
Tristan harus kembali ke bar untuk meminta rekaman cctv itu. Manager sekaligus temannya itu sampai heran dia meminta rekaman cctv yang sama.
"Lo nih nyari rekaman apa sih Tris?" tanya Arka sahabat sekaligus manajer bar itu.
"Nyari bukti, lo masih ingat kan gue pernah kenalan sama cewek disini. Namanya Ana, waktu itu kan juga ada lo"
"Jelas ingat dong! Cewek secantik itu lo gak mau ya gue sikat aja!"
"Maksud lo?"
"Hahaha, alah lo berlagak polos apa bener-bener gak nyahut nih otak lo?"
Tristan seakan tahu arah pembicaraan Arka. Dia tersenyum licik.
"Berapa kali lo tidur sama dia?" tanya Tristan.
"Mmmm, berapa kali ya? 3 kali ada lah" ucap Arka santai.
"Bajingan juga lo, tapi lo mau kan bantu gue? Daripada gue ngutak ngutek rekaman lama?"
"Bantuin apa? Kalo ada imbalannya mau lah gue!"
"Imbalan? Hmmm mungkin imbalannya lo bisa nikah dengan Ana"
"Seriusan?" tanya Arka antusias.
"Lo pernah lihat gue main-main kalo sama janji?"
"Aaaahhhh, siap! Deal! Ayo kemon, kita ngomong sama siapa hayok lah!" ucap Arka semangat 45.
"Bentar deh, nanggung udah mau dapet nih" Tristan menemukan rekaman yang menunjukkan dirinya hanya berkenalan dengan Ana dan pergi dari bar itu setelahnya.
"Ayo cus kemon ke rumah sakit" ucap Tristan.
"Kok ke rumah sakit?"
"Ya gara-gara Ana bilang kalo dia hamil anak gue pas selesai akad, mertua gue sampe syok dan terkena stroke ringan"
"Gila tuh cewek! Wah mikir 2 kali deh kalau sampe nikah sama dia"
"Hahahah, tadi lo semangat banget pengen dapat dia?"
"Ya kan itu tadi, tapi kalaupun cuma buat mainan okelah!"
"Dasar brengsek emang lo!"
Tristan dan Arka menuju rumah sakit papah mertuanya di rawat. Saat itu jam besuk masih ada. Tari masih menemani papahnya dan menceritakan hal-hal yang lucu. Papahnya bisa tertawa saat Tari menghiburnya. Tristan masuk dengan Arka.
"Assalamualaikum pah" ucap Tristan dan menyalami papah mertuanya. Tari juga menyalami Tristan.
"Waalaikum salam" balas Tari dan papahnya serentak.
"Maaf pah, Tristan kembali lagi. Tristan hendak menunjukkan bukti bahwa Tristan tidak melakukan hal yang dituduhkan Ana kepada Tristan. Perkenalkan ini Arka teman sekaligus manager bar tempat saya dan Ana pertama kali bertemu"
"Perkenalkan om, nama saya Arka. Saya saksi bahwa Tristan tidak pernah menyentuh Ana. Karena bukan dia yang melakukannya"
Tari dan papahnya bingung dengan penuturan Arka.
__ADS_1
"Maksudnya gimana nak Arka? Om kurang paham"
"Begini om, Tristan hanya kenalan saja dengan Ana. Setelah itu dia meninggalkan Ana di bar sendiri. Ya, setelah itu terjadi begitu saja. Biasa lah om anak muda, nafsunya gede. heheheh"
"Ini pah rekaman cctv nya" Tristan menyerahkan rekaman cctv itu kepada mertuanya.
Mertua Tristan menyaksikan sendiri bagaimana menantunya itu, dia tidak melakukan apa-apa. Sudah cukup bukti yang didapat.
"Papah minta maaf ya nak, papah hampir saja termakan omongan gadis tadi" ucap papah Tari sambil memeluk menantunya. Tari tersenyum.
Papah Tari sudah tidur. Arka dan Tristan memilih mengobrol di taman rumah sakit.
"Terus rencana lo apa Tris?" tanya Arka.
"Gue bakal laporin dia dan buat hidup dia berantakan!"
"Caranya?"
"Lo ngaku sama orang tua Ana lah!"
"Gak ah, bisa mampus gue!"
"Kenapa harus takut? Gue yakin bokapnya pasti sangat kecewa dan tidak ada pilihan selain memilih lo jadi mantunya"
"Lo yakin?"
"Jelas!"
.
Arka ditemani oleh Tristan mendatangi rumah Ana. Mereka bertemu dengan orang tua Ana.
"Bang Tristan!" pekik Ana saat mengetahui kedatangan Tristan dan Arka.
"Ana, duduk sini" ucap papah Ana.
"Ada apa pah, mah? Serius banget. Kenapa bang? Mau cerai sama Tari atau bagaimana?"
"Gini An, gue sudah ngaku sama orang tua lo bahwa gue sudah pernah tidur sama lo. Gue pengen mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan" jawab Arka atas pertanyaan Ana.
Jederrrrrr, Ana kaget dengan yang di dengarnya.
"Benar yang dikatakan nya?! Kamu sudah tidak perawan lagi?!" tanya papah Ana dengan emosi memuncak. Ana tak berani menjawab. Ana hanya mengangguk pelan.
"Saya harap om dan tante bisa lebih memperhatikan Ana. Karena hampir saja dia merusak kepercayaan mertua saya. Terima kasih atas waktunya. Saya permisi dulu"
Arka masih diam di tempatnya ditinggalkan Tristan. Hatinya masih setengah-setengah. Tapi dia tak tega meninggalkan Ana.
"Kalian besok menikah!" ucap papab Ana.
"Gak pah! Ana gak mau! kalau tidak sama tentara atau sama polisi saja!"
"Janga gila kamu An, siapa yang mau dengan gadis yang sudah tidak suci seperti mu!"
.
Tari sudah di apartemen Tristan. Dia sudah bersiap menyambut suami nya. Tak lama Tristan datang.
__ADS_1
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" jawab Tari. "Udah beres bang urusannya?"
"Udah, tau tuh si Arka diapain disana. Semoga aja beneran dikawinin. hahahha"
"Ana, ana. Semoga kamu bisa lebih dewasa"
"Abang ganti baju dulu ya"
Tari mengangguk. Dia berbaring di kasurnya dan memainkan ponselnya. Tristan sudah berada di sampingnya.
"Lebih sayang hp nih kayaknya" ucap Tristan.
"Ih, kok ngomongnya gitu? Ya gak lah, Anin curhat. Mas Bagas minta bantuan dia ngungkap sosok Akbar. Kalau dugaan mas Bagas salah dia akan melepaskan Anin untuk orang lain"
"Dan sekarang Anin nya galau? Hadeeehhh, itu mereka berdua kayak anak ABG" jawab Tristan.
"Aku tuh yakin banget bang, kalau mereka itu masih sama-sama cinta. Gimana kalau kita bantuin mereka balikan?"
"Abang setuju"
"Abang nanti gimana kita kedepannya? Gak mungkin dong kita LDR an. Tari gak sanggup"
"Cieee yang udah kepincut sama abang. Usaha abang disini mau abang tetep lanjutkan. Hanya dalam pengawasan abang aja sih. Dan abang akan buka cabang disana. Abang akan ikut kamu"
"Aaaaaahhh, makasih abang sayang"
"Sama-sama. Sekarang kita gimana?" tanya Tristan.
"Ih abang, malu-malu. Ayo kita lakukan yang sempat tertunda. Tari sudah sangat siap melaksanakan kewajiban Tari sebagai istri"
Tristan mencium kening Tari. "Terima kasih, kita pelan-pelan saja ya. Abang masih belum paham"
"Hahahaha, abang ih"
Tristan menghujani Tari dengan ciuman. Mulai membuka baju Tari dan menunaikan hak dan kewajiban mereka sebagai suami istri.
Skip aja yah. Heheheh.
.
Kalimantan.
Salma sedang bersama Raka di teras rumah. Bagas sedang tidur jadi mereka berani pacaran. Anin sedang mengerjakan laporannya di ruang tamu.
Bagas yang baru bangun tidur merasa kehausan dan ingin mengambil minum. Dia mendengar suara tawa dari adik dan pacarnya itu.
"Siapa sih pacar si adek? penasaran gue" Bagas mengintip dari pintu. Mata nya terbelalak melihat sosok yang bersama adiknya. Dengan cepat dia keluar sari persembunyiannya, dan...
Bugh bugj bugh....
.
.
.
__ADS_1