
Hujan begitu deras menyapu seluruh daratan pagi itu..
Air secara perlahan membersihkan sisa kekacauan yang terjadi..
Rumah yang terbakar secara perlahan mulai berhenti..
Jalan dipenuhi dengan mayat manusia..
Tangan, kaki, kepala.. seluruh organ yang ada pada manusia tergelatak dengan begitu mengerikan..
Namun tidak ada sisa monster di dekat sini hanya ada mayat manusia berserakan dimana mana..
Darah dan bagian tubuh manusia yang terkena hujan secara bertahap mengalir meresap di tanah memperlihatkan betapa kacaunya tempat ini..
Ini jelas sesuatu yang dilakukan oleh monster..
Retakan tanah secara perlahan terbuka memperlihatkan sesuatu yang ada di bawah tanah.
Seekor monster tikus tanah berukuran besar dengan ganas menggaruk tanah untuk membuat jalur baru di bawah tanah dan membuat sebuah pangkalan yang begitu besar..
Terlihat juga di sana monster jenis lain sedang berkumpul..
Tidak ada sejarah umat manusia dimana monster yang berbeda jenis berkumpul dalam satu tempat dan sangat akur satu sama lain..
Beberapa rintihan kesakitan terdengar di sana..
Seorang manusia berjenis kelamin perempuan diperlakukan begitu kejam dan digunakan untuk perkembangan biak..
Jumlah manusia begitu banyak disimpan di sini..
Mata perempuan tersebut memperlihat sebuah mata mati dan tidak ada lagi harapan untuk mereka..
Seseorang dengan jubah hitam panjang menutup seluruh wajahnya muncul..
Orang itu membuka wajahnya dan secara perlahan memperlihatkan sebuah tanduk yang ada di kepalanya..
Semua monster yang memperhatikan kedatangannya langsung menundukkan kepalanya..
Semua monster yang awalnya ricuh langsung senyap seketika.
Orang itu memandangi semua monster yang ada di sana dan mengangguk senang..
"Tuan kapan kita menyerang kerajaan manusia"
Yang berbicara itu adalah Orc dengan berbadan begitu besar dan taring tajam yang mengerikan.. Senyumannya mengungkapkan sebuah kengerian..
"Belum saatnya"
Suara yang dimiliki orang itu begitu dalam dan juga memberikan ketakutan hanya dengan mendengar suaranya.
"Tapi persiapan telah matang"
"Kita perlu lebih banyak lagi.. bersiap untuk menyerang desa lain dan perbanyak pangkalan" Balasnya dengan senyum yang begitu mengerikan.."Kita akan memberikan sebuah kengerian yang tidak pernah mereka bayangkan" Lanjutnya dengan mata merah menyala dan senyum yang menunjukkan gigi tajam miliknya..
"Tapi--"
Orang itu bergerak begitu cepat dan memotong kepala Orc tersebut hanya dengan tangannya..
Kepala Orc jatuh ke lantai berguling dengan pelan dan secara perlahan berhenti..
Semua monster di sana begitu takut akan hal itu dan menundukkan kepala mereka lebih dalam..
"Walaupun bisa berbicara namun yang namanya monster tetap saja tidak ada akal" Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya dengan kecewa.."Kita akan menyerang desa lain dan menambah pangkalan"
"Bersiaplah manusia" Ucapnya dengan tersenyum ganas..
Orang itu berbalik pergi diikuti oleh monster dibelakangnya..
...
...
...
Air hujan turun begitu deras..
Akibat hujan tersebut terlihat aliran sungai mengalir begitu deras hingga membuat air riak dengan ngeri..
Di sana terlihat seorang pemuda yang sedang berdiri dengan tubuh yang begitu tegap di sebuah batu yang ada di tengah sungai..
Pemuda tersebut menutup matanya dengan begitu fokus merasakan air hujan yang begitu deras menabrak tubuhnya..
"Rasakan energi yin dan yang dengan dalam lihat dengan batinmu.. rasakan alam dengan tubuhmu"
Seorang kakek berbicara di pinggir sungai memperhatikan pemuda tersebut..
__ADS_1
"Drian ingat apapun yang terjadi rasakan seluruh alam di tubuhmu.. jadikan energi sebagai kekuatan"
"Baik master"
Pemuda itu adalah Drian yang sedang berlatih teknik bela diri dan kultivasi..
Drian secara samar merasakan apa yang disebutkan gurunya..
Yin dan Yang selalu ada..
Konsep itu tidak pernah terpisahkan dari dunia ini..
Tiba tiba suara dari hujan dan derasnya sungai secara perlahan melambat..
Drian tidak tahu apa yang terjadi..
Perasaan itu hanya bertahan sebentar dan kembali lagi seperti semula..
Ketika Drian menyadarinya tiba tiba tubuh ya merasakan kelelahan yang begitu mendalam..
Drian yang berdiri di sungai hampir kehilangan keseimbanganya namun nalurinya menyelamatkan dirinya untuk mengatur napasnya dengan benar..
Drian lalu mengambil langkah pelan ke belakang dan melompat dengan kekuatan penuh..
Lompatan itu mengambil 4 meter dari tempatnya berdiri dan akhirnya sampai di pinggir sungai..
"Master saya dapat merasakan apa yang master katakan tapi.. itu hanya sebentar"
"Kau dapat merasakan dalam waktu singkat sungguh kau muridku yang sangat jenius"
"Master jangan berbicara seperti itu.. ini terjadi karena bimbingan master yang hebat"
Kakek tersebut dengan tersenyum dengan penuh kebahagian mendengar itu..
"Sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu"
"Terima kasih master"
...
...
...
Seorang raja duduk di singgasana yang begitu mewah..
Dia memainkan gelas yang dia pegang bersama dengan seorang perempuan yang sedang duduk dipangkuannya..
"Apa kalian sudah menemukan keberadaan Drian ?" Tanya raja tersebut kepada prajurit yang ada di depannya.
"M-maaf tuan kami masih belum menemukannya" Balas prajurit tersebut dengan gagap sekaligus takut.
Raja tersebut marah dan melempar gelas yang ada di tangannya..
"Dasar tidak berguna"
"Tidak perlu emosi tuanku.. hanya satu semut yang kabur apa perbedaannya.. setelah tuanku menjadi raja diseluruh benua bukankah semut itu hanya akan menjadi makanan penutup yang paling indah" Ucap wanita yang ada dipangkuannya..
Dia adalah seorang wanita cantik berpakaian gaun hitam diseluruh tubuhnya.. rambutnya yang putih panjang sampai kepinggang.. matanya yang merah memberikan sebuah tatapan yang memukau.. indahnya tubuh yang dimilikinya dapat menarik semua lelaki yang ada di dunia ini..
"Kau benar Serlia.. setelah aku menguasai benua ini maka semut itu akan menjadi makanan penutup yang bagus" Balas Raja tersebut dengan bahagia..
Raja tersebut adalah kakaknya Drian yang ingin mengincar hidup Drian sebelumnya..
"Apakah persiapan kita sudah selesai" Tanyanya kepada prajurit yang ada di depannya..
"S-semua sudah dipersiapkan tuan"
"Bagus.. sekarang kita hanya akan menunggu aba aba dari mereka" Balas raja tersebut dengan memberikan sebuah senyuman mengerikan..
...
...
...
Di istana kerajaan terlihat seorang pemuda yang masih tertidur lelap di kasur miliknya..
Dinginnya hujan membuatnya semakin menutupi dirinya dengan selimut..
"Hangatnya.."
Pemuda ini adalah Rei..
Hmm..
__ADS_1
Tokoh utama kita..
"Rei bangun sudah pagi" Ucap Seseorang yang masuk dengan seenaknya tanpa mengetuk pintu..
Itu adalah Rian..
Hmm..
Tokoh utama kita juga..
"Bangun Rei.. pagi yang cerah telah menunggu kita" Ucapnya seorang pemuda dengan penuh semangat..
Itu adalah Iwan..
Hmm..
Tokoh utama kita juga..
"Kenapa kalian semangat bangun pagi disaat hari yang seperti ini" Balas Rei dengan masih mengantuk..
"Rei kami punya sesuatu untukmu mengawali pagi hari indah ini"
Rei mencoba mendengar apa yang ingin dikatakan Rian kepadanya.. walaupun matanya masih merasa ngantuk..
Rian memberikan sebuah cangkir yang berisikan sebuah minuman..
Sepertinya sudah dia siapkan sebelumnya..
"Kami membuat jamu untuk membuatmu segar.." Ucap Rian.
"Benar kami membuatnya.. kau sepertinya kelelahan mengurus berkas yang aneh" Sambung Iwan.
Rei menatap mereka dengan penuh kebahagiaan..
"Kalian.." Ucap Rei dengan senang..
Dia tidak menyangka mereka akan menyadari hal ini..
Memang benar Rei telah melakukan hal tersebut dalam waktu yang cukup lama karena beberapa urusan penting untuk mengembangkan usaha keripik singkong..
Rei tanpa ragu menerima kebaikan yang diberikan temannya dengan senang..
Cangkir sudah ada di tangannya dan dia secara perlahan meminum jamu yang diberikan..
Ketika dia meminumnya..
Rasa panas ditenggorokan mengalir ke dalam perutnya..
Rasa pedas langsung muncul di lidahnya dan..
"PEDAS.."
Rei merasakan pedas yang begitu dalam hingga ketenggorokannya..
...
...
"Kakak apa yang sedang mereka lakukan.." Tanya Irna dengan heran..
"Terlihat seru" Sambung Ryu dengan tersenyum.
"Kalian berdua jangan meniru mereka ya" Balas Liana kepada mereka berdua..
Rei mengejar mereka dengan marah di dalam istana kerajaan..
"Itu benaran jamu"
"Iya itu jamu"
"Jamu apa yang pedas kampret"
Ketika itu hari yang hujan itu diisi dengan suara tawa dan marah..
...
Apakah mereka memang tokoh utama kita ?
...
...
Bersambung..
Disaat orang mempersiapkan bencana yang akan terjadi tokoh utama kita..
__ADS_1
Hah.. (menghela napas)
Apakah masih ada harapan untuk menang ?