Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Gadis Elf Felisha


__ADS_3

Aku melihat seorang gadis elf cantik dengan rambut pirang panjang. Matanya berwarna hijau dengan sepasang kaca mata yang dia kenakan memberikan kesan dewasa yang diberikan.


Aku tidak menyangka bahwa tetua mereka adalah seorang gadis cantik.


"Kacamata itu terlihat cocok untuknya"


Rian bergumam sendiri ketika dia menatap gadis yang perlahan mendekati sel penjara kami.


"Terima kasih pujiannya"


Gadis itu memberikan senyumannya kepada Rian.


Seketika itu Rian menjadi salah tingkah melihatnya dengan wajah yang begitu memerah.


Apa yang terjadi dengannya ?.


"Apakah tetua bisa melepaskan kami di sini.. jujur kami hanya kebetulan lewat daerah ini dan tidak tahu bahwa ini adalah wilayah Elf"


Tanpa basa basi aku langsung menuju poin utama yang harus dikatakan. Jujur aku sudah tidak tahan berada di penjara ini.


Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan sedih dan mulai berbicara. "Aku bukanlah tetua.. dan juga aku tidak bisa menyelamatkan kalian"


"Apa !?"


Aku terkejut bahwa dia bukanlah tetua mereka namun yang paling aku kejutkan adalah bahwa fakta kami tidak bisa diselamatkan.


Dia kembali menatap kami dengan tatapan yang begitu percaya diri.


"Tapi aku bisa membantu kalian keluar dari sini"


Seketika semangatku kembali setelah dia berkata seperti itu.


"Bagaimana caranya ?"


Dia menggaruk pipinya dan mulai berbicara dengan malu..


"Aku belum memikirkannya"


Aku secara reflek menjatuhkan diriku ke lantai karena serangan jantung.


"Rei tenanglah.. kita masih dapat memikirkan caranya saat ini"


"Iya kita pasti bisa keluar dari sini.. mari kita berpikir bersama"


Aku sangat yakin dari istilah berpikir bersama itu akan menjadi aku yang memikirkannya sendirian.


Hah~


Aku mengeluarkan suara napasku dengan tenang dan bangkit dari tempatku.


Lagipula aku tidak ingin mati di sini..


Tidak hari ini..


Aku menatap gadis yang ada di depanku ini dengan tenang.


Dia kebingungan dengan tatapanku tapi aku mengabaikan hal itu dan masih memikirkan jalan keluar.


Aku ingin menggaruk kepala begitu parah namun ketika ingin melakukannya aku lupa bahwa tanganku masih terborgol.


"Jika seandainya saja ada cara untuk melepaskan borgol ini" Gumamku dengan kesal.


"Ah.. aku bisa melepaskannya untuk kalian"


Gadis itu menyuarakan pendapatnya.


Dia perlahan keluar dari ruangan tempat kami dan berjalan menuju keluar pintu.


Sepertinya di depan pintu telah di jaga oleh penjaga yang kami temui sebelumnya.


Apa yang ingin dia lakukan ?


...


"Bisakah aku meminjam kunci borgol mereka ?"


Kedua orang yang bertugas menjadi penjaga saling menatap dan kembali tersenyum Felisha.


"Tentu saja"


Felisha langsung senang dengan pernyataan itu.

__ADS_1


"Benarkah!"


Mereka berdua tersenyum geli dan membalas.


"Tentu saja tidak boleh"


"Kami tidak sebodoh itu untuk memberikannya.. kami tidak ingin dimarahi oleh tetua"


"Cuman sebentar.. mereka hanya ingin menggaruk punggung mereka.. apakah kau begitu tega membiarkan mereka tersiksa"


"Oh itu gawat.. mereka pasti akan mati"


"Ah.. itu sangat lucu.. mereka juga akan mati di eksekusi.. jadi kenapa ?"


"Kalian begitu jahat.. kenapa sebegitu bencinya kalian pada manusia!"


"Kami tidak bisa menentang tetua.. maafkan kami"


"Jika pembicaraanmu pada mereka selesai tolong pergi dari sini.. kami ingin bersantai sekarang"


Felisha dengan marah meninggalkan mereka dan kembali masuk ke dalam ruangan dimana sel penjara yang menahan mereka.


...


Gadis itu kembali dengan wajah yang begitu kesal.


Aku telah mendengar pembicaraan mereka karena suara mereka cukup nyaring untuk didengar.


"Aku gagal.."


Gadis itu dipenuhi dengan tatapan sedih sekarang.


"Tentu saja mereka tidak akan memberikannya.. apakah kepalamu hanya diisi dengan bunga ?" Ucapku dengan kesal.


"Kepala diisi dengan bunga.. apa maksudnya ?"


Aku pikir ketika dia berkata bahwa dia tahu cara untuk melepaskan borgol adalah dengan sihir atau sesuatu.. ternyata dia malah berjalan pergi dan bertanya dengan santai kepada penjaga untuk meminta kunci..


Apa sih yang ada dipikirannya ?.


"Sial.. jika saja borgol ini dapat dilepaskan dengan kekuatan sihir maka akan mudah" Ucapku dengan kesal.


Rian yang berada di sampingku berbicara.


Aku sudah menduga bahwa borgol ini istimewa..


Jika dipikirkan kekuatan dari Class Assassinku adalah 1023 yang dimana kekuatan itu cukup untuk memberikan damage kepada monster hanya dengan sebuah pukulan.


"Bagaimana jika itu dibantu dengan kekuatan sihir dari luar.. apakah itu bisa ?"


Iwan memberikan pendapatnya dengan logis.


Aku kembali menatap gadis yang ada di depanku ini dan bertanya dengan senyum terpaksa.


"Apakah kau memiliki kekuatan atau sihir yang bisa melepaskan ini ?"


"Elf tidak memiliki kekuatan sihir tapi kekuatan roh"


"Apakah kekuatan roh ini bisa membantu membuka ini ?"


"Aku tidak terlalu yakin tapi.."


Gadis itu menutup matanya dan mengucapkan beberapa mantra yang terdengar seperti seorang chunibyo..


"--Terimalah panggilanku roh tanah"


Ketika dia menyelesaikan mantranya sebuah makhluk mungil dan imut muncul di hadapannya.


Makhluk ini berwarna coklat dengan tekstur tanah dan matanya bulat besar seperti boneka beruang.


"Imutnya" Rian bergumam tanpa sadar.


Iwan juga menatapnya dengan wajah yang lucu.


Namun ketika aku yang melihatnya bukanlah keimutannya yang aku pertanyakan tapi apakah makhluk ini bisa menolong kami ?.


"Ini adalah rohku" Ucap gadis Elf itu dengan wajah bangga.


Jujur itu tidak cukup menyakinkan ketika melihat wajahnya itu.


Aku menatap kearah makhluk ini kembali dan sebuah ide terbesit dipikiranku.

__ADS_1


"Bisakah dia mengubah bentuk menjadi sesuatu yang padat dan keras"


"Aku rasa bisa"


"Coba masukan tangannya ke dalam lubang borgol ini dan suruh dia mengikuti cetakan kuncinya dan memutarnya"


"Aku akan mencobanya"


Makhluk kecil itu berjalan masuk ke dalam sel kami dan memasukkan tangannya yang kecil ke dalam lubang kunci.


*Kachin


Suara borgol terbuka dengan keras seketika itu borgol jatuh dengan keras ke lantai.


Akibat suara itu penjaga yang berdiri di depan pintu mendengar dengan jelas.


Mereka terburu-buru masuk dan terkejut ketika borgol dari tanganku terlepas.


Aku langsung berdiri dan membuka sel penjara dengan kekuatan penuh milikku dan langsung menggunakan skill [Blink] menuju kearah penjaga.


Aku langsung menyerang mereka dengan cepat kearah leher mereka seperti yang dilakukan orang di film barat untuk membuat sang target pingsan.


Ketika itu kedua penjaga itu terjatuh tanpa sadarkan diri.


"Begitu cepat"


Gadis Elf itu terkejut dengan apa yang aku lakukan.


Namun kedua temanku juga memiliki reaksi yang sama dengannya.


"Tunggu apa lagi ?"


Kami akhirnya berhasil keluar dari penjara..


Itulah yang aku pikirkan..


Ternyata ada yang lebih mengerikan menunggu kami ketika keluar..


"Kenapa tempat ini tinggi sekali!!"


Itulah apa yang pertama kali aku ucapkan ketika melihat dimana aku berdiri.


...


Bersambung...


Yuhu...


Author tercinta kalian kembali...


Bagaimana puasa kalian.. sudah ada yang batal ?


Awokawok..


Jujur saja update kali ini cukup lama durasinya dari yang kemarin..


Sungguh update yang sangat lama dari author tercinta kalian ini..


Tapi kalian tetap sabar..


Karena ini bulan puasa.. :v


Mari kita lihat..


Hmm.. tidak ada pembaca baru akhir-akhir ini.. (Tahu dari statistik novel).


Walaupun aku tahu alasannya kenapa.. :v


Update lama.. cerita burik.. gak lucu.. garing..banyak adegan bucin..


ugh! diri sendiri menghina karyanya sendiri.. :')


Tapi yah gitulah namanya hidup..


Kadang dibawah.. kadang dibawah lagi.. dan gk naik naik..


Intinya.. selamat bulan puasa..


"Pidato macam apa itu ?" [Rian]


"Gak ada awalan gak ada akhiran.. muncul diakhir novel cuman gabut aja ni orang" [Rei]

__ADS_1


__ADS_2