Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 57


__ADS_3

"Nis, nanti malam Anin dilamar sama Bagas. Kamu temani Ayah ya. Jangan bilang sama ibumu" Pak Ade yang sedang berada di mobil hendak mengantar Nisa ke rumah sakit.


"Insyaallah, nanti Nisa selesaikan pasien Nisa dulu Yah, baru ke tempat Anin. Nanti langsung ketemu disana aja ya Yah"


Pak Ade mengangguk. Mobil melaju di jalan raya yang agak lenggang.


"Nisa kerja dulu, Ayah hati hati ke kantornya"


"Iya"


Nisa menyalami tangan Ayahnya dan berlalu di pintu IGD.


Nisa yang baru saja sampai di IGD segera menaruh tas nya di loker memakai jas putihnya.


Dia duduk termenung.


Kenapa harus sama adik ku sih Gas? Kenapa bukan orang lain? Haruskah kurelakan kamu untuknya? Lalu bagaimana dengan ku?"


"Dok, pasien kecelakaan dengan patah tulang leher baru saja tiba"


Seorang perawat laki laki mengagetkan lamunan Nisa. Dengan cekatan Nisa mengambil stetoskopnya.


"Dimana pasiennya? Lalu bagaimana tanda vitalnya? Segera hubungi spesialis orthopedi"


Nisa melupakan sejenak akan pikirannya tadi. Sekarang dia disibukkan dengan Pasien.


.


Hari cepat berlalu. Nisa yang mendapat shift pagi harus pulang melebihi jam shift nya. Nisa pulang 2,5 jam melebihi jam kerjanya.

__ADS_1


"Rin, aku balik ya. Capek banget nih" Nisa berpamitan kepada teman sejawatnya itu.


"Iya Nis, makasih ya udah dibantuin. Maaf jadi buat kamu pulang telat" jawab Ririn teman Nisa.


"Iya gak papa. Bye" Nisa melambaikan tangannya dan berjalan menuju pintu IGD.


Di depan IGD Anin menunggu driver ojek online yang dipesannya. Tak lama sebuah mobil sedan hitam berhenti.


"Mbak Nisa ya?" tanya lelaki paruh baya itu.


"Iya pak" Nisa menaiki mobil tersebut.


"Ke alamat yang dituju ya mbak, sesuai aplikasi" kata lelaki itu lagi


"Iya pak" Nisa menyandarkan tubuhnya. Pikirannya kembali digelayuti lamaran Anin dan Bagas.


"Mbak, ini saya punya coklat. Sepertinya mbak lelah sekali" Lelaki itu memberikan Nisa coklat. Nisa menerima dan memakannya.


"Kenapa bingung mbak?"


"Hari ini adalah hari pertunangan adik sepupu saya dengan mantan pacar saya. Haruskah saya bertindak gila merusak acara itu?"


"Hahaha, mbak ini ada ada saja. Mbak itu cantik, dokter kenapa harus merebut yang bukan milik mbak lagi?"


"Apakah saya harus memberikan restu kepada mereka pak?"


"Apakah mereka selingkuh di belakang mbak?"


"Tidak pak, mereka bertemu setelah saya putus dengan mantan saya"

__ADS_1


"Lantas kenapa harus tidak memberikan restu?"


Nisa diam. Pikirannya kacau.


"Mbak, saya hanya memberi saran saja sebagai orang tua. Jangan pernah mencoba menjadi orang jahat jika masih ada pilihan menjadi orang baik. Dengarkan kata hati mbak, lepaskan ego mbak. Ikhlaskan. Insyaallah akan dapat yang lebih baik lagi"


"Gitu ya pak? Makasih pak atas nasehatnya"


"Sama sama mbak. Aduh, ini di GPS jalur yang akan kita lalui macet mbak. Kalau boleh saya mengambil jalan lain jika mbak terburu buru tapi lebih memakan waktu"


Nisa melihat jam yang ada di tangannya.


"Udah setengah 6 lagi. Keburu gak ya? Ya udah pak cari jalan lain. Tapi agak cepat ya pak"


"Siap mbak, mau coklat lagi?" Tawar lelaki itu.


"Gratis kan pak? Kalo gratis saya mau lagi, heheheh"


"Iya mbak, silahkan diambil"


"Makasih pak"


Driver mencari jalan lain dan mencoba secepat mungkin untuk menuju titik lokasi pemberhentian.


"Alhamdulillah, sudah sampai mbak"


"Makasih ya pak, saya beri tip pak. Karena bapak sedikit membantu saya menyelesaikan masalah dalam pikiran saya"


"Terima kasih mbak, sampai jumpa lagi"

__ADS_1


Mobil melaju meninggalkan rumah Anin. Nisa berlari kecil agar tidak tertinggal acara.


__ADS_2