Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
5 juta Cash


__ADS_3

Anin membonceng motor Bagas tanpa berpegangan pada pinggang Bagas.


"Pegangan!"


Anin masih tak bergeming.


"Pegangan! Telinga masih normal kan?!"


Anin hanya menurut pasrah.


Motor melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Anin. Tak lama mereka pun sampai di rumah Anin.


"Ayo kita ngobrol! Mas gak pengen masalah ini berlarut larut"


Anin duduk di teras memandang jalan. Bagas ikut duduk di sebelahnya.


"Kamu maunya gimana?" Bagas memulai percakapan


"Jujur"


"Apa imbalannya kalo jujur?"


"Orang jujur kok minta imbalan"


"Iya lah, orang jujur dikasih pahala dari Allah juga"


"Nah, itu udah dapat dari Allah"


"Dari kamu?"


"Kalo gak mau ya wes, gak usah diperpanjang. Anin capek mau tidur!"


"Jawab dulu pertanyaan mas yang tadi"


"Yang mana?"


"Ibu cerita apa aja"


"Semuanya. Bagaimana cara kerja tim itu dan bagaimana keselamatan kami"


"Terus?"

__ADS_1


"Terus apa? Ya itu aja"


"Terus kamu nya masih ngijinkan mas masuk pasukan itu gak?"


"Aku dukung apapun yang kamu lakukan. Kamu itu lebih cerdas daripada aku, kamu tidak perlu takut aku akan menghalangi jalan mu. Apa ini yang membuat mu gak mau jujur sama aku?"


Bagas mengangguk.


"Mas, dengerin ya. Aku bukan tipe orang yang suka ngekang. Kalo kamunya nyaman sama kerjaan kamu ya silahkan melakukannya. Aku gak bakalan bisa nyegah hal itu kalo jawaban yang kamu nanti dari Allah"


Bagas melihat mata Anin. Dan Bagas tidak melihat kebohongan atas ucapan Anin.


"Berjanjilah kalo kamu bakal turutin kata kata mas pas mas tugas"


Anin mengangguk.


"Terima kasih udah mau ngertiin mas"


"Emang kenapa Anin harus nurutin kata Mas kalo mas lagi tugas?"


"Demi keselamatan kamu"


"Aku hanya akan jadi orang yang egois jika mencegahmu. Lagian kalo pangkat kamu naik kan gaji kamu makin buanyak"


"Biarin! Kumpulin duit yang banyak biar bisa jalan jalan ke luar negeri"


"Iya. Makasih ya Yank. Dan maaf tadi bentak kamu"


"Percuma akunya marah Mas, bakalan kamu yang menang kalo caranya begitu. Aku marah kamu balik marah yang lebih nyeremin"


"Emang nyeremin banget?"


"Aku paling gak bisa dibentak mas, kaget aku nya"


"Iya maaf, tapi kamu tu kalo gak digituin juga bakal diemin mas lebih lama"


"Iya gak papa"


"Tinggal restu ibu"


"Bicaralah dengan Ibu lebih halus lagi mas, Ibu pasti ngerti kok. Nanti Anin bantu bujuk"

__ADS_1


"Makasih ayang beb, hah suka banget dapat calon bojo begini, udah cantik, cerdas, pengertian. Kenapa gak dari dulu sih kita ketemu nya?"


"Hahahah, kalo duluan ketemu gak bakalan dapet uang 5 juta chash gegara jadi tunangan bayaran. Eh, sekarang udah mau jadi tunangan beneran"


"Hahahahh, bener. Kamu berangkat ke Kalimantan tanggal berapa?"


"Senin besok mas, ujian ku kan rabu"


"Maaf ya, mas gak bisa nemenin"


"Iya gak papa. Disana ada temen aku kok, lagian aku juga sama Tari"


"Oh, perlu mas minta tolong sama Raka gak?"


"Emang bang Raka dimana nya?"


"Kamu tes nya dimana?"


"Di pontianak nya"


"Biar nanti dia yang ke Ibukota. Dia tugasnya di kabupaten soalnya"


"Gak usah, ngrepotin orang aja"


"Cukup temen aku aja sama Tari"


"Yaudah deh kalo maksa. Siapa nama temen kamu"


"Salma"


"Salma? Salma Ardhitama bukan?"


"Kok kenal?"


"Lhaaaahhh, gimana sih Yank, gimana mas gak kenal coba. Itu calon adik ipar kamu Yank"


"What? Seriously Mas?"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2