
Hai hai readers, sebelumnya author ingin mengucapkan terima kasih ya udah mau baca komen like vote dan jangan lupa jadikan favorite yah. 😘😘
Author ngajuin kontrak 2 kali belum lulus review terus. Agak kecewa sih. Tapi ya sudah lah. Niat awal author kan pengen nulis dan numpahin kehalu haluan di otak autho, daripada mubadzir. 😁
Mohon dukungannya ya teman teman readers. Oke kita mulai lagi.
.
.
.
Anin dan Bagas tiba di gerbang wisata Kopeng. Hawa sejuk yang ditawarkan tempat wisata ini benar benar menyegarkan mata. Hamparan pegunungan di gelar disana. Sindoro, Sumbing, Merbabu mengapit tempat wisata itu. Aaaahhhh sungguh sejuk. Mereka menunggu Tari dan Angga.
"Lama banget sih mereka, naik motor apa naik sepeda sih?" rutuk Bagas yanh sudah tak sabar.
"Sabar dong Mas, kan tadi emang mereka ketinggalan jauh. Kamu juga bawa motornya kayak pembalap. Mas, tadi malam tu ya aku diteror sama Salma" Anin bercerita sangat semangat
"Oh ya? Hahaha" Bagas tertawa lepas memperlihatkan lesung pipitnya lagi.
"Ish kok kamu ketawa sih mas, ooohhhh kamu sengaja matiin hp kamu kan? Biar gak diteror sama Salma"
"Iya dong, males ngeladenin tu anak kalo lagi umat kepo nya. Bisa bisa semalem mas gak tidur yank"
"Mmmm, mas tadi malam aku mimpi ketemu Ayah" Anin menunduk sendu
"Udah, jangan sedih. Ada Ayah, ada Ibu, ada Mas juga lho" Bagas mengusap usap punggung Anin.
Anin mengalungkan tangannya di lengan Bagas. Menyenderkan kepala nya di lengan Bagas.
__ADS_1
"Ayah bilang, Anin bersama orang yang bertanggung jawab maka dari itu tugas ayah mengawasi Anin udah selesai. Hhhhhaaahhh, Anin kangen sama Ayah. Andai ayah masih disini pasti kebahagiaan Anin lengkap mas"
"Udah, jangan sedih dong. Kan mau liburan. Nanti kita sama sama ke makam ayah dan bunda ya. Kirim al fatihah untuk mereka Yank"
Anin mengangguk. Tak lama Angga dan Tari sampai di lokasi.
"Lama amat sih! Naik sepeda lo?" Repet Bagas kepada kedua sahabatnya
"Ih, jangan galak galak dong sama Aa' gue. Lagian nih ya kalian tu duluan berangkatnya. Ya pasti kalian dulu lah yang nyampe" Tari tak kalah merepet Bagas
"Apa tadi? Kuping gue gak salah denger kan? Aa'?" Anin memastikan yang diucapkan Tari.
"Aa' dan Eneng udah nyampe nih, ayo buruan. Gak sabar gue mau outbond" Jawab Angga membuat Anin dan Bagas tertawa.
"Hahahaha, panggilan lo lebih lebay dari kita ternyata. Aa'? Eneng?" Anin menertawakan Tari dan Angga
"Biarin. Itu kan panggilan sayang gue ke Tari. Udah ah, masih mau bahas ini apa mau liburan nih kita?"
"Bentar deh, kenapa jadi gue sih yang bayarin. Ini kan acara kalian?"
"Kan lo yang maksa mau ikut. Nah, karena maksa wajib jadi sponsor" Bagas menjulurkan lidahnya mengejek Tari. Anin hanya tertawa melihat mereka yang seperti kucing dan tikus.
"Tau gitu gue gak ikut! Dasar licik!"
"Udah neng, gak baik ngomong gitu. Nanti biar Aa' yang bayar"
"Idihhhh, kuping gue geliiiii. Masuk yuk mas"
Mereka berempat masuk ke wisata Kopeng. Sesuai perjanjian. Angga yang menjadi sponsor. Banyak yanh ditawarkan pada wisata ini. Outbond, waterpark, pemandangan alam, pintball, dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Tak terasa hari semakin terik. Mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di sebuah resto. Menikmati pemandangan alam yang terhampar menyejukkan mata dan raga.
"Indah banget disini, Sindoro, Sumbing, Merbabu. Hmmmm kangen sama mereka" Anin tersenyum sambil menunjuk satu per satu gunung itu.
"Emang kamu pernah naik gunung Yank?" tanya Bagas sambil menyesap kopi nya.
"Jangan ditanya Gas, mereka tu cewek gunung. Sekali diajak naik ketagihan mau ikut terus"
"Ooo gitu. Mereka kalo naik sama lo doang kan Ngga?" Bagas menyelidik
"Sama rombongan gue juga. Kebanyakan sih cowok" Angga mencoba memanas manasi Bagas
"Besok lagi gak boleh naik gunung! Titik! Gak mau dibantah!"
"Diiiiihhhh, jangan cemburu dong mas, hatiku hanya padamuuuu" Jawab Anin menenangkan
"Hooooeeeeekkkkkk, bisa gak sih kalian gak usah sok romantis di depan gueeeee. Eneeeekkk sumpah!" Tari tak tahan melihat kemesraan mereka.
"Sirik aja sih lo"
Obrolan berlanjut dengan penuh candaan. Mereka memutuskan untuk sholat terlebih dahulu sebelum pulang.
"Mas, nanti ke tukang bunga pinggir jalan tadi ya. Anin mau beli"
"Iya" Jawab Bagas.
.
.
__ADS_1
.
Pandemi oh pandemi, kapanlah kau berakhir. Yok sama sama berdoa semoga pandemi segera berlalu. Author udah kangen beredar kemana mana. Kalian juga kangen gak sih liburan? tetep jaga kesehatan ya guys