Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 68


__ADS_3

Salma turun dari mobil dan menghampiri mobil hitam yang membuntutinya sedari tadi. Dia mengetuk kaca pintu mobil tersebut.


"Ada apa?" Tanya pria dalam mobil tersebut


"Bapak mengikuti saya?" Salma dengan terang terangan menanyakan itu.


"Saya orang yang disuruh ayahmu untuk menjagamu selama pacarmu bertugas. Bukan aku musuhmu. Dibelakang sana ada juga yang membuntuti mu. Aku akan memastikan terlebih dahulu siapa dia. Kembalilah seolah ada masalah dengan mobilmu. Biar orang itu tidak curiga" jelas pria dalam mobil itu


Salma kembali ke mobilnya dan berpura pura membuka kap mobilnya. Pria tadi menghampiri mobil Salma. Anin yang melihat hal tersebut menurunkan kaca mobilnya.


"Ada masalah sama mobilnya Sal?" tanya Anin


"Iya, lo tunggu di dalam mobil aja. Tutup lagi kacanya biar AC mobilnya tetep kerasa" ucap Salma berbohong.


"Dia temanmu? Pacar kakak mu?" tanya pria tadi memastikan

__ADS_1


"Iya, bapak namanya siapa?"


"Panggil saya pak jenggot. Sepertinya temanmu sedang dalam incaran seseorang. Karena pria yang membuntuti mu datang bersamaan dengan temanmu. Tetaplah diam sampai kupastikan semuanya. Suruh temanmu belajar bela diri. Takutnya jika dia sudah kembali ke kota asalnya, dia tidak ada yang menjaga" pesan pak jenggot.


"Baiklah terima kasih pak"


"Kembalilah seolah olah aku telah membantumu. Dan langsung kembali ke rumah. Aku akan mengalihkan mobil dibelakang ke jalur lain. Sedangkan kau, potong jalur ke arah perumahan di depan dan berhentilah disana sekitar 10 menit. Itu akan menghilangkan jejak mu sementara"


"Baiklah, sekali lagi terima kasih pak" Salma mengikuti saran pak jenggot.


Salma mencoba mengetes gas mobilnya seperti sedang di blayer. Salma mengacungkan jempolnya pak pak jenggot. Pak jenggot menutup kap mobil Salma dan bergegas kembali ke mobilnya.


"Huh, berhasil!" ucap Salma. Anin dan Tari sampai kejedot kepalanya karena tingkah Salma.


"Aduhhh, kenapa sih Sal? Kepala gue puyeng tau!" Tari terbangun dari tidurnya. Anin pun mengusap jidatnya yang terpentok kaca mobil.

__ADS_1


"Hehehh, gak papa, test drive aja. Ternyata gue masih jago. Hahahah" Salma mencoba menutupi kebohongannya.


"Dasar, ayo buruan balik. Malah masuk kompleks perumahan!" repet Anin kepada Salma


"Bentar Nin, gue lupa ngasih kabar ke Ayah dan ibu kalo lo udah sama gue. Buruan chat Ibu gih. Gue chat Ayah" Salma mencoba mengulur waktu.


Semoga pak jenggot berhasil mengelabui mereka


Anin dan Salma sama sama sibuk dengan Hp nya. Mengetik masing masing pesan kepada orang yang dituju. Setelah dirasa cukup untuk menghindar, Salma melajukan mobilnya kembali ke jalan raya meninggalkan kompleks perumahan tersebut dan bergegas kembali ke rumah. Salma sedikit menaikkan kecepatan mobilnya.


"Sal, kita gak mampir beli makan atau minum dulu gitu?" Tari merasa perutnya keroncongan


"Di rumah aja Ri, persediaan makanan gue banyak, cukup buat kalian seminggu. Nanti gue masuk siang juga. Nanti pas gue berangkat kerja jangan pernah keluar rumah ya"


"Kenapa?" Tanya Anin bingung

__ADS_1


"Gak papa, takut kalo kalian ilang aja sih. Selama disini kan kalian jadi tanggung jawab gue. Nanti rabu, gue libur. Selesai dia tes kita kemon kota kota. Oke gaes?"


"Terserah lo aja deh Sal, kita ngikut aja udah" Tari pasrah dengan ide temannya.


__ADS_2