Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Akademi Pahlawan


__ADS_3

Sesuatu muncul disana...


Nama : Rian Fadilah


Class : Knight Mage


Level : 0


HP : 100


MP : 30


Kekuatan : 56


Pertahanan : 45


Kelincahan : 89


Skill : 0


Skill Unique : 2


[Belajar Semua Bahasa] Pasif


[Tiga Orang Idiot] Pasif


Nama : Jaka Iwan


Class : Archer Guardian


Level : 0


HP : 100


MP : 30


Kekuatan : 68


Pertahanan : 73


Kelincahan : 33


Skill : 0


Skill Unique : 2


[Belajar Semua Bahasa] Pasif


[Tiga Orang Idiot] Pasif


Semua orang yang penasaran berkumpul di dekat Rian dan Iwan untuk dapat melihat apa isi status mereka.


Saat mereka melihatnya mereka tidak bisa menahan diri mereka untuk kaget. Karena ini tidak pernah terjadi sebelumnya.


"Tidak mungkin mereka berdua memiliki Dual Class"


"Woah lihat status mereka saat level mereka masih nol"


"Hei mereka memiliki dua Skill Unique"


"Woah skill itu hanya di dapatkan dari anugerah dewa kan"


"Ya kau benar tapi Skill itu aneh.. [Belajar semua bahasa] memang hebat tapi apa artinya skill [Tiga Orang Idiot]"


Maaf artinya memang seperti itu..


Mereka memang idiot..


Tunggu apa kata dia tadi ?


"Kenapa Tiga bukankah harusnya dua"


Kirana menatap kearahku karena dia melihat apa yang ada di statusku saat aku mendaftar.


Untungnya orang lain tidak menyadari apa maksud dari tatapan Kirana terhadapku karena mereka terlalu fokus dengan Rian dan Iwan.


Aku menjadi pucat dan shock dengan semua yang terjadi..


Aku idiot ?


Jangan bercanda..


"Apakah sehebat itu" Ucap Rian dengan tenang.


Walaupun di dalam hatinya dia sangat bahagia menjadi pusat perhatian.


"Sepertinya menaklukan dunia tidaklah mimpi" Sambung Iwan dengan penuh bangga.


Rian dan Iwan memahami dari apa yang terjadi.


Mereka begitu bahagia lalu mereka melihat kearah Kirana..


Kirana bingung dengan tatapan mereka.


"Belum terlambat untuk jatuh cinta dengan ku sekarang" Ucap Rian dengan suara dalam miliknya.


"Jangan dengarkan dia aku bisa memberikanmu apa saja jika kau pacara-- Tidak jika kau MENIKAH denganku" Kata Iwan sambil menekan kata menikah dengan begitu percaya diri.


Kirana yang sebelumnya terkejut dengan semua yang terjadi pada mereka membuat dia sedikit shock dan ingin mengubah sudut pandangnya tentang mereka namun saat mereka berkata begitu matanya menjadi jijik dan ingin muntah..


(Sepertinya sifat mereka tetap sama walaupun kekuatannya lebih hebat dari orang lain) Pikir Kirana dalam hati.

__ADS_1


"Hei keributan apa ini kenapa semua menjadi begitu meriah" Ucap seseorang yang datang dari balik pintu belakang meja Resepsionis.


"Guild Master ini terjadi karena.."


Lalu Kirana menceritakan semuanya apa yang terjadi kepada dia.


Guild Master yang disebut Kirana memiliki penampilan sangat tua dengan rambut yang putih menghiasi kepalanya dan tidak lupa juga janggut putih yang panjang di dagunya membuat orang melihatnya terlihat seperti orang lansia namun.. sesekali jangan melihat buku dari sampulnya.


Bahkan dulu aku sempat meremehkan kakek ku yang mengajarkan silat padaku. Alhasil aku mencium lantai hingga tiga kali di buatnya.


"Jadi begitu ini memang sesuatu yang langka" Ucapnya sambil mengelus janggutnya. "Mari masuk keruanganku ada yang aku bicarakan dengan kalian"


Mereka berdua menatapku di belakang..


Semua orang juga ikut melihat kearahku.


Kenapa semua melihat kearahku ?


"Rei kau juga ikut" Ucap Rian dengan tidak senang.


Saat Rian berkata begitu semua orang langsung melakukan ghibah..


"Jadi yang ketiga adalah dia"


"Oi aku melihatnya juga tadi mendaftar dan tiba tiba bola kristalnya bergetar aku pikir itu cuma kejadian normal"


"Ya aku juga melihatnya"


Tunggu jangan melihatku seperti itu.


Aku tidak idiot.


"Apa dia temanmu" Tanya Guild Master.


"Ya dia teman kami" Balas Rian dengan mata berkaca kaca.


"Mungkin jika tidak ada dia.. kami mungkin sudah tidak ada disini" Sambung Iwan dengan begitu dramatis.


Oi kalian jangan berkata seperti itu sekarang walaupun aku tahu itu benar tapi situasi ini membuatku tidak bisa menolaknya.


"Apa boleh buat" Jawabku dengan menggaruk kepalaku walaupun semua itu harus aku lakukan sambil menahan malu untuk mengatakan itu.


"Hei lihat sepertinya mereka memiliki hubungan spesial"


"Apakah mereka seperti itu"


Oi aku dengar apa yang kau katakan di belakangku dengan jelas..


"Mari ikuti aku" Ucap Guild Master.


Lalu kami bertiga mengikuti Guild Master ke ruang dimana dia berkerja.


Kami masuk dan melihat sebuah dokumen yang masih menumpuk diatas meja lalu dekorasi ruangannya sangat biasa dan tidak ada istimewa.


"Aku tahu ini akan terjadi aku sangat bersyukur umurku masih sempat untuk melihat kelahiran pahlawan baru" Ucapnya dengan begitu dramatis.


Rian dan Iwan melihat kearahnya dengan sangat bahagia.


"Syukur kakek menyadarinya" Ucap Rian dengan bangga.


Kakek ?


"Hmph Sepertinya kakek sudah tua namun matamu masih bisa melihat dengan jelas" Sambung Iwan dengan bahagia.


Kakek ?


Oi kalian membuatnya marah apakah kalian tidak melihat urat muncul di kepalanya.


Guild Master menahan sedikit amarahnya untuk mempertahankan martabatnya.


"Sebenarnya guild petualang bukanlah tempat kalian" Kata Guild Master dengan nada sedih.


"Kenapa kakek ?" Jawab Rian dengan penasaran.


"Seharusnya tempat kalian adalah Akademi Pahlawan disana kalian pasti akan berkembang dengan pesat"


"Kenapa Kakek berkata begitu ?" Tanya Rian lagi.


"Akademi pahlawan merupakan Akademi yang didirikan oleh kerajaan khusus untuk orang jenius yang memiliki kekuatan yang hebat seperti kalian"


Rian dan Iwan menjadi begitu senang saat dia berkata begitu namun mereka tidak bisa memutuskannya sendiri lalu mereka melihat kearahku.


Tunggu apa aku yang memutuskan disini ?


Lalu..


Aku mengingat perkataan Rachel sebelum datang kesini..


"Kau tahu gadis resepsionis di guild petualang sangat cantik..."


Tunggu bukan itu...


"Kau tahu ada Akademi pahlawan yang didirikan oleh ibukota kerajaan disini mereka melatih para jenius dengan kekuatan yang luar biasa namun akhir akhir ini tempat itu sudah berubah banyak menjadi tempat para anak bangsawan untuk menyombongkan dirinya mungkin tempat seperti itu tidak cocok untuk kalian.. lebih baik kalian masuk akademi petualang karena disana kalian diajarkan tentang lebih banyak pengetahuan tentang dunia luar yang mana itu akan sangat berguna untuk kalian"


Aku setuju dengan apa yang dikatakan Rachel kepadaku lagipula menjadi petualang lebih menyenangkan daripada menjadi seorang pahlawan yang digerakkan oleh tangan tangan kerajaan untuk menjadi alat peperangan dengan dalih keadilan.


"Aku ingin masuk akademi petualang" Jawabku dengan yakin.


Rian dan Iwan melihatku mengangguk dengan dalam.


"Sama aku akan masuk ke akademi petualang" Balas Rian dengan percaya diri.

__ADS_1


"Jika kalian masuk otomatis aku juga ikut" Sambung Iwan.


Guild master begitu bahagia mendengarnya namun dia sudah berusaha semampu mungkin untuk menutup kebahagiannya.


"Sangat disayangkan sekali akademi pahlawan tidak dapat memiliki kalian" Ucap guild Master dengan nada kecewa namun dia tersenyum aneh.


"Kenapa kakek tersenyum seperti itu"


"Wah mungkin dia memikirkan hal licik"


Mereka melihat kearahku..


Sungguh tidak sopan.. lagipula aku tidak tersenyum seperti itu..


Bukan ?


...


Setelah itu kami bertiga berbincang sedikit tentang guild petualang dan beberapa hal yang perlu kami ketahui saat masuk akademi petualang.


Akademi petualang memiliki masa tiga tahun belajar namun jika kita rajin dan sering mengambil tes maka kita bisa lulus dalam satu tahun.


Dan juga selama kita berada di akademi petualang kita masih dapat mengambil misi di guild dengan catatan sudah memiliki ijin bahwa mampu untuk menyelesaikannya dari pengajar di akademi.


Selain itu di guild petualang juga memiliki sebuah tingkatan dimana mereka dapat mengambil misi tersebut.


Karena kita masih pemula maka Rank kita masih Rank F.


Well seperti yang kami duga ini mirip seperti novel isekai jepang kami sedikit familiar dengan ini.


Jadi kami mengangguk mengerti saat Kakek--Maksudku Guild Master menjelaskan.


Setelah selesai bicara dia ingin mengantar kami pergi namun kami menolak dengan sopan karena tidak mau merepotkannya.


"Aku hampir lupa"


Saat kami ingin keluar dari ruangan Ka--Maksudku Guild Master memberi kami sebuah kantong kecil.


"Itu adalah kantong penyimpanan ruang yang dapat menyimpan barang apa saja.. Aku berikan kepada kalian karena sepertinya kalian kesulitan dengan barang bawaan kalian" Ucapnya sambil melihat tas yang kami bawa.


"Woah terima kasih kakek untuk memberi kami sesuatu yang luar biasa" Ucap Rian dengan senang.


"Kami tidak akan lupa dengan jasa kakek.. kami akan berdoa untukmu setiap hari" Kata Iwan dengan mata berkaca kaca.


"Hei aku belum mati" Balasnya dengan marah.


Kami tersenyum dengan mengucapkan terimakasih banyak kepada apa yang dia lakukan.. Walaupun dia tidak bertanya apapun tentang asal kami namun dia begitu baik kepada kami.


Saat kami keluar semua orang menatap kami dengan mata penasaran dengan apa yang kami bicarakan di dalam.


Rian dengan senang hati menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka untuk menghilang rasa penasaran mereka walaupun dia sedikit melebihkan apa yang ada karena dia ingin membuat dirinya sedikit hebat.


...


Tiba tiba perutku berbunyi walaupun tidak begitu keras.


Aku memegang perutku yang lapar karena aku baru sadar bahwa aku belum makan apa apa sejak datang kesini bersama mereka.


Melihat hal itu Rian dan Iwan tidak bisa diam.


"Aku lupa bahwa kau belum makan" Ucap Iwan dengan rasa bersalah.


"Bagaimana kita pergi cari makan aku tahu tempatnya dimana" Kata Rian dengan percaya diri.


Aku tersenyum melihat mereka begitu perhatian denganku..


...


....


.....


"Apakah jalannya benar kesini ?" Ucap Iwan dengan nada khawatir.


"Aku yakin disini" Balas Rian dengan percaya diri.


Maaf aku lupa mereka tidak bisa menghafal jalan dengan cepat karena mereka idiot..


Bersambung...


Ruang curhat pemain..


"Kapankah Heroine kita muncul" [Iwan]


"Bukankah Kirana itu Heroine kita" [Rian]


"Tunggu Heroine harus terus muncul dalam setiap cerita namun Kirana itu Resepsionis jadi tidak bakal sering muncul" [Rei]


"Apakah begitu" [Rian]


"Ya" [Rei]


"Kalau begitu kapan Heroine kita muncul" [Rian]


"Hmm..."


"Hmm.."


"Hmm.."


Suasana menjadi mencekam..

__ADS_1


Note Author : Jangan lupa like dan komen.. agar saya semangat berkarya..Thx..


__ADS_2