
Salma baru saja menyelesaikan sholatnya. Dalam doa dia kembali berurai air mata. Bagas dan Raka menuju ke pustu. Bagas ingin Raka memutuskan Salma di depan mata kepalanya sendiri.
Raka masih bingung harus bagaimana bicara dengan Salma. Bagas sudah sampai di pustu. Begitu pun dengan Raka.
"Ayo" ucap Bagas kepada Raka agar segera masuk ke pustu.
"Gue tenangin diri dulu, lo masuk duluan aja" Raka berjalan menjauh dari pustu. Bagas menunggu di depan pustu. Dia melihat sahabatnya yang bingung, hancur. Dia tersenyum licik.
Anin, Tristan, dan Tari pun baru saja sampai di depan pustu. Mereka bertemu dengan Bagas.
"Hai?" ucap Bagas kepada semua nya. Semua enggan menjawab sapaan Bagas.
"Tris, selamat menempuh hidup baru dengan Tari ya, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah hingga ke surga nanti" ucap Bagas memberi selamat kepada Tristan dan Tari.
"Aamiin, makasih" Tristan dan Tari mengamini ucapan Bagas.
Salma yang mendengar percakapan mereka langsung membukakan pintu. Tari dan Anin menghambur memeluk Salma.
"Ya Allah Salma, mata lo sampai bengkak kayak begini. Lo udah makan?" Tari merapikan rambut Salma dan melihat keadaannya.
"Gak nafsu makan gue Ri. Eh selamat ya atas pernikahan lo sama bang Tristan. Maaf ya gue malah sedih-sedihan begini"
"Makan dulu yuk, kita bawakan lo makanan nih" ucap Anin dan membawa Salma dan Tari masuk.
Bagas berada di luar bersama Tristan. Mereka duduk menghadap arah jalan.
"Gas, kenapa lo jadi sekeras batu gini sih? Dulu lo nyakitin Anin, dan sekarang adik lo sendiri. Hati lo dimana?" tanya
"Raka kalah dari gue, dan harus menerima konsekuensi nya dong"
"Ya Allah, ini anak. Ngalah kenapa sih ha? Ngalah gak bakalan bikin lo kalah. Berlapang dada lah, terima bahwa memang Raka yang terbaik buat Salma"
"Terbaik? Dia bohong dan mengingkari janji dari gue. Apakah itu terbaik? Ucapan tentara itu harus bisa dipertanggung jawabkan Tris"
"Lo sendiri? Apa omongan lo bisa dipertanggung jawabkan ke Anin? Lo gak lihat gimana nangis dan mata nya sampai gak bisa buka gara-gara bengkak kan? Sepertinya bukan hanya tentara yang harus mempertanggung jawabkan perkataannya. Semua, semua wajib mempertanggung jawabkan ucapan dan tindakannya. Bukan kepada sesama insan tapi kepada Allah SWT"
Bagas heran dan tersenyum mendengar Tristan sekarang lebih pandai bertausiyah.
"Tari emang bener-bener merubah lo ya"
Raka sudah kembali ke pustu. Dia melihat Bagas dan Tristan disana.
"Gimana mbel? Udah siap?"
"Udah" jawab Raka singkat
Tristan bingung dengan percakapan mereka berdua. Mereka masuk ke dalam pustu.
"Abang" ucap Salma saat melihat Raka masuk ke pustu.
__ADS_1
Mereka beradu pandang. Raka melihat Salma yang kacau membuat bibirnya menjadi kelu.
"Dek, duduk sini. Abang mau ngomong" Salma duduk di sebelah Raka. Tari dan Tristan berdampingan berdiri di belakang kursi Bagas. Anin pun berdiri di samping Bagas.
Suasana menjadi mencekam. Tidak sehangat tadi.
"Adek, abang ingin memberi perintah ke adek. Tolong adek lakukan perintah abang dengan sungguh-sungguh. Abang minta, jangan pernah menangis. Teruslah tersenyum. Lakukan hidup dengan baik. Ingat kan perintah abang barusan?" ucap Raka sambil tersenyum. Dibalas senyuman oleh Salma.
"Sekarang abang akan mengungkapkan tujuan abang disini. Abang pengen, kita mengakhiri hubungan kita" ucap Raka sambil tertunduk.
Jedeeerrrr.... Semua yang ada disana terperangah atas ucapan Raka kecuali Bagas.
Salma kembali berurai air mata. Tari yang ada dibelakang Bagas memukul kepala Bagas dengan tangan kosong.
"Aduh, hei! Kenapa kepala gue dipukul?" tanya Bagas melotot kepada Tari.
"Tangan gue melayang sendiri ke kepala lo" ucap Tari santai.
Anin dan Tristan menahan tawa.
"Abang harap adek bisa menemukan lelaki yang lebih baik dari abang. Abang akan segera pergi dari kehidupan adek, jadi abang mohon. Hiduplah dengan baik" lanjut Raka.
"Adek gak bisa baaaannnggg, adek gak mau pisah sama abang. Adek gak bisa kalau harus mengakhiri hubungan ini. Hiks huhuhhhu"
Raka meninggalkan Salma dan semuanya. Saat sudah diambang pintu Bagas memanggilnya.
Semua yang ada disana melotot kepada Bagas. "Iya, kalian semua masuk dalam prank gue hahaahahah" Bagas tertawa terbahak-bahak.
"Woooo, bocah edan!" ucap semua nya.
Flash back on
Bagas menelpon orang tuanya saat Raka menenangkan diri.
"Assalamualaikum bu"
Waalaikum salam. Kamu apa kabar?
"Baik bu, ibu sudah tidak marah sama Bagas?"
Dongkol sih masih. Ada apa?
"Ibu tahu pacarnya Salma adalah Raka?"
Tahu, kenapa? Sudah ketahuan olehmu ya?
"Jadi disini Bagas doang yang gak tahu?"
Kami menyembunyikannya karena permintaan dari Raka. Kamu ingat dulu dia pernah datang ke rumah? Dia meminta restu ayah dan ibu untuk melamar Salma menjadi istri nya. Ayah dan Ibu sangat bahagia. Rencananya adalah kamu dan Anin menikah terlebih dahulu dan disusul adekmu tahun depannya. Ayah punya prinsip kalau menikah itu harus berurutan
__ADS_1
"Jadi dia sudah meminta restu juga?"
Sudah, Salma pun sudah mendapatkan restu dari orang tua Raka. Ibu mohon, lupakan perjanjian konyol itu. Dan terima lah Raka menjadi iparmu. Tidak ada alasan bagi ayah maupun ibu menolak laki-laki yang tekun dalam sholatnya, bertanggung jawab dengan pekerjaannya dan menjaga kehormatan calob istri nya. Ibu lagi masak makan malam, dilanjut nanti lagi ya. Assalamualaikum
"Waalaikum salam"
Bagas mengakhiri telepon nya dan tersenyum.
"Rasa cinta lo sangat besar ke adek gue mbel, gue bakalan jadi orang terbodoh jika harus melihat kalian menderita"
Tak lama, Anin, Tristan, dan Tari pun datang ke pustu.
Flash back off
Mereka masih tertawa atas tingkah Bagas yang membuat hati dan perasaan diporak porandakan.
"Makasih nyet, makasih lo mau ngasih kesempatan ke gue. Sumpah gue bahagia banget" Raka memeluk Bagas.
"Sama-sama. Gak ada alasan bagi gue buat misahin cinta yang begitu besar dari kalian berdua. Tolong jaga adek gue. Jangan sakiti dia. Udah jangan lama-lama meluk gue. Ntar lo suka nya sama gue lagi" balas Bagas dan melepas pelukannya.
Salma menghambur ke pelukan kakak nya.
"Udah dong, jangan nangis lagi. Maafin kakak ya?" ucap Bagas mencium kening Salma. Salma mengangguk dan berurai air mata.
"Maafin Salma juga karena adek kasar sama kakak"
"Udah kakak maafin" Bagas melepas pelukan adik nya dan tersenyum. "Boneka kakak sudah akan menjadi milik orang lain. Jangan nangis lagi. Kakak merestui hubungan kalian"
Semua yanh ada disana terharu dengan kejadian ini.
Tari dan Tristan berpelukan. Salma memeluk Raka dengan erat.
"Woy woy, kalian pelukan gue gak ada yang meluk woy" ucap Anin yang iri melihat keromantisan mereka.
"Minta peluk sama sang mantan dong. Mumpung orang nya juga gak ada yang meluk" ucap Tari dan Salma hampir bersamaan.
"Ih, ogah!
"Hahahaha" semua tertawa bahagia.
.
.
.
Woooo, mas Bagas bisa nge prank juga toh? Hahaha.
Like komen dan vote kakak semua. Makasihhh
__ADS_1