
Pagi cerah dengan kicauan burung,kali ini Xana pergi sekolah dengan Kak Petra dan Kak Albert karena Kak Sean dan Mamanya menemani Ayah pergi ke suatu tempat.
"Huh!Mama sama Papa gabisa gitu,ya gausah bawa-bawa Kak Sean?!Padahal udah tau Xana suka dianter Kak Sean!"kesal Xana.
"Baby,jangan gitu dong...kalau kamu begitu aku dan Kak Albert benar-benar tersinggung dan merasa tak ada artinya,"Ujar Kak Petra.
"Makanya cari cewek sono!"bentak Xana.
Lagi-lagi mereka tertohok akan kata-kata Xana.Mereka tidak berkutik jika Xana kesal karena ya gitu...Sesuatu yang tidak mungkin pun akan menjadi mungkin bagi Xana.
Sesampainya di sekolahan Xana Kakaknya tidak masuk dan pergi.Xana masuk dengan logat premannya lagi.Kini para siswa yang berlalu lalang itu menepi akan kehadiran Xana.
"Sial!Apa yang kau lihat B*bi!"Xana memarahi seseorang yang menatapnya.
"Kau juga!Apa yang kau lihat?!Kedua Kakakku tidak menyukaimu!"Bentak Xana kepada para gadis yang menatap jauh Kakaknya Xana.
Mereka tidak bisa membalas dan hanya bisa terdiam.Xana adalah tipe orang yang tidak bisa dilawan dan ditawar jika kesal dan marah.Gadis itu hanya bisa dibujuk oleh Ksatrianya,Sean.Bagi Xana,Kak Sean adalah Kakak terbaiknya dan paling hebat.Bagaimana tidak? ditinggal oleh ibunya selama 3 tahun lamanya,Xana hanya tinggal bersama beberapa pelayan dan Kak Sean.Apapun yang terjadi pada Xana hanya Kak Sean yang tahu dan peduli.
"Huhu,bagaimana aku bisa semuda ini.Kak Sean sudah Kuliah.Jika aku lulus SMA,Kak Sean sudah lulus dan kerja.Bagaimana denganku?"Keluh Xana saat didalam kelas.
"Apa sekarang dia mulai gila?berbicara sendiri dan kesal sendiri?"bisik anak gadis yang duduk di depan kelang 2 kursi dengan Xana.
Xana mendengar itu dan berhenti berekspresi sedih.Ia berekspresi dingin lalu menatapkan matanya pada gadis tadi.Ia menatap dingin dan tajam gadis berambut pendek itu.Karena kelewat kesal dan tidak ada pelampiasan,Xana mendekati gadis itu.Ia menendang kursi gadis itu hingga membuatnya kaget.
"B*bi kau tidak bilang apa?"Xana bertanya dengan nada datar.
"A-aku tidak...."belum selesai cewek itu bicara,Xana memukul pipi nya.
"Aku bilang kau gila!kenapa?!Memang kau gila!siapa orang yang bicara sendiri jam segini?!"Bentak gadis itu.
"Anak s*alan,namamu...enjely,ya"Xana meluhat papan nama cewej yang tersungkur itu.
Kekesalan Xana tidak tertahan.Ia memukul teman cewe tadi yang tertawa saat cewek itu mengolok Xana.Dua orang sudah tersungkur,Kemudian ada serangan dari seorang pria dari belakang.Xana mengelak dan akhirnya serangan itu mengenai cewek yang baru berdiri dari tersungkurnya tadi.
"AKKHHHH!!S*ALAN!!! APA KAU TIDAK LIHAT ADA AKU?!"Teriak Cewek itu kesakitan.
"maaf,aku tidak bermaksud....."belum selesai cowok itu bicara,Xana menendang perutnya kebelakang.
BRRUUUKKKK!!!
__ADS_1
Suara 2 meja yang ditimpa cowok itu terbelag dua menandakan tendangan kuat Xana benar-benar sakit.
"Cewek s*alan mentang-mentang anak orang kaya kamu jadi...."lagi-lagi belum selesai bicara Xana sudah menendang wajah cewek itu.
Tampak keluar darah dari hidung cewek tersebut.Cewek itu melihat darah itu dan pingsan.Teman satunya lagi berusaha menyerang Xana dari belakang dengan kursi.Xana menahan kursi besar dan berat itu.Terlihat Xana menahannya dengan santai dan anggun.Semua orang yang melihatnya tertegun karena kehebatan Xana akan berkelahi.Xana mendorong kursi itu sekuat tenaga ke cewek tersebut.
AAAAKHHHHHH!!!!
Teriakan gadis itu mengundang guru berdatangan.Seorang guru wanita terdiam dan tidak berkutik setelah tahu itu ulah Xana.Guru itu takut sesuatu buruk menimpanya.Lain halnya dengan Pak Jordi,guru bahasanya.Pak Jordi masuk dan memaki Xana habis-habisan.
"Xana!Apa yang kamu lakukan?!Kamu kira ini sekolah ayahmu?!Kau kira ayahmu orang hebat bisa mengganti semua ini?!Apa kamu tidak malu dengan sikapmu?!Saya akan laporkan kamu kepada kepala sekolah dan saya pastikan kamu akan dikeluar-....."Belum lagi selesai bicara,guru itu kena tendangan Xana di bagian kepala.
Guru itu bangkit dan kesal.
"Kamu pikir kamu hebat?!"Guru itu menyerang Xana dengan tinjuan.
Xana mengelak dan meninju balik perut guru itu.Guru itu terpental dan mengeluarkan darah dari mulutnya.Semua murid yang tahu bahwa guru itu adalah guru tergarang dan ditakuti anak kelas atas terdiam dan terpelongo.
"Kau...Aku pastikan kau akan dikeluar-...."lagi dan lagi belum selesai guru itu bicara Xana menendang perut guru yang terlentang itu.
Guru itu pingsan.Kepala Sekolah datang.Kepala Sekolah sudah tahu sejak tadi namun ia tidak berani karena ini kelakuan Xana.
Xana belum puas dan menendang sekali lagi pipi guru tadi hingga guru itu terpental.Kepala sekolah gemetaran dan membawa pergi guru yang pingsan lemas itu.
"Berani berbuat,berani bertanggung jawab.Itu baru namanya Jagoan,B*ngs*t"Bentak Xana.
Beberapa siswa membantu siswa yang pingsan ke UKS.Mereka tidak berani mendekat dengan Xana.Xana tidur menghadap jendela.Kelas menjadi sunyi berpenghuni karena Xana tidur.Mereka takut bernasib sama dengan gadis dan guru tadi jika membangunkan Singa itu.
××××××××××××××××××××××××××××××××××
Disisi lain,Kak Sean,Ayah,dan Ibu berziarah ke makam leluhur mereka.Ibu dan Ayah Sengaja mengajak Kak Sean karena Ia anak Sulung yang pernah ditemui oleh leluhur mereka tersebut.
"Ada apa Sean?"Tanya ibunya yang sedari tadi melihat gelagat putranya yang gelisah dan cemas.
"Ma,Sean khawatir dengan Xana,"ucap Sean.
"Xana,ya.Tenang saja,Mama sudah suruh Petra dan Albert buat urus Xana dan anterin Xana."jelas Ibunya.
"Nggak,bukan cuma itu.Xana pasti kesal karena aku pergi tanpa pamit,aku takut ia membuat kekacauan di sekolahnya,"Sean tambah cemas.
__ADS_1
"Aduh,anak Mama.Xana sudah cukup dewasa dan mandiri.Dia tidak akan seegois dulu."ujar Ibunya.
Kak Sean dan Ayahnya hanya bisa diam karena ibu Xana tidak tahu bahwa Xana bahkan pernah memukul orang dengan bola basket.
"Apa yang akan kita lakukan jika ia marah pada kita,Pa?"tanga Sean.
"Papa tidak tahu,mau gimana pun Xana tetap menurun sifatku,ini...bagian sifat yang tidak benar,tapi anak gadisku menurunnya,"Ayahnya itu benar-benar tidak habis pikir.
"Ya,dan sifat iseng Papa menurun pada Petra seorang diri,"ujar Sean.
"Hoho~ Setiap anak Papa memiliki kepribadian dan keinginan yang berbeda tentunya,"ayah mengalihkan pembicaraan.
Mereka Pulang Setelah Xana sudah ada di rumah.Mereka melihat seorang gadis masih berpakaian rapi sekolah duduk dengan angkuh di sofa yang sering diduduki ayahnya.
"Wah wah,darimana kalian?!"Bentak Xana.
"Ziarah,"Ibu dan Kak Sean menjawab serempak.
"Sial,apa tidak bisa mengantarku dulu aku bahkan mencari ke rumah teman Kakak,Kakak setega itu ya dengan Xana seka-...."Belum selesai Xana bicara Kak Sean sudah menyogok Xana dengan Es krim Coklat mahal kesukaan Xana.
"Nah,gitu donk!"Xana mengambil es krim itu dan memakannya.
Kak Sean Paking tahu apa yang bisa meluluhkan mood adiknya itu.
Ketika semua orang berada di atas dan duduk bersantai.Ayah mendapat telepon di Aula bawah.Itu dari Kepala Sekolah,ia mengatakan apa yang telah diperbuat Xana.Ayah tidak terkejut,Karena tahu akan begini.Tapi kepala sekolah tidak mempermasalahkannya dan justru mengeluarkan guru yang menghina Xana.Sepanjang cerita kepala sekolah ayah hanya menjawab pertanyaan terakhir kepala sekolah dengan jawaban "Terserah".
"Astaga,Ayah dan Anak sama egoisnya,ya"ujar Kepala Sekolah menggeleng-geleng.
--Bersambung
PERHATIAN!!!
Yuk,dukung Penulis dengan Like,Favorite,dan Vote agar penulis Semangat!!(✯ᴗ✯)
Hai,disini Mortoon!Selanjutnya untuk setiap Episode dari Novel
"AKU DAN KETIGA KAKAKKU"
Akan terbit setiap hari Rabu!
__ADS_1
Nantikan selalu episode-episode terbaru dari Mortoon,ya! see you all~(≧▽≦)