
Semakin sore suasana rumah Anin semakin sibuk. Setelah tukang dekor yang selesai mengerjakan tugasnya, sekarang tugas tukang cathering. Mereka mulai menyusun piring, gelas, sendok, garpu, peralatan masak lainnya. Untuk makanan akan diantar sore hari.
Pak RT yang sedang lewat di depan rumah Anin heran.
"Ada acara apa ya? Mampir dulu bentar ah. Assalamualaikum mbak Anin" ucap pak RT.
"Waalaikum salam, eh ada pak RT" sahut Tari yang mendapati pak RT berdiri di depan pintu rumah Anin. Tari menghampiri pak RT.
"Ada acara apa ini mbak Tari?"
"Oh, Anin nanti malam tukar cincin pak alias tunangan"
"Alhamdulillah, ikut senang saya dengarnya" jawab pak RT
Anin yang baru dari belakang melihat pak RT dan Tari asyik mengobrol. Dia menghampiri mereka.
"Pak RT" ucap Anin
"Selamat ya mbak Anin. Saya ikut senang mendengarnya" ucap pak RT memberi selamat kepada Anin
"Terima kasih pak, Bapak nanti malam ada acara?"
"Tidak mbak, ada apa?"
"Selepas maghrib, jika bapak memang senggang Anin mohon tolong datanglah kemari bersama Ibu Pak. Memyambut tamu"
"Oh siap mbak Anin. Nanti saya bilang ke istri saya. Ya sudah saya permisi dulu mbak. Mari"
"Iya pak, hati hati dan terima kasih"
Begitulah pak RT Anin. Begitu mengayomi warganya.
__ADS_1
.
.
Bagas yang sudah selesai menghadap komandan nya untuk memberikan jawaban segera bergegas untuk pulang dan segera mempersiapkan diri untuk acara lamaran.
Drrttttgggg Drrrrtttggg. Hp Bagas bergetar dari dalam saku celana.
Bagas melihat layar di ponselnya. Dia tersenyum. Segera dia memencet tombol hijau itu.
"Assalamualaikum bidadari pedalaman" ucapnya dengan menyunggingkan senyum di bibir.
Waalaikum salam. Kak, nanti jadi lamaran kan?
"Ya jadi lah dek, doain lancar ya"
Ohhhhh, aku kira batal. Kakak suruh ngirim foto aja gak dikirim kirim
"Iya, kakak lupa. Kamu kenal banget kok sama calon iparmu"
"Awas ya, bukan Nisa. Nanti kakak kirimkan foto acaranya dek. Kakak pulang dulu ya. Mau siap siap"
Kasih clue dong biar gak penasaran
"Hadeh, dia perempuan, bidan, cerdas cantik. Udaaaah gak usah keppo. Nanti juga tahu sendiri. Udah ya kakak tutup telponnya. Assalamualaikum" Bagas mengakhiri panggilannya dengan Salma.
Bagas melajukan motornya dengan kecepatan sedang kembali menuju rumahnya.
Bagas sampai dirumah, terlihat beberapa orang membantu Ibu sedang membuat parcel buah dan seserahan. Bagas menyalami Ibu nya dan bergegas menuju kamar.
Dia merebahkan tubuhnya sebentar, pandangannya menerawang jauh sampai matanya pun sangat mengantuk. Bagas tertidur. Hampir 1 jam lamanya dia tertidur. Sebuah panggilan membangunkannya.
__ADS_1
Drrrttttttgggg Drtrtgggg
Mata nya enggan untuk melihat siapa yang menelpon. Dia hanya sedikit membuka matanya untuk menggeser tombol hijau itu.
"Halo, Assalamualaikum" suara Bagas khas orang bangun tidur
Waalaikum salam, Nyet lo tidur?
"Ngapain sih Mbel, gangguin orang tidur aja" Bagas menguap sangat lebar
Hahaha, iya sorry kalo ganggu. BTW gimana?
"Apanya?"
Ah elah, lo mah begitu. Jawaban lo!
"Oh itu, iya gue ikut. Senin berangkat ke markas"
Yes
"Lo seneng kan gue ikut? Lo bahagia kan nanti bareng sama gue. Gue jadi ngeri kalo deket sama lo. Lo beneran gak suka kan sama gue?"
Idih, naj*s amit amit jabang bayeeeekkkkk, eh Nyet kalo di dunia ini tinggal janda anak 5 sama lo, gue milih janda nya! Ogah gue sama lo
"Hahahahah, selera lo Mbel janda anak lima masih pengen lo sikat aja"
Pilihannya cuma lo sama janda anak lima Nyet. Jiahahaha
"Udah ya, gue mau mandi. Mau siap siap"
Siap siap kemana?
__ADS_1
"Lamaran, dah gue tutup dulu. Assalamualaikum"
Bagas mebgakhiri telponnya dan bersiap untuk mandi.