Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Akhir Pertarungan ?


__ADS_3

Orang berjubah itu mengalami perubahan fisik yang begitu mengerikan saat ini.


Aku melihat orang berjubah itu dengan penuh konsentrasi untuk memikirkan caraku menyerang mereka.


Namun..


Waktu untuk memikirkan hal tersebut tidak ada.


Aku membuka mataku dengan lebar ketika orang berjubah muncul tepat di depan wajahku.


Aku mengangkat belatiku untuk menahan serangan yang datang darinya hingga terpental beberapa meter dari tempat aku berdiri.


"Rei!!"


Rian dan Iwan ingin bergegas membantuku namun orang berjubah lain telah menahan mereka.


Pasukan ksatria juga kesulitan untuk menyerang mereka.. bahkan tidak ada celah untuk menyerang mereka yang dimana memiliki kecepatan yang begitu mengerikan.


Pemanah dan Penyihir membidik mereka namun sayangnya beberapa dari serangan mereka bahkan tidak mengenai sehelai rambut mereka.


"NAK KU LIHAT KAU PEMIMPIN MEREKA.. MARI AKU HANCURKAN DIRIMU TERLEBIH DAHULU BAGAIMANA KEPUTUSASAAN YANG AKAN MEREKA BUAT"


Suara itu datang dari salah satu orang berjubah yang menahan diriku..


Aku bangkit dari tempatku berdiri dan merasakan sakit yang ada di tubuhku.


Sudah berapa kali aku terpental hari ini ?


Aku merasakan punggungku sakit sekali.


Ketika aku bangkit orang berjubah itu tidak membiarkanku menarik napas sebentar.


Dengan kecepatan miliknya dia sudah berada tepat di belakangku.


Aku dengan cepat menghindari pukulan yang datang dengan menundukkan tubuhku lalu menginjakkan kakiku berusaha memberikan tekanan yang kuat untuk membuat jarak aman darinya.


Dia memperhatikan hal itu dan berusaha untuk menangkap diriku dengan tangannya yang besar.


Aku melemparkan belatiku menuju matanya dengan kuat.


Namun serangan kejutan milikku ditangkis dengan cepat menggunakan tangan kanan miliknya dan tangan kirinya masih melancarkan serangan menuju kearahku.


Aku berusaha untuk menghindari serangannya namun terlambat..


Aku mengangkat kedua tanganku dan berharap untuk bisa meredakan daya serangnya.


Namun ketika aku menunggu serangan itu tak kunjung datang.


Aku melihat ke depan dan memperhatikan orang berjubah itu hilang..


Lah..


Kok hilang ?


Aku mencari orang berjubah itu telah terpental jauh ke dalam bangunan kosong.


Aku mengalihkan pandangku kepada seseorang yang ada di sampingku..


"Rei !?"


Suara itu aku mengenalnya..


Aku melihat orang itu dan ternyata adalah orang yang aku kenal.


Itu adalah Drian..


"Kau.. Drian ?"


"Aku tidak menyangka kalian ada di ibukota kerajaan"


Drian telah memperhatikan Rian dan Iwan di sana juga membuatnya yakin bahwa aku tidak sendirian di sini..


"Kau terlihat berbeda dari terakhir kali kita bertemu" Ucapku dengan penuh kebingungan.


"Aku merasa sama seperti sebelumnya aku pikir.." Jawabnya sambil melihat kearah tubuhnya.


"Tidak-tidak.. tubuhmu sudah berisi dengan otot dan wajahmu yang sekarang juga menunjukkan perubahan signifikan dengan bentuk tubuhmu.. terlihat bagaimana ya.. susah menjelaskannya tapi rasanya kau berbeda dari sebelumnya"


"Haha.. terima kasih atas pujian.. tapi sepertinya kita tidak mempunyai waktu untuk reunian"


Melihat hal itu orang berjubah itu bangkit dari tempatnya terpental dan berjalan secara perlahan..


"MENGANGGU ORANG LAIN KETIKA BERTARUNG SUNGGUH TIDAK SOPAN"

__ADS_1


"Sebaiknya kita selesaikan ini dengan cepat supaya bisa melakukan reunian dengan benar.. bukankah begitu Rei"


"Yap.. aku juga masih punya banyak pertanyaan tentang apa yang terjadi padamu"


Aku mengangkat tanganku dengan belati yang ada di kedua genggaman tanganku.


Meluncur dengan cepat kearah monster tersebut dengan langkah cepat dengan skill [Shadow Step] milik Class Assassinku.


Aku muncul di samping orang berjubah itu dan melancarkan tusukan [Fatal Steb] dari belatiku.


Reaksi orang itu cepat..


Seperti biasa orang ini tidak akan bisa dikalahkan dengan mudah.


Dia menggeser sedikit tubuhnya dan berusaha untuk menangkap lenganku.


Namun aku tidak diam..


Aku langsung menghilang dengan Skill [Stealth].


Drian mengambil kesempatan ini dan memukul keras kearahnya dari depan..


"SEJAK KAPAN KAMU!"


Dia tidak menyadari keberadaan Drian dan begitu terkejut ketika Drian telah berada di depannya.


Drian tanpa basa basi lanhsung memukulnya dengan begitu keras menuju wajahnya.


Wajah orang itu yang sudah rusak.. kini semakin rusak..


Aku turut berduka cita atas wajahnya..


Orang itu terpental jauh ketika Drian mengerahkan kekuatannya menuju wajahnya..


"Kau sudah semakin kuat juga"


"Kau juga"


"Tidak - tidak kau lebih kuat"


"Hmm bisakah kalian tidak berdebat dan membantu kami di sini" Ucap Rian dengan kesal.


"Aku cukup kesulitan menahan orang ini.. Rian terlalu lemah" Sambung Iwan yang terlihat kewalahan.


Ketika mereka berdua saling berdebat sebuah pisau terbang melayang dari atas bangunan menuju orang berjubah yang melawan Iwan.


Pisau terbang itu begitu unik dimana pisau tersebut memiliki gerigi kecil di sisinya.


"Maaf kami datang terlambat" Suara orang dari atas bangunan perlahan turun setelah mengucapkan kata-kata klise seorang pahlawan yang datang terlambat.


Orang itu memiliki topeng di wajahnya dengan corak cakaran serigala.. mungkin serigala..


Ketika dia turun orang - orang muncul mengikutinya di belakang.


Semua orang bergegas masuk dalam pertempuran dan membantu.


Dua orang gadis juga secara pelan berjalan mendekati kearah Drian.


"Drian sebaiknya kebiasaanmu untuk meninggalkan orang di belakangmu perlu diperbaiki" Ucap gadis twintail yang memiliki wajah imut dan cantik.


"Maafkan aku" Balas Drian dengan menyesal.


"Jangan dengarkan perkataan dia tuan Drian.. bisa mengikuti tuan saja saya sudah senang" Balas seorang gadis berambut ungu terurai lurus panjang hingga ke pinggang.


Aku melihat Drian memiliki dua orang gadis yang mengejarnya merasakan sakit hati di dadaku.


Aku hari ini dikejar banyak monster untuk menjadi umpan bahkan disulitkan oleh dua orang idiot yang tersesat..


Sial.. kenapa dunia ini tidak adil..


"AKU BELUM KALAH"


Aku melihat suara itu bangkit dari tempat bangunan yang runtuh akibat kerasnya dirinya terpental.


Wajahnya yang begitu rusak membuatku takut lebih dari melihat hantu.


Aku ingin bersiap untuk bertarung namun Drian maju selangkah di depanku.


"Rei kau istirahat saja.. aku melihat dirimu kelelahan"


"Aku mungkin lelah tapi aku masih bisa bertarung"


Drian menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


Angin berhembus pelan membuat rambut miliknya terurai dengan bagus dan keren..


"Aku bisa mengatasinya sendiri"


Siapa tokoh utama di sini ?


Setelah Drian berkata seperti itu dia sudah menghilang dari hadapanku..


Apa yang terjadi !?


Drian telah hilang dan muncul tepat di depannya.


Itu bukanlah kecepatan biasa yang aku gunakan seperti [Shadow Step].


Itu lebih cepat.


Drian dengan sigap menarik lengannya untuk mengambil ancang-ancang dan meluncurkan ke depan..


Satu pukulan itu membuat kepala orang itu hilang..


Hilang..


Bukan hancur berkeping-keping..


Tapi hilang seperti debu..


...


"Kekuatan apa itu!!"


Aku berteriak dengan kaget..


Itu kekuatan yang sungguh mengerikan..


"Ah ini hanya pukulan biasa.. ah ngomong - ngomong sepertinya pertarungan sudah selesai"


Aku mendengar suara Drian dan menolah kearah semua orang yang dimana mereka berteriak dengan senang.


Orang berjubah yang berjumlahkan 20 orang telah hilang..


Kedatangan dari pasukan bantuan yang dipimpin orang bertopeng itu menyelesaikan semuanya dengan bagus.


Sepertinya di sana juga ada orang tampan yang bersama dengan banyak perempuan sedang memberikan mantra penyembuhan miliknya dengan bahagia..


"Kita menang ?"


Suara itu datang dari seorang ksatria kecil yang memegang pedang dengan gemetaran.


Semua orang yang melihat ksatria itu mengangguk dengan pelan.


Suara sorakan semua orang terdengar begitu nyaring diseluruh penjuru..


Aku tersenyum bahwa bantuan yang datang ini memiliki kekuatan yang hebat.


Pada akhirnya 20 orang berjubah itu masih kalah dengan banyak jumlah orang yang datang.


Ketika aku telah merasa senang bahwa semua ini berakhir..


Seorang gadis gereja yang aku suruh untuk menyembuhkan Yuina datang kearahku dengan panik.


"Tuan.. Tuan putri Yuina dalam keadaan kritis.. di-a.. kondisinya tidak dapat untuk disembuhkan"


Aku mendengar itu langsung panik..


Langkah kakiku langsung bergegas menuju tempat Yuina berada.


Kenapa ini terjadi..


Kenapa ?


...


Bersambung..


Terima kasih karena masih ada pembaca yang menunggu kelanjutan novel ini..


Sekarang pertarungan akan hilang sebentar lagi..


Jadi masa damai akan datang.. tapi.. pasti penasaran habis ini... jadi..


...


Like aja ya.. :') Vote juga kalau bisa :')

__ADS_1


__ADS_2