
Anin dan Tari menuju halaman belakang. Dilihatnya hamparan bunga dan tanaman yang tertata apik dan segar di mata. Mereka bersama sama tersenyum melihat pemandangan yang sungguh menyejukkan mata dan hawa di sekitar mereka.
"Itu anak gak berubah ya, pinter banget dia menata bunga sama tanaman ini. Seger bangetttt!" Tari menghirup udara dalam dalam.
"Iya, tau gak Ri. Gue kemarin pas pulang dari kopeng beli bunga. Ditanya sama ibu arti dari bunga itu apa. Blankkkk, gue gak bisa jawab. Malu sumpah"
"Hahahah, makanya belajar jangan cuma pelajaran aja. Noh apalin nama bunga sama artinya, biar ibu makin sayang sama lo"
"Gak usah diapalin juga ibu udah sayang kok" timpal Anin
"Ya maksudnya diapalin juga biar tambah sayang. Salma berani ya tinggal di kota yang antah berantah gak kenal kanan kiri sendirian lagi"
"Iya, dia apa gak takut kalo ada yang niat jahat sama dia ya" Anin menimpali perkataan Tari
tok tok tok. Suara pintu diketok.
"Kayak ada yang ngetok pintu. Siapa ya?" Anin hendak menuju pintu. Tangannya dicegah oleh Tari.
"Lo gak inget kata Salma? Jangan bukain pintu buat siapapun kecuali dia. Sedangkan dia baru aja berangkat kerja. Gak mungkin dong dia udah balik" Jelas Tari panjang lebar
__ADS_1
"Bentar, kita ambil hp kita dulu. Intip lewat jendela. Kalo itu bukan Salma kita diam aja jangan ngejawab" Anin bersepakat dengan Tari.
Tari mengangguk arti mengerti ucapan Anin. Mereka menutup pintu belakang rumah Salma. Bergegas ke kamar. Suara ketukan pintu makin lama makin kencang. Mereka yang niatnya ingin mengintip mengurungkan niatnya. Mereka ketakutan.
"Woooy, keluar! Gue tau ada orang di dalam!" seru orang itu membuat Anin dan Tari ketakutan.
"Gimana ni Nin? Gue takut" Tari sudah hampir menangis
"Bentar gue mikir dulu. Cepet cepet ke pintu belakang. Gue yakin bakalan di dobrak itu pintu kalo gak kita buka. Bawa hp"
Sejurus kemudian, Anin dan Tari perlahan membuka pintu belakang dan melarikan diri ke arah persawahan. Dan benar saja orang tadi mendobrak pintu rumah Salma. Orang itu melihat Anin dan Tari yang sudah melarikan diri.
"Woy, mau kemana kalian!" teriak orang itu.
"Jangan banyak omong Nin, fokus lari yang kenceng biar gak ketangkep" Tari yang berada di belakang Anin merasa was was karena orang itu sudah hampir dekat dan
bruk
"Aduuuuhh, Nin, tolongin gue" Tari tersungkur ke depan.
__ADS_1
"Ya Allah, cepetan bangun Ri" Anin membantu Tari berdiri saat mereka akan lari orang tersebut sudah berada hanya 1 meter dari mereka.
"Gimana ni Nin, masa kita mat* disini sih!"
"Ngomong yang baik baik Ri, otak gue udah mentok Ri"
"Mau lari kemana lagi kalian? Lo ikut gue!" Orang tersebut menunjuk Anin
"Gak! Ngapain gue harus ikut lo, sedangkan gue gak kenal siapa lo!"
"Ah, banyak bac*t lo!" Orang tersebut hendak menarik tangan Anin, tapi pundaknya disentuh oleh seorang lainnya.
"Apa kabar sobat? Mau ku bantu?" seru orang yang lainnya tersebut.
Ini kan.... orang yang tadi...
.
.
__ADS_1
.
Hadoh gaesss, bakalan diapain si Anin sama Tari? Pak jenggot kemana lagi. Saat dibutuhkan malah ngilang. Salmaaaa, sahabatmu sedang dalam bahaya