Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
Jujur Dulu


__ADS_3

Anin duduk di teras. Merenungi pembicaraan nya dengan ibu tadi. Bagas datang menghampirinya. Dia duduk di samping Anin.


"Astagfirullah mas, ngagetin aja sih" Anin kaget saat mendapati wajah Bagas ada di samping wajahnya


"Kamu mikirin apa?"


"Gak papa, cuma kepikiran Tari aja"


"Bohong, kamu bukan mikirin itu"


Anin hanya diam. Tiba tiba Bagas tidur di pangkuan Anin.


"Mas, apa yang kamu lakuin? Bangun"


"Mas capek, sebentar aja. Boleh ya?"


"Maaf ya merepotkan kamu. Ibu tadi ngomong sama aku. Apakah kita hanya pura pura. Aku takut ibu marah kalo tau yang sebenarnya mas"


Anin mencoba mengusap rambut Bagas. Ragu tapi dilakukannya. Bagas yang mendapat perlakuan itu sangat senang.


"Kamu takut ibu benci sama kamu?"


"Iya lah. Gimana? Apa kita jujur aja?"


"Nunggu waktu yang tepat"


"Mas, tadi yang telpon siapa? Kok namanya cantik kesayangan. Apa itu kak Nisa?"


Bagas yang tadi berada di posisi miring swkarang telentang. Matanya menatap mata Anin. Dia melihat sedikit rasa cemburu dalam manik itu.


"Kamu cemburu?"


"Cuma tanya, gak usah geer deh" Anin mengalihkan pandangannya. Hati nya berdesir hebat saat Bagas menatapnya. Bagas masih diam tidak menjawab


"Terus, kenapa gak panggil Yank seperti biasanya? Mas jangan diem aja dong. Jawab kek"


"Jujur dulu sama hati kamu. Mas gak bakalan jawab apapun kalo kamu masih malu mengungkapkan yang ada di hati mu"

__ADS_1


"Ya sudah kalo gak mau jawab" Anin menyilangkan kedua tangan nya di depan dada. Bagas masib saja diam. Akhirnya Anin mengalah.


"Iya iya"


"Iya apa?" kata Bagas memancing Anin


"Iya aku gak suka ada yang telpon namanya kayak gitu"


"Cemburu gak?"


"Iya"


"Iya apa?"


"Iya cemburu. Puas kamu. Minggir aku mau tidur"


"Dia adiknya Mas, Nisa ya nisa namanya. Mas bakalan panggil Yank lagi kalo kamu ijinin" Bagas menatap mata Anin


Hati Anin benar benar tidak karuan. Dia mencoba mengalihkan pandangannya. Tangannya yang dilipat sekarang kembali mengelus rambut Bagas. Dia menatap kembali Bagas. Seolah tahu yang diinginkan Bagas.


"Panggil aku sesukamu. Aku akan berusaha mencintaimu. Jangan kecewakan aku. Karena ketika aku kecewa aku akan benar benar pergi darimu"


Anin menciumi wajah Bagas mulai dari dahi mata hidung pipi dan terakhir di mulut. Bagas yang mendapatkan kode tidak begitu saja melewatkannya. Bagas duduk, tangannya meraih tengkuk leher Anin dan mempertemukan bibirnya dengan bibir Anin.


Ciuman yang biasa menjadi luma*an. Mereka menikmati satu sama lain. Bagas mulai menurunkan ciumannya ke leher Anin. Anin yang mendapat serangan itu melenguh nikmat. Ketika hendak menyusuri dada Anin, sebuah mobil memasuki halaman rumah Bagas. Membuat aktifitas mereka terganggu.


Anin malu. Dia meninggalkan Bagas sendiri dan menuju kamar.


"Woy, yang asik ciuman. Di teras nih" kata Angga


Bagas hanya tersipu malu. Dia meraih kunci yang diberikan Angga.


"Itu mobil Tari bukan?"


"Kok lo kenal Tari bro?"


"Itu tadi yang masuk Anin bukan?"

__ADS_1


"Lhah dia tau semua"


"Gimana gue gak kenal, Tari itu mantan gue"


"Seriusan lo? Wah dunia memang sesempit daun kelor"


"Hahaha, bisa aja lo. Gue yang heran. Lo bisa kenal mereka gimana ceritanya"


"Keppo lo, eh makasih udah dianterin mobil Tari nya. Gue ambilin minum dulu mau"


"Gak usah. Tari kalo kabur kaburan kayak begini pasti masalahnya berat"


"Duh yang inget kenangan mantan"


"Gue balik ya, udah malam. Gak enak ganggu orang yang lagi kasmaran, nanti ngiri gue"


"Hahahah, iri bilang bos. Oke makasih ya"


"Sama sama" Angga meninggalkan rumah Bagas.


Bagas mengunci pintu dan mematikan lampu. Dia bergegas ke kamarnya. Mengambil hp nya dan mengetik chat.


Me : Makasih udah mau jujur sama perasaanmu


Anin : iya, sama sama. Oke kalo gitu besok kita harus jujur sama ibu


Me : iya. Bobok gih, mimpiin mas ya


Anin : belum bisa bobok


Me : kenapa?


Anin : belum dipanggil yank


Me : hahahah, iya iya. Yank, titip hati mas di kamu ya. Tolong jangan disakiti. Itu hati udah sering kena sakit. I love you ayang beb


Anin : I love you too masku. Mimpi indah ya sayang 😘😘

__ADS_1


Mimpi indah Anin, mari sama sama membuka hati dan jatuh cinta dengan cara yang tepat.


__ADS_2