Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
Di Atas Adaaaaa....


__ADS_3

Mobil Bagas terparkir di depan rumah Anin. Bagas duduk di teras sambil bermain hp. Anin berganti baju dan membersihkan make up nya. Setelah selesai dengan aktivitasnya Anin membuatkan minum untuk Bagas.


"Mas, ini minumnya" Anin meletakkan gelas berisi es sirup itu di depan Bagas dan ikut duduk di samping Bagas.


"Hm makasih" Bagas masih sibuk dengan hpnya.


Anin hendak masuk ke dalam rumah karena sedikit kesal dengan sikap Bagas. Tapi tangannya dicekal oleh Bagas


"Mau kemana?"


"Tidur! Ngapain disini kalo cuma ditinggal main hp"


Bagas membenarkan posisi duduknya.


"Duduk dulu"


Anin mengikuti kemauan Bagas. Bagas menunjukkan hp nya. Anin tersipu malu, Bagas menjadikan foto dirinya dan Bagas saat sesi foto wisuda tadi menjadi wallpaper hp nya.


"Suka gak?"


Anin mengangguk dan segera mengirimkan foto yang sama ke hp nya.


"Jangan dikit dikit marah, belajar menjadi dewasa ya. Bentar lagi mau jadi istri lho. Oh ya, telpon pak Ade gih. Bilang kalo sabtu depan Mas sama orang tua mas mau melamar kamu"


"Oke, eh tapi yanh diundang paman aja ya mas. Anin takut kalo nanti tidak setuju"


"Terserah kamu aja, mas ikutin mau nya kamu"


"So sweet....."


"Hahahah, gak usah lebay deh"

__ADS_1


"Eh mas, tau gak Tari sama Angga kayaknya balikan lagi deh"


"Oh ya? Wah, ada berkahnya juga masalah Tari kemarin. Angga tu anaknya care banget sama orang Yank, dia tu waktu SMP sering banget nolongin anak anak yang ditindas. Banyak cewek yang suka lho sama Angga"


"Oh ya? Kalo kamu sendiri bagaimana?"


"Apanya?"


"Ya kisah kamu"


"Yang spesial kamu" Bagas mencubit hidung Anin membuat si empunya mengaduh kesakitan.


"Pesen makanan yank, mas laper banget"


"Oke, mau makan apa mas ku?"


"Nasi padang Yank, pake rendang, sambelnya yang banyak"


"Oke udah order. Anin boleh minta tolong gak mas?"


"Apa?"


"Benerin genteng bocor"


"Yang bagian mana? ada tangga emang?"


"Ada, di belakang. Yang bocor bagian ruang tamu"


Anin bergegas menyeret Bagas dan memperlihatkan bagian yang bocor. Bagas mencari tangga untuk melihat titik bocornya.


"Ini gentengnya kayaknya posisinya berubah Yank, Mas naik ke atas ya"

__ADS_1


"Oke, kemon"


Bagas membawa tangga keluar rumah dan menaikinya.


"Ati ati mas"


"Iya, pegangin tangga nya betul betul Yank"


"Iya ini juga udah dipegangin kuat"


Bagas sudah berada di atap rumah Anin. Berjalan agak merangkak menuju sumber bocor. Dengan cepat Bagas membetulkan posisi genteng. Saat akan turun, Bagas mendengar suara kucing mengeong mendekati ke arahnya. Kucing kecil itu menghampiri Bagas. Bulu kuduk Bagas berdiri semua. Dengan secepat kilat Bagas menuruni anak tangga.


"Kenapa mas? kok buru buru. Awas jatuh!"


"Minggir Yank, diatas adaa.... hiiiiiii" Bagas bergidik


"Ada apa?! Ngomongnya yang jelas dong"


"Di di atas ada kuciiiiing, hiiiii mas geliiiii"


Anin tak percaya dibuatnya. Pacarnya yang tentara gagah berani malah sekarang takut sama kucing?


"Wkwkwkwk, Anin kira apaan. Kamu takut sama kucing?"


"Bukan takut, geli"


"Sama aja ituuuu"


"Hiiiii" Bagas membayangkan bergidik ngeri sendiri.


Tak lama kemudian makanan pun datang. Mereka makan dengan lahap. Seperti orang kelaparan, mereka menghabiskan makanan mereka hanya bersisa kardus bekas mereka makan.

__ADS_1


__ADS_2