Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 58


__ADS_3

"Tunggu! Tunggu dulu" Nisa muncul di depan pintu rumah Anin.


Nisa berjalan mendekati kerumunan itu. Dia duduk di sebelah Anin sambil mengatur nafas. Semua mata memandang kepadanya.


"Silahkan dilanjutkan" Kata Nisa mempersilahkan Anin untuk menjawab i'tikad baik Bagas.


Bukannya menjawab permohonan keluarga Bagas. Anin malah kepo dengan kehadiran Nisa.


"Kakak gak niat gagalin pertunangan Anin dan Mas Bagas?" Anin bertanya kepada Nisa membuat mata Bagas melotot.


"Untuk apa digagalkan? Harusnya kakak seneng dong, adik kakak bakalan dipersunting sama orang yang memang beneran baik dan bertanggung jawab" Nisa menjelaskan kedatangannya


"Kakak udah ikhlas kok Nin, mungkin kakak bukan jodoh Bagas. Kami lebih cocok untuk jadi sahabat sekarang. Apa kamu mau nya kakak rebut Bagas dari kamu?" Nisa tersenyum menggoda Anin.


Mata Anin berkaca kaca. Dia memeluk Nisa.


"Makasih ya Kak"


"Iya sama sama. Jawablah, Bagas sudah tegang dari tadi"


"Ehhhemmm, Bismillah. Anin menerima pertunangan ini paman"


"Alhamdulillah" ucap semua yang ada disana.


Acara dilanjutkan dengan tukar cincin. Bagas menyematkan cincin di jemari Anin. Begitu pun sebaliknya. Tari sibuk mengambil dan mengabadikan momen bahagia itu. Acara dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah.


Nisa sedang mengambil makanan dan didatangi oleh Bagas.


"Nis"


"Eh, Gas. Makan. Laper. Tadi banyak pasien sampe lupa makan"


"Silahkan, yang banyak. Nis, makasih ya"


"Makasih untuk?"

__ADS_1


"Aku kira tadinya kamu bakal gagalin acara lamaran ini"


"Hahaha, sok kecakepan kamu! Tapi awalnya gitu sih niatnya" Canda Nisa


"Jangan dong, kesannya aku gak laku banget sampe lamaran ditolak 2 kali"


"Hahaha, kenapa harus aku gagalin kalo emang kalian udah saling cinta? Hatimu bukan milikku, hanya restu yang bisa aku kasih ke kalian. Dan doakan aku semoga mendapatkan seperti yang diharapkan mamah"


"Aamiin, cari pengusaha. Jangan nyari tentara lagi!"


"Hahahah, bisa aja kamu. Tuh diliatin sama calon bojo. Dia masih sering cemburu ke aku?"


"Masih, biarin aja diliatin biar ada bumbunya. Hahahah"


"Gila kamu, makanya aku sering tersandung. Pasti sering kan kalian ngomongin aku?"


"Dih, kepedean kamu Nis. Makan makan. Aku tinggal dulu ya"


Bagas meninggalkan Nisa dan mendatangi Anin yang sedang bersama pamannya.


Anin sedikit menepi dari pamannya.


"Apa?"


"Gak papa, kamu cantik banget sih. Foto yuk"


"Cantik dari dulu. Tadi kan udah"


"Pake hp yank, kirimin ke Salma. Kaget kaget deh tu anak"


"Jahatnya...."


"Biarin, dia juga punya pacar gak dikenalin ke aku kok"


"Salma punya pacar? Kok aku gak tau ya?"

__ADS_1


"Nah kan, biar kaget dia. Ayok senyum. cheese" Bagas menekan tombol kamera di hp nya dengan senyum semanis mungkin.


Dia melihat hasil jepretannya. Mengirim ke Anin, Salma, dan juga Raka.


"Jadikan foto tadi wallpaper hp kamu ya, biar ingat terus sama Mas mu yang cakep ini"


"Iya. Hmmmm. LDR deh. Betah gak ya?"


"Eh, kok ngomongnya gitu. Mas disana bakalan jaga hati Mas. Jadi kamu disini juga harus jaga hati kamu ya Yank. Mas gak bisa kalo kehilangan kamu"


"Iya iya, bawel. Asal kamu gak bikin kecewa aku gak bakalan pergi kemanapun Mas"


"Insyaallah. Seneng kan malam ini?"


"Iya seneng lah. Apaan coba pertanyaannya"


Klunting klunting klunting


Bagas membuka pesan yang masuk. Tersungging senyun di wajahnya.


"Siap siap diteror sama 2 orang ini Yank"


Anin melihat dan membaca pesan yang masuk di hp Bagas.


"Hahahah, biarin Mas. Biarin mereka penasaran dulu"


Malam berlalu dengan penuh keceriaan, canda, tawa.


.


.


.


Seneng ya kalo begini. Tidak ada yang tersakiti. Eh tapi bentar. Yakin gak ada yang tersakiti???

__ADS_1


__ADS_2