
Bagas dan Anin bercengkrama. Terkadang mereka tertawa. Tak menyangka bahwa adik dari Bagas adalah sahabatnya sendiri. Sedang di tempat lain ada yang merasakan keresahan.
Angga masih di dalam kafe yang sedang menyelesaikan laporan. Kafe sudah tutup. Para karyawan nya sudah pulang.
"Bos, gak pulang?"
"Nanti. Lo duluan aja deh. Kunci cadangan jangan lupa dibawa ya" Kata Angga kepada salah satu pegawainya yang masih ada di kafe.
"Iya bos. balik dulu ya bos"
"Hem, hati hati"
.
.
.
Drrtttg drrtttggg drrtttg
Angga melihat layar hpnya. Tari. Malas rasanya dia mengangkatnya.
"Halo?"
Bukain kafe dong. Aku di luar nih
"Kok kamu tau aku di dalam?"
Daritadi aku gak pulang, aku cuma di mobil. Cepetan bukain. takut gelap.
"Iya bentar" Angga beranjak dari kursi nya dan menuju arah pintu. Membuka pintu utama kafe. Tari langsung masuk. Angga menguncinya kembali.
"Kamu marah?" Tari dan Angga sudah berada dalam ruangan kerja Angga.
"Gak"
"Kok gak nelpon, gak nyariin?"
__ADS_1
"Udah bisa ngurus diri sendiri kan? berarti tanpa harus dicari udah bisa"
"Kok gitu ngomongnya?"
"Maunya kamu aku ngomong gimana Ri?"
Keheningan tercipta diantara keduanya. Angga menutup laptopnya dan duduk di sebelah Tari.
"Pulang gih, udah malem" Angga menyuruh Tari untuk pulang.
"Aku.... aku..."
"Aku apa?"
"Aku siap jadi istrimu" Tari mengucapkan nya secara lantang dan cepat.
Angga kaget dan melotot hampir tidak percaya.
"A... apa? Ka kamu ngomong apa barusan?"
"Ya.... ya seperti yang kamu dengar"
"Gak ada pengulangan"
Angga tersenyum.
"Sholat lah, jangan memberiku jawaban dengan cara begini"
Tari diam. Dia berpikir memang benar yang diucapkan oleh Angga.
"Kenapa diam?" Tanya Angga
"Hah? Gak gak papa"
"Kalo kamu memberi jawaban atas ucapanku tadi siang, kami terlalu terburu buru. Pikirkan dengan matang, lalu berilah jawaban. Lebih baik kita jangan bertemu dulu"
"Kenapa tidak boleh bertemu?"
__ADS_1
"Biar jawabannya lebih yakin Ri"
"Oke, beri aku waktu sampai mendapat jawaban"
"Oke, ayo pulang. Aku udah selesai kok"
"Bentar, selama gak ketemu jangan mencoba nglamar cewek lain!" Ancam Tari
"Hahahah, yang ada disini dan disini cuma kamu" Angga menunjuk kepala dan dada nya.
.
.
.
Bagas bangun di sepertiga malam. Mengambil wudhu bersiap untuk melakukan sholat malam.
Dia melakukannya dengan khusyu'. Dalam doanya dia meminta dengan tangan menengadah ke aatas.
"Ya Allah, yang Maha Kuasa, ampunilah segala dosa dan kesalahan hamba, kedua orang tua hamba, keluarga hamba, saudara hamba, dan juga para pahlawan kami. Ya Allah, lindungilah orang orang yang hamba sayangi. Lindungilah mereka dari mara bahaya yang sedang mencoba mendekati mereka. Ya Allah, berikanlah hamba petunjuk. Petunjuk yang dapat membawa hamba menjadi pribadi yang lebih baim dan lebih bermanfaat untuk melindungi negara ini"
"Ya Allah, hamba dalam kebimbangan yang sangat amat. Apakah hamba harus menerima komandan hamba? Atau hamba tolak? Tolong bantu hamba untuk menentukan pilihan Ya Allah. Karena jawaban Mu lah yang Maha Benar. Aamiin"
.
Bagas berusaha memejamkan matanya. Hatinya menjadi tenang. Tapi pikirannya masih bergelayut entah kemana. Dia khawatir akan keselamatan Anin.
"Ya Allah, bagaimana jika aku mendapatkan jawaban Ya dari Allah, bagaimana keselamatanmu Yank"
"Aaah, kamu terlalu khawatir Bagas. Kamu mencemaskan hal yang belum pasti terjadi. Ingat! Ada Allah yang selalu menjaga dan melindunginya. Bodoh!" Bagas berkat Kepada dirinya sendiri.
.
Malam berlalu dengan sepi. Bagas terpejam. Mencoba melupkan sejenak yang mengganggunya.
.
__ADS_1
Maaf ya, slow update. Maaf juga alurnya meleber sedikit ke Tari dan Angga
Likr komen vote nya ya kakak kakak terima kasih