Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Kami bukan bandit..


__ADS_3

Kami berjalan mengikut paman paruh baya ini memasuki hutan..


Cahaya sore membuat hutan menjadi begitu mengerikan untuk sesaat..


Paman paruh baya ini juga begitu mencurigakan.. Dengan pakaian yang hitam namun memiliki beberapa bekas robekan di sana.. Mata satunya yang ditutupi oleh kain terlihat seolah penjahat bajak laut yang pernah aku tonton..


Apakah kami akan disergap oleh orang jahat..


Itu adalah sesuatu yang sangat aku khawatirkan..


Namun sepertinya teman idiotku tidak memikirkan hal itu..


"Hei paman apakah masih jauh.. kakiku sudah sangat sakit" Rian mengeluh dengan membuat suara rengekan seperti anak kecil..


"Haha.. tempatnya tidak jauh lagi" Balas paman tersebut dengan tawa lembut..


Mereka tidak memiliki rasa kewaspadaan.. bahkan mereka malah makin akrab dengannya..


"Kita sudah sampai"


Paman tersebut menunjukkan apa yang ada di depan dimana asap api mengembul dengan pelan ke langit..


Beberapa bangunan kecil juga telah dibuat disekitar tempat dengan bahan pohon dan ranting..


Banyaknya penerangan dari obor membuat daerah sekitarnya begitu terang dengan cahaya..


"Boss anda telah kembali" Seorang pemuda begitu bersemangat mendatangi paman paruh baya ini..


"Siapa mereka ?"


Pemuda ini menatap kearah kami dengan tatapan yang begitu tajam dan penuh kecurigaan..


"Mereka memiliki nasib yang sama seperti kita"


"Jadi.. mereka juga telah kehilangan tempat tinggal juga"


Kami tidak pernah mengatakan itu tapi sepertinya kesalahpahaman ini tidak terlalu buruk juga..


Lagipula aku terlalu malas untuk menjelaskannya..


"Maafkan sikapku sebelumnya.. namaku Fein" Ucap pemuda itu dengan ramah.


"Ah.. Aku juga lupa mengenalkan diriku.. namaku Gelion" Sambung paman tersebut dengan tersenyum.


"Nama saya Rian.."


"Saya Iwan.."


"Saya Rei.. terima kasih telah menyambut kami"


"Tidak perlu sungkan kita akan menjadi keluarga setelah ini.. mari ikuti untuk bertemu yang lain" Ucap pemuda dengan penuh semangat.


"Apakah kalian memasak sesuatu.. baunya gosong" Rian dengan tajam mencium bau yang datang..


"Tidak Len giliran memasak hari ini" Pemuda itu langsung panik dan berlari..


"Len sudah aku bilang jangan melamun selagi memasak" Suara orang sedang marah memasuki telinga kami.


"Maaf- maaf.. aku sedang memikirkan ibuku yang telah meninggal"


Pemuda yang memarahi tadi memiliki wajah bersalah sekarang. "Maaf.. karena telah kasar"


"Tidak bukan apa-apa"


"Jangan mau dibohongin.. dia selalu saja membuat alasan itu padahal dia memang payah dalam memasak" Ucap Fein dengan marah.


Aku, Rian dan Iwan melihat banyaknya orang yang ada..


Sekitar dua puluh orang terlihat..


Semuanya laki - laki dan tidak ada yang perempuan..


Wajah kecewa telah datang untuk kedua temanku saat ini..


Sayang sekali saat ini semua orang memiliki burung..


"Fein siapa orang ini"

__ADS_1


"Ini boss yang membawa.. mereka memiliki nasib yang sama seperti kita"


"Orang terlantar ?"


Fein mengangguk dengan semangat.


Kami bukan orang terlantar sih tapi melelahkan untuk menjelaskannya jadi biarkan saja apa yang mereka katakan..


"Tenang kawan semua akan baik-baik saja selama kita bersama"


Seseorang sedang merangkul bahuku dengan santai..


"Anu sebenarnya apa yang kalian lakukan sebagai pekerjaan" Tanyaku dengan penasaran.


"Bukankah itu sudah jelas.."


"Kami bandit"


...


...


...


Kami pada akhirnya menetap bersama mereka untuk saat ini..


Kami juga ikut menyantap masakan yang gosong tadi dengan mata penuh air mata..


"Kalian tidak perlu sedih sekarang.. kita sudah menjadi keluarga"


"Kami akan membantu kalian jadi tidak perlu cemas"


Mereka yang melihat kami menjadi semakin salah paham..


Padahal itu terjadi karena makanannya sangat tidak enak bukan sesuatu yang membuat kami sedih seperti teringat kampung halaman kami atau sesuatu hal dramatis itu..


"Sepertinya anak ini tidak mau makan lagi" Ucap Gelion yang terlihat memaksakan untuk menyuap gadis setengah hewan..


Pertama aku tidak melihat gadis itu.. Sebelum dibawa keluar oleh Gelion dari dalam bangunan yang dibuat dari pohon..


Kedua aku juga baru menyadari bahwa gadis ini memiliki telinga kucing diatas kepalanya.. Rambutnya berwarna hitam cerah.. wajahnya begitu putih dan cantik.. bahkan terlihat pakaian yang dia kenakan cukup bagus walaupun sekarang telah dipenuhi oleh kotoran tanah..Warna matanya yang hijau memiliki bentuk mata kucing pada umumnya..


"Sebenarnya kenapa dia diikat" Tanya Rian dengan bingung.


"Itu agar dia tidak lari tentunya.. dan juga jika dijual dia pasti memiliki harga yang tinggi"


"Kenapa kalian melakukan ini" Lanjut Rian.


"Tentu saja kita perlu uang untuk membeli makanan dan bahan masakan.. juga demi kehidupan yang lebih baik"


Mendengar hal itu aku tidak bisa berkata apa-apa karena itu terlihat jelas bahwa ini adalah dunia isekai..


Pasti ada yang namanya perbudakan di dunia ini..


Aku memberikan mangkuk makananku kepada Rian dan berdiri dengan santai..


Aku berjalan menuju Gelion..


"Tuan Gelion.. maaf bisakah aku melihatnya lebih dekat"


"Silahkan.. tapi jangan sampai melakukan sesuatu yang tidak aku suka" Ucap Gelion membalas dengan senyum ramah miliknya.. tapi matanya tidak terlihat ramah sama sekali.


"Tenang tuan.. saya cuman penasaran saja karena saya tidak pernah melihat Ras setengah hewan sebelumnya"


"Haha.. begitu rupanya.. silahkan lihat saja sepuasnya"


Gelion dengan cepat meletakkan piring yang dia pegang dan berjalan pergi..


Melihat Gelion sudah jauh akhirnya aku menatap kearah gadis itu.


"Apakah kau ingin bebas ?"


Mata gadis tersebut melebar dengan kejutan namun hanya beberapa saat dia kembali menatapku dengan tajam..


Suara gertakan mulutnya datang menandakan dia sangat kesal..


"Kau pasti akan melakukan sesuatu kepadaku"

__ADS_1


"Yah itu tergantung" Ucapku dengan tersenyum licik..


"Sudah kuduga kau pasti mengincar tubuhku"


Kenapa orang selalu saja salah paham dengan diriku..


Hanya tubuhnya bagus bukan berarti aku memikirkan hal seperti itu..


"Ini transaksi.. aku akan menyelamatkanmu dan sebagai balasan kau--'


"SEMUA BERSIAP ADA SERBUAN MONSTER!"


Suara keras itu menghentikan diriku untuk melanjutkan perkataanku..


Kenapa setiap kali aku ingin mengatakan sesuatu yang penting pasti timingnya kurang pas..


Aku melihat kearah gadis itu dan tatapannya menjadi semakin membenciku..


Lihat..


Kesalahpahaman terjadi..


Pasti dia memikirkan banyak hal dikepalanya sekarang..


"Rei apa yang harus kita lakukan" Rian dengan cepat mendatangiku dengan panik.


"Apalagi yang harus kita lakukan" Tanyaku balik kepadanya.


"Bertarung tentunya" Jawabnya dengan jelas.


Hah~ hari melelahkan datang lagi..


Aku cuman ingin istirahat dengan tenang malam ini..


"Mari kita lakukan dengan cepat" Balasku kepada mereka berdua..


Aku telah mengeluarkan belatiku saat ini karena Class Mageku tidak bisa aku gunakan sekarang ini.. jadi untuk saat ini aku hanya akan bertahan menggunakan Class Assassin.


Monster besar dengan tubuh mirip seperti **** hutan bertanduk berdiri dengan kedua kakinya dan memegang senjata pedang di tangannya.. Kulit Orc tersebut begitu hitam menyatu dengan malam..


Jika seandainya disekitar sini tidak dilengkapi dengan obor mungkin dia tidak akan terlihat..


Melihat jenis Orc ini sepertinya..


"Dark Orc"


Bersambung..


[Ruang curhat pemain]


"Gadis itu cantik bukan.." -Rian


"Gadis tipe kucing itu pasti memiliki kelembutan dibagian telinganya.. ah aku ingin menyentuhnya" -Iwan


"Tidak - Tidak.. yang paling lembut adalah ekornya.. kau tidak melihat betapa lebat bulunya di sana" -Rian


"Hah.. telinga lah.. kau lihat sendirikan kulit telinga kucing itu begitu nyaman jika disentuh apalagi ketika mereka sedang tidur"-Iwan


"Bukankah keduanya sama saja" -Rei


""Tidak sama"" -Rian -Iwan


"Kenapa masalah seperti ini kalian begitu kompak" -Rei


"Dia bukan gadis loh.. dia laki-laki" -Author


""""EH !?'?""""


?


"Tunggu itu cuman bercanda.. hei kalian mau ngapain ? tunggu ini reunian pertama kita.. hei dengarkan aku!" -Author


...


...


...

__ADS_1


Like untuk authornya bisa selamat ;)


__ADS_2