Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 84


__ADS_3

Tristan melajukan motornya di jalan raya. Ayah dan Ibu bersama Anin berada di ruang tamu.


"Tristan itu orang suruhan Ayah?" Anin masih penasaran dengan Tristan


"Iya Nin, dia itu masih sepupu Bagas. Ayahnya memiliki usaha jasa sewa bodyguard. Dia memang masih muda, tapu kemampuannya bisa diandalkan. Cuma ya begitu. Seperti Bagas, dia pun sering selengekan"


Anin hanya mengangguk mendengarkan cerita Ayah.


"Kamu beneran gak dilukai oleh mereka kan Nin?" Ibu masih terlihat khawatir.


"Iya bu, Anin tadi sempat lari saat Tristan menghajar orang itu. Orangnya hanya satu orang kok Bu, Yah"


"Pasti lain kali akan lebih banyak Nin" Ayah pun tampak khawatir.


"Ayah sama Ibu tenang saja, Anin dan Tari akan belajar bela diri sama Bang Angga. Oh ya Yah, Anin menemukan ini di dalam boneka Anin" Ia menyerahkan flashdisk itu kepada Ayah.


"Bodoh! Hanya menangkap seorang perempuan saja kau tidak bisa??!"


"Maaf bos, tapi dia dibantu oleh seorang pria!"


"Aarrrggghhh, alasan! Hanya satu lawan satu kau kalah?! Kau ini lelaki atau wanita??! Lain kali aku tidak ingin ada kegagalan, atau kau akan mati!" kata pria paruh baya itu.


Seorang pria yang lebih tua masuk dan orang yang ada disana membungkuk kepada nya.


"Tuan, apa yang membuat anda kemari?" Tanya Edi, pria yang marah kepada anak buahnya tadi.


"Lupakan lah dulu masalah ini Ed, aku memberimu tugas yang harus kau selesaikan!" ucap orang yang dipanggil Tuan oleh Edi.


"Apa yang harus saya lakukan Tuan?"


"Pergilah ke Malay, ada senjata baru. Simpan di gudang yang ada di Kalimantan. Tapi kita terhalang karena mereka memperketat penjagaan. Bawa barang itu dengan mulus. Aku tidak mau jika sampai ada masalah. Jika kau tak becus maka enyahlah dari sini!"

__ADS_1


"Baik Tuan, serahkan semuanya kepada saya"


Jakarta


Dor dor dor dor dor


Semua tembakan melesat tepat sasaran. Bagas dan anggotanya sedang latihan menembak.


"Wow, peningkatan! Waktu mu lebih cepat sepuluh detik dibanding biasanya!" Ucap Raka


"Itu sudah biasa, kau tahu kan kemampuanku untuk bidang ini dan mengutak atik kabel?"


"Sombong amat! Sekarang giliran lo melatih kemampuan gue dalam teka teki per kabelan!" ucap Raka


"Siap! Kalian teruskan latihan ini! Beri aku laporan catatan waktu dan ketepatan sasaran kalian!"


"Siap Kapt!" ucap anggota Bagas yang lainnya dengan serempak.


Tak terasa sudah 3 minggu Bagas dan Anin tidak saling bertemu. Kangen? Pasti! Anin ingin menelpon tapi ia takut mengganggu.


"Nin, woy! Lo kenapa?" Tari yang baru saja keluar dengan Angga melihat Anin yang melamun di teras. Anin sudah dirumahnya ya guys, kan sudah ada Bang Tris.


"Hmmm, gak papa. Cuma lagi kangen aja sama Mas Bagas"


"Telpon gih, jangan dipikul sendiri kangen nya, beraattt"


"Hahah, kayak di film aja. Takut ganggu gue. Eh besok hasil SKB keluar Ri, kalo gue lolos terus pemberkasan lo temenin gue lagi kan ke Kalimantan?"


"Asal ayan gue gak kumat gue temenin!" ucap Tari yang mengingatkan kejadian tempo hari.


"Hahahah, iya maaf. Lain kali gue cari alasan yang masuk akal deh"

__ADS_1


"Kok lain kali? Jangan ada lagi dong Nin. Udah telpon gih Mas Bagas nya"


Anin berpikir sebentar. Lalu dia meraih hp nya.


"Gue ke kamar ya, capek!"


Anin mengangguk sambil terus sibuk mengetik chat


Me : Assalamualaikum Mas...


Bagas : Waalaikum salam, ayang beb. Kok baru sekarang sih chat nya. Sudah gak sibuk?


Me : Heheheh, maaf ya. Anin kan takut ganggu konsentrasi Mas


Bagas : Mas kangen yank sama kamu. Tunggu Mas ya. Nanti bulan ketiga Mas pulang karena memang diberi waktu cuti sebelum misi


Me : Bulan depan? Semoga aku masih di Semarang ya. Kalo keterima PNS terus suruh berangkat ke Kalimantan kan batal ketemuannya


Bagas : Nanti Mas susul ke Kalimantan. Kamu disana sehat kan?


Me : Alhamdulillah, hmmmm. Pengen meluk tapi gak bisa gimana donggg


Bagas : 😂😂. Kasihan sekali ayang beb kuhh. Sabar ya. Tinggal 2 bulan lagi ketemu


Me : Iya


Bagas : Mas masih latihan nembak nih Yank, dilanjut nanti lagi ya. I love you ayang beb kuuu


Me : Too


Bagas : Mbok ya bilang I Love you too Mas Bagas. Singkat amat too

__ADS_1


Me :😁. Udah latihan dulu sana!


Anin mengakhiri chat nya dengan Bagas. Dia tersenyum sendiri melihat isi chat nya. Setidaknya itu mengurangi kerinduannya pada sang pujaan hati.


__ADS_2