Tunangan Bayaran

Tunangan Bayaran
Kesempatan


__ADS_3

Anin diam di dalam mobil. Dia takut melihat Ibu untuk saat ini. Anin terlihat kikuk saat ini. Melihat itu, Ibu sedikit ingin tertawa.


"Kamu kenapa bisa bertengkar seperti itu dengan Ana? Maaf ya, Ibu buat kamu takut ya? Ibu memang begini, kalo marah gak bisa terkontrol" Ibu meraih tangan Anin dan mengusap usap punggung tangan nya.


"Ibu, maafin Anin ya. Anin udah buat malu ibu. Apalagi tadi agak rame butiknya"


"Gak, ibu gak malu. Coba cerita ke Ibu kenapa bisa seperti itu dan kenapa bisa 2 kali?"


"Tadi pas ibu masuk ke ruangan mamahnya Ana, Anin melihat lihat kebaya. Anin lagi mencoba melihat di depan cermin. Saat tahu bandrol harga nya Anin mengurungkan niat untuk membeli nya. Sebelum Anin kembalikan Ana sudah ada di belakang Anin dan bilang kalo butik itu bukan kelas Anin. Anin itu hanya perempuan miskin yang bisanya itu beli baju di pasar. Anin jawab perkataan Ana dengan begini tolong dibungkus mbak, kamu karyawan sini kan? Tiba tiba Ana menyerang Anin dari belakang. Anin yang tidak siap kan jadi harua minta tolong"


"Hahahahah"


"Kok Ibu malah tertawa? Ibu gak marah sama Anin?"


"Ya gak lah, orang Ana nya yang salah kok. Waktu di kampus juga begitu?"


"Iya bu, waktu itu Anin dibilang benalu centil, Anin balas dengan nenek lampir eeeh, Anin langsung dijambak Anin bales aja nyakar muka dia"


"Hahahaha, kenapa tadi gak dicakar sekalian? Ibu suka gaya kamu. Perempuan itu memang harus punya perlindungan diri sayang. Kalo ada yang nyerang jangan segan untuk membalasnya"


iiihh ibu aneh nih, masak orang berantem malah seneng


"Heheheh" Anin ikut tertawa ringan melihat Ibu yang sudah melupakan emosi nya.


.


.


.


"Haduh lelahnya"


"Ibu istirahat aja dulu, biar Anin yang masak"


"Udah pulang Bu? Banyak sekali belanjanya. Ini keperluan lamaran sebanyak ini emang?" Ayah heran melihat hasil perburuan Ibu


"Iya dong Yah, Ayah mau kemana kok rapi?"


"Lhah, gimana sih Ibu ni, Ayah kan ada pertemuan antar purnawirawan. Ibu ikut ya?"


"Aaahhh, Ibu capek Yah"

__ADS_1


"Ayolah bu, hanya 2 jam. Ibu kan sudah lama tidak muncul. Nanti kalo ayah digodain gimana?"


"Hahaha"


"Kenapa tertawa Nin? Ayah gini gini masih ganteng lho. Lihat aja nih rambut ayah udah klimis. Kutu aja kepleset lewat di rambut Ayah"


"Hilih, ayah nih. Siapa juga yang mau godain ayah. Emang ayah mau sama mbah mbah? Ibu pake begini aja ya"


"Ya sudab tidak papa, Anin di rumah sendiri berani kan? Sebentar lagi mas mu pulang kok"


"Iya Yah, Ayah sama Ibu pergi saja. Ibu, Ayah nya digandeng terus. Siapa tahu Ayah yang kepincut sama mbah mbah disana"


"Hahahah, ngawur kamu Nin. Ibu tinggal ya"


"Iya Bu, Yah. Hati hati di jalan" Anin mencium tangan kedua orang tua Bagas.


Setelah Ayah dan Ibu pergi Anin sibuk memasak. Karena bahan yang ada di kulkas ibu serba ada memudahkan Anin untuk berkreasi. Anin memilih masak sop iga sapi dengan sambal kecap dan perkedel ayam.


Bagas yang baru saja sampai di rumah mencium aroma masakan yang begitu enak di hidungnya.


"Assalamualaikum"


"Kok kamu Yank?" Bagas melepas sepatu dan tas nya


"Lha kamu maunya siapa?"


"Bukan gitu, Ibu sama Ayah kemana?"


"Ibu sama Ayah ada acara kumpulan purnawirawan Anin ditinggal di rumah. Mas mau mandi dulu apa makan dulu?"


"Kamu yang masak? Mas mandi dulu aja deh, bau. Tadi ada kegiatan bangun jembatan disana"


"Oke, mas mau teh atau kopi?"


"Susu coklat aja Yank" Bagas segera mandi


Asyik mumpung Ayah sama Ibu lagi pergi, ada kesempatan mesra mesraan sama ayang beb.


Anin membereskan tas sepatu dan barang Bagas. Setelah itu dia memoersiapkan makanan dan membuatkan susu coklat seperti yang diminta Bagas. Saat sedang membuatkan susu, tiba tiba tubuh Anin dipeluk tubuh kekar dari belakang


"Lepasin mas, ini susu kamu udah jadi"

__ADS_1


"Bentar doang Yank, mas kangen sama kamu"


"Baru tadi pagi ketemu masa iya udah kangen"


Bagas menegak susu coklatnya dan meletakkan kembali gelasnya tanpa melepaskan pelukannya di tubuh Anin. Bagas membalikkan tubuh Anin, mulai mengecup keningnya, turun ke mata, pipi, hidung, dan mulut. Dia ******* bibir Anin tanpa jeda. Anin hampir kehabisan nafas. Bagas memberinya ruang tapi kembali ******* nya. Anin hanya pasrah. Tangannya ia kalungkan ke leher. Dia mulai menikmati ciuman yang diberikan Bagas. Saat hendak menuruni leher sebuah suara deheman mengagetkan mereka. Sontak keduanya menoleh dan malu saat ibu sudah berada di belakang mereka.


"I ibu, kok udah pulang sih" Kata Bagas yang malu karena ketahuan ibunya.


"Terus kamu mau nya ibu gak pulang gitu?"


"Gitu juga boleh bu, ya kan Yank?"


Anin mencubit perut Bagas. Membuat Bagas mengaduh kesakitan. Ibu menggelengkan kepala nya tidak habis pikir dengan perkataan Bagas.


"Eee, Ibu sama Ayah udah makan?"


"Sudah, tapi ibu masih lapar. Kamu masak apa nak?"


"Sop iga sapi bu"


"Gas, panggil Ayah. Ini kan makanan kesukaan beliau"


"Siap komandan" Bagas meninggalkan Ibu dan Anin. Anin canggung karena ketahuan sama ibu tadi.


"Bagas suka godain kamu ya?"


"Eeee eee ituuuu"


"Ibu tau, ibu juga pernah muda. Tapi ingat batasannya ya sayang"


Anin mengangguk, tak lama Ayah dan Bagas pun datang. Mereka makan dengan lahap. Tanpa sisa.


.


.


.


Tuh kan, ketahuan. Ayo siapa yang pernah kayak Bagas dan Anin juga? 😁


Tinggalkan jejak gaes, like vote dan komennya dikencengin ya. Biar ada bahan perbaikan untuk author kedepannya

__ADS_1


__ADS_2