena kemarin aku lupa membawanya.. ini aku kembalikan"
Gadis tersebut memberikan uang tersebut kepada Rian..
"Ah tidak apa apa.. membantu satu sama lain adalah hal wajar" Ucap Rian dengan gentleman..
Gadis tersebut tersenyum manis..
"Terima kasih"
Lalu gadis tersebut berjalan keluar dari kelas kami..
"Sialan kenapa kemarin tidak aku saja yang memesan" Iwan mengeluh dengan kecewa..
Rian hanya tersenyum bahagia.. sepertinya dia senang akan hal ini..
Rei cuma tidak percaya akan hal ini... dia pikir Rian di tipu tapi sepertinya tidak...
Rei juga sedikit menyesal akan hal ini karena bukan dia yang mendapatkan takdir ini..
Saat memikirkan hal itu..
Wali kelas mereka masuk... namun disana mereka melihat seseorang yang sangat familiar..
"Anak - anak kita kedatangan murid baru.. tolong perkenalkan diri kalian" Ucap pak Demark kepada mereka..
"Perkenalkan nama saya Yuina.. saya harap kalian bisa akrab dengan saya"
"Saya Lisa senang berkenalan dengan kalian"
"Saya Kina.. mohon bantuannya kedepannya"
Mereka bertiga cuma bisa terkejut akan hal ini...
Ini perkembangan cerita yang sangat mengerikan..
Bersambung...
Ruang curhat Heroine..
"Sepertinya kita sudah membuat pembaca terkejut" (Yuina)
"Haha.. ini akan menjadi menyenangkan" (Kina)
"Kina kita datang kesini untuk menemani tuan putri" (Lisa)
"Tentu saja.. namun dengan ini kita juga bisa menyiksa mereka bertiga.." (Kina)
"Fufu~" (Lisa)
"Eh ?" (Yuina)
....
"Aku harap mereka bertiga bisa bertahan.." (Author)
Jangan lupa like dan vote nya ya..
ugh.. kalau gk bertambah like nya mungkin aku yang akan disiksa oleh Heroine...
btw aku membuat ini dalam sudut pandang orang ketiga jadi.. jika kalian menemukan beberapa kata kata yang mengandung sudut pandang orang pertama tolong beritahukan ya.. karena aku ingin membiasakan diriku dengan sudut pandang orang ketiga.. oke..
__ADS_1