Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 168 (Extra 1)


__ADS_3

Selesai sholat subuh, Anin merebahkan dirinya lagi di ranjang. Bagas serasa mendapatkan angin segar, adik Bagas minta jatah lagi. Wkwkwkw


"Kenapa yank?" tanya Bagas sembari melepas sarung nya.


"Capeeek. Masih ngantuk juga" jawab Anin.


Bagas ikut duduk di ranjang. "Sini mas pijitin, mana yang pegel?"


Anin duduk bersila dan menunjuk pundak nya.


"Ini nih mas, pegel banget"


Bagas segera meletakkan di pundak Anin dan mulai memijit.


"Enak yank?" tanya Bagas di sela-sela memijitnya.


Anin mengangguk masih menikmati pijatan Bagas.


"Nanti gantian mas yang dilayani ya?" pinta Bagas.


"Minta apa?" tanya Anin balik.


"Ada deh. Nanti aja" ucap Bagas sambil melanjutkan memijitnya.


"Yank, kan kita masih cuti nih, gimana kalau honeymoon? Yang deket aja. Misal ke Jogja gitu" Bagas mengutarakan idenya.


"Boleh, tapi aku pengennya gak ke Jogja, muncak ke gunung merbabu aja gimana mas?"


"Ya Allah yank, masa ke gunung sih. Kita ini mau indehoi. Ya kali di gunung. Gak ah, ke Jogja aja" protes Bagas.


"Iiihhh, aku udah lama gak ke gunung maaaasss"


"Gak, kan mas baru aja naik turun gunung"


Anin menautkan alisnya bingung. "Gunung mana? Kok aku gak tahu. Kapan?"


"Hish, kamu gak ingat semalam? Mas naik turun gunung kembar punya kamu?"


Anin merona malu. Dia mencubit paha Bagas dengan keras. "Hiiiiiiissshhh, bisa ngomong begitu ya. Malu maaaasss"


"Aaaawww, sakit sakit sakit. Kamu kalau nyubit sakit yank. Pake malu segala. Toh kamu tadi malam mendesah nikmat. Iya apa iya?" Bagas menggoda Anin.


"Maaaaasss"


"Gak usah malu. Mas seneng kamu tadi malam gak malu-malu. Mendesah terus. Bikin mas tambah semangat. Hahahah"


"Udah ah, aku mau balik tidur lagi" Anin hendak membaringkan tubuhnya tapi malah dipeluk oleh Bagas dari belakang.


"Kenapa sih? Hmm? Mas suka kok desahan kamu. Gak usah malu-malu. Kita ini udah jadi suami istri sayang. Gak perlu ada yang ditutupi lagi. Semua yang ada pada dirimu sudah mas ketahui semua"


"Ya tetep aja, aku nya malu mas. Maaf ya"


"Kok minta maaf. Orang kamu gak salah kok. Mas pengen lagi" ucap Bagas seraya mengecup pundak Anin.


Bulu Anin meremang, jangan kan menjawab. Bagas sudah mulai melancarkan aksinya lagi dan lagi. Entah berapa ronde pagi itu. Membuat tubuh Anin makin remuk redam dihajar habis oleh suaminya.


Bagas akhirnya terkulai lemas dan terguling ke samping istrinya. Dia tersenyum dan mencium kening istrinya.


"Mas puas?" tanya Anin.


"Sangat! Nanti malam lagi ya, sunah rosul yank" Bagas cengar cengir menunggu jawaban Anin.


"Emang aku bisa nolak? Dosa nolak permintaan suami. Sepuasmu mas, aku milikmu"


"Aaahhh senangnya. Pantes si gembel pengen cuti tambahan. Ternyataaa"


"Hish apaan sih. Aku mau mandi, mau masak buat kamu. Anterin ke pasar ya suami ku tersayang" Anin meninggalkan Bagas beelalu ke kamar mandi.


"Mandi bareng yuk" Bagas dengan cepat mengekor di belakang Anin.


Jadilah pagi itu mandi plus plus. Setelah selesai mandi mereka bersiap untuk ke pasar. Saat hendak melaju seseorang menghentikan mereka.

__ADS_1


"Eee, mbak Anin mas Bagas tunggu!" ucap orang itu.


Anin dan Bagas yang hendak masuk mobil menoleh.


"Pak RT? Apa kabar pak?" sapa Anin.


"Alhamdulillah mbak, ini saya mau ngasih undangan kumpulan bapak-bapak se RT kita untuk mas Bagas" Pak RT menyerahkan secarik undangan itu kepada Bagas.


Bagas menerima dan membacanya. "Terima kasih pak, Insyaallah nanti saya datang. Di rumah pak RT kan?"


"Iya mas Bagas, sekalian nanti perkenalan ke warga. Kalau begitu saya permisi dulu" tutur pak RT.


"Oh iya pak, terima kasih" ucap Anin dan Bagas. Mereka masuk ke mobil dan menuju pasar.


Anin berbelanja kebutuhan rumah selama 2 hari kedepan. Bagas mengekorinya.


"Banyak banget yank belanjanya"


"Iya lah mas, buat stok 2 hari kedepan"


"Besok kan kita ke Jogja"


"Ke Jogja kan sehari aja. Malam kan kita udah sampai rumah mas. Udah deh ah, jangan dipermasalahkan"


Bagas hanya diam menuruti istrinya. Anin langsung memasak setelah pulang dari pasar. Hanya menu sederhana. Oseng kangkung dan ayam goreng.


"Emang gak salah pilih bojo mas ini. Emmm, enaaaakk" puji Bagas pada istrinya.


"Hilih"


"Beneran sayank"


Mereka menikmati sarapan mereka dengan nikmat. Malam itu, Bagas hendak melancarkan aksinya kepada Anin. Tapi gagal.


"Mas, bukannya kumpulan bapak-bapak RT?" ucap Anin sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Alaaaaahhhh, mas lupa. Pak RT nih gak tahu sikon. Pengantin baru kok disuruh ikut kumpulan" ucap Bagas merapikan bajunya kembali.


"Hahahah, sabar sayang. Anin tunggu sampai pulang. Berangkat dulu sana" Anin mengantarkan Bagas hingga di depan pintu. Anin mencium punggung tangan Bagas. Bagas mengecup keningnya.


"Iya, waalaikum salam" Anin menutup pintu nya dan menguncinya. Karena tak ada kegiatan. Anin membuka kado dari sahabatnya itu.


"Apa sih isinya kok tipis banget. Dari Tari dan Tristan" Anin membuka satu per satu kado itu. Matanya hampir copot melihat isinya.


"Apaan ini! Mereka ngasih lingerie? Maaaakkk, nerawang banget iniii. Hiiii" Anin melemparkan benda itu.


"Ih, mereka nih ya keterlaluan banget sih. Masa kadonya kayak begituuuu. Gue aja ngasih mereka lukisan mereka lhoooo. Dasar ya otaknya udah pada gesrek semua!"


Anin meraih ponselnya dan melakukan video call dengan Tari.


"Woy, ini kado apaan nih begini. Gak bisa gue pake! Nerawang banget sihh" protes Anin.


"Wkwkwkwkw, heh cah ayu, tak bilangin ya. Pakai itu. Mas mu bakalan seneng setengah modyar!"


"Emoooohhhh, malu Ri"


"Lhaaaahhh, sama suami sendiri kok malu. Ingat ya sayangkuuu, tubuh kamu itu sepenuhnya milik bojomu. Wes toooh, percoyo. Pakai nanti, mas mu bakalan seneng. Udah ya. Gue masih ada kelas. Bye. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Kado dari Salma dan Tristan pun dibuka. Isinya parfum yang sangat harum. Harum yang lembut.


Dia melakukan video call dengan Salma.


"Hai kakak ipaaarr, gimana bisa jalan apa gak? Enak kan?"


"Hush, itu mulu yang dibahas"


"Wkwkwkwk, ada apa?"


"Makasih kadonya. Parfum nya enak banget ini"

__ADS_1


"Iyo jelas toh, mahal boooo. Eh semprotin di lingerie yang dikasih Tari"


"Haa? Lo tahu dia kasih gue baju begituan?"


"Tahu lah, suami kita aja pada tahu. Wes ndang persiapan. Gue juga mau persiapan sunah rosul. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


"Ih mereka iniii, masa iya sih pake begituan mas Bagas bisa seneng?" tanya Anin pada dirinya sendiri.


"Coba aja deh, daripada pinisirin" Akhirnya Anin memakai lingerie itu dan menyemprotkan parfum pemberian Salma.


Dia langsung menuju ranjang dan menyelimuti tubuhnya. Anin mendengar pintu dibuka. Seketika ia berpura-pura tidur. Bagas pulang. Dia langsung menuju kamar. Dilihatnya istrinya sudah terbalut selimut.


"Yaaahh, udah tidur. Coba bangunin deh" ucap Bagas mendekati ranjang. Dia mencium aroma parfum yang sangat harum tapi enak dipenciumannya.


"Wangi banget" ucap Bagas. Dia masuk ke dalam selimut dan menggoyang-goyangkan tubuh Anin.


"Yaank, mas pengeeen" ucap Bagas. Anin bingung harus merespon bagaimana. Dia malu memakai kado dari Tari.


Bagas menggoyangkan tubuh Anin kembali.


"Yaaaannnkk, mas pengeeeennn" Bagas tak mendapat respon. Akhirnya dia balik badan membelakangi Anin. Dengan cepat Anin menuju kamar mandi hendak berganti pakaian. Tapi sudah ketahuan oleh Bagas.


"Mau kemana yank?" tanya Bagas


"E anu mau kee kamar mandi" ucapnya kikuk.


Bagas sampai melotot Anin menggunakan lingerie itu. "Woooww, you are so sexi baby" ucap Bagas girang. Dengan cepat dia menarik tangan Anin dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang.


"Jadi ini yang bikin kamu gak merespon mas saat mas bangunkan?"


Tubuh Anin sudah dikuasai oleh Bagas. "Kamu seksi sayang. Mas sukaaa. Kalau di depan mas pakainya yang begini doong. Kalau di luar ditutup rapet-rapet"


"Iya, nanti aku beli yang banyak buat nyenengin kamu"


"Aaahh, makin cinta mas sama kamu ayang beb kuuu"


Jangan ditanya lagi. Mereka lagi olahraga malam. Biarkan lah. Skiiipp 😜😜.


.


Anin dan Bagas pergi ke Jogja pagi itu. Mereka sampai Jogja sudah menjelang siang. Jadi mereka menginap di hotel dekat malioboro. Mungkin mereka "mengistirahatkan diri". Karena sore mereka baru keluar hotel


"Kemana dulu?" tanya Bagas.


"Candi Ratu Boko mas. Pengen lihat sunset disana"


"Siap ibu negara. Monggo masuk mobil"


Mereka menuju candi ratu boko. Melihat sunset dari ketinggian. Sangat menarik. Eksotik. Memanjakan mata.


Mereka duduk di pelataran pintu gerbang candi dan menunggu senja.


Anin mengalungkan tangannya pada lengan Bagas. "Indah ya mas"


"Iya, mari kita isi rumah tangga kita dengan yang indah terus ya yank"


Senja yang mereka tunggu datang. Cahaya nila itu memanjakan mata. Membuat semua bibir yang melihatnya mengucap syukur atas karunia Allah.


.


.


.


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Tip


Author ngantuk gaes. Bobok yuk


__ADS_2