
Suara ombak terdengar begitu jelas ketika menghantam area pelabuhan.
Suara burung cemara berkicau dengan riang sembari terbang menghinggapi tiang layar kapal.
Pemandangan pelabuhan yang dipenuhi banyak kapal yang berlabuh karena tempat ini menjadi tempat peristirahatan nelayan setelah belayar.
"Hei hati-hati dengan kotak itu.. jika terjatuh maka nyawamu yang akan melayang"
"S-siap kapten!"
Seorang kapten kapal terlihat sibuk mengatur bawahannya untuk membawa kotak besar yang memiliki isi yang sangat berharga untuk menghasilkan banyak uang.
Dia berdiri dengan wajah tersenyum di geladak kapalnya sendiri sembari memikirkan apa yang akan dia lakukan nanti jika dia kaya.
"Aku pasti akan hidup dengan nyaman.. namun yang kurang dariku sekarang adalah wanita cantik di sisiku"
Dia telah mengisi hidupnya dengan berlayar hingga dia tidak sempat merasakan masa muda seperti temannya yang sudah memiliki sepasang kekasih.
Namun sekarang kesempatan itu terbuka.. Apalagi dia akan mendapatkan banyak uang setelah menjual barang yang dia dapatkan ini.
Wanita mana yang akan menolak pria yang kaya ?
Ketika dia sedang mengkhayal..
Seseorang tiba-tiba menarik perhatiannya dari kejauhan..
Dua gadis cantik yang baru memasuki area pelabuhan menarik perhatiannya.
Apalagi dua gadis ini memiliki keindahan yang akan menarik hasrat seksual pria manapun setelah melihatnya.
Gadis berambut ungu dengan badan yang begitu seksi, mata berwarna ungu dan wajah yang begitu cantik.
Yang satunya lagi memiliki rambut berwarna hitam dengan gaya twintail, mata berwarna hitam. Walaupun dia tidak memiliki gunung diarea dadanya namun dia memiliki wajah yang begitu cantik nan polos hingga pria manapun ingin melindunginya..
Kapten kapal ini kehilangan kendali ketika melihat mereka.
Dia langsung turun dari kapalnya dan berjalan mendekati kearah mereka.
"Drian ada yang datang mendekati kearah kita" Ucap Luna dengan khawatir.
Drian memiliki posisi di belakang mereka hingga orang yang datang tidak melihat dengannya.
"Aku akan serahkan kepada kalian"
Giva memberikan senyuman miliknya dan berkata. "Serahkan kepada saya tuan"
Orang itu datang kearah mereka dengan wajah tersenyum melekat rapi di sana.
"Apakah ada yang bisa saya bantu untuk nona yang di sini ?"
Dua gadis ini memiliki wajah kebingungan ketika kedatangannya. Namun mereka dengan baik merubah wajah ramah mereka.
"Tuan kami di sini sedang mencari kapal yang ingin menuju benua iblis.. apakah tuan tahu tentang itu ?"
"Benua Iblis!"
Sang kapten berpura-pura kaget walaupun dia sendiri adalah orang pertama kali yang mendapatkan rute terbaik menuju benua tersebut.
Namun dia tidak ingin mengungkapkan hal ini karena dia tahu bahwa mengungkapkan sekarang tidaklah baik.
__ADS_1
"Itu tempat yang berbahaya bagi nona cantik seperti kalian" Ucap sang kapten dengan wajah yang khawatir.
Giva hanya membalas dengan sebuah senyuman lembut sebelum menjawab. "Saya mendapat cerita bahwa ada seorang kapten hebat yang mendapatkan rute menuju benua iblis. Apakah tuan tahu ?"
Kapten yang mendengar itu mengangkat alisnya dan tersenyum.
"Siapa namanya.. aku akan mencari tahu untukmu"
"Namanya Veri Glause, Sang kapten hebat dikatakan semua orang"
Kapten yang mendengar itu ekspresi semakin tidak terkendali..
Karena nama yang Giva sebutkan adalah Namanya sendiri.
"Oh.. menarik.. itu juga adalah namaku"
"Maksud tuan ?"
Giva bertanya untuk memastikan apa yang dia dengar adalah benar.
"Itu adalah aku.. sang kapten hebat yang kalian cari" Ucap Veri dengan wajah bangga miliknya.
Namun ketika dia berkata seperti itu sebuah lengan langsung memegang lehernya dan mengangkat tinggi tubuhnya.
"A-pa y-ang t-erja-di" Suaranya begitu serak dengan nafas yang tersendat karena lehernya dicengkeram kuat oleh seorang lelaki berambut coklat.
Drian menatapnya dengan wajah yang begitu marah hingga tanpa sadar dia mengeluarkan kekuatan intimidasinya.
"Kau tahu berapa banyak orang yang menderita akibat ulahmu"
Amarah mulai mengambil alih pikiran Drian.
Luna dengan cepat meraih tangan Drian untuk membuatnya berhenti.
"Drian jika dia mati kita tidak dapat pergi menuju Benua Iblis" Ucap Luna yang dengan suara yang khawatir.
"Tolong tahan amarahmu tuan" Giva juga ikut membantu menahan Drian.
Drian menyadari apa yang sedang dia lakukan..
Jika dia mati maka perjalanan menuju benua iblis akan hilang.
Drian dengan cepat melepas cengkeramannya.
"Uhuk"
Veri terjatuh ke lantai dengan pantatnya terlebih dahulu menyentuh tanah. Paru-parunya mulai menarik udara segar untuk bisa bertahan hidup.
Veri menatap kearah Drian dengan rasa takut yang luar biasa.
Dia hanya ingin mencari wanita cantik namun kenapa malah dia bertemu dengan orang berbahaya seperti dirinya.
"Apa yang ingin kalian lakukan kepadaku ?"
"Kami hanya ingin pergi menuju benua iblis.. hanya itu" Ucap Giva dengan wajah tersenyum namun matanya tidak.
Kapten Veri sangat ketakutan hingga dia merasakan tekanan yang begitu kuat dari caranya berbicara..
"Boss, kita sudah meletakkan semua barangnya ke pelabuhan" Ucap anak buahnya yang datang tanpa dosa dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Apakah nona dan tuan datang ke sini untuk berbisnis.. kami mendapatkan pil baru yang dapat mempercantik wajah dan juga tubuh" Ucapnya dengan cepat menawarkan kepada Giva namun matanya jatuh kearah Luna..
Luna memegang dadanya dan langsung menatap dengan marah atas apa yang dia sebutkan. "Berani orang ini!"
Giva yang mendengar hal itu tertawa dengan keras. "Haha.. aku suka anak ini.. tapi kami bukan mencari hal itu"
"Oh apakah nona ingin mencari pil untuk memperkuat tubuh"
Veri menatap wajah anak buahnya ini dengan tatapan marah karena kebodohannya itu..
"Hei bisakah kau berhenti berbicara sejenak saja" Ucap Veri dengan kesal namun Giva langsung melihat kearahnya dan dia langsung diam.
"Jelaskan anak muda"
Anak buah Veri itupun menceritakan apa barang dagangan yang mereka bawa merupakan hasil dari benua iblis yang disebut dengan Pil.
Informasi ini sudah diketahui oleh Giva dari kota pelabuhan.
Pil yang mereka bawa ada tiga jenis.
[Pil Kecantikan]
[Pil Kekuatan]
[Pil Kehancuran]
Seperti namanya itu sudah dapat diketahui apa fungsinya.
Namun Drian semakin terkejut dengan apa yang dia dengar.
Bahwa tiga pil ini sudah tersebar luas dikirim menuju dua kerajaan besar yang di wilayah Utara dan Selatan..
Utara Kerajaan Gainiver.
Selatan Kerajaan Maister.
"Giva!"
Giva mendengar suara Drian dan dia mengangguk.
Giva mengangkat tangannya dan burung pembawa pesan datang.
Ini akan menjadi semakin gawat..
Benua manusia secara tidak langsung telah dijajah oleh iblis dan ini mungkin akan menjadi batu pijakan iblis untuk menghancurkan manusia..
...
...
...
Bersambung..
Perjalanan Drian berakhir dan cerita akan kembali ke tiga orang idiot lagi..
Penasaran apa yang terjadi pada mereka..
Sama saya juga..
__ADS_1
Kalau begitu jangan lupa tinggalkan like dan komen ;)