
Mereka menikmati makanan yang dibawa oleh Anin. Sesekali mereka bersendau gurau.
"Tari sama gue udah, Salma sama Raka bentar lagi nyusul ke pelaminan. Terus kalian kapan? Mau gini-gini aja?" Tristan menyindir Anin dan Bagas. Mereka beradu pandang.
"Makan gak usah banyak omong" jawab Bagas yang membuat Anin kecewa.
"Balikan aja kenapa sih kak, langsung naik pelaminan" timpal Salma.
"Kamu sama Raka dulu, nanti kakak ngomong ke ayah biar kalian duluan aja. Eh Ri, lo hutang maaf ke gue ya! Kepala orang main keplak aja!" Bagas mengalihkan pembicaraan.
"Hilih, pake acara ngalihin pembicaraan lagi. Jawab tu pertanyaan suami gue. Lagian nih ya, itu tampolan gue buat sakit hati sahabat-sahabat gue gegara kelakuan lo! Pasti tadi lo kan yang nyuruh bang Raka mutusin Salma?!"
"Itu kan konsekuensi nya kekalahan dia Ri" jawab Bagas.
"Udah-udah. Debat mulu kalau ketemu. Kalau orangnya gak mau jawab gimana hubungan gue dan dia selanjutnya biar gue yang jawab. Dengerin baik-baik. Gak ada pengulangan. Gue sama mas Bagas udah putus 3 bulan lalu dan gak ada yang terjadi diantara kami lagi" Anin membawa piringnya untuk dicuci. Semua yang ada disana terdiam.
Semua mata tertuju pada Bagas. "Apa? Salah gue lagi?" tanya Bagas kepada mereka yang menatap seakan akan menerkam nya.
Bagas mengangkat piring nya mengikuti Anin. Anin yang sudah selesai mencuci piring meninggalkan Bagas saat berpapasan. Bagas mencuci piring nya dengan cepat dan mengikuti kemana perginya Anin.
"Dia dimana?" tanya Bagas kepada yang lain saat mengetahui Anin tidak bersama mereka. Semua menunjuk ke arah luar. Bagas menuju arah luar. Ternyata Anin sedang duduk di teras sambil melihat angkasa.
"Hai Nin" sapa Bagas. Anin hanya menoleh dan diam tak menjawab.
"Kalau disapa jawab dong" imbuh Bagas.
"Kamu ngapain sih ngikutin aku? Sana masuk. Aku lagi pengen sendiri" ucap Anin
"Mas kan pengen ngobrol sama kamu. Emang gak boleh?" Bagas duduk di samping Anin.
"Aku lagi pengen sendiri"
"Kamu marah sama mas gara-gara mas gak mau jawab pertanyaan mereka?"
Anin masih diam tak menjawab.
"Nin"
"Apa sih?! Sana balik pos penjagaan sana! Ganggu aja"
"Jutek amat sih"
"Kamu ini anggap aku apa sih mas? Apa yang sedang kamu lakukan terhadap ku sekarang?"
"Emang mas ngapain kamu?"
"Tau ah! Sebel aku sama kamu!"
"Kamu ya Anin"
"Udah lah mas, ngomong sama kamu capek!" Anin hendak pergi tapi dicegah oleh Bagas.
__ADS_1
"Duduk dulu"
Anin menuruti keinginan Bagas.
"Kamu maunya kita gimana? Bukannya kamu lagi deket sama Akbar? Dan kalau sampai Akbar gak terbukti bohong mas harus merelakan kamu untuk dia"
"Gak usah bawa-bawa bang Akbar deh. Yang pengen aku tahu tuh perasaan kamu ke aku gimana?!"
"Kamu gak ada hubungan sama Akbar?"
"Gak, cuma ketemu sekali doang, dan habis itu gak pernah komunikasi lagi"
"Oohh, baguslah"
"Ih, kamu ini super duper nyebelin tau gak?!"
"Hahahah, kamu lucu ih kalau lagi ngambek"
Anin berdecak kesal.
"Iya deh iya. Pinjem tangan kamu sini" Bagas meraih tangan Anin dan menempelkan di dadanya.
"Kamu tahu kamu ada dimana? Kamu selalu ada di sini. Mas masih dengan perasaan mas yang dulu. Sedikit pun gak pernah berubah untuk kamu. Bahkan rasa itu semakin besar saat ini. Baru kali ini mas benar-benar gak bisa lupa sama perempuan. Semakin mas ingin lupa, semakin sakit yang mas rasa. Kamu ingat kelakuan dan ucapan Mas yang menyebalkan kemarin? Mas benar-benar cemburu. Cemburu buta sama kamu. Kamu dideketin sama cowok lain membuat mas benar-benar tidak bisa mengendalikan diri mas" Bagas akhirnya jujur terhadap perasaannya kepada Anin.
"Terus kenapa minta putus?"
"Mas berpikir kejadian yang menimpa kamu adalah kesalahan mas. Mas pikir karena pekerjaan mas yang saat ini membahayakan kamu, makanya mas minta kita putus. Komandan menyadarkan mas bahwa keputusan mas adalah hal yang sangat bodoh. Ternyata kamu memang ada hubungannya dengan om Edi. Kamu tahu saat komandan bicara dengan mas doa apa yang terpanjat untuk mu?"
Anin menggeleng.
Mereka beradu pandang.
"Jadi intinya?" tanya Anin
"Simpulkan lah sendiri. Nyebelin. Lagi romantis juga!" Bagas kesal karena Anin tidak menangkap maksud pembicaraan mereka.
"Ih, malah marah. Jadi kesimpulannya apa?" tanya Anin sok polos.
"Tau ah!" Bagas membuang muka.
Anin mengalungkan tangannya di lengan Bagas. Bagas menoleh dan tersenyum.
"Jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri. Kamu tahu betapa susahnya aku melupakan kamu? Tiap malam menangis secara sembunyi-sembunyi. Tiap bertemu orang sok ceria. Kamu merajai seluruh ruang yang ada di hatiku. Dan di saat aku siap untuk melupakan rasa itu, kamu muncul lagi. Dari hari itu, pertahanan yang aku buat runtuh"
"Mas memang orang yang bodoh pernah menyia-nyia kan mu. Maafkan mas" ucap Bagas sambil mencium kening Anin.
"Jadi kita balikan nih?" tanya Bagas kembali membuat Anin malu.
"Ih apaan sih?"
"Kok malu sih? Mas tanya sekarang, status kita apa?"
__ADS_1
"Mana Anin tahu. Kamu aja gak ngungkapin cinta ke aku kok"
"Yang barusan apa? Emang harus kayak ABG gitu bilang I love you?"
"Setidaknya mereka bilang mau jadi pacar atau gak. Peka dikit dong mas"
"Ya Allah yank"
"Ih, nyebelin. Gak bisa romantis apa?"
"Mau nikah sama mas gak?" ucap Bagas tiba-tiba membuat jantung Anin berdetak lebih cepat.
"Jawab dong, malah diem bae" Bagas tak sabar
"Yank" panggil Bagas lagi
"Apa?"
"Jawab dong, Mau nikah sama mas apa gak? Katanya pengen kayak ABG gitu"
"Ih, kamu ini. Maksa banget pengen dapet jawaban"
"Mas lagi melamar kamu ini"
"Gak mau ah kalau ngelamarnya begini doang. Yang romantis dong"
"Jadi sekarang kita balikan jadi tunangan nih?"
"Mmm, balikan gak ya?"
"Ih ngomongnya kok gitu. Balikan lah, orang mas yang ada di hati kamu kok. Bukan si dokter ataupun si Akbar"
"Kamu pencemburu banget sih"
"Karena mas sungguh mencintai dan menyayangi kamu Anindya Wijaya. Menikahlah dengan ku, menjadi separuh jiwaku, dan menjadi bagian dari cerita ku"
Mereka kembali beradu pandang. Cukup lama. Sampai mereka tak menyadari Raka, Tristan, Salma, dan Tari sudah berada di belakang kursi mereka.
"Terima lah Nin, gak pake lama naik pelaminan juga" ucap Tari.
"Gimana?" tanya Bagas masih menunggu jawaban Anin.
"Yes, I do" ucap Anin sambil menutup muka nya.
"Alhamdulillah" seru semuanya.
Bagas mengecup kening Anin kembali.
.
.
__ADS_1
.
Habis ini tegang lagi ya geng. Like komen dan vote nya kakak....😘😘😘😘😘