
"Udah ya jangan nangis. Mas makin ngerasa bersalah nanti" Bagas masih menenangkan Anin.
"Terus kontrak kita gimana?" Anin mengusap air matanya. "Kamu kan udah bayar lunas"
"Ya sudah buat kamu aja. Mas masih bisa cari lagi"
"Kamu beneran udah move on dari kak Nisa mas?"
"Mas buktiin aja ya. Takutnya kalo bilang udah kamu nya gak percaya"
"Anin mau turun, Aku mau tenangin diri dulu"
"Tenangin disini aja sama Mas, Mas masih pengen sama kamu" Bagas meraih tangan Anin dan mengecup punggung tangannya.
"Makin gak tenang dong aku nya. Mas pulang aja. Anin belum bisa jawab perasaan Mas"
"Gak mau. Orang hari ini mas ijin kok. Mumpung ada kesempatan berduaan" Bagas nyengir kepada Anin
"Mas gak minta jawaban dari kamu. Mau kamu jawab atau gak, Ayah bakalan ngelamar kamu buat mas"
"Dihhh, sok nya kumat. Pulang gih, aku mau pergi sama Tari nyari kebaya"
"Mas anterin. Mas beneran kangen sama kamu Yank. Biarin mas lihat kamu sampai puas"
"Iihhh, apaan sih mas? Anin malu tau"
"Hahaha, lihat mata mas. Sumpah mas pengen lihat kamu. Kangen"
__ADS_1
"Hilih, Anin telpon Tari bentar ya"
"Halo Ri, ketemuannya di mall Aja ya. Gue dianter mas Bagas. ihhh apaan sih lo. udah ya see you darling" Anin menutup telponnya.
"Udah? Berangkat sekarang? Gak mau cuci muka dulu?"
"Gak usah, nanti aja di toilet mall"
"Ya sudah, mari kita kemon"
Anin tersenyum. Bagas menyetir dengan satu tangan berada di kemudi yang satu menggenggam tangan Anin.
.
Anin dan Bagas turun dari mobil. Seketika mata Anin tertuju pada mobil warna oranye.
Lagi dan lagi. Anin melihat Adit dan tante Nam turun dari mobil bersama.
"Yank, ayo masuk. Lihat siapa sih?"
"E itu mas, Kak Adit sama tante Nam. Yang pernah aku cerita in ke kamu"
"Mau diikutin?"
Anin menggeleng "jangan lah mas, waktunya gak tepat. Kan mau nyari kebaya"
.
__ADS_1
Tari melambaikan tangan nya kepada Anin.
"Cie yang dianter calon bojo"
"Apaan sih lo, ayo buruan cari kebaya"
"Oke"
Anin dan Tari memasuki toko satu dengan lainnya. Mereka memilih kebaya tas sepatu pernak pernik. Begitu lah wanita. Niatnya beli apa dapatnya apa.
2 jam Anin dan Tari belanja. Bagas sampai geleng kepala melihat kegigihan mereka untuk berburu barang.
Tari memilih kebaya warna navy dengan kain jarik yang dibentuk menyerupai rok selutut. Anin memilih kebaya warna hijau muda dengan rok jarik selutut. Dan ia memilihkan untuk Bagas kemeja batik yang sama seperti bawahannya.
.
"Mamah?" Tari seperti melihat mamah nya melintas di sekitaran mereka.
"Mana Ri? Gak.ada siapa siapa kok" Anin panik jika Tari tahu mamahnya sekarang lagi selingkuh.
"Itu!" Tari menunjuk orang yang dimaksud "Mamah sama siapa. Kayak kenal"
"I iya kah? Bukan kali. Yok balik"
"Gak, bentar deh"
Anin hanya pasrah. Tari mengikuti mamahnya. Bagaimana kalau Tari tahu jika yang sedang bersama mamahnya adalah adit. Tari mengikutinya semakin dekat. . .
__ADS_1
Bagas hanya bisa mengikuti mereka. Sekarang mamah Tari dan Adit berada di hotel yang bersebrangan dengan mall nya tempat berbelanja. Tari semakin yakin jika itu mamahnya. Dia masih heran. Kenapa mamahnya menuju hotel? Dan siapa laki laki itu?