
Beberapa jam telah berlalu, Putri dan Raja sudah selesai dengan mata kuliahnya. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Putri setelah makan siang bersama di restoran langganan mereka
"Sayang udah waktunya aku magang, temenin aku nyari tempat magang yuk". Ucap Putri
"Udah mulai?". Tanya Raja
"Iya...aku bingung nih mau magang dimana". Ucap Putri
"Ngapain bingung sayang, kan kakak kamu punya kantor, magang disana aja". Ucap Raja
"Oh iya bener, yaudah deh nanti aku bilang dulu ke kak Dewa, bisa nggak ya". Ucap Putri
"Apa yang Dewa nggak bisa buat kamu, adik kesayangan..."
"Eh bukan, cewek idaman, kesayangan". Ucap Raja
"Hehe mulai deh". Ucap Putri
"Oh iya kemarin waktu kita ngga bareng, aku udah mulai ngurus berkas-berkas persyaratan nikah kita, di bantu temen aku". Ucap Raja
"Kamu gak repot? Kenapa ngga nunggu kamu lulus aja?". Tanya Putri
"Gapapa, diurus dikit-dikit sayang..."
"Tadinya aku sempet ragu, takut semuanya sia-sia karna kamu dijodohin sama Tahta". Ucap Raja
"Udah sih ngga usah dibahas lagi". Ucap Putri
"Hehe iya sayang, aku kan cuma ngasih tau". Ucap Raja sambil mengecup tangan Putri
Setibanya dirumah orang tua Putri, mereka segera melangkahkan kakinya memasuki pintu utama dan langsung menaiki tangga menuju kamar Ibrahim
"Ayah". Ucap Putri dan Raja kompak saat melihat Ibrahim sudah terbangun dari komanya dan terlihat sedang berbincang bersama Melly
Mereka pun buru-buru menghampiri ranjang dan mengambil posisi disisi Ibrahim
"Ayah, ayah udah sadar". Ucap Raja sambil memegang tangan Ibrahim
"Ibu, ayah udah sadar daritadi?". Tanya Putri
"Iya sayang, tadi pagi". Jawab Melly
"Syukur lah..."
"Putri seneng banget ayah sadar". Ucap Putri sambil memeluk Ibrahim yang masih terbaring
"Kamu...kamu siapa". Ucap Ibrahim dengan suara pelan
"Hah". Putri termangu mendengar ucapan Ibrahim begitu pun dengan Raja
"Ayah, ini Putri...anak ayah". Ucap Putri
"Putri, Putri siapa". Ucap Ibrahim
"Hmm..."
"Ibu, kok ayah lupa sama Putri? Ayah hilang ingatan?". Tanya Putri pada Melly
Ibrahim tersenyum tipis sambil memberi sebuah isyarat pada Raja bahwa dirinya hanya berpura-pura melupakan Putri
Raja yang paham dengan maksud dari Ibrahim hanya bisa mengangguk sambil menutup mulutnya rapat-rapat untuk menahan tawanya
"Ibu ngga tau sayang". Ucap Melly
"Ayah, ini Putri. Anak ayah. Ayah ngga inget sama Putri?..."
"Ini Yah, ini siapa? Ayah inget ngga?". Tanya Putri sambil menyentuh Raja
"Ini...Raja...anak ayah". Jawab Ibrahim
"Hah. Putri juga anak ayah, kok ayah lupa sama Putri tapi inget sama Raja..."
"Sayang, ini gimana? Emangnya koma bikin sebagian ingatan hilang ya?". Tanya Putri pada Raja
"Eh, aku ngga tau sayang". Ucap Raja
"Duuuh ayah, ayah beneran ngga inget sama Putri? Anak ayah". Tanya Putri
"Engga, anak ayah...Raja". Ucap Ibrahim
Putri pun menghela nafas kekecewaan mendengar ucapan Ibrahim, ia merasa sedih bahwa sang ayah kandung tidak mengingatnya sama sekali
Ibrahim, Melly dan Raja masih berusaha menyembunyikan senyuman dan tawa mereka melihat raut wajah Putri yang terlihat murung
"Ayah...kok bisa gini sih...ini Putri anak kandung ayah". Ucap Putri sambil mengusap tangan Ibrahim
"Sabar sayang. Kan ayah belum pulih sepenuhnya". Ucap Melly
"Tapi ayah lupa sama Putri bu". Ucap Putri
"Ayah, coba ayah inget-inget lagi..."
"Ayah inget kak Siska?". Tanya Putri
"Siska...anak ayah...dan Azzam cucu-"
"Tuh ayah inget, kenapa ayah lupa sama Putri..."
"Kita bawa ayah kerumah sakit ya, ingatan ayah ada yang hilang". Ucap Putri pada Raja
"Hehehe panik ya". Ucap Ibrahim
"Hah? Ayah ngomong apa". Ucap Putri
"Kamu panik? Ayah cuma bercanda sayang". Ucap Ibrahim sambil tersenyum
"Iihh ayaaah, ayah ngerjain Putri ya". Ucap Putri
"Hehehe ayah ngga tega liatnya". Ucap Ibrahim
"Putri seneng ayah udah sadar, Putri kangen banget sama ayah". Ucap Putri
"Ayah juga kangen sama kamu..."
"Ibu cerita katanya ayah koma hehe". Ucap Ibrahim
"Iya Yah, gara-gara..."
__ADS_1
"Eh engga-engga lupain aja, ayah udah makan belum?". Tanya Putri
"Gara-gara Siska, ayah inget Siska dorong ayah dari tangga karna ayah marah Siska bawa laki-laki asing ke kamarnya". Ucap Ibrahim
"Hmmm, udah ya Yah. Jangan diinget-inget lagi". Ucap Putri
"Iya sayang..."
"Nak, kamu udah lulus?". Tanya Ibrahim pada Raja
"Belum Yah, ayah doain Raja ya biar bulan depan Raja lulus". Ucap Raja
"Aamiin, ayah selalu doain kamu sama Putri". Ucap Ibrahim
"Kemarin kemana aja nak kok ngga kesini? Tumben". Tanya Melly pada Raja
"Hehe sibuk bu". Jawab Raja
"Hmm sibuk apa lagi ngambek". Ucap Melly
"Ooh kemarin lagi marahan?". Tanya Ibrahim
"Iya Yah, nih si cantik cemberut mulu, berangkat kuliah sendiri, pulang sendiri". Ucap Melly sambil melirik Putri
"Tapi sekarang udah bareng lagi, ngga kuat ya marahan lama-lama?". Tanya Ibrahim pada Putri dan Raja
"Apaan sih ayah". Ucap Putri sambil tertawa kecil
"Hehehe namanya juga kangen Yah, semalem aku suruh nginep dirumah nak Raja biar baikan lagi". Ucap Melly
"Ooh pantesan, abis marahan trus kangen-kangenan ya". Ucap Ibrahim
"Ayaaaah udaaaah..."
"Ada yang merah nih pipinya". Ucap Putri sambil menangkup wajah Raja
"Kok aku sih". Ucap Raja
"Hehe kalian udah makan belum?". Tanya Melly
"Udah bu". Ucap Putri dan Raja
"Yaudah kalian istirahat dulu gih, pasti capek habis pulang kuliah..."
"Bikinin nak Raja minum sayang". Ucap Melly pada Putri
"Yaudah Putri sama Raja keluar ya. Ayah istirahat lagi". Ucap Putri
"Iya sayang". Ucap Ibrahim
Putri dan Raja segera beranjak dari kamar Ibrahim dan Melly dan menuruni tangga menuju dapur
"Mau minum apa sayang?". Tanya Putri
"Susu. Yang semalem". Bisik Raja sambil memeluk erat Putri dari belakang
"Iih mesum nya kumat, aku bikinin es jeruk ya". Ucap Putri
"Ngga suka". Ucap Raja
"Hehehe yaudah lepas, mending kamu duduk dulu". Ucap Putri
"Susah kalo sambil dipeluk". Ucap Putri
"Biarin". Ucap Raja
"Huh yaudah terserah..."
"Oh iya, lusa kak Tahta ulang tahun, boleh ngga aku dinner sama dia?". Tanya Putri
"Engga". Jawab Raja
"Ngga boleh?". Tanya Putri
"Ngga boleh". Jawab Raja
"Kenapa?". Tanya Putri
"Ngga suka, aku cemburu". Jawab Raja
"Hmm yaudah". Ucap Putri
"Marah?". Tanya Raja
"Engga kok". Jawab Putri
"Hahaha bercanda sayang, yaudah sana kalo mau dinner". Ucap Raja
"Gapapa nih? Ntar ngambek lagi". Tanya Putri
"Engga kok gapapa, cuma dinner". Ucap Raja
"Hehehe makasih ya". Ucap Putri
"Iya, tapi kalo dandan jangan cantik-cantik nanti dia naksir". Ucap Raja
"Hahaha apaan sih..."
"Udah nih minum dulu". Ucap Putri sambil melepas tangan Raja dari pinggangnya
Raja pun segera mengambil gelas minumannya yang sudah disiapkan oleh Putri
"Enak ngga?". Tanya Putri
"Enak". Jawab Raja
Raja kembali meneguk minumannya dan ia berikan untuk Putri melalui perantara bibir mereka
"Enak kan, bibir kamu bikin minumannya tambah manis". Ucap Raja
"Jorok ih". Ucap Putri
"Yaelah lebay". Ucap Raja sambil mengusap wajah Putri
"Aku pulang ya sayang, udah sore". Ucap Raja
"Hmmm buru-buru banget". Ucap Putri
__ADS_1
"Besok kesini lagi, aku jemput". Ucap Raja
"Yaudah deh". Ucap Putri
"Oh iya ada ini, buat kamu". Ucap Raja sambil mengeluarkan selembar cek yang sempat diberikan oleh notaris sang papa
Putri pun meraih kertas tersebut dan membaca tulisan diatasnya dengan seksama
"Cek, buat aku? Ngga mau ah". Ucap Putri sambil menaruh kertas tersebut ditangan Raja
"Dari papa sayang". Ucap Raja
"Ngga mau". Ucap Putri
"Ambil, orang ini amanah dari papa yang kemarin disampein sama pak Bagus". Ucap Raja
"Iya kamu pake aja, buat tambahan persiapan nikah kita hehe". Ucap Putri
"Engga, aku udah ada. Ini kan hak kamu sayang masa aku pake..."
"Nanti papa marah loh kalo kamu nolak, ambil ngga". Ucap Raja
"Engga, ngga-"
"Udah, ambil". Ucap Raja
Raja menaruh kertas tersebut secara paksa kedalam saku jaket yang dipakai Putri
"Simpen, ditabung aja..."
"Kalo buat kebutuhan kamu nanti aku yang tanggung jawab". Ucap Raja
"Hahaha apaan sih". Ucap Putri
"Hehe yaudah aku pulang ya". Ucap Raja
Cup, Raja mendaratkan ciumannya dibibir Putri
"Eungh"
Putri melenguh saat merasakan hangatnya bibir Raja yang menyapu seluruh sudut bibirnya
Dan seakan tidak ingin berpisah, Putri mengeratkan pelukannya pada leher Raja, begitu pun Raja yang semakin mengunci tubuh Putri dipelukannya
Sudah cukup lama bibir mereka saling bertautan, Putri pun sudah tidak bisa mengatur nafasnya, sementara Raja terlihat masih sangat menikmati ciuman intens mereka,
Putri yang meronta-ronta ingin melepaskan tautan mereka, tengkuknya justru ditahan dan semakin ditekan oleh Raja
"Sshh...kok digigit sih". Ucap Raja menyentuh bibir bawahnya
"Kamu mau aku mati kehabisan nafas". Ucap Putri
"Hahahaha iya maap..."
"Yaudah aku mau pamit dulu ke ayah sama ibu". Ucap Raja
"Yuk". Ucap Putri
Putri mengantar Raja kembali kekamar orang tuanya untuk berpamitan sebelum pulang kerumah
---
Malam harinya Putri yang sedang berbaring diranjang sambil berbalas pesan dengan Raja, mendengar suara sang ibu yang memintanya untuk segera menuju kamar sang ayah karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan
Putri pun segera menuju kamar sang ayah dan mendengarkan apa yang ingin dibicarakan oleh kedua orang tuanya
"Udah Yah, ayah kan baru siuman, jangan mikirin ini dulu". Ucap Putri
"Ayah gapapa, coba bilang sama ayah, jadinya kamu mau menikah sama nak Raja atau nak Tahta?". Tanya Ibrahim
"Raja Yah". Jawab Putri
"Lagian menurut ibu tiga-tiganya itu laki-laki baik, jadi gak masalah mau nikah sama yang mana hehehe". Ucap Melly
"Ngga gitu dong bu, kasian Raja". Ucap Putri
"Iya sih...tapi soal wasiat orang tuanya Raja itu gimana?". Tanya Melly
"Ayah sempat berfikir untuk tidak terlalu ikut campur urusan asmara kamu, kamu bebas mau punya hubungan sama siapa pun..."
"Tapi kalau masalahnya seperti ini, ada amanah yang harus dijalankan dan permintaan terakhir yang harus dipenuhi, ayah rasa ada baiknya kamu mengikuti permintaan orang tua angkat kamu..."
"Karena menurut ayah, orang tua angkat kamu sudah sangat berbaik hati mau merawat dan membesarkan kamu, dan mereka hanya meminta kamu untuk menikah dengan salah satu anaknya. Ayah sebagai orang tua kandung kamu hanya bisa memberi restu kalau itu yang terbaik". Ucap Ibrahim
"Tapi Yah, Putri ngga bisa, Putri ngga tega sama Raja, kalau ayah berfikir kayak gitu, kenapa ayah ngga liat semua usaha Raja sampe sejauh ini..."
"Raja yang udah bikin Putri ketemu ayah sama ibu. Raja rela ngeluarin waktunya buat nyari keluarga Putri, dan sampe detik ini Raja masih sibuk ngurusin pernikahannya sama Putri, jadi Putri bener-bener ngga bisa ninggalin Raja". Ucap Putri
Ibrahim menghela nafas panjang mendengar ucapan sang anak
"Tapi ini soal wasiat nak, ayah sebagai orang tua sangat tau rasanya bagaimana meminta sesuatu demi kebaikan anak sendiri, dan itu adalah permintaan terakhir sebelum meninggal, pasti dialam sana, orang tua angkat kamu sangat menantikan pernikahan kamu dengan nak Tahta". Ucap Ibrahim
"Ayah....ayah ngga kasian sama Raja? Raja pasti hancur kalo tiba-tiba Putri mutusin buat nikah sama kak Tahta". Ucap Putri
"Raja sudah dewasa sayang, dan dia seorang kakak, ayah yakin Raja akan lapang menerima keputusan kamu". Ucap Ibrahim
"Maaf Yah, ayah ngga tau apapun soal Raja, Raja ngga kayak gitu. Apalagi setelah semua usaha yang udah dia lakuin buat Putri..."
"Raja pasti kecewa dan marah besar. Putri paham banget sama sifat Raja, ngga semudah itu Yah". Ucap Putri
"Udah Yah jangan dipaksa, terlepas dari adanya wasiat atau engga, Putri dan nak Raja memang saling mencintai, beda sama Putri ke nak Tahta". Ucap Melly pada Ibrahim
"Iya Yah ibu bener, Putri ngga ada perasaan apapun ke kak Tahta selain rasa sayang adik ke kakak, kalo pun Putri nikah sama kak Tahta, itu karna terpaksa, jadi buat apa". Ucap Putri
"Iya Yah, nak Tahta juga sudah mengalah, dia membiarkan Putri menikah sama nak Raja alasannya ngga mau mengganggu hubungan mereka". Ucap Melly
"Ayah hanya merasa ngga enak dengan orang tua angkat kamu..."
"Gimana kalau besok kamu bawa nak Raja dan nak Tahta kesini, kita bicarakan ini sama-sama". Ucap Ibrahim
"Engga Yah, itu sama aja nyakitin hati Raja, Putri ngga bisa. Intinya Putri ngga akan penuhin wasiat itu..."
"Maaf Yah kali ini Putri ngga nurut omongan ayah, Putri lakuin ini karna Putri menghargai Raja, karna dia udah nunjukin keseriusannya sama Putri..."
"Yaudah kalo gitu ayah istirahat ya, masalah ini jangan dibahas lagi. Ayah harus inget, Raja yang udah bikin keluarga kita berkumpul lagi". Ucap Putri sambil mengusap tangan sang ayah
"Bu, Putri ke kamar ya". Ucap Putri
__ADS_1
Putri pun segera bangkit dari duduknya dan beranjak meninggalkan kamar orang tuanya.