Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Menikah Dua Kali?


__ADS_3

"Yaudah aku balik ke kamar kak Raja ya, kak Raja nungguin". Ucap Putri


Mendengar ucapan Putri, mimik wajah Tahta berubah. Ada rasa tidak rela membiarkan Putri tidur dengan Raja. Namun ia sadar ia tidak bisa melakukan apa-apa


"Kak? Kakak kenapa?". Tanya Putri sambil mengusap tangan Tahta


"Beneran mau tidur sama Raja?". Tanya Tahta, Putri mengangguk pelan


"Cuma nemenin tidur". Ucap Putri


Tahta menarik nafas dalam, ia raih kedua tangan Putri lalu ia usap dengan lembut


"Mput, kamu tau ngga. Diposisi kakak itu sulit, kakak seorang suami, kakak berhak ngelarang kamu, tapi didepan Raja, peran suami ngga ada artinya..."


"Kakak ngga bisa berbuat apa-apa karna dimata Raja kamu itu miliknya, kalo kakak ngelarang kamu tidur sama dia, pasti Raja mikir, siapa kakak ngelarang-ngelarang kamu?..."


"Jadi kakak harus apa selain izinin kamu tidur sama dia? Jujur Mput, jujur kakak takut banget kamu masih suka berbuat sesuatu sama dia..."


"Kakak tau semuanya, kakak tau apa yang udah kamu lakuin sama dia. Jadi kakak mohon Mput, kakak izinin kamu tidur sama dia tapi please, jangan lakuin apa-apa. Semua yang ada di kamu sekarang milik kakak, begitu pun sebaliknya..."


"Jadi jangan kasih apapun lagi ke Raja. Karna berat buat kakak ngeliat kamu tidur sama dia. Kakak mohon ya, kakak percaya sama kamu. Hargai kakak sedikit aja, ingat kakak sebagai suami kamu". Ucap Tahta


Malu, rasa malu. Itu lah yang Putri rasakan saat ini, bagaimana bisa suaminya mengetahui itu. Rasanya seperti tertampar, Putri merasa tidak memiliki wajah lagi untuk menatap Tahta


Ia merasa bersalah, ia tersadar jika yang ia lakukan dengan Raja selama ini sudah melewati batas dan itu diketahui oleh Tahta


"Maafin aku kak. Aku udah salah, jujur aku malu banget sama kakak, tapi kakak harus percaya, aku sama kak Raja ngga pernah berhubungan in tim". Ucap Putri berterus terang, ia tidak mau Tahta salah paham padanya


"Iya kakak tau. Kakak percaya kamu ngga ngelakuin itu". Ucap Tahta


"Kakak percaya sama aku?". Tanya Putri


"Iya sayang. Inget omongan kakak yang tadi, kamu harus janji sama kakak". Ucap Tahta


"Iya, aku janji. Tapi kakak mau maafin aku kan?". Tanya Putri


"Iya, kakak maafin. Semua orang pernah salah dan semua orang berhak mendapatkan maaf". Ucap Tahta


Putri meneteskan air matanya, ia peluk tubuh suaminya itu dengan erat, begitu pun dengan Tahta


"Kakak seneng kamu mulai nurut omongan kakak. Biarpun itu terpaksa karna kamu sekedar menghargai kakak".


---


"Lu kurang kesibukkan ya? Pake kerja segala?". Tanya Raja pada Tahta


"Bosen nongkrong, mending kerja". Ucap Tahta


"Hahaha anak kayak lu kerja, kesambet apa?". Ucap Raja


"Lagi rajin, di dukung aja". Ucap Dewa


"Tau lu, ngeremehin banget, emang salah kalo gue kerja?". Tanya Tahta


"Ya ngga sih. Tapi serius gue nanya, lu ada mau beli sesuatu? Terus uangnya kurang makanya lu kerja?". Tanya Raja


"Ngga ada, ngga mau beli apa-apa". Jawab Tahta


"Terus kenapa kerja? Hahaha segitu ngga percaya nya gue anak kayak lu mau kerja, biasanya cuma nongkrong, balapan. Aneh lu sekarang". Ucap Raja


"Ada alasannya dan lu ngga perlu tau". Ucap Tahta


"Oh. Ada rahasia nya nih?". Tanya Raja


"Ada, ngga usah kepo". Jawab Tahta


Tap tap tap, Putri melangkah menuruni tangga, ketiga laki-laki tampan itu kompak menoleh


"Mau kemana sayang?". Tanya Raja


"Mau pergi, tadi Nindi nelfon, dia minta temenin ke mall. Boleh ngga aku nemenin dia?". Tanya Putri


"Lama?". Tanya Raja


"Ngga tau juga". Jawab Putri


"Sarapan dulu, kamu belum sarapan kan?". Tanya Dewa


"Belum". Jawab Putri


"Yaudah sarapan dulu, kakak ambilin ya". Ucap Dewa


"Iya, makasih kak". Ucap Putri sambil menarik kursi disebelah Tahta


"Iya, sama-sama". Ucap Dewa

__ADS_1


"Nindi jemput kamu?". Tanya Tahta


"Iya, katanya lagi dijalan". Jawab Putri


"Lah, se-pagi ini? Mall kan belum buka?". Ucap Tahta


"Mungkin dia mau main dulu disini". Ucap Putri


"Oh gue tau, dia mau ketemu sama lu". Ucap Raja pada Dewa


"Ngaco..."


"Ini Put, habisin". Ucap Dewa sambil menaruh piringnya, Putri pun mengangguk


"Suapin aku". Pinta Putri pada Tahta


"Itu ada Raja, minta dia aja". Ucap Tahta


"Iya sini aku suapin". Ucap Raja


"Ngga mau, mau disuapin kakak, please". Ucap Putri dengan tatapan memohon


"Dasar". Ucap Tahta sambil meraih piring milik Putri


"Oh iya, kakak kamu gimana kabarnya?". Tanya Dewa pada Putri


"Kak Siska? Baik. Tumben kakak nanyain". Ucap Putri


"Hehe udah lama ngga ketemu". Ucap Dewa


"Dia jarang pulang kak. Banyak kerjaan". Ucap Putri


"Eum, maaf Put, dia masih kerja kayak gitu?". Tanya Dewa


"Masih, tapi kata ibu dia juga kerja di salon sama di butik. Semenjak cerai dia nyari kerja tambahan". Ucap Putri


"Lah udah cerai?". Tanya Dewa


"Iya". Jawab Putri


"Ya ampun, kasihan Azzam". Ucap Dewa


"Gas lah". Ucap Raja pada Dewa


"Ya itu. Gue nikahin Putri, lu nikahin kakaknya-"


"Uhuk". Tahta tersedak


"Omongan lu ngaco ya". Ucap Dewa


"Hahaha gue bercanda kali". Ucap Raja


"Oh iya, kak Raja sama kak Tahta kan bentar lagi lulus, nanti kita jalan-jalan ya, ngerayain kelulusan". Ucap Putri


"Kan kita mau nikah". Ucap Raja


"Eum-". Putri terdiam, begitu pun dengan Tahta dan Dewa


"Hehe langsung nikah ya? Buru-buru banget?". Tanya Putri


"Emang kamu ngga mau kita cepet-cepet halal?". Tanya Raja


"Bukan gitu-"


"Bener kata Putri, kita jalan-jalan dulu, emang lu ngga suntuk abis ngerjain tesis? Refreshing dulu lah". Ucap Dewa


"Ngga. Gue ngga mau nikahan gue ditunda lagi. Soal jalan-jalan bisa nanti". Ucap Raja


"Yaudah, lu atur aja". Ucap Dewa mengalah, usahanya untuk mengulur pernikahan Raja dan Putri gagal, Raja bersikeras menikahkan Putri secepatnya


"Apa iya gue harus nikah dua kali? Ngga mungkin kan?"


---


Pukul delapan malam, Putri baru tiba dirumah setelah menemani Raja membeli keperluannya. Setelah membersihkan diri dan berpakaian, ia duduk ditepi ranjang sambil membuka ponselnya, tidak lain untuk menghubungi Tahta yang belum tiba dirumah


"Katanya udah selesai?"


"Iya udah selesai, tapi sekarang di tongkrongan"


"Ngapain?"


"Ngumpul bentar, pada kangen hehe"


"Serius ih! Pulang sekarang!"

__ADS_1


"Hmm, kenapa sih buru-buru nyuruh pulang? Mau ngasih jatah?"


"Jatah pala mu! Anterin aku ke supermarket, kalo ngga mau aku pergi sendiri"


"Eh jangan, jangan. Iya kakak pulang sekarang, tunggu ya cantik, istriku"


"Buruan!"


"Iya sayang"


---


Setelah mereka berbelanja kebutuhan pribadi dan kebutuhan untuk dirumah, mereka sedang dalam perjalanan menuju apartment. Malam ini mereka berencana untuk beristirahat disana


"Tadi kemana sama Raja?". Tanya Tahta


"Ke toko baju, nemenin beli kemeja sama jas. Terus dinner ditempat biasa". Jawab Putri


"Dia ngga minta kamu tidur dirumah?".


"Tadinya iya, tapi aku bilang kak Siska mau dateng, mau nitip Azzam".


"Hmm. Berarti kamu bohong gitu karna mau tidur sama kakak kan?". Tanya Tahta sambil tersenyum


"Ih, apaan sih". Ucap Putri


"Hahaha terus kenapa? Padahal bisa aja kamu tidur sama dia, ngga perlu bohong". Ucap Tahta


"Ck, serba salah deh, nanti aku tidur sama kak Raja, kakak ngambek, cemberut. Giliran mau tidur sama kakak malah diledekin". Ucap Putri


"Hahahaha bercanda sayangku". Ucap Tahta sambil mengacak poni Putri


"Kalo diingat-ingat padahal dulu Raja ngga pernah mau temenin kamu tidur..."


"Kakak yang selalu temenin kamu. Eh sekarang maksa banget harus tidur bareng terus". Ucap Tahta


"Iya juga sih, dulu kak Raja ngga peduli sama aku. Jangankan temenin tidur, temenin main aja jarang banget..."


"Pokoknya sikapnya dingin, mungkin dia ngga suka punya adik cewek?". Ucap Putri


"Bukan ngga suka, dulu dia pernah ngeledekin kakak waktu kakak temenin kamu main masak-masakan, main barbie, main salon-salonan, dia bilang "awas lu jadi banci main sama cewek mulu-"


"HAHAHAHAHAHA". Putri tertawa keras


"Banci? Hahaha kak Raja ngomong gitu?" Tanya Putri


"Iya. Mungkin karna itu dia jarang temenin kamu main, dia ngga mau main permainan anak cewek". Ucap Tahta


"Eum gitu..."


"Udah jelas cuma kak Tahta yang peduli sama aku dari kita kecil". Ucap Putri sambil menatap keluar jendela


Tahta tersenyum, ia raih dagu Putri untuk menghadap ke wajahnya


"Kalo gitu ngga ada salahnya dong kita nikah? Kakak akan terus temenin kamu sampai kamu tua..."


"Dan kalo sekarang kamu mau main masak-masakan lagi ayo, kakak temenin". Ucap Tahta sambil tersenyum


"Hmm, mulutnya manis banget". Ucap Putri


"Masa sih? Emang hari ini udah nyobain?". Tanya Tahta


"Kakak! Maksud aku kata-kata kakak yang manis". Ucap Putri


"Oh hahahaha, biasa aja kali ngga usah salting". Ucap Tahta


"Siapa juga yang salting?". Ucap Putri sambil mencibikkan bibirnya


"Bohong? Kok pipinya merah?". Ucap Tahta


"Ih, jangan ngeledek!". Ucap Putri


"Hahaha..."


"Oh iya sayang, waktu kita kecil kan main masak-masakan, sekarang udah besar gimana kalo kita main kuda-kudaan aja?". Tanya Tahta


"Ih kakak! Rasain nih!". Jerit Putri sambil memukul lengan Tahta bertubi-tubi,


"Hahaha tolong ditonjok Chris John". Ucap Tahta sambil mengusap lengannya


---


Bersambung ya


Ayo ayo jangan lupa likenya yang cantik yang ganteng. Semangatin aku biar aku update lagi 😚

__ADS_1


__ADS_2