Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Kecurigaan Raja


__ADS_3

"Jadi dia cowok yang ketemu sama kamu di club? Yang dia bilang mau bayar kamu?".


"Iya kak. Aduh, aku jadi takut ngeliat dia, kok dia bisa disini sih".


"Tadi dia bilang mau meeting, mungkin dia pemilik perusahaan? Atau sekretaris atasannya?..."


"Hati-hati ya sayang, kalo ketemu dia, sebisa mungkin menghindar". Ucap Tahta


"Iya. Eum, kok kamu masih disini? Aku kira udah pergi?".


"Selama aku nganterin kamu, ke sekolah, ke tempat les, ke kampus, kemana pun, bahkan kesini, aku ngga pernah pergi sebelum pastiin kamu bener-bener masuk ke tempat tujuan kamu..."


"Aku ngga mau ada kejadian aneh-aneh, dan bener aja kan, sekarang kejadian?". Ucap Tahta


"Oh hehehe makasih ya kak".


"Ngga perlu bilang makasih, kamu istri aku, udah kewajiban aku utamain keselamatan kamu..."


"Yaudah sana masuk, udah mulai panas disini". Ucap Tahta sambil mengusap kepala Putri


"Yaudah aku masuk, bye...hati-hati dijalan". Ucap Putri melambaikan tangannya dan direspon sama oleh Tahta


"Siap sayang".


Tahta beranjak dari posisinya setelah Putri memasuki pintu utama dari gedung tersebut


---


"Sayang, tunggu sebentar ya, ini macet banget di pertigaan, kira-kira lima menit sampai sepuluh menit lagi aku nyampe"


"Iya yaudah, hati-hati"


"Iya".


Putri menghela nafas, ia memutuskan untuk ke warung terdekat, membeli minuman dingin sambil menunggu Raja yang sedang terjebak macet


"Deg-degan banget mikirin malam ini, ngga tau deh apa yang bakal terjadi".


"Ehem". Seorang pria menghampiri Putri


"Eh? Lu lagi?". Putri panik, ia kembali bertemu dengan sosok pria yang menggodanya sewaktu menghampiri Siska di tempat hiburan malam


Tanpa jas formal yang melekat di tubuhnya seperti tadi pagi, pria itu duduk tepat di depan Putri


"Tegang banget, biasa aja kali". Ucap pria itu


"Lu ngapain kesini?". Tanya Putri


"Nyari lu, eh ternyata lu belum balik".


"Nyari gue? Ngapain?".


"Ya ngga ngapa-ngapain sih, iseng aja".


"Ck, alasan lu ngga masuk akal".

__ADS_1


"Haha, kenapa masih disini? Ngga balik?".


"Nunggu dijemput".


"Hmm...oh ya kenalin, gue Adrian". Ucap pria itu mengajak Putri berkenalan, namun Putri acuh memalingkan wajahnya


"Gak peduli".


"Hahahaha ok, gue cuma ngasih tau".


"Adrian? Kok gue kayak pernah denger namanya? Adrian? Adrian? Hah? Jangan-jangan Adrian Pratama? Investor yang kemarin baru nanam saham? Tadi pagi dia ke kantor buat meeting kan?".


"Eum, sorry, lu, Adrian...Pratama bukan?". Tanya Putri berhati-hati


"Iya, kok lu tau?"


"Iya gue baru inget. Eum, sorry, sorry, harusnya gue manggil lu bapak ya?".


"Hahaha gue ngga setua itu buat dipanggil bapak".


"Ya lu kan investor di kantor gue magang, biar sopan aja gitu".


"Haha lucu lu, kalo diluar kantor panggil Adrian aja kali. Oh iya, nama lu Putri kan, gini, sebenarnya gue nyari lu ada yang mau gue omongin..."


"Soal di club waktu itu, gue minta maaf ya buat sikap gue". Ucap Adrian


"Hahaha ngapain minta maaf? Bukannya lu sendiri yang bilang itu tempat maksiat? Jadi lu tau dong orang-orang disana kayak apa?".


"Haha iya, iya, tapi jujur, gue minta maaf gini karna mandang suami lu, gue gak enak udah godain istrinya, udah gue ajak tidur, gue kasih harga pula. Sorry ya, kesannya gue ngerendahin lu".


"Hehe iya, sorry juga buat sikap gue tadi pagi".


"Huh. Gak mencerminkan seorang pemilik perusahaan".


"Hahaha gue emang gitu kalo diluar kantor, slengek'an, tapi soal kerjaan gue profesional kok".


"Iya percaya, kalo gak profesional gak mungkin lu jadi investor, berarti lu pengusaha sukses".


"Hehe thanks, by the way, lu kuliah dimana?".


"Di A".


Tin tin


"Raja".


Raja terlihat buru-buru melepas seatbelt dan turun menghampiri Putri dan Adrian


"Sayang? Ini siapa?". Tanya Raja to the point sambil melirik Adrian


"Eum, ini Adrian, investor di kantor aku magang hehe". Jawab Putri


"Loh gue kira lu di jemput suami lu? Beda lagi?". Tanya Adrian


"Apa? Suami? Maksudnya?". Tanya Raja menatap tajam kearah Putri

__ADS_1


"Astaga Adrian, kenapa ngomong gitu sih".


"Hmm, engga, sayang, engga...dia salah ngomong". Ucap Putri


"Bentar, tadi lu bilang apa? Suami?Iya?". Tanya Raja pada Adrian


"Eh, engga, dia salah ngomong". Ucap Putri dengan wajah panik


"Kamu diem, aku lagi ngomong sama dia". Ucap Raja


"Haha santai bro, gue salah ngomong". Ucap Adrian


"Tuh, udah yuk, kita pulang". Ucap Putri meraih tangan Raja


"Adrian, gue duluan ya". Ucap Putri


"Iya Putri, hati-hati". Ucap Adrian direspon anggukan oleh Putri


"Tuh cewek problematic juga ya, kayaknya punya suami tapi punya cowok juga? Hahaha ada-ada aja"


---


"Bisa jujur sama aku soal yang dibilang orang tadi?". Tanya Raja


"Ya ampun, dia tu salah ngomong". Ucap Putri


"Aku ngga percaya dia salah ngomong, malah dia keliatan heran kamu di jemput sama aku?..."


"Dan kamu juga keliatan panik. Jadi siapa suami yang dia maksud?".


Putri menghela nafas dalam


"Udah lah, mungkin udah saatnya Raja tau".


"Omongan dia bener". Ucap Putri


"Apa? Bener? Maksudnya apa Putri?! Ngomong yang jelas!". Ucap Raja sedikit berteriak


"Kita kerumah ayah, kamu bakal tau semuanya".


"Ck, ini ada apa sih!".


"Ya nanti kamu bakal tau semuanya".


Raja menghentikan laju mobilnya


"Jelasin ke aku sekarang, ini sebenarnya ada apa?". Tanya Raja


"Kita kerumah ayah dulu, disana kamu bakal tau jawabannya, Raja. Please, jangan desak aku kayak gini".


"Arrghh!". Raja berteriak sambil memukul stir kemudinya


---


next yuk, aku up dua chapter, tapi jangan lupa di like ya, tiap chapter makin seruuuuu😚

__ADS_1


 


__ADS_2