
Tiga bulan telah berlalu, Anin sudah menerima SK pengangkatan nya menjadi PNS. Dia benar-benar mencurahkan pikiran dan hatinya hanya untuk pekerjaan. Dia masih ragu untuk membuka hatinya lagi untuk seorang pria.
Bahkan dokter Bimo yang jatuh hati kepada Anin sejak pertama kali melihat nya pun tidak terlalu dianggap serius oleh Anin. Dekat? Sangat dekat, tapi jika ditanya statusnya apa pasti jawaban yang keluar dari mulut Anin adalah hanya teman!. Dokter Bimo tidak akan menyerah begitu saja. Dia akan mendapatkan Anin.
Cara dokter Bimo memperlakukan Anin memang seperti yang lainnya, tapi selalu terselip perhatian lebih kepada Anin. Mereka juga sering jaga puskesmas pembantu di daerah perbatasan. Banyak juga tentara yang suka menggoda Anin. Tapi sama sekali tidak digubris olehnya. Mungkin hati kecilnya masih belum dikembalikan oleh orang itu. Ya siapa lagi kalau bukan Bagas.
"Nin, malam minggu jalan yok, gue traktir deh!" ucap dokter Bimo kepada Anin saat jaga di pustu (puskesmas pembantu)
"Hmmm? Gak bisa dok. Gue mau ngerjain laporan kohort nih. Udah mepet akhir bulan. Maaf ya, lain kali deh" jawab Anin menolak lagi ajakan Bimo.
"Ah, gitu mulu jawabannya. Ayolah Nin, gue cuma ngajak makan terus jalan-jalan sekalian kencan"
"Hahahah, Ya Allah dokter jujur banget sih. Gak bisa dok, lihat dong ini kerjaan gue numpuk" Anin tetap menolak.
"Dokter gak nawarin saya? Kok cuma Anin aja yang diajak dok" ucap Sinta bidan desa disana.
"Emang mbak Sinta boleh meninggalkan pos? Kalau mau ya ayo ikut sekalian" jawab Bimo.
"Nanti bisa kok dok digantikan Anin, ya kan Nin?" Sinta mengerlingkan mata kepada Anin.
"Hmmm? Oh iya bisa kak, udah sih dok sama kak Sinta aja pergi nya. Anin disini saja sama dua adek mahasiswa"
Ini orang gak peka banget sih, Anin, gue maunya pergi sama lo, bukan sama si Sinta! pekik Bimo di dalam hati.
"Ya sudah lah, besok sabtu berarti yang ditinggal disini lo Nin?"
"Iya, tapi minggu depan gue jaga nya sampai hari jum'at ya kak. Boleh?" ucap Anin tawar menawar dengan Sinta.
"Hhhmmmm? Oke boleh, tapi kamu baliknya gimana Nin?"
"Gampang, minta tolong sama pak tentara nganterin sampai puskesmas. Selamat bersenang-senang besok!"
.
__ADS_1
Bagas dan kawan-kawannya baru saja selesai dari misi. Misi yang cukup lama bagi mereka, karena 3 bulan baru kembali ke markas besar.
"Misi yang sangat melelahkaaaannnn, aaaakkkhhhh, kasur kuuu. Akhirnya aku kembali bersama mu" ucap Hendi merebahkan tubuhnya di kasur barak miliknya.
"Nganggep kasur kok kayak istri sendiri sih Di-Di" Hendra geleng kepala melihat kelakuan Hendi.
Bagas, Raka dan Agus memilih untuk mandi karena sudah tidak tahan dengan bau badan mereka sendiri. Saat di kamar mandi mereka bercengkrama.
"Kira-kira bakal dikasih libur berapa lama ya bang?" tanya Agus kepada Raka.
"Mungkin 1 bulan" ucap Raka asal bicara.
"Hil yang mustahal lah bang!" Agus menyikut perut Raka.
"Mbel, lo masih marah sama gue? Selama misi lo jarang ngomong sama gue. Lo masih marah soal gue putus sama Anin?" Bagas yang sedari tadi diam sudah tak tahan lagi. Dan memang waktu misi 3 bulan ini Raka jarang sekali untuk bicara dengannya.
"Bukan marah nyet, tapi jatuhnya kecewa. Sekarang gue tanya sama lo, dengan putus sama Anin mimpi lo beneran hilang? Apa sih sebenarnya jawaban istikharoh lo?" jawab Raka yang memang masih kesal dengan keputusan Bagas.
"Hmmm, gue masih sering mimpi, gue juga gak tahu jawaban istikharoh gue, sepertinya memang belum terjawab dan keputusan gue salah" ucap Bagas dengan lesu mengingat cara dia memutuskan Anin.
"Nah kan, nyesel kan lo menyia-nyiakan cewek seperti Anin. Dia itu mau menerima semua baik buruk nya lo. Dia gak peduli mau lo kaya atau miskin, mau lo ganteng apa jelek, mau lo gemuk atau kurus karena dia itu melihat nya dari hati, tulus!" jawab Raka semakin membuat Bagas merasa bersalah.
"Apa ini kutukan dari dia memang benar adanya ya?"
"Kutukan?" Agus dan Raka bertanya bersamaan.
"Iya, jadi waktu gue putus sama Anin dia bilang kalau sampai ucapan gue bohong, dunia gue bakalan dikelilingi oleh dia. Alias gue akan selalu mengingat dan bahkan mungkin bisa bertemu dengan dia"
"Waduh kapt, lalu jika memang bertemu kembali gimana reaksi mu kapt?" tanya Agus
"Suatu saat lo pasti ketemu dia. Tapi keadaan nya yang akan berubah. Dulu dia cinta sama lo, mungkin sekarang yang tersisa adalah kebencian. Dulu dia tertawa dan tersenyum saat ketemu lo, sekarang mungkin yang tersisa air mata. Dan yang paling parahnya jika lo ketemu sama dia, dan dia sudah menikah dengan orang lain? Rela hati lo?"
"Ah, bener omongan bang Raka kapt, kalau masih ada kesempatan untuk diperbaiki, lebih baik memperbaiki kapt. Daripada menyesal seumur hidup" Agus menepuk bahu Bagas dan pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Raka pun menyusul Agus yang sudah selesai. Sedangkan Bagas masih di dalam kamar mandi dan merenung.
Siapkah hati ku bertemu lagi denganmu suatu saat? Dan siapkan aku melihat keadaannya nanti? Ya Allah, masihkah ada nama hamba terbersit dalam hati nya? Kenapa aku menjadi sepengecut ini. Bagaa bergumam dalam hati.
"Aaakkhhh, Anin! Gue cinta mati sama lo! Bodoh bodoh bodoh!" Bagas berteriak untuk meluapkan emosi nya.
Di dalam barak mereka melakukan aktifitasnya masing-masing. Hendi masih tidur, Hendra menelpon pacarnya, Agus membaca buku, Raka bertadarus, Bagas hanya berbaring menatap langit-langit barak. Seketika mereka dikejutkan oleh komandan yang masuk tanpa pemberitahuan. Semua yang ada disitu langsung berdiri dan memberi hormat. Hendra mencoba membangunkan Hendi tapi percuma, dia kembali tidur. Raka mengambil air dan menyiramkan nya di muka Hendi dan akhirnya bangun lalu memberi hormat kepada komandan.
"Misi, Edi Sumantri, tersangka penyelundupan senjata 2 hari lalu berhasil dibebaskan oleh seseorang. Ada orang atas yang memang melindunginya. Dan bisa saja mereka akan melakukan penyelundupan lagi. Aku mendengar jika dia kabur ke Kalimantan. Kalian akan dikirim dan menyamar sebagai tentara yang ikut satgas. Kalian harus melaporkan semua nya padaku. Kalian mengerti?"
"Siap mengerti!" ucap mereka kompak.
"Waktu kalian hanya 1 bulan, bukti kejahatan Edi yang lalu juga sudah dimusnahkan oleh pihak tertentu. Bagas, tolong tanyakan kepada pacarmu masihkah punya bukti yang sama di flasdisk itu?"
"Siap!"
"Bersiaplah, pesawat akan menjemput kalian 2 jam lagi"
Komandan meninggalkan barak dan mereka memberi hormat kepada komandan mereka. Bagas mengejar komandannya.
"Ada apa?" tanya komandan yang tahu Bagas mengejarnya.
"Bukti apa yang komandan maksud?"
"Kau sungguh tidak tahu? Kau ingat saat pacarmu disandera? Mereka menginginkan bukti yang ada pada gadis itu. Dia adalah pemegang bukti kejahatan Edi waktu dulu. Dengan kata lain bisnis ini sudah ada waktu dulu, tapi mereka menghancurkan nya. Aku yakin dia gadis yang pintar pasti ada copian nya. Aku bertanya kepada ayahmu, tapi kepunyaan dia juga diambil oleh pencuri. Maka tanyakan lah, aku sudah menemukan saksi untuk kejahatan Edi di masa lalu" jelas komandan panjang lebar.
Bagas merenung kembali. Jadi Anin memang menjadi bahan incaran penjahat karena ada bukti yang dibawa nya? Bukan karena aku?
.
.
.
__ADS_1