Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 167 (END)


__ADS_3

Bagas mencium bibir Anin lagi, mel****t nya menautkan lidah mereka. Ciuman Bagas turun ke leher. Bagas bermain-main cukup lama disana.


"Jangan di kissmark ya mas, malu kalau kelihatan" ucap Anin membuat Bagas menghentikan aktifitasnya.


"Besok kamu pakai hijab jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak meninggalkan jejak kepemilikanku" jawabnya parau.


Anin menatap lekat mata Bagas. Suami nya benar-benar sedang berhasrat. Anin hanya mengangguk. Bagas kembali menghujani Anin dengan ciuman. Tubuh Anin semakin bergelora saat Bagas menjejaki tubuhnya. Ciuman Bagas kembali ke leher dan meninggalkan banyak tanda kepemilikan disana. Makin lama ciuman Bagas makin turun ke dada dan makin turun ke gundukan sintal milik Anin.


Bagas terganggu oleh pakaian Anin yang masih setia menempel pada tubuh Anin. Dengan cepat dia membuka dress dengan kancing depan itu. Membuatnya semakin gampang membukanya. Dia juga melucuti pakaiannya sendiri. Dia membalikkan tubuh Anin dan melihat punggung Anin. Dia melihat bekas luka itu. Anin sedikit bingung.


"Kenapa berhenti mas?" tanya Anin. Bagas meraba bekas luka itu. Anin langsung tahu maksud pikiran Bagas.


"Itu bukti cinta aku ke kamu mas, aku rela memberikan nyawaku untuk kamu. Jangan merasa bersalah. Aku harap kamu tidak akan pernah meragukan cintaku kepada mu mas"


Bagas mencium punggung Anin. "Terima kasih" Dia kembali melanjutkan aktifitasnya.


Dia membuka bra Anin dan kembali membalikkan tubuh Anin. Bagian tubuh Anin sekarang polos. Bagas bermain-main dengan gundukan itu. Mencium, menghisap, menggigit, dan meninggalkan kissmark. Anin melenguh karena nikmat tak tertahankan saat Bagas melakukan itu.


"Aaaaahhhh, uuuuuhhh, maaaassss, enak bangeeettt" ucap Anin sambil merem melek.


"Belum seberapa yank, masih ada yang lebih nikmat" ucap Bagas sembari terus menghujani Anin dengan ciuman.


Milik Bagas sudah menegang. Dia segera membuka pakaian Anin yang masih tersisa di tubuh Anin. Bagas membaca doa bersetubuh. Lalu dengan perlahan memasukkan benda inti miliknya masuk ke inti milik Anin.


"Aaaawww" pekik Anin. "Mas sakiiiiittt"


"Tahan yank, sebentar lagi akan berubah nikmat. Kamu boleh gigit mas cakar mas terserah kamu. Tahan ya sayank" ucap Bagas sambil tersengal-sengal


Bagas kembali mendorong miliknya menerobos dinding pertahanan milik Anin. Anin merasa sangat perih. Hingga air matanya keluar. Sekali lagi Bagas menghentakkan milik nya dan berhasil. Anin menggogit bahu Bagas karena perih sekali yang dirasanya. Bagas berhenti sebentar dan menatap Anin.


"Jangan nangis, sebentar lagi jadi nikmat sayank" Ucap Bagas sambil mengusap air mata anin.


Bagas mulai menarik dan memasukkan bagian intinya dengan perlahan. Benar kata Bagas. Anin yang tadinya merasa sakit sekarang menikmati itu. Dia lagi-lagi tak mampu menahan lenguhannya membuat Bagas semakin bergelora.


"Enak yank" tanya Bagas di tengah aktifitasnya.


"Iya, aaaaahhhh, uuuhhh. terus maaass. Masuk lebih dalam lagiiiii. Aaaaaahhh" Anin kembali melenguh.


Bagas tersenyum. Dia menggoyang-goyangkan benda miliknya membuat Anin semakin menikmati permainan Bagas itu.


"Maaass aku pengeeennn pipiiiiissss" kata Anin.


"Tunggu yank, kita keluarkan sama-sama ya" Bagas semakin bersemangat dan menghentakkan miliknya berulang-ulang.

__ADS_1


Tubuhnya dan tubuh Anin sama-sama mengejang.


"Ayoooo keluarkan bersamaaaa yankkkk"


"Aaaaaaahhhhhh" Mereka berdua sama-sama berteriak karena nikmat sungguh luar biasa.


Bagas menarik miliknya dan berbaring di samping tubuh Anin. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Anin.


Dia mengecup kening Anin. Anin memeluk tubuh suaminya itu.


"Terima kasih" ucap Bagas.


"Sama-sama" balas Anin.


"Enak yank?"


Anin mengangguk. Tapi dia tak mau mengangkat wajahnya. Dia membenamkan wajahnya pada dada Bagas.


Bagas sedikit menjauhkan tubuhnya dan melihat wajah Anin yang saat ini sedang bersemu.


"Kamu malu yank?"


"Ih, apaan sih mas"


"Tidur mas, udah malem"


"Malam ini kita gak akan tidur yank, kita akan membuat kopian kecil kita. Mas mau menebar benih yang banyak dalam rahim kamu"


"Kamu pengen anak berapa mas?"


"Sedikasihnya sama Allah. Mas pengennya yang banyak. Biar bisa jaga kamu kalau mas tugas. Rumah ramai. Ayah sama Ibu kan juga pengennya cucu yang banyak yank"


"Pengen cewek apa cowok?"


"Cewek sama cowok sama sayank. Gak ada yang beda. Mereka itu titipan dari Allah untuk kita"


"Iya"


"Yank, nanti jangan mempermasalahkan jarak diantara kita ya? Mas gak pengen gara-gara itu kita sering ribut"


"Insyaallah mas. Tetap saling jaga kepercayaan saja"


"Makasih ya udah mau jadi istri mas. Dulu mas udah jadi orang paling bodoh minta putus dari kamu"

__ADS_1


"Udah maaass jangan dibahas lagi"


"Hahaha, iya-iya. Aku tresno karo awakmu yank"


"I love you too sayangku mas ku cintaku Bagas Ardhitama"


Bagas tersenyum dan kembali menguasai tubuh Anin.


"Masih pengen banget mas?" tanya Anin tapi tak mendapat jawaban dari Bagas.


Bagas kembali menghujani Anin dengan ciuman. Berbeda dari ronde pertama, sekarang Anin lebih agresif. Bahkan dia meminta untuk mengubah posisinya dia yang berada di atas.


Bagas sangat menikmati permainan istrinya itu. Mereka sama-sama menikmati permainan itu. Hingga saat akan mencapai Puncak, Bagas mengubah posisinya yang berada di atas. Bagas dan Anin sama-sama mencapai klimaks. Mereka kembali melenguh dan melakukan pelepasan. Bagas mencium kening Anin dan mengajaknya tidur.


.


Subuh berkumandang. Bagas membersihkan dirinya terlebih dahulu setelah itu membangunkan Anin.


"Sayang bangun, subuh dulu yuk" ucap Bagas mengusap pipi Anin.


Anin hendak bangun tapi rasanya tubuhnya remuk redam. Rontok semua tulangnya. Sekuat tenaga dia bangkit. Saat hendak berjalan dia merasa sangat perih.


"Sakiiiiit" rengek Anin. Bagas tersenyum


"Mas bantu ya" Dengan sigap Bagas menggendongnya menuju kamar mandi dan memandikan Anin.


Setelah selesai dia memakaikan baju untuk Anin.


Mereka mengambil wudhu dan melakukan sholat subuh berjamaah.


.


.


.


Like


Komen


Vote


Tip

__ADS_1


Mohon bijak membaca episode ini yaaa. Jika ada readers yang belum menikah di skip aja. 🤭🤭🤭. Adegan panas semua. Author jadi panas dingin. Wkwkwkwk


__ADS_2