
Pukul empat sore, Putri berjalan meninggalkan ruang kerjanya bersama Vano, mereka menuruni lift bersama lalu berjalan menuju halaman gedung kantor
"Kamu dijemput cowok kamu?". Tanya Vano
"Iya, lu gimana?". Tanya Putri
"Aku dijemput supir..."
"Oh iya Put, nanti malem kamu ikut kakak pertama kamu kerumah aku ngga?".
"Hah? Kak Dewa ngapain kerumah lu?".
"Mau bahas bisnis sama papa aku, katanya papa aku mau jadi investor di perusahaan baru kakak kamu".
"Oh. Ngapain gue ikut? Ngga ada hubungannya sama gue".
"Hmm, siapa tau kamu mau ketemu aku. Kita-"
"Ngga!".
"Haha, singkat, padat dan jelas".
Putri berbalik arah dengan cepat kehadapan Vano
"Duh kaget, kalo aku nabrak kamu bahaya Put".
"Lu mau gue dateng kerumah lu?". Tanya Putri
"Mau, mau banget. Dirumah ku ada home teather, nanti kita nonton film berdua, mau ngga?". Ucap Vano sambil tersenyum
"Boleh. Tapi lu yang izin ke cowok gue. Tuh". Ucap Putri sambil menunjuk Raja yang sedang bersandar disisi mobilnya, seketika Vano terkejut
"Eum, hehe, ngeliat mukanya aja udah ngga mengizinkan Put". Ucap Vano
"Hahahahahaha". Putri tertawa geli
"Lain kali aja, kita nonton di mall". Ucap Putri
"Serius? Kamu mau nonton sama aku? Berdua?". Tanya Vano
"Bertiga sama cowok gue". Jawab Putri
"Yaaah, ngga usah deh Put. Aku duluan ya, kamu hati-hati dijalan". Ucap Vano sambil melambaikan tangannya meninggalkan Putri
"Hahaha iya, hati-hati juga Van". Ucap Putri membalas lambaian tangan Vano
"Ehem, akrab banget ya sama mantan". Ucap Raja menghampiri Putri
"Hehe dia lucu". Ucap Putri
"Dih. Awas ya kalo kamu deket lagi sama dia, apalagi balikan". Ucap Raja
"Hehehe engga kok, ayo pulang". Ucap Putri sambil melingkarkan tangannya dilengan Raja
"Mau makan dulu ngga?". Tanya Raja
"Nanti aja. Aku mau kerumah kamu, kak Dewa ada kan?". Tanya Putri
"Kayaknya ada, yaudah ayo". Ucap Raja
"Tapi beli ice cream dulu". Ucap Putri
"Iya cinta, nanti mampir ke minimarket". Ucap Raja
Dua puluh menit perjalanan, mereka sudah tiba dirumah. Mobil Raja ia parkirkan disamping mobil Tahta
"Masih inget pulang ni anak". Ucap Raja
"Siapa?". Tanya Putri
"Tahta, akhir-akhir ini dia jarang dirumah, ngga tau kemana. Kayak ada yang disembunyiin". Ucap Raja
"Eum". Putri mengangguk pelan, ia tidak mau membahas lebih lanjut perihal Tahta yang pastinya akan berujung pertengkaran dengan Raja
"Jangan deket-deket sama dia, apalagi masuk ke kamarnya". Ucap Raja sambil membuka pintu mobilnya
"Iya". Ucap Putri
Putri membututi Raja masuk kedalam rumah, menghampiri Dewa yang sedang duduk di kursi makan
"Tahta pulang? Ngapain dia?". Tanya Raja pada Dewa
"Gak tau, tanya aja". Jawab Dewa
"Males". Ucap Raja
"Kalo kepo tanya aja kali, gengsi banget sama adek sendiri". Ucap Putri sambil menarik kursi disebelah Dewa
"Gak peduli juga. Aku mau mandi. Mau ikut ngga?". Tanya Raja
"Eh? Ya ngga lah haha, nanti aku mandi sendiri". Ucap Putri diangguki oleh Raja
Raja meninggalkan meja makan dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya
"Apa Tahta ngga ngamuk denger kamu diajak mandi sama Raja hahahaha". Ucap Dewa
"Untung ngga ada orangnya. Eum, ngomong-ngomong kak Tahta daritadi dirumah kak?". Tanya Putri
"Baru dateng, katanya ngambil baju doang terus mau berangkat kerja..."
"Oh iya emang bener Tahta beli unit apartment?". Tanya Dewa
"Iya hehe, dia pengen banget aku sama dia tinggal disana". Jawab Putri
"Terus? Kamu ngga mau?". Tanya Dewa
"Bukan ngga mau, tapi belum saatnya. Takutnya muncul masalah baru kalo aku tinggal berdua sama kak Tahta". Jawab Putri
"Eum, bener juga sih". Ucap Dewa sambil mengangguk
"Tuh suami kamu". Ucap Dewa melirik Tahta yang sedang menuruni tangga
"Sayang, bobo disini?". Tanya Tahta
"Engga, nanti aku pulang". Jawab Putri
"Yaudah, aku berangkat dulu". Ucap Tahta
__ADS_1
Tahta mengecup puncak kepala Putri dan Putri balas dengan mencium tangannya
"Hati-hati". Ucap Putri
"Iya sayang". Ucap Tahta sambil berjalan meninggalkan meja makan
"Jodoh emang ngga kemana ya, orang yang paling deket sama kamu dari kecil, sekarang jadi suami kamu hehe". Ucap Dewa sedikit berbisik
"Hahaha ngga ada bedanya, kak Tahta lagi, kak Tahta lagi ". Ucap Putri
"Hahaha bosen ya sama Tahta terus?". Tanya Dewa
"Engga, malah aku seneng kalo misalnya jodoh aku itu orang terdekat aku, orang yang paling paham tentang aku". Ucap Putri sambil tersenyum
"Syukurlah, kakak senang dengernya..."
"Oh iya, kakak punya sesuatu buat kamu, kakak ambil dulu". Ucap Dewa diangguki oleh Putri
Tidak sampai lima menit Putri menunggu, Dewa keluar dari ruang kerjanya sambil membawa sebuah amplop berwarna putih ditangannya
"Ini, buat kamu sama Tahta". Ucap Dewa memberikan amplop tersebut kepada Putri
"Hmm? Apa ini?". Tanya Putri
"Buka dong amplopnya". Ucap Dewa diangguki oleh Putri
"Ini tiket apa kak?". Tanya Putri
"Bulan madu". Ucap Dewa
"Oh bulan madu- HAH? BULAN MADU?!". Putri terkejut
"Iya, kalian belum bulan madu kan?". Tanya Dewa
"Eum, eum, ngga usah deh kak hehe". Ucap Putri
"Yaah? Itu hadiah dari kakak buat kalian, jangan ditolak". Ucap Dewa sedikit cemberut
"Tapi kak Tahta sibuk, dia ngga mungkin ada waktu". Ucap Putri
"Ngga ada waktu kenapa sih? Soal kerjaan? Biar kakak yang urus-"
"Bukan cuma itu, aku kan magang-"
"Aduh jangan banyak alasan, coba liat kalender, itu tiga hari, weekend dan besoknya tanggal merah. Kakak sengaja pilih hari itu, jadi masalahnya dimana?". Tanya Dewa
"Eum...masalahnya, aku, malu kalo bulan madu". Ucap Putri bersuara pelan
"Hah? Apa? Malu? Dih, jangan bilang kamu sama Tahta belum..."
"Malam pertama?". Bisik Dewa, Putri mengangguk pelan sambil menunduk
"Ya ampun, hahahahaha kasian banget si Tahta".
"Kakak ih!".
"Hahahaha ya ampun ini udah berapa hari dan Tahta kuat juga ya nahan nya hahahaha sumpah jadi pengen ngeledekin Tahta hahaha". Dewa tertawa geli
"Kakak! Jangan ketawa napa!".
"Hahahahaha iya, iya maaf, tapi hahaha-"
"Yah jangan dong, yaudah kakak diem, kakak diem". Seketika Dewa membungkam mulutnya meski masih terdengar suara tertawa yang ia tahan
"Makasih tiketnya kak, nanti aku kasih tau kak Tahta". Ucap Putri
"Pfft, hehe, iya sama-sama sayang, semoga setelah bulan madu hubungan kamu makin harmonis ya". Ucap Dewa diangguki oleh Putri
---
Pukul sembilan malam, Putri baru tiba dirumah diantar oleh Raja. Sebenarnya Raja tidak menginzinkannya untuk pulang karena Raja ingin Putri menemaninya malam ini
Namun Putri dapat memberikan alasan yang masuk akal sehingga dapat diterima oleh Raja
"Besok pagi aku jemput ya". Ucap Raja
"Iya. Yaudah aku turun ya, kamu hati-hati dijalan, jangan ngebut".
"Tunggu". Raja menahan tangan Putri saat hendak membuka pintu mobil
"Kamu ngga mau cium aku?". Tanya Raja
"Eum, gimana, ya". Ucap Putri dengan keraguan
"Hah? Ck, ternyata bener ya yang aku rasain, kamu berubah". Ucap Raja
"Maksudnya?". Tanya Putri
"Ya aku ngerasain kalo kamu berubah, dari kebiasaan-kebiasaan yang kecil aja ngga pernah kamu lakuin lagi..."
"Misal, biasanya kamu panggil aku sayang, tapi sekarang udah ngga pernah, tiap aku bilang i love you kamu cuma diam atau senyum, biasanya kamu balas..."
"Terus kamu ngga pernah cium aku setiap kali turun dari mobil, bahkan biasanya kita selalu kissing, tapi akhir-akhir ini kamu nolak, dipeluk aku pun kamu ngga nyaman..."
"Kenapa sih? Kamu ngehindarin aku ya? Udah ngga cinta sama aku?". Tanya Raja
Putri terdiam, ia gelagapan, ia bingung dan tidak tahu harus menjawab apa
"Satu lagi, aku baru inget, tiap kali ngebahas pernikahan, kamu udah ngga tertarik, kayak udah males, bener ngga? Kemarin kita ke toko perhiasan, kamu kaget aku beli mahar?..."
"Semua yang aku rasain bener kan? Lama-lama kamu berubah, sebenarnya kenapa sih? Kamu udah ngga cinta sama aku? Atau kamu ada laki-laki lain?". Tanya Raja
"Eum, aku, bukan gitu-"
Tin tin
Suara klakson dari mobil yang berlawanan arah, memecah suasana tegang yang terjadi didalam mobil Raja
Sinar lampu mobil itu juga menyorot tajam masuk kedalam mobil Raja
"Ck, Tahta". Gumam Raja
"Gawat, kak Tahta udah pulang. Please semoga mereka ngga ribut".
"Ngapain malem-malem kesini?". Tanya Raja
"Aku ngga tau".
__ADS_1
Raja melepas seatbelt nya dan buru-buru membuka pintu untuk menghampiri mobil Tahta, Putri pun buru-buru menyusul Raja
"Please, please, jangan ribut ya". Ucap Putri menahan tangan Raja
"Diem! Ini urusan aku sama Tahta". Ucap Raja menghempas kasar tangan Putri
Tahta keluar dari mobilnya, menatap wajah Putri yang terlihat panik namun putus asa dan pasrah dengan situasi yang akan terjadi
"Lu ngapain kesini?". Tanya Raja
"Bukan urusan lu". Jawab Tahta
"Ck, ini rumah cewek gue dan lu kesini malem-malem, maksudnya apa?". Tanya Raja
"Eum, udah, udah, kamu pulang ya, aku mau masuk, aku capek". Ucap Putri pada Raja
"Kamu nyuruh aku pulang? Ngga nyuruh dia pulang juga?". Tanya Raja
"Gue kesini mau ketemu ayah, gue mau ngasih titipan ayah". Ucap Tahta sambil melirik bungkus makanan di kursi sebelah kemudinya
"Kasih aja ke Putri, gampang kan". Ucap Raja
"Lu itu kenapa sih? Cemburu ngga usah sampe segitunya, dan gue bukan tipe orang yang ngga sopan sama orang tua, gue udah disini buat apa gue titipin ke Mput?..."
"Mending lu balik, ngga usah bikin keributan karna cemburu akut lu itu". Ucap Tahta
Raja terdiam, ia mulai terbakar amarah, rahangnya mengeras dan tangannya sudah siap untuk melayangkan pukulan pada Tahta
"Sayang, udah ya, jangan berantem, udah malem ngga enak sama tetangga". Ucap Putri memegang tangan Raja
Raja luluh, ucapan Putri mampu meredakan amarahnya
"Yaudah aku pulang, besok pagi aku jemput".
"Iya".
Grep, Raja memeluk pinggang Putri dan mencium Putri tepat dibibirnya. Di hadapan Tahta, Raja melu mat kasar bibir Putri
"Eung!". Putri mendorong kedua bahu Raja sampai ciuman yang berlangsung tidak sampai lima detik itu terlepas
Jangan tanya bagaimana perasaan Tahta saat melihat istrinya dicium oleh Raja tepat didepan matanya, sangat menyakitkan
Tahta memutuskan untuk masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah orang tua Putri
"Kak Tah-"
"Biarin, sana masuk, istirahat". Ucap Raja, Putri mengangguk pelan dan berjalan memasuki halaman rumahnya
Mendengar suara mobil Raja yang sudah menjauh, Putri menghentikan langkahnya, ia segera membuka ponselnya untuk memesan taksi online
"Semoga kak Tahta belum jauh".
Diperjalanan, Putri mencari nomor Tahta yang sempat diblokir oleh Raja. Ia pulihkan kembali nomor ponsel Tahta setelah itu ia lakukan panggilan telfon
"Gak diangkat"
"Maaf kak, itu bukan ya mobilnya?". Tanya supir taksi menunjuk sebuah mobil sedan BMW berwarna hitam dengan nomor seri yang sempat Putri sebutkan
"Iya bener pak, awasi pak jangan sampai ketinggalan lagi". Ucap Putri
"Baik kak".
Lima belas menit perjalanan membuntuti mobil Tahta, taksi yang ditumpangi Putri memasuki wilayah yang terbilang cukup gelap dan sepi, namun Putri merasa tidak asing dengan wilayah tersebut
"Ini jalan ke tongkrongan kak Tahta kan?".
Mobil Tahta berhenti tepat didepan 'tongkrongan'nya begitu pun dengan taksi yang ditumpangi Putri
Setelah membayar argo taksinya, Putri bergegas menyusul Tahta yang baru keluar dari mobilnya
"Kakak".
Tahta menoleh
"Mput?".
Putri berlari kecil menghampiri Tahta
"Kamu ngikutin kakak?".
"Iya".
"Ngapain?".
"Eum-"
"Ayo pulang, ngapain kesini sih sayang? Disini cowok semua nanti kamu di godain".
Tahta menghampiri Putri dan menyuruh Putri untuk masuk kedalam mobilnya, Putri sempat termangu, padahal selama diperjalanan ia sudah menyiapkan mental jika nanti Tahta akan memarahinya
Namun dugaan ia salah, Tahta malah berkata dengan tutur lembut dan tidak marah sedikitpun, justru ia malah mengkhawatirkan keadaannya jika ia berada di sekitar teman-teman suaminya itu
"Kak, aku mau minta maaf soal tadi, aku bener-bener ngga tau kalo kak Raja bakal cium aku kayak gitu".
"Gapapa, bukan salah kamu. Sekarang kita pulang dulu ya".
"Kak". Putri meraih tangan Tahta
"Kenapa?".
Cup, Putri berjinjit untuk mencium bibir Tahta, Tahta tersentak sesaat, kemudian ia peluk pinggang Putri dengan kedua tangannya
"Eum, udah berani ya cium kakak". Ucap Tahta mencolek hidung Putri
"Hehe aku mau hapus bekas ciuman kak Raja, jadi aku cium kakak". Ucap Putri
"Hahaha kamu lucu banget sih, gimana ngga makin sayang sama kamu". Tahta melabuhkan kecupannya dikening Putri
"Ayo kita pulang kak".
"Let's go".
---
Bersambung dulu, besok lanjut lagi^^
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya
__ADS_1