Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
A & B 62


__ADS_3

Anin menghidupkan hp nya yang semalam sengaja dimatikan. Membalas pesan Raka yang belum dibalasnya.


Makasih doanya Abang


Puluhan pesan hanya dijawab dengan 1 pesan singkat. Hahaha. Dongkol gak sih kalau kayak begini?


Anin mengubah wallpapernya menjadi foto dirinya dan Bagas saat semalam. Anin memencet panggilan ke nomor Bagas.


Tuuuttt tuuuuttt


Halo Assalamualaikum ayang beb ku


"Waalaikum salam, udah bangun mas?"


Udah dong, kan mau jalan sama kamu


"Mmmm, mas. Tari mau ikut. Ajak Angga ya mas ku sayang....."


Boleh, tapi ada imbalan nya dong. Alihkan ke video call yank


"Kamu itu lho, yang ikhlas to. Masak minta imbalan melulu"


Mas minta imbalannya ke Tari dong....


Anin mengubah panggilannya menjadi video call.


"Nah, gini dong. Morning ayang beb kuuu"


Anin dan Tari sungguh geli saat Bagas mengucapkan itu. Anin hanya tersenyum tersipu malu dengan semburat merah di pipi nya. Tari meledakkan tawanya.


"Hahahahahah, sumpah geli gue. Kenapa gak sekalian lo bilang Ayang kangen, pengen kiss, pengen peyuuuuukkkk. Hahahaha" ledek Tari

__ADS_1


"Ooooo berani lo ngledek gue. Batal lo ikut ke Kopeng"


"Etttsss, jangan dong. Gue kan juga pengen jalan jalan" Tari memelas


"Mas udah bilang sama Angga?" Anin bertanya bodoh


"Ya belum lah, kan lagi vidcall sama kamu. Gimana sih"


"Eh iya ya. Bodohnya daku"


"Gak kok gak bodoh, kamu itu wanita tercerdas yang pernah aku temui" Bagas menggoda Anin


"Hoeeeekkkk, sumpah, kalian nih emang gak tau malu ya. Ada gueeeee" Tari merasa menjadi nyamuk disana


"Lo nyamuk ganggu aja sih Ri, minggir lo. Gue mau ngomong sama ayang beb gue"


"Telpon dulu gih mas, Tari udah kebelet pengen berduaan sama Angga....." ledek Anin


"Hahahah, udah ya. Mas telpon Angga dulu. Kalo Angga gak bisa, lo bawa motor sendiri! Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" Anin dan Tari menjawab bersamaan.


.


.


Bagas segera menelpon Angga.


"Hallo, Assalamualaikum" Bagas memulai percakapan di telepon


Waalaikum salam, siapa nih? Belum subuh udah telpon aja. Angga masih belum sadar. Hanya tangannya yang bergerak mengangkat panggilan itu sedangkan mata nya masih terpejam.

__ADS_1


"Gue, Bagas. Lo hari ini ada acara gak Ngga? Gue mau ngajakin lo ke Kopeng sama Anin dan Tari nih. Mau ikut gak?"


Boleh, jam berapa berangkat dari sini?


"Jam 5, selepas subuh"


Gila lo, gue belum apa apa nih. Ini udah menjelang subuh


"Masih waras gue. Buruan siap siap. Gue tunggu di rumah. Pake motor ya. Bawain cewek lo helm"


Siap komandan. Siapa yang bayarin?


"Lo tenang aja. Udah ada sponsor untuk acara kitaaaa...." Bagas tengah tersenyum jahil sekarang


"Oke deh, ngikut aja gue"


.


Adzan subuh berkumandang. Mereka bergegas untuk melaksanakan sholat. Mereka bersiap. Anin dan Tari memilih mengenakan sepatu kets dan baju casual. Mereka menunggu Bagas dan Angga menjemput.


Tak lama yang ditunggu pun datang. Anin dan Tari menghampiri pasangan mereka masing masing. Anin memakai helm dan sudah naik di jok belakang motor Bagas.


"Ri, sponsor acara kita hari ini di sponsori oleh Tari. Jadi mulai tiket sampai makan lo yang bayar. Gesek duit yang banyak ya. Gue gak mau denger penolakan. Kita ketemu di gerbang Kopeng. Duluan yah, Daaaaahhhh" Bagas melajukan motornya meninggalkan Angga dan Tari.


Tari menunjuk dirinya sendiri. Masih tidak percaya dengan ucapan Bagas. Angga hanya tertawa menatap pacarnya yang menjadi sponsor acara ini.


"Kok malah ketawa sih, bukannya bantuin ngelak malah ketawa!" Tari sebel dengan Angga.


"Lucu aja, nanti berarti Aa' dibayarin ya neng?"


Mendengar Angga menyebut dirinya Neng sama seperti dulu membuatnya sedikit luluh dan melupakan kekesalannya dengan Bagas.

__ADS_1


Dia tersenyum dan membonceng Angga. Naik motor segera menyusul Anin dan Bagas yang sudah melaju terlebih dahulu.


__ADS_2