Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 85


__ADS_3

Hari berlalu dengan aman. Tristan masih mengawasi Anin dari kejauhan. Anin dan Tari masih sibuk belajar beladiri dengan Angga. Hari ini pengumuman SKB dan Anin lolos. Seminggu lagi dia harus berangkat ke Kalimantan untuk mengurus berkas yang diperlukan.


"Ri, hubungan lo sama tante Nam piye?" Anin bertanya saat sedang latihan.


"Gue ikutin saran lo kemarin. Mencoba mengikhlaskan yang sudah terjadi. Sekarang nyokap lebih banyak ikut kelas memasak ataupun sulam daripada di rumah. Ya meskipun gue nyesel nyokap sama bokap gue pisah. Tapi itu jadi pelajaran penting buat gue dalam memutuskan sesuatu"


"Semua ada hikmahnya. Mungkin dengan begini tante Nam berpikir 2 kali jika akan berkhianat. Terus lo sama Angga gimana?"


"Gue udah madep mantep dah sama Aa', besok setelah pulang dari Kalimantan kami lamaran dan sebulannya kami langsung ijab Nin. Doain semoga lancar ya"


"Waaaahhh, seneng nya. Gue bisa bantu apa? Asal jangan minta bantu dana ya! Untuk yang satu itu ku tak mampu hahahah"


"Doain aja, kita udah sepakat kok serahin sama WO aja. Biar gak ribet juga"


.


.


.


Jakarta


"Bagas, siapkan anggota mu kalian akan dalam misi" ucap Komandan


"Siap! Tapi ini belum ada 2 bulan, Ndan" sergah Bagas.


"Kalian sudah cukup handal. Ku tunggu kalian di barak. Persiapkan semua peralatan kalian" Komandan pergi meninggalkan Bagas.

__ADS_1


Bagas memberi hormat kepada Komandan. Dia segera mengumpulkan tim nya.


"Kita akan dalam misi! Persiapkan diri kalian!"


Raka dan yang lain saling berpandangan


"Bukankah ini terlalu cepat?" ucap Agus yang notabene Panda 1


"Kita dalam perintah. Mau membantah dengan siapa?" Jawab Raka.


"Baiklah, mari bersiap. Kita akan segera piknik!" ucap Hendi atau si Paus. Dia dipanggil paus karena tubuhnya lebih besar diantara yang lainnya.


"Siapa yang kita intai?" Raka mendekati Bagas


"Aku pun belum tahu, segeralah bersiap. Komandan menunggu kita"


"Dengarkan aku baik baik. Bagas adalah kapten dalam misi ini. Perintah dari nya mutlak dilaksanakan. Ada laporan masuk bahwa ada penyelundupan senjata, kalian akan mengintai mereka. Lakukan misi dengan tepat tapi juga cepat. Bawa padaku pelakunya. Reward jika kalian berhasil adalah penambahan uang jajan dan cuti kalian akan dipercepat. Mengerti?"


"Siap! Berapa hari waktu yang diberikan kepada kami?"


"2 minggu sudah paling lama. Jadi sebelum waktu itu, kembalilah dengan membawa oleh oleh padaku!"


"Siap!" jawab semua tim itu


.


.

__ADS_1


.


Para pasukan itu memasuki pesawat yang dipersiapkan khusus untuk mereka. Hanya butuh waktu 1 jam mereka sudah mendarat di Kalimantan. Selanjutnya mereka diantar naik mobil. Diturunkan di pinggir hutan. Mereka mulai menyusuri hutan dan berpencar dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


"Piknik yang menyenangkan!" ucap Paus


"Kau suka?" ucap Bagas


"Suka Kapt, karena ini aku dapat uang jajan" sahut panda 1


"Diam. Dan mulailah mengintai. Kita tidak mendapat petunjuk apapun tentang target kita" ucap Raka


Mereka diam tak bersuara. Dan mulai mengintai. Entah sampai berapa lama mereka dalam posisi itu.


Matahari tergelincir. Para pasukan itu masih dalam posisinya tak bergerak. Ada sebuah kapal kecil menepi di tempat para pasukan itu bersembunyi. Bagas yang posisinya paling ujung mengetahui kedatangan kapal itu. Ada 4 orang yang terlihat sedang menepikan kapal itu.


"Siaga 1, ada kapal yang menepi" bisik Bagas melalui microphone nya.


Orang yang berada di kapal itu bergotong royong menurunkan barang yang dibawa nya. Kotak ikan berwarna kuning diturunkan satu persatu.


Banyak sekali kotak ikan itu. Untuk ukuran kapal sekecil itu apakah tidak melebihi muatan mereka? Tanya Bagas dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2