Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Reflek Menyelamatkan Putri


__ADS_3

"Udah chat Aris?". Tanya Tahta


"Udah, sayang". Jawab Putri


"Nanti tanya Aris ya, jadwal terapi aku bisa diundur besok ngga, soalnya aku mau pulang kerumah". Ucap Tahta


"Mau ngapain?".


"Mau ambil semua baju dan barang-barang aku, plus punya kamu".


"Ooh, aku boleh ikut ngga?".


"Boleh, sayang".


"Yaudah nanti aku tanya kak Aris dulu".


"Iya".


Tahta kembali mengerjakan tugas kuliahnya sementara Putri menemui Aris didepan kamarnya untuk memberikan bingkisan makanan


Satu jam telah berlalu, Tahta telah selesai dengan kegiatannya. Tahta menoleh ke sekitar ruangan ntuk mencari sosok Putri yang sedari tadi tidak menampakkan batang hidungnya


"Mput kemana ya?"


"Sayang?". Panggil Tahta sedikit berteriak


"Iya. Aku didapur, sebentar". Ucap Putri


Tidak berselang lama, Putri menghampiri Tahta dengan membawa sebuah piring makanan ditangannya


"Tebak, aku bikin apa?". Tanya Putri


"Bikin salah fokus". Jawab Tahta


"Eum? Maksudnya?".


"Lingerie kamu bikin salah fokus. Ampun deh, sek si banget". Ucap Tahta


"Hehehe lupain soal lingerie, aku abis eksperimen didapur". Ucap Putri


"Bikin apa sih?".


"Tadaaa...pizza mozzarella dengan toping jamur, daging cincang dan sosis, hehe". Ucap Putri sambil menunjukkan makanan yang ia buat


"Kamu lucu banget sayang, kayak chef cilik". Ucap Tahta sambil mencuri pandang ke lekuk tubuh sang istri yang sangat menggoda matanya


"Ih, liat pizza bikinan aku! Bukan liat yang lain!".


"Haha salah fokus, sayang".


"Terus kamu mau nyobain ngga?".


"Nyobain yang mana nih? Itu?". Tanya Tahta sambil melirik kearah dada Putri


"Ck, aku marah nih, ya!".


"Hahaha bercanda sayang, sini aku cobain".


Putri tersenyum lalu memotong pizza dan ia suapkan untuk Tahta


"Enak sayang. Enak banget, serius". Ucap Tahta


"Jangan bohong".


"Ngga bohong. Aku mau lagi". Tahta meraih satu potong pizza tersebut dan langsung ia lahap kedalam mulutnya


"Aah, aku terharu, aku seneng ternyata kamu suka pizza bikinan aku, ngga sia-sia usaha aku didapur". Ucap Putri memeluk leher Tahta


"Ikut terharu dengernya, aku seneng kalo kamu juga seneng, sayang. Makasih ya udah bolehin aku nyobain pizza seenak ini".


"Ih, aku bikin ini spesial buat kamu, pake taburan cinta buat suami kesayangan aku".


"Hehe, bisa aja istriku..."


"Eum...pizza nya aku makan lagi nanti ya, sekarang aku mau makan kamu dulu, boleh ngga?".


"Makan aku?". Tanya Putri direspon anggukan oleh Tahta


"Ngga tahan liat kamu. Boleh ngga, sayang". Ucap Tahta


"Eum, gimana ya".


"Aaahh, please".


"Hihi suamiku kalo ada maunya mendadak jadi anak kecil yang minta balon".


"Sayaaang, ayooo".


"Iya, iya, aku taro pizza nya dulu ya ke dapur". Ucap Putri diangguki oleh Tahta dengan tatapan mata yang berbinar


---


"Raja mana?". Tanya Tahta


"Ada dikamarnya, sama Gisel". Jawab Dewa

__ADS_1


"Gisel?"


"Kak Gisel disini kak?". Tanya Putri


"Iya sayang, tuh daritadi dikamar Raja". Jawab Dewa


"Eum, sejak kapan kak Gisel disini?". Tanya Putri yang penasaran


"Tadi pagi, dijemput Raja. Kata oma Gisel pengen main kesini". Jawab Dewa


"Haha, main kesini cuma pengen berduaan sama Raja". Ucap Tahta


"Mungkin, soalnya anteng banget dikamar Raja". Ucap Dewa


Tahta melirik Putri yang sedang menatap lurus kearah lantai dua


"Cemburu? Takut mereka ngapa-ngapain? Samperin aja". Ucap Tahta


"Engga. Apaan sih". Ucap Putri


"Ris, bantu gue keatas". Ucap Tahta pada Aris


"Baik, mas". Ucap Aris mengangguk patuh


Dibantu Aris, Tahta menaiki tangga menuju kamarnya, sementara Putri masih berada diruang keluarga bersama Dewa


"Soal kejadian Raja mabok waktu itu, kakak minta maaf ya karna ngga bisa jagain kamu. Jujur kakak ngga tau kalo Raja kerumah ayah dalam keadaan mabok kayak gitu..."


"Kamu tau ngga, kemarin setelah kakak sama Raja pulang dari rumah ayah, kita berantem dirumah. Karna kakak rasa Raja mulai ngga waras. Raja bersikeras ngerebut kamu dari Tahta apapun caranya..."


"Bahkan Raja bilang waktu dia mabok malam itu, dia bilang pengen tidurin kamu. Ngga tau deh otaknya masih ada apa engga..."


"Yang jelas kakak marah banget dengarnya, disitu kita ribut, kakak hajar dia sampai babak belur. Kakak kecewa sikap dia sampai kakak ngga bisa ngomong apa-apa lagi". Ucap Dewa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


Putri termangu mendengar penuturan sang kakak pertama. Ia tidak menyangka kalau Raja sampai berkata seperti itu demi mendapatkan dirinya yang sudah berstatus sebagai adik iparnya


"Lebih baik kamu jauh-jauh dari Raja. Kakak takut dia nekat, dia bisa lakuin apa aja buat dapetin kamu lagi". Ucap Dewa


"Iya kak, aku ngerti".


"Keputusan keluar dari rumah ayah emang jalan terbaik, seenggaknya kak Raja ngga tau sekarang aku tinggal dimana"


"Aku keatas dulu ya kak. Mau bantuin kak Tahta. Gapapa kan aku tinggal?".


"Gapapa sayang, kakak juga mau keruang kerja kok".


"Yaudah". Ucap Putri


Putri dan Dewa berpisah diruang keluarga, Putri menaiki tangga menuju lantai dua sementara Dewa memasuki ruang kerjanya


"Eh Putri? Apa kabar?".


"Gisel"


Putri menarik nafas dalam saat bertemu dengan Gisel diujung tangga. Putri merasa enggan bertemu dengan Gisel karena ia yakin Gisel akan memancing emosinya dengan kata-kata sindirannya


"Baik kak". Jawab Putri dengan senyum yang dipaksakan


"Oh iya, aku, oma, sama orang-orang dirumah udah denger soal pernikahan kamu sama Tahta..."


"Eum, selamat ya, akhirnya Tahta yang jadi suami kamu". Ucap Gisel


"Maksud kak Gisel?". Tanya Putri


"Yaa, jujur aku seneng karna kamu batal nikah sama Raja". Jawab Gisel berterus terang


"Sekali lagi selamat ya buat pernikahan kamu. Dan...aku sempet iri sih sama kamu, beruntung ya kamu bisa jadi ratu dari tiga cowok kayak mereka".


"Mulai deh, tenang Put, tenang...dengerin aja sambil senyum semanis mungkin"


"Kenapa iri kak?". Tanya Putri


"Kamu pasti tau lah, Dewa, Raja sama Tahta semua sayang sama kamu. Dewa cinta sama kamu, kamu pacaran sama Raja dan sekarang jadi istrinya Tahta. Semua cewek pasti iri bisa dicintai banyak cowok kayak kamu, hehe".


Putri mengehela nafas sambil tersenyum


"Haha iya kak, aku juga seneng punya tiga kakak yang sayang sama aku, yang cinta sama aku, dan aku bahagia jadi ratu nya mereka". Ucap Putri


"Sombong banget". Batin Gisel dengan wajah dingin


"Mulai bete haha, lanjutin ah"


"Tapi aku bingung kak, meskipun aku udah jadi istrinya kak Tahta, tapi kak Raja ngga bisa relain aku. Kak Raja masih deketin aku, maksa aku buat balikan..."


"Segitu cintanya kak Raja sama aku. Aku harus gimana ya kak?". Tanya Putri


"Hihi, panas ngga, Sel?"


"Mput ngobrol sama Gisel?". Batin Tahta dari depan pintu kamarnya


"Hehe, kayaknya Raja masih cinta ya sama kamu?". Tanya Gisel


"Cinta banget kak, bahkan kak Raja maksa aku buat cerai terus, tapi aku ngga mau, karna aku cinta sama kak Tahta". Jawab Putri sambil tersenyum


Putri melirik perlahan kearah kedua tangan Gisel yang mengepal. Senyum tipis pun muncul dibibir Putri. Rencana untuk memprovokasi Gisel sepertinya berhasil. Gisel terlihat tidak senang

__ADS_1


Dengan perlahan, Gisel berjalan mendekat kearahnya sambil tersenyum


"Beruntung banget ya jadi kamu". Ucap Gisel


"Ada yang ngga beres". Batin Tahta


Tahta segera memutar kedua roda pada kursi rodanya dengan cepat kearah Putri dan Gisel berdiri


"MPUT!!!". Tahta berteriak keras sambil berlari kearah Putri


Bruk, tubuh Putri dan Tahta saling bertindihan


Tahta mendorong tubuh Putri saat Gisel mengangkat kedua tangannya yang hendak mendorong Putri kebawah tangga


Nafas Putri tidak beraturan, tubuhnya sangat sakit karena terbentur lantai dengan kencang


Putri melirik sejenak kearah kursi roda Tahta yang berada tidak jauh dari posisinya saat ini


"Hiks...hikss...kak...". Putri mulai menangis


"Kakak nolongin aku hiks...hikss...kakak lari nolongin aku". Isakan Putri semakin kencang, ia memeluk leher Tahta dengan erat


Tahta tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan. Ia hanya mengikuti nalurinya sebagai suami yang meminta dirinya untuk menyelamatkan Putri,


"Kenapa lagi, coba?". Batin Raja dari pintu kamarnya


"Ya ampun, mas Tahta". Aris berlari untuk membantu Tahta berdiri dan kembali duduk dikursi rodanya


"Argh...sakit banget". Tahta meringis sambil memijat kedua kakinya yang terasa amat menyakitkan


"Tadi Tahta yang teriak? Ada apa?". Tanya Dewa sambil menaki tangga


"Kak Tahta lari kak, kak Tahta nolongin aku waktu kak Gisel mau dorong aku ke tangga". Jawab Putri


"Apa?! Kamu mau dorong Putri ke tangga?!". Tanya Dewa menatap tajam kearah Gisel


"Maaf, bang". Ucap Gisel


Dewa berjalan cepat menghampiri Gisel


"Keterlaluan! Kamu mau celakain adik abang?! Masuk! Abang akan laporin ini ke oma!". Dewa mendorong Gisel masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya dari luar


Gisel meronta didalam, namun Dewa tidak peduli dengan itu


"Lu beneran bisa lari?". Tanya Dewa pada Tahta


"Gue juga ngga tau. Gue reflek karna panik liat Mput hampir didorong". Jawab Tahta


"So sweet nya". Ucap Raja yang masih diposisinya


"Kaki gue sakit banget". Ucap Tahta


"Ya mungkin karna reflek itu. Coba diperiksa ya, Ris". Ucap Dewa pada Aris


"Baik, mas". Ucap Aris


Aris mendorong kursi roda Tahta kembali kekamarnya untuk dilakukan pemeriksaan. Sementara Raja menghampiri Putri yang berdiri disamping Dewa


"Kamu gapapa?". Tanya Raja mengusap kepala Putri


"Gapapa kak". Jawab Putri


"Lu gimana sih? Gisel kan sama lu, kenapa lu ngga ngawasin Gisel waktu dia dideket Putri?". Tanya Dewa


"Gue ngga tau kalo Putri sama Gisel ketemu disini". Ucap Raja


"Udah kak, aku gapapa kok". Ucap Putri mengusap lengan Dewa


"Badan kamu ada yang sakit ngga?". Tanya Dewa


"Hmm...sebenarnya punggung aku sakit banget, karna tiba-tiba kak Tahta jatuh diatas aku". Ucap Putri


"Kebentur lantai kan? Kakak telfon bu Woro ya buat pijat kamu, takut kenapa-napa" . Ucap Dewa


"Ngga usah kak, nanti juga hilang sakitnya".


"Yaudah, tapi kalo sakitnya ngga hilang atau makin sakit, dipijat ya sayang". Ucap Dewa


"Iya kak. Yaudah aku kekamar kak Tahta ya kak". Ucap Putri diangguki oleh Dewa


"Bagus kalo Tahta punya reflek kayak tadi. Bisa sembuh lebih cepat". Ucap Dewa


"Bisa gue ajak ribut lagi dong?". Tanya Raja sambil tersenyum


"Mending lu ribut sama gue deh. Belum puas muka lu gue bikin bonyok gitu?". Ucap Dewa


"Hahaha ampun abang". Ucap Raja sambil berjalan kearahnya


---


Bersambung dulu ya ges


Jangan lupa dilike biar besok aku update lagi


 

__ADS_1


__ADS_2