Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 69


__ADS_3

Bagas dan yang lainnya sudah berada di markas besar Kopassus. Mereka yang tergabung dalam Black Stones harus mengikuti tempaan demi tempaan, latihan fisik setiap hari yang akan bertambah berat. bagas dan Raka dalan satu barisan.


"Nyet, gue kangen sama lo. Pengen rasanya gue meluk lo saat ini nyet" Raka mencoba bercanda dengan Bagas saat sedang diberi pengarahan oleh komandan mereka.


"Mbel, jangan bikin gue kena masalah ya! Ini lagi pengarahan. Ntar kalo udah di camp. Lo mau apain gue terserah lo"


"Hei kalian berdua! Apa kalian pikir saya ini bicara sendiri!? Tidak ada sopan sopannya kalian! Push up 20x!" Kata komandan yang mengetahui mereka sedang asyik mengobrol.


Raka dan Bagas segera melakukan perintah komandannya.


Gara gara lo nih mbel, awas aja nanti!


"Selama 2 bulan penuh kalian akan dilatih dan dilatih. Semua demu keberhasilan misi. Kalian siap?!" seru komandan


"Siap, siap, siap!" seru kelompok itu.


.


Kalimantan


Salma sudah sampai di rumahnya. Hp nya berdering telpon dari ayahnya. Segera dia menjauh dari teman temannya dan mengangkat telpon tersebut.


"Baik Yah, hmmm, Iya. Salma ngerti"


Anin mendengar sekilas pembicaraan Salma.


"Iya yah, selama disini kak Anin aman sama Salma. Tenang aja"

__ADS_1


Salma menutup telpon nya. Berbalik dan mendapati Anin berdiri di belakangnya.


"Astaghfirullah, ngagetin aja sih lo!"


"Lo kenapa kaget?"


"Gak papa. Gue siapin makan dulu" Salma menghindari Anin.


Aneh tu anak, kenapa gue ngerasa kayak ada yang disembunyiin ya? Tau ah, mending gue belajar.


Salma memasak dibantu dengan Tari. Anin memilih untuk belajar. Niatnya sih belajar. Tapi pikirannya tidak. Dilihatnya Hp nya. Melihat sosok lelaki yang sebulan terakhir ini mengisi hidupnya. Memberi warna dihidupnya. Dia menatap lagi foto itu. Rindu.


"Hmmmm, belum juga sehari kita gak ketemu mas, rasanya ada yang kurang. Udah kangen aja rasanya. Entah berapa bulan atau tahun bakalan kayak begini mas" Anin berbicara dengan dirinya sendiri sambil menatap foto itu.


"Fokus Nin, fokus dengan tujuan mu saat ini" Anin berusaha untuk fokus kepada tulisan tulisan yang sedang menari.


Anin kembali berkutat dengan soal soalnya. Salma dan Tari juga menyelesaikan pekerjaan mereka. Tak terasa waktu pun berputar dengan cepat. Tari memanggil Anin yang masih sibuk dengan soal soalnya.


Anin menoleh ke sumber suara. Lalu menutup buku nya.


"Oke kemon" Anin bersemangat mengikuti ajakan Tari.


Mereka sudah duduk di meja makan. Mereka makan dengan tenang. Anin yang sudah selesai makan duluan kembali ke atas untuk mengambil titipan ibu.


"Sal, titipan dari ibu" Anin menyodorkan goodie bag berwarna coklat itu.


"Apaan nih?" Salma membuka goodie bag itu. Ternyata isinya dress.

__ADS_1


"Ih cantiknya" kata Tari memuji


"Makasihhhh"


"Bukan orangnya, tapi bajunya"


"hish. Eh Nin, besok rabu tes jam berapa? Terus nanti kalo lo lolos bakalan se puskesmas sama gue dong. Ah, senangnya ada kawannya"


"Heemm, enak gak sih Sal di pedalaman?. Terus nanti kalo kalian disini gue di Semarang sendirian dong"


"Kan ada Aa' Ri" Anin mengingatkan kembali


"Oh iya, gue lupa! hahahah"


"Oiya Sal, dapet pesen dari kakak lo. Suruh pacar lo ketemu ayah sama ibu"


Salma hanya tersenyum nyengir.


"Siapa sih pacar lo, penasaran gue" Anin mendesak Salma untuk berbicara.


Drrrttttggg Drrrttttttgggg


Hp Salma berdering. Nomor tidak dikenal. Salma agak ragu untuk menjawabnya. Akhirnya diangkat oleh Salma.


"Halo, Assalamualaikum"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2