Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 123


__ADS_3

Bagas mendengarkan lagu yang dinyanyikan Anin. Cukup mengena di hati Bagas. Setelah selesai bernyanyi Anin kembali duduk.


"Urusan nya belum selesai juga Ri?" tanya Anin kepada Tari


"Tau tuh, nungguin lo kali" ucap Tari


"Hadeeeh, mas kan juga pengen nongkrong disini. Boleh dong duduk disini"


Anin dan Tari memilih diam tak menjawab Bagas. Bagas merasa kesal akhirnya bermain ponselnya.


"Eh Ri, nanti malam gue nginep tempat lo, besok gue janjian sama mbak Nisa. Mau ketemuan sama seseorang"


"Siapa??" Tanya Tari dan Bagas bersamaan.


"Ih apaan sih, ikut nimbrung aja! Siapa Nin? Cowok pasti kan? Gue ikut yaaa, penasaran gue"


"Cowok lah, iya lo ikut aja"


"Aaaaaahhh, semoga itu beneran jodoh lo deh Nin"


"Aamiin" ucap Anin sambil melirik Bagas yang sedari tadi hanya diam.


Bagas berdiri dan berpamitan kepada Tari dan Anin. "Mas ke batalyon dulu, mau ketemu temen" ucap Bagas datar dan meninggalkan mereka.


"Kunyuk satu itu kenapa sih Nin? Gimana ceritanya lo bisa ketemu sama dia lagi? Cobaan iman dong"


"Au ah, dia ada misi disini. Iman gue bisa rapuh kalau dia begitu tiap hari Ri"


"Emang dia ngapain lo?"


"Bikin kesengsem!"


"Hahahah, masih ada rasa dong kalau gini ceritanya!"


"Ganti topik! Lo sama bang Tris gimana?"


"Minggu depan gue ijab di Semarang, resepsi nanti disini aja deh. Kalian kalau disuruh ke Semarang pasti gak bisa nya kan?"


"Hehehe, iya lah. Terus konsepnya apa? Jadi garden party?"


"Jadi dong, kan cuma sahabat dekat dan kerabat aja yang diundang. Bantuin lho yo"


"Iyo, apa sih yang gak buat kamu?"


.


Batalyon


Bagas sudah di dalam ruangan komandan batalyon. Disana sudah duduk Komandannya. Dia memberi hormat.


"Duduklah" komandan mempersilahkan Bagas untuk duduk.


"Siap!" Sahut Bagas.

__ADS_1


"Bagaimana? Lambat sekali hanya mendapatkan data sampai 2 hari"


"Siap! Maaf terlambat Ndan, karena saya bertemu dengannya hari ini"


"Aih, pakai bohong lagi. Push up 10x!"


Bagas ketahuan bohong dan sekarang dihukum oleh Komandan.


"Bukan kah karena dia sudah kau putuskan?"


"Siap! Maaf Ndan"


"Ya sudah lah, itu urusan anak muda. Tapi perlu kau tahu. Aku sepupu dari pihak ibunya Anin. Jadi dia masih keponakan ku. Jika ada yang berani membuatnya menangis ingin sekali aku mencongkel mata pelaku itu" ucap komandan datar dan masih sibuk membaca agenda nya.


Bagas menelan air liurnya. Dia tidak tahu jika Anin masih terhitung keponakan Komandan nya.


"Mana datanya?" ucap komandan lagi. Bagas menyodorkan flasdisk yang sudah dicopy nya juga. Hanya untuk jaga-jaga.


"Bagaimana penyisiran?"


"Siap! Belum ada titik terang Ndan"


"Lambat sekali kalian? Mau pensiun dini? Lakukan dengan cepat!


"Siap!"


"Atur makan siang dengan Anin besok. Aku dan istriku sudah menunggunya sejak lama. Datanglah ke resto x ruang vip, aku akan menunggu kalian. Anggap ini hadiah dariku untuk mu. Senang kan?"


"Siap!"


"Siap! Ijin bertanya Ndan, tapi Anin tidak mengenal Edi Sumantri"


"Dia tidak mengenal nama lengkapnya. Dan jika dugaan ku benar, maka Anin mengalami sedikit amnesia dengan kejadian lalu. Coba sebutkan nama Om umang. Mungkin dia akan sedikit mengingat"


"Siap! Memang apa yang Anin lihat Ndan?"


"Kau ini banyak sekali bertanya. Pulanglah, jangan lupa besok!"


"Siap!" Bagas segera meninggalkan ruangan yang dipinjam oleh komandan nya itu.


Bagas menuju parkiran dan menghubungi temannya.


"Halo, dimana? Ke kafe x ya. Gue disana. Gue kenalin dengan seseorang. Bye" ucap Bagas ketika menelpon seseorang.


.


Kafe


Bagas masih di parkiran dan melihat mobil sahabatnya sudah sampai terlebih dahulu. Seseorang tersenyum kepada Bagas dan Bagas membalas senyum nya.


"Sani Aulia, apa kabar? Lama gak ketemu, gue kangeeeennnn!" ucap Bagas sambil memeluk orang tersebut.


"Bagas! Lepasiiiin, mas Indra ada di dalam mobil!" ucap Sani sambil menepuk bahu Bagas.

__ADS_1


"Aduuuhhh, cari masalah dong gue sama mayor!" Bagas segera melepas pelukannya dan sebuah tatapan tajam diterimanya.


Bagas memberi hormat kepada sang mayor.


"Aaahh, sudah turunkan hormat mu. Kita sedang tidak bertugas. Sudah kubilang jangan sentuh Sani seperti itu atau aku akan menghukum mu!" Indra memang tidak suka diberi hormat saat tidak bertugas. Tapi itulah aturannya.


"Hahaha, maaf Ndan. San, bantuin gue ya?"


"Bantuin apaan?" ucap Sani


"Di dalam sana, ada cewek yang sampai saat ini masih menguasai hati gue. Gue pengen ngetes aja sih, perasaan dia masih sama atau sudah berubah. Please, seolah-olah kita pasangan" Bagas mengatupkan kedua tangannya memohon kepada Sani.


Sani tidak menjawab melainkan melirik Indra. Indra berpura-pura tidak melihat.


"Oh ayolah, sekali ini saja. Aku hanya ingin mengetahuinya. Please...."


"Haish, ini bocah. Jelaskan padaku siapa yang di dalam? Kenapa ingin sekali menguji nya?" Indra kalah


"Dia mantan tunangan ku, kebodohan ku membuat ku kehilangan dia. Aku ingin tetap melindunginya dan masih sangat berharap dia kembali padaku. Aku tidak bisa mengetahui perasaannya kepadaku karena saat bertemu, dia hanya akan marah-marah. Jadi please Ndan, ijin pinjam Sani sebentar saja" jelas Bagas panjang lebar.


"Makanya, bodoh itu dibagi-bagi. Jangan dikembang biak kan!" sindir Indra.


"Komandan mau?"


"Wah, kurang ajar sama atasan. Mau dihukum?"


"Katanya sedang tidak dinas?" balas Bagas. Sani hanya tersenyum melihat 2 lelaki itu bertengkar kecil.


"Ya sudah, aku akan ke batalyon dulu. Ada rapat mendadak. Ingat! Jangan genit sama wanita ku!"


"Siap laksanakan Ndan!" Bagas tersenyum dan melambaikan tangan saat Indra berlalu dengan mobilnya.


"Pengen tahu, seperti apa sih cewek yang lo maksud sampai jadi bucin akut begini? Bukan Nisa kan?" Sani penasaran


"Bukan, ini adek sepupunya. Nisa mah dapatnya duda anak 1"


"Gak papa lah, asal tajir pake melintir! Hahaha"


"Yeeeee, itu kan maunya emaknya! Ah sudah, ayo masuk!" Bagas masuk ke dalam kafe diikuti oleh Sani.


Anin dan Tari sedang melahap makanannya ketika Bagas menghampirinya. Mata Anin tertuju kepada Sani yang berada di belakang Bagas.


Siapa dia? Tubuhnya atletik banget. Manis lagi. Apa mungkin dia pacar barunya mas Bagas? Aaaahhh, kenapa hati gue jadi sakit begini sih. Nyeri. Batin Anin.


"Hai Nin, Ri. Kenalin ini Sani, San ini Anin dan ini Tari, sahabat Salma adek aku"


Anin dan Tari tersenyum kepada Sani. Mereka berjabat tangan dan ikut duduk di meja yang sama. Bagas duduk di sebelah Tari, sedangkan Sani di sebelah Anin.


.


.


.

__ADS_1


Hareudang hareudang hareudang, panas panas panas... Api cemburu siap membara gengs. 😂. Maaf ya up nya agak slow. Diusahakan up terus. Author agak sibuk dengan kerjaan author di dunia nyata. Makasih yang sudah dukung.


Like, komen, dan vote nya dikencengin ya. Komennya terutama. Author suka kalau baca komen readers. Hahaha


__ADS_2