
Hari berlalu tanpa ada yang berarti. Bagas sibuk dengan pekerjaannya. Anin sedang sibuk belajar mempersiapkan diri untuk tes SKB.
Jum'at, Kalimantan.
"Pagi honey ku" Raka menyapa seorang wanita di atas motor
"Pagi juga Abang ku, yok berangkat!" Jawab Salma.
Ya. Salma Ardhitama. Adik dari Bagas Ardhitama, sahabat Raka. Entah bagaimana pertemuan mereka sampai bisa jatuh hati satu sama lain.
"Dek, sabtu besok Abang berangkat ke Jakarta. Sudah terbentuk pasukannya"
"Oh, ya sudah. Hati hati. Ingat! Jangan macam macam disana jangan lirak lirik sama perempuan lain kalo matanya masih mau berfungsi dengan baik"
"Hahahah, kamu ngasih wejangan apa ngancem sih?"
"Dua dua nya dong. Terus kakak gimana Bang? Dia ikut juga?"
"Belum tau, coba nanti Abang telpon lagi deh dek"
"Oya, kakak sabtu besok mau tunangan lho"
"Ha? Sama siapa?"
"Gak tau, orang disuruh ngirim foto ceweknya aja sampe sekarang gak terlaksana"
"Tapi bukan sama Nisa kan?"
"Kata kakak sih bukan. Sama cewek cantik cerdas, katanya anak temen ayah"
Mungkinkah Anin?
"Bang, Abang, Eeeeee, kelewatan puskesmasnyaaa" kata Salma sambil menepuk pundak Raka
"Eeh, maaf maaf. Putar balik dulu deh"
"Abang nih mikir apa sih?"
"Gak, abang cuma kepikiran sama kakak mu aja"
"Nanti adek tanyain. Abang tanya soal itu, Salma tanya calonnya. Oke?"
"Siap adek, dah sampai"
__ADS_1
Salma turun dari motor dan memberikan helm nya kepada Raka.
"Selamat bekerja honey, ingaaat jangan lupa ma..."
"Makan"
"Salah, masuk dulu ke dalam habis itu pelayanan jam istirahat baru makan"
"Hish, nyebelin. Iya udah, adek masuk ya Bang, bentar lagi apel nih"
"Hahaha, Abang kerja dulu ya. Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
.
.
.
Tari sudah memarkirkan mobil di depan rumah Anin. Dilihatnya Anin duduk di teras dengan serius berkutat dengan soal soal.
"Woy"
"Ya elo yang kelewat serius. Nih gue bawain sarapan"
"Baik banget lo, ada apa?"
"Gue bingung"
"Bingung lagi, lo tu kapan sih gak bingungnya"
"Hahahaha"
"Bingung kenapa?"
"Angga. Kemarin gue bilang gue mau jadi bini nya, eh dia malah bilang suruh istikharoh. gak boleh ketemuan dulu seminggu kedepan. Puyeng gue"
"Hahahah, Angga bener kali, udah lakuin aja yang dia minta. Eh Ri, lo tau gak?"
"Gak tau"
"Ih, dengerin dulu jangan dipotong omongan gue"
__ADS_1
"Apaan?"
"Salma ternyata itu...."
"Salma kenapa?"
"Salma ternyata....... adiknya mas Bagas"
"Huft, gue kira apaan. Whaaaaat?"
"Pelan dong ngomongnya, pekak telinga gue. Kaget lo telat"
"Beneran lo? Lo gak lagi bercanda kan? Salma PNS pedalaman kan?"
"Iya, sumpah ya. gue juga kaget pas mas Bagas jelasin"
"Bener ya, lo ingat omongan lo waktu masih kuliah D3 dulu?"
"Yang mana? Memori otak gue lagi full sama soal soal"
"Yang lo minta Salma buat ngenalin lo sama kakak nya"
"Hahahaha, iya ya. Dulu gue ngebet banget pengen ketemu. Tapi pas itu kan udah sama kak Nisa"
"Lucu ya, jodoh kalian"
"Hahaha, tapi gue masih gak ngasih tau Salma sih"
"Biar jadi surprise aja nanti pas kita ketemu besok"
"Besok gimana Nin?"
"Semuanya udah dipersiapkan sama Ibu. Lo panggilin gue tukang make up ya"
"Siap nyonya!" Tari memberikan hormat kepada Anin
"Apaan sih lo, makan yuk. Laper"
"Tarik Sis"
"Semongko, hahahahah"
Anin dan Tari seperti biasa makan dengan penuh obrolan dan canda tawa.
__ADS_1