
Bagas dan anggotanya sudah berada di dalam hutan. 3 hari mereka harus bertahan hidup dengan apa yang mereka punya. Jika habis? Itu salahmu kenapa tidak berhemat untuk waktu 3 hari. Minta pada Alam. Alam sudah menyediakan semua yang kita punya.
Mereka disana juga diajarkan untuk pengintaian. Mereka menyamar sampai benar benar tidak terlihat, hingga mangsa mereka tak menyadari keberadaan mereka.
3 hari telah berlalu. Bagas sudah kembali bersama anggotanya. Bagas ditunjuk sebagai pemimpin dalam anggotanya. Semua latihan mereka terima. Latihan tembak, bela diri, pengintaian, hampir semua sudah mereka lalui. Tiba saatnya untuk simulasi.
"Aku memberi misi untuk kalian. Sebuah kapal milik nelayan Indonesia saat ini sedang dibajak. Mereka adalah kelompok anggota bersentaja. Ada 12 kru dalam kapal tersebut bersama dengan kaptennya. Yang diinginkan oleh pembajak itu adalah jalan agar bisa masuk wilayah Indonesia dengan mulus. Bagaimana kalian akan menghadapi situasi ini? Lakukan penyelamatan terhadap nelayan kapal tersebut, tapi bawa padaku dengan keadaan masih hidup si perompak itu!. Waktu kalian 1 jam dari sekarang!
Bagas dan tim nya bergerak.
"Mbel, lo intai dari sisi utara, Paus dari sisi barat, Panda 1 dan panda 2 dari sisi selatan dan timur. Gue akan masuk lewat sisi selatan kapal. Ingat! hanya intai. Pergerakan selanjutnya gue yang pimpin. Misi kita yang utama adalah menyelamatkan para nelayan. Ada pertanyaan?"
"Kita hanya berlima, sedangkan perompak itu jumlahnya ada 10. Kita kalah jumlah kapten. Sedangkan kita harus membawa nya hidup hidup. Kita tidak tau yang mana ketua perompaknya. Bagaimana?" tanya Paus kepada kaptennya itu.
"Gunakan ini. Lakukan tembak jarak jauh. setidaknya kita punya waktu 15 menit untuk membuat mereka bermimpi sebentar"
"Apa ini kapt?" tanya Panda 1
"Ini senapan dengan obat bius dosis rendah. Efeknya hanya 15 menit. Gunakan baik baik. Bidik yang memang mengancam. Gunakan ilmu beladiri kalian untuk melumpuhkan mereka. Aku akan masuk sekarang untuk membebaskan 1 per 1 nelayan itu"
Bagas dan kawanannya bergegas pada posisi masing masing. Mereka melakukan pengintaian. Mereka mendengarkan instruksi dari Bagas melalui microphone kecil.
"Bergerak" ucap Bagas.
Bagas bergerak maju melalui utara. Ada 2 orang yang berjaga di depan. Dengan langkah tenang Bagas mendekati pintu menuju ruang nahkoda.
"Berhasil" Bagas masih mengendap dan memastikan sekitar.
__ADS_1
Anggotanya yang masih di luar membekap 2 penjaga tadi. Tenang tapi pasti. Raka masuk terlebih dahulu diikuti yang lainnya. Bagas berhasil masuk ke dalam kamar yang digunakan untuk menyekap para nelayan. Bagas berniat ingin membebaskan para tawanan itu, tapi ada sesuatu yang melekat di belakang kepalanya.
"Tidak semudah itu kawan! Kau ingin membebaskan mereka? Berani kau sentuh mereka kepalamu akan bocor oleh peluru ku!"
Bagas yang hendak membebaskan tawanan itu berdiri dan berbalik menghadap orang tersebut.
"Siaga 1, kapten dalam bahaya!" ucap Raka
Bagas diam, memikirkan tindakan yang akan diambil nya.
Pikir Gas, lo harus ngapain saat begini? Yang pertama bisa lo ambil adalah tepis dulu senjatanya. Yang kedua ambil senjatanya. Oke lakuin! Kalo ketembak mati, sahid!
(Sahid dari mana sih mas Bagas, inget ya ini cuma simulasi)
"Panda 1 dan 2 gunakan senapan kalian untuk membius orang yang berada di sisi kiri dan kanan, itu akan membuatku sedikit bisa bergerak mendekati kapten!" ucap Raka
Dengan cekatan Raka yang tiba tiba muncul dari belakang ketua perompak itu melumpuhkan kaki perompak itu dengan sekali tendangan. Kesempatan bagi Bagas untuk membalikkan keadaan.
"Paus, lumpuhkan orang di sisi kanan!" ucap Bagas
Paus bergerak melancarkan aksinya. Raka membebaskan para tawanan. Tapi pada tubuh mereka dipasang bom.
"Ah sial, bom kapt!" pekik Raka
"Kau bisa menjinakkannya? Berapa waktunya? Kenapa tenaga orang ini kuat sekali? Sulit sekali membekuk nya!" jawab Bagas
"Waktunya hanya 15 menit, jumlah tawanan 12. Jadi untuk per orang 1 menit! Ini sangat mustahil Nyet!" ucap Raka kembali
__ADS_1
"Lo bisa! Paus gantikan aku menghajar orang ini! Aku akan membantu gembel"
"Serahkan padaku kapt" Paus yang sudah geram menjambak dan menyeret ketua perompak itu.
Bagas dan Raka fokus terhadap bom yang waktunya terus berjalan.
"Tenanglah Mbel, fokus!"
"Lo kan tau gue paling lemah sama benda ini. Ah ini kalo sampe salah potong misi kita gagal. Waktu 1 jam apaan. Ini sama aja bohong Nyet!"
"Udah lah mbel, jangan ngeluh. Lakuin yang lo bisa. Gue bantuin lo"
Panda 1 dan 2 serta paus saling hajar terhadap perompak itu. Tenaga mereka dikuras oleh para perompak itu.
"Yes, berhasil!" pekik Raka dan Bagas bersamaan. Para nelayan sudah bebas dari bom itu.
Komandan datang.
"Misi selesai, dan kalian berhasil!" ucap komandan dengan ukiran senyum di bibir nya.
"Wohoooo" pekik komplotan itu senang.
.
.
.
__ADS_1
Nanti lagi ya, author lagi nguantuk polll. tinggalkan jejak gaess