
Pukul sembilan malam, Putri dan Tahta baru tiba dirumah, mereka tidak menginap dirumah Ibrahim karena Putri enggan bertemu dengan Siska, meski Ibrahim dan Melly sudah memaksa mereka untuk menginap meski hanya satu malam
Dengan langkah gontai, Putri berjalan memasuki pintu utama bersama Tahta, hendak menaiki tangga, mereka bertemu Dewa yang sedang menuruni tangga, Putri pun segera memeluk kakak pertamanya dengan erat, begitu pun sebaliknya
"Kok kakak udah pulang?". Tanya Putri
"Udah dong, cepat kan. Udah kangen sama si cantik". Ucap Dewa sambil mencolek hidung Putri
"Aku kekamar duluan ya, mau ngecek stock kopi". Ucap Tahta, Putri mengangguk
Tahta pun meninggalkan Putri dan Dewa yang masih berdiri didasar anak tangga
"Kakak mau keruang kerja. Mau nemenin kakak?". Tanya Dewa
"Mau. Gendong". Ucap Putri sambil merentangkan kedua tangannya kedepan
Dewa pun tersenyum dan segera menggendong Putri didepan dadanya seperti koala. Lalu ia bawa Putri kedalam ruang kerjanya
"Mau duduk disini atau disofa?". Tanya Dewa sambil melirik kursi kerjanya
"Mau dipangku kakak". Ucap Putri
"Yaudah". Ucap Dewa
Dewa pun mendudukkan bokongnya dikursi kerjanya. Sambil ia dudukkan Putri dipangkuannya
"Kok mata kamu sembab? Habis nangis ya?". Tanya Dewa
"Hmm". Putri berdehem sambil mengangguk
"Kenapa, Tahta nakal?".
"Engga, bukan kak Tahta. Tapi kak Siska".
"Siska? Kamu habis dari rumah ayah?".
"Iya".
"Siska kenapa?".
"Aku...ngga mau cerita...sedih kalo diingat lagi, kak".
"Oh, yaudah, yaudah. Kakak ngga mau kamu nangis lagi". Ucap Dewa sambil mengusap punggung Putri
"Yang anteng ya, kakak ngecek kerjaan dulu sebentar, nanti kita ngobrol". Ucap Dewa, Putri mengangguk pelan
Setengah jam berlalu, Tahta memasuki ruang kerja Dewa, ia melirik Putri yang sedang tertidur dipangkuan sang kakak, Dewa pun terlihat menghela nafas lega melihat kedatangan Tahta
"Kenapa lu?". Tanya Tahta
"Pegal kaki gue, ini anak ngga mau diturunin..."
"Ngga mau gue bawa kekamar sampai pulas gini. Angkat, nih". Jawab Dewa
"Haha, Mput, Mput. Manja, kamu". Ucap Tahta saat mengambil alih Putri dari pangkuan Dewa
Dewa pun segera meluruskan kedua kakinya lalu bangun dari duduknya, menghilangkan rasa pegal dan kesemutan karena memangku Putri untuk waktu yang cukup lama
"Katanya lu habis dari rumah ayah?". Tanya Dewa
"Iya". Jawab Tahta mengangguk
"Terus Putri kenapa nangis? Dia ngga mau cerita ke gue". Ucap Dewa
"Oh, itu...Siska hamil. Cowoknya ngga mau tanggung jawab dan dia bilang mau ngasih anaknya ke Mput..."
"Katanya kasihan karna Mput belum punya anak. Dia juga bilang seolah-olah Mput itu mandul". Jawab Tahta
"Ya Tuhan. Tega banget Siska ngomong gitu?".
"Ngga ngerti gue juga".
"Ya gimana ngga nangis? Apalagi Putri sensitif banget kalo disinggung soal itu..."
"Udah, lu bawa kekamar sana".
"Hmm".
Pukul sebelas malam, Tahta bergabung dengan Raja dan Dewa ditempat biasa, yaitu ditepi kolam renang, Tahta menepuk keras bahu Raja sambil mendudukkan bokong disamping kakaknya itu
"Apaan sih lu". Protes Raja
"Gue mau nanya soal tadi pagi, benar lu belum move on dari Mput?". Tanya Tahta
"Oh, jadi benar yang gue denger waktu video call sama Putri". Ucap Dewa
"Iya. Kurang ajar orangnya, gue kira berbulan-bulan ini dia udah move on dari istri gue, ternyata belum". Ucap Tahta pada Dewa
Raja tersenyum tipis mendengar ucapan Tahta
"Santai aja kali, belum move on bukan berarti gue bakal rebut Putri dari lu". Ucap Raja
"Terus gue harus percaya omongan lu?". Tanya Tahta
"Bebas lu mau percaya atau engga". Ucap Raja
"Ck, yang penting gue ngga denger lu berdua ribut lagi soal Putri..."
"Kalau sampai kedengeran di telinga gue, gue hajar lu berdua". Ucap Dewa sambil menatap kedua adiknya. Raja dan Tahta pun kompak memalingkan wajahnya ke sembarang arah
"Oh iya, gue mau ngasih tau. Gue udah beli gedung perkantoran. Rencananya satu minggu lagi gue mau ngadain peresmian sekaligus syukuran..."
"Nunggu semua perlengkapan dan peralatan kantor udah siap..."
"Tapi mulai besok gue mulai open recruitment pegawai sama pekerja yang lain, kalo lu berdua punya kenalan yang cocok kerja di tempat gue, suruh apply lamaran". Ucap Dewa
__ADS_1
"Mulai dari awal lagi?". Tanya Tahta
"Hmm, gue ngga betah diem dirumah terus, udah gatel pengen ke kantor lagi". Jawab Dewa
"Good luck, deh". Ucap Tahta
"Thanks". Ucap Dewa mengangguk
"Putri udah tau?". Tanya Raja
"Belum". Jawab Dewa
"Kalo dia tau pasti pengen kerja di kantor lu, dia kan senang banget sama urusan perkantoran". Ucap Raja
"Enak aja lu, gue ngga bakal izinin Mput kerja. Lu pikir gue ngga mampu biayain dia sampai Mput kerja segala?". Ucap Tahta
"Haha, siapa tau aja?". Ucap Raja
"Heh, ngapain Putri kerja? Asal lu tau, Tahta sekarang gembel, ngga punya apa-apa. Karna semuanya dia kasih ke Putri, hahaha..."
"Dia ngga mau Putri kekurangan apapun. Kurang bucin apa lagi adik lu?". Ucap Dewa pada Raja
"Bukan soal bucin, bang. Tapi menurut gue Mput berhak dapetin itu semua, itu cara gue nge-treat dia". Ucap Tahta
"Ya, bagus sih". Ucap Raja mengangguk
"Gue juga bakal lakuin hal yang sama kalo Putri istri gue, jadi gimana kalo lu kasih Putri ke gue?". Sambung Raja pada Tahta
"Anjing". Gumam Tahta
"Hahaha. Kalem, bercanda". Ucap Raja
"Huuu...huuu...huuu".
Dewa, Raja dan Tahta seketika terdiam mematung saat mendengar suara tangisan seorang wanita tidak jauh dari posisi mereka
"Huuuu...huu..".
"Mampus, suara apa tuh". Ucap Tahta
"Ada yang nangis". Ucap Dewa
"Hih. Merinding, anjir". Ucap Tahta sambil merapatkan duduknya kearah Dewa
"Dih, apaan sih? Lu takut?". Tanya Dewa
"Serem woy". Ucap Tahta
"Hahahahahaha, ngakak". Raja tertawa terpingkal
"Huuuu...huuu...huuu...".
Mereka bertiga kembali terdiam, Dewa menautkan kedua alisnya dan mencoba mendengar suara tangisan itu dengan seksama
"Huu...huu...".
"Ngatain bego, padahal dia sendiri baru sadar kalo Mput yang nangis". Ucap Tahta
"Berarti dia bego juga". Ucap Raja bangun dari duduknya disusul oleh Tahta
Mereka bertiga pun menghampiri Putri yang sedang duduk dimeja makan, Putri terlihat memeluk boneka kesayangannya sambil menjatuhkan kepalanya diatas meja makan. Ternyata benar, Putri sedang menangis
Dewa pun duduk disebelah Putri, sementara Tahta dan Raja duduk dikursi yang berhadapan dengan Putri
"Put, kamu kenapa, sayang?". Tanya Dewa sambil mengusap kepala Putri
"Kesel, aku nangis semuanya diam aja". Ucap Putri sambil mengusap air matanya
"Loh, kakak baru ngeuh kalo kamu yang nangis. Raja sama Tahta malah ngga tau". Ucap Dewa
"Aku kira ada kunti, hahaha". Ucap Tahta
"Haha, tolol". Gumam Raja
"Kamu kenapa disini? Bukannya lagi bobo?". Tanya Dewa
"Laper". Jawab Putri
"HAH?!".
---
"Jadi semalem kamu nangis karna habis mimpi buruk?". Tanya Tahta
"Iya, kak. Aku mimpi kak Dewa lompat dari helikopter, trus nyangkut diatas pohon". Jawab Putri
"Pfftt". Raja terlihat menahan tawanya, begitupun dengan Tahta yang langsung membungkam mulut dengan punggung tangannya
"Puuut, ngga ada mimpi yang lain selain itu?". Tanya Dewa sambil menyentuh tangan Putri
"Ngga aesthetic banget nyangkut diatas pohon". Sambung Dewa
"HAHAHAHA". Tawa Raja dan Tahta pecah, mereka tertawa terpingkal
"Haduh, ngga kuat gue". Ucap Raja
"Kayaknya itu bukan mimpi buruk deh, harusnya kamu ketawa dong, bukannya nangis". Ucap Tahta
"Tapi mimpi aku emang kayak gitu, kak". Ucap Putri menatap Tahta
"Iya, sayang. Percaya kok". Ucap Tahta sambil tersenyum dan mengangguk
"Terus habis mimpi buruk kamu kebangun karna apa?". Tanya Raja
"Laper". Jawab Putri
__ADS_1
"HAHAHAHA". Dewa, Raja dan Tahta kompak tertawa
"Ini nih, diluar prediksi. Padahal dirumah ayah udah makan banyak banget, nambah tiga ka-"
"Aah, jangan kasih tau, kak. Malu". Ucap Putri sambil membungkam mulut Tahta
"Udah gitu semalam kamu juga banyak makannya? Jangan-jangan kamu hamil?..."
"Sering lapar kan, kamu? Biasanya orang hamil nafsu makannya meningkat". Ucap Dewa
"Iya juga sih, ngga biasanya". Ucap Raja
"Kamu kan belum datang bulan, kenapa ngga di cek sih? Mau hasilnya negatif atau positif yang pasti udah ngga penasaran kan?..."
"Soalnya akhir-akhir ini kamu sering mual. Dan aku taunya kamu masuk angin karna kamu kecapekan mulu jadinya ngga enak badan". Ucap Tahta
"Benar tuh, beberapa kali Nindi bilang ke kakak, dia liat kamu mual-mual di kampus". Ucap Dewa
"Cek kerumah sakit aja yang hasilnya akurat, kalo pake alat bisa salah? Katanya sih suka samar-samar hasilnya". Ucap Raja sambil memainkan ponselnya
"Kata siapa? Cewek mana yang lu hamilin?". Tanya Dewa pada Raja
"Bangsat kalo ngomong". Ucap Raja menatap Dewa
"Hahaha, emosi". Ucap Dewa
"Yaudah yuk kita cek kerumah sakit". Ucap Tahta sambil mengusap kepala Putri
"Ngga mau. Nanti aja ya". Ucap Putri menatap Tahta
"Kapan?". Tanya Tahta
"Kalo telatnya udah sampai seminggu atau lebih". Jawab Putri
"Hmm, yaudah". Ucap Tahta mengangguk
Ting nong, suara bel pada pintu utama membuat keempat bersaudara itu kompak menoleh ke sumber suara
Dewa pun bangun dari duduknya menuju pintu utama, membukakan pintu untuk seorang wanita yang tidak pernah ia temui sebelumnya
"Siapa, ya?". Tanya Dewa
"Nagita, Raja ada ngga?". Tanya Nagita
"Oh, ini ceweknya Raja"
"Ada, masuk". Ucap Dewa, Nagita mengangguk sambil tersenyum
Dewa pun membawa Nagita menuju ruang tamu lalu menghampiri Raja yang masih berada diruang keluarga bersama Putri dan Tahta
"Cewek lu tuh". Ucap Dewa pada Raja
"Lah, ngapain dia kesini". Ucap Raja sambil bangun dari duduknya untuk menghampiri Nagita
"Kirain siapa, ternyata Nagita, ceweknya Raja". Ucap Dewa
"Males gue denger namanya". Ucap Tahta
"Gue tinggal ya, ada kerjaan..."
"Kakak keruangan dulu ya". Ucap Dewa sambil mengusap kepala Putri sebelum menuju ruang kerjanya
Kini tersisa Putri dan Tahta diruang keluarga, Tahta mengangkat Putri secara tiba-tiba keatas pangkuannya, ia lingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping istrinya itu
"Udah ngga ada orang, pacaran dulu yuk". Ucap Tahta sambil mengecup singkat leher Putri
"Jangan disini, kak". Ucap Putri mendorong kepala Tahta dengan telapak tangannya
"Maunya dimana? Dikamar aja?". Tanya Tahta, Putri mengangguk setuju
Tahta pun bangun dari duduknya sambil menggendong Putri menuju tangga, dari ruang tamu, Nagita memperhatikan mereka dengan tatapan tajam dan raut wajah dingin
"Mereka tinggal disini?". Tanya Nagita
"Iya". Jawab Raja mengangguk
"Gimana sih? Kamu masih satu rumah sama mantan kamu?".
"Dia itu adik aku, apa salahnya satu rumah? Ini rumah dia juga".
"Gimana pun juga dia mantan kamu. Nanti kamu selingkuh sama dia".
"Ngomong apasih? Kalo kamu kesini cuma buat overthinking, mending kamu pulang".
"Engga, engga. Aku kesini mau ngajak kamu keluar, katanya mau nemenin aku ke salon?".
"Oh iya. Yaudah, ayo".
Raja bangun dari duduknya menuju pintu utama, disusul Nagita yang langsung melingkarkan tangannya pada lengan Raja
Dari jendela kamar lantai dua, Putri dan Tahta memperhatikan Raja dan Nagita yang sedang berjalan menuju mobil Nagita didepan rumah mereka
"Menurut kamu mereka cocok ngga?". Tanya Tahta
"Cocok. Tapi aku ngga suka sama sifat Nagita, kayak Vivi". Jawab Putri
"Setuju sama kamu. Ngomong-ngomong kenapa jadi ngeliatin mereka? Kan tadi lagi- hm...".
Putri membungkam mulut Tahta dengan bibirnya, melanjutkan kegiatan mereka yang sempat tertunda karena Putri beralih fokus pada Raja dan Nagita didepan rumah mereka
---
Bersambung dulu ya, aku lanjut besok semoga ngga slow update hehehe
Aku mau spill kakak ganteng nih, kakak hot, kece badai, kak Adrian 😍
__ADS_1