Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 76


__ADS_3

"Baiklah Yah, Anin dan Tari akan pulang hari jumat besok. Karena Salma hanya bisa mengantar mereka sampai bandara di hari itu. Hari ini Salma sudah ijin" jelas Salma kepada ayahnya.


Ayah sendiri nanti yang akan menjemput kalian. Karena pasti ada mata mata lain yang ditugaskannya.


"Iya Yah, Ayah tenang lah disana. Salma akan menjaga mereka. Kan Salma udah jago bela diri sekarang!"


Benarkah? Apakah kamu sudab dinyatakan lulus oleh Raka?


Anin menoleh ke Salma saat nama Raka disebut.


"Ayah, udah dulu ya telponnya? Ini kami mau jalan jalan untuk refresh otak. Hehe. Assalamualaikum"


Waalaikum salam. Hati hati ya.


.


Anin dan Tari sudah melihat Salma seperti mangsa yang siap diterkam.


"Ada yang mau sembunyi sembunyi nih Ri" Anin menyelidik Salma

__ADS_1


"Sal, lo mau jujur sendiri apa hp lo gue otak atik?" Tanya Tari sedikit mengancam


"Ahahahh, kalian apaan sih gaes. Jangan gitu dong liatin nya. Serem sumpah. AC gue kegedean nih volumenya. Dingin bangetttt"


"Hilih, ayo jujur lo. Raka siapa?" paksa Anin


"Bukan siapa siapa! Raka itu guru taekwondo gue!" Salma masih menutupi


"Sal, lo emang mau nya dipaksa sama kita ya?! Nin, hp nya bawa sini. Gue mau cek en ricek!" Tari mulai gemas dengan tingkah Salma.


"Ehh tunggu tunggu. Iya deh iya gue bakalan ngaku. Tapi lo janji ya Nin, Ri. Jangan kasih tau dulu ke kakak! Awas kalo kakak tau dari kalian"


"Oke, gue mulai dari Bang Raka dulu ya. Jangan ada yang motong cerita gue. Kalo mau tanya nanti kalo gue udah selesai cerita. Raka Atmajaya, tentara sekaligus sahabat kakak gue. Saat dia dipindah tugas kesini gue ketemu dia saat ada acara bakti sosial di KODIM. Dia ditunjuk sebagai panitia dan gue sebagai perwakilan puskesmas. Dari situ lah kami dekat. Waktu berjalan kami saling mengenal lebih dalam. Dia bertanya tentang keluarga gue. Saat tau, dia mencoba menjauhi gue. Gue bingung dong. Tapi gue sebagai cewek juga gengsi


"Kami sempat saling menjauh, tapi beneran. Hati gue sakit. Kayak ada yang ilang gitu. Semangat gue juga ilang. Gue sempet mau nyerah, gue sempat ngajuin pengunduran diri juga ke puskesmas. Ditolak mentah mentah sama kepala puskesmas gue. katanya gue cuma depresi aja. Orang mana sih yang tahan, sama sama cinta tiap hari liat orangnya tapi saling menjauh? Gue gak tahan, gue datangin tu orang. Gue tanya maksudnya deketin terus ngejauh apaan


"Dia bilang, kalo dulu dia pernah saling janji untuk tidak mendekati adik masing masing. Dulu sebelum mbak Nisa, Kak Bagas jatuh hati sama adiknya Bang Raka. Mereka putus karena adiknya Bang Raka sakit. Bang Raka menganggap itu semua karena kak Bagas. Hubungan mereka agak renggang. Tapi setelah mencoba untuk saling memaafkan dan menerima alasan mereka akhirnya alur lagi. Dan saat itu mereka beucap bahwa tidak akan jatuh cinta pada kepada adik sahabatnya. Hah, itu lah kisah cinta gue. Makanya sampai saat ini kak Bagas masih belum tau"


"Berat juga ya. Nanti kalo kakak lo tau pasti dikiranya bang Raka ingin balas dendam dan mengkhianati perjanjian mereka, itu yang lo sama bang Raka takut kan?" Anin mencoba menyimpulkan.

__ADS_1


Salma mengangguk lemah.


"Tenang aja sih Sal, coba dikasih pengertian dulu. Daripada makin lo sembunyiin pasti bakalan lebih parah Sal nantinya" Tari menasihati sahabatnya.


"Iya, gue sama Abang juga lagi cari cara dan waktu yang pas buat jujur sama kakak. Doain gue ya, biar kakak setuju. Gue udah jatuh hati banget sama Abang"


"Lo beruntung punya calon kayak Bang Raka Sal, asli, baik banget orangnya. Gak pernah neko neko sama cewek. Pacar aja baru lo" ucap Salma


"Beneran Nin? Lo bukan mantan pacarnya?"


"Ih, gue cuma jadi pacar bayaran. Bang Raka itu pantesnya jadi kakak gue. Bukan tipe gue. Alim banget orangnya. Tekun, gak bisa diajak bercanda lagi. Nah, gue sukanya yang agak selengekan. Kayak kakak lo, hahaha"


Cinta akan menemukan jalannya.


.


.


.

__ADS_1


Ngantuk gaes, bobok yuk


__ADS_2