
Raka menarik lengan Bagas untuk berpindah meja. Dia menahan tawa nya karena mendengar pertanyaan Anin tadi.
"Nyet, jujur sama gue. Kenapa rambut lo basah?"
"Kan tadi udah gue bilang mbel, ada cicak eek di kepala gue" jawab Bagas berbohong.
"Cicak suka nya di dinding bukan di gundul mu. Ngaku sama gue, lo ngapain Anin?" desak Raka membuat wajah Bagas memerah.
"Apaan sih mbel, gue gak ngapa-ngapain dia"
"Yakin? Terus kenapa Anin bisa tahu tentang solo karir?"
Bagas melotot. Nafasnya tercengkal di tenggorokan. Malu.
"Ngaku sendiri apa mau gue dedesss?" desak Raka kembali.
"Iya deh iya, gue ngaku. Gak tahu nih, akhir-akhir ini gue kalau ketemu sama dia bawaannya pengen nerkam dia melulu. Dan gue kadang sulit mengendalikan diri gue"
"Hahahaha wkwkwkwk" Raka tertawa terbahak-bahak membuat semua orang menoleh ke arahnya.
"Sssstttt" ucap Bagas meletakkan telunjuk di tengab bibirnya.
"Ehm, sorry sorry. Ngebet amat lo nyet. Berarti lo harus setuju sama ide gue nyet. Telpon Nisa dulu, pastikan besok hari minggu mereka sekeluarga memang datang ke acara nikahan gue" Raka menyuruh kepada Bagas.
"Enak aja main suruh kapten!"
"Inget kita lagi cuti. Gak ada kapten disini. Buruan telpon!"
"Iya-iya ah" Bagas mengutak atik ponselnya mencari nomor Nisa dan langsung menghubunginya. Tersambung.
"Halo assalamualaikum Nisa, besok kalian datang ke acara nikahan Salma dan Raka kan? Pastikan datang ya, gue mau minta ijin sama pak Ade buat ngelamar Anin kembali"
Waalaikum salam, lo kesetanan apa gimana sih Gas? Nyerocos aja. Iya datang. Iya besok papah ikut. Tenang aja siih
"Gak bisa tenang gue Nis, ya sudah. Gue tutup dulu. Makasih infonya. Assalamualaikum"
Waalaikum salam.
Bagas mengakhiri panggilan telponnya dan berbincang kembali dengan Raka.
"Iya mereka datang. Terus gue harus gimana besok?"
"Begini nyet, gue bakalan minta Anin nyanyi. Pas selesai nyanyi lo langsung ngelamar dia pas diatas panggung"
"Gue ngomongnya gimana?"
"Ya bilang kek, mau kah kau menjadi istriku? Gitu"
"Gak ada selain kata-kata itu apa Mbel? Duh malu gue kalau di depan orang banyakkk"
"Ya elah, masa gitu doang malu. Lo mau Anin makin gak percaya ke lo? Kalau lo dikira gal serius gimana? Kan pas ada pamannya tuh disitu sekalian minta ijin restu"
"Harus gitu ya?"
"Iya lah nyett"
"Gue pikirin lagi deh"
"Kebanyakan mikir lo"
.
Sore hari di acara resepsi Tari.
Anin dan rombongan sudah hadir di tempat resepsi Tari dan Tristan. Mereka bertemu dengan papah dan mamah dari Tari dan juga Tristan.
"Sal, nyamperin Tari yuk" Ajak Anin
"Ayo" Salma dan Anin segera menuju kamar Tari.
Tari sudah selesai dirias dan sedang berganti baju. Anin dan Salma menunggu. Tak lama Tari sudah selesai.
__ADS_1
"Cantiiiikkk nyaaaaaa" ucap Anin dan Salma memuji aura kecantikan Tari yang terpancar keluar.
"Aaahhh, terima kasih sobat-sobatkuuuu" Tari memeluk sahabatnya itu.
"Keluar yuk, udah pada datang tuh tamu nya" ajak Salma
"Bismillah, eh bentar. Nin lo udah nyiapin lagu kan?" Tari bertanya kepada Anin.
"Udah, tenang aja sih"
"Lhoh, lo nyanyi Nin? Berarti besok lo juga harus nyanyi gak terima penolakan!"
"Hadeeehhh, saweran mana mak saweran"
"Tenang, ntar disawer kakak banyak"
"Hahahah, iya deh iya. Besok nyanyi lagi"
"Siapin lagu yang paling bagus"
"Semua lagu bagus Salma" ucap Tari dan berjalan keluar.
Para tamu sudah berdatangan dan bersalaman dengan mempelai. Tiba saatnya acara hiburan.
Anin naik ke panggung yang mana MC dari band pengiring itu adalah kakak tingkatnya saat D3 dulu.
"Anin kan ya?"
"Iya, kak Alvin bukan sih?" jawab Anin sambil berjalan ke atas panggung.
"Iya betul, jadi para tamu undangan, ini adek tingkat saya meskipun beda jurusan ya. Saya di keperawatan, dia di kebidanan. Dia ini pinter nyanyi, dulu kami jadi paduan suara di universitas kami. Suaranya sangat bagus lho. Jadi mau ngapain kesini Nin?" pertanyaan Alvin membuat beberapa tamu tertawa.
"Mau magang jadi pengatur kabel kak, bisa? Ya nyanyi lah" jawaban Anin semakin membuat tamu undangan tertawa.
"Masih lucu aja kamu, mau nyanyi lagu apa?"
"Lagu nya once mekel, ku cinta kau apa adanya"
"Maksudnya judul lagu nya kak, hadeeehhh"
"Ooh, kirain nembak kakak. Kenapa mau nyanyi lagu ini?"
"Mmm, cerita dikit boleh?"
"Boleh asal jangan kayak sinetron sampai beribu episode"
"Hahaha, gak lah. Jadi lagu ini tuh menggambarkan kedua mempelai. Dulunya si Tari ini baru saja kehilangan pacarnya. Dia meninggal dunia. Dan bertemu dengan bang Tristan. Dulu nya tuh bang Tristan suka galak kalau sama Tari. Entah gimana ceritanya dia tiba-tiba jatuh hati sama Tari. Lalu, singkat cerita si Tari ini selalu cuek sama bang Tristan. Chat jarang dibales unggah foto ataupun update status juga cuma dilihat. Tapi berkat kegigihan dan kesungguhan dari bang Tristan akhirnya Tari luluh juga"
"Alhamdulillah, kakak terharu lho denger cerita kamu. Pengen nangis kakak"
"Lebay ih"
"Hahaha, ya sudah langsing saja kita sambit"
"Kakak lidah nya kesleo apa gimana sih?"
"Kenapa?"
"Ya itu tadi, seharusnya langsung kita sambut gitu kak"
"Ooohh salah ya, hahahaha. Okelah langsung kita sambut biduan kita Anindya Wijayaa"
Para tamu undangan riuh bertepuk tangan menantikan penampilan Anin. Intro mulai dimainkan dan Anin siap mengambil nada.
Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku kepadamu
Kuyakin pasti suatu saat
__ADS_1
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Anin bernyanyi penuh penghayatan. Semua menikmati suara merdu Anin.
"Bagus banget sih suara calon kakak ipar gueee ah merdunyaaaa" ucap Salma
"Tunangan siapa dulu?"
"Iya deh iya, kakak Bagas yang ganteng. Coba lah kak ngelamar Anin pake lagu besok. Siapa tahu langsung mau diajak nikah"
"Nyanyi apa dek?"
"Apa kek, lagu yang romantis"
"Kamu kalau ngasih ide jangan setengah-setengah dong dek. Langsung sebutin apa"
"Mana Salma tahu. Cari kek di mbah gugel"
"Haissshhh, gak jadi lah kalau begitu"
"Pokoknya besok lo harus ngelamar dia nyet"
"Iya, bawel ah kalian! Gue masih bingung nyusun kata-kata juga"
"Hahahah, kayak ujian pidato aja nyet harus nyusun kata dulu"
Bagas diam memikirkan besok.
.
.
.
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Tip