Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Marah


__ADS_3

"OMAGAAA!". Jerit Nindi


"Sstt jangan berisik bisa ngga sih". Ucap Putri


"Wait, wait, wait, gue shock banget, gue shock banget..."


"Ini gue ngga salah denger kan? Lu udah nikah sama kak Tahta?". Tanya Nindi diangguki oleh Putri


"Jadi gara-gara kesalahpahaman di desa itu, lu terpaksa nikah sama kak Tahta?". Tanya Nindi, Putri mengangguk lagi


"Ya ampun, GWS buat hati, jiwa dan perasaannya kak Raja, pasti terluka banget".


"Kak Raja ngga tau soal ini".


"Hah? Kak Raja ngga tau?".


"Iya, kata kak Dewa dirahasiain dulu, seenggaknya sampe kak Raja lulus, biar gak jadi beban pikiran".


"Bener juga sih. Tapi sumpah gue gak percaya Put, udah heboh prepare ini itu sama kak Raja, eh nikahnya sama kak Tahta, ibarat cerita, ini namanya plot twist hahaha". Ucap Nindi sambil menutup mulut dengan tangannya


"Ya gitu lah, gue juga bingung, udah ngga bisa berkata-kata lagi kalo ngebahas ini". Ucap Putri, Nindi mengangguk paham


"Tapi kenapa lu ngga minta cerai? Maksud gue, lu nikah disaksiin warga desa, cuma sekedar syarat biar bebas dari hukuman dan syarat keluar dari desa itu kan?..."


"Nah karna masalah selesai, kenapa ngga cerai aja gitu?". Tanya Nindi


"Udah, gue udah minta cerai tapi kak Tahta ngga mau, ayah gue juga ngga setuju". Ucap Putri


"Kenapa? Jangan-jangan kak Tahta suka sama lu?".


"Ya dia pernah ngakuin perasaannya ke gue, belum lama ini".


"Pantesan, udah jelas kenapa dia ngga mau cerai, lu udah jadi istrinya ya dia seneng lah..."


"Nikah terpaksa malah jadi keuntungan buat dia, kesempatan bagus buat mengikat lu di hidupnya". Ucap Nindi


"Kata-kata lu lebay banget". Ucap Putri


"Gue serius, percuma lu mau jungkir balik minta cerai kalo kak Tahta ngga mau, nikmatin aja deh, kak Tahta ngga kalah ganteng kok dari kak Raja hahaha".


"Bukan soal ganteng, tapi gimana nasib hubungan gue sama kak Raja?".


"Bener sih, satu sisi lu udah terikat pernikahan, tapi sisi lain lu masih ada hubungan sama kak Raja, gue jadi ikut bingung hehe..."


"Lu ngga mau pertahanin hubungan lu sama kak Raja?". Tanya Nindi


"Lu gimana sih, tadi dukung gue sama kak Tahta, sekarang nanya gitu". Ucap Putri


"Ya maap, gue cuma kasian sama kak Raja. Kalo kak Raja tau soal ini, pasti bakal ribut sama kak Tahta, ya kan?..."


"Dan kalo kak Raja 'kekeuh' minta lu cerai apapun pun caranya gimana?". Tanya Nindi


"Aduh gue ngga tau, makin bingung". Ucap Putri sambil memijat pelipisnya


"Kak Raja pasti kecewa kalo liat lu ngga ada usaha buat pertahanin hubungan kalian".


"Kan gue udah minta cerai, tapi kak Tahta ngga setuju. Apa itu bukan usaha?".


"Mungkin usaha lu kurang".


"Ya ampun gue harus gimana lagi".


"Coba ajuin gugatan cerai aja?".


"Apanya yang diajuin? Ngga ada bukti diatas kertas kalo gue udah nikah, namanya juga siri..."


"Gue sempet browsing, ajuin gugatan cerai dari nikah siri lebih rumit daripada cerai dari nikah hukum, ya karna ngga ada bukti, prosesnya panjang dan belum tentu gugatan itu disetujui". Ucap Putri


"Hmm gitu, tapi coba aja dulu?".


"Kalo kak Tahta ngga setuju cerai apa bisa ngegugat?".


"Ngga tau juga, tapi gak ada salahnya mencoba kalo lu mau tau. Dan kalo usaha lu itu gagal juga, berarti kak Tahta emang jodoh lu, terima aja".


Putri menghela nafas dalam-dalam


"Yaudah, gue akan coba ajuin gugatan". Ucap Putri


"Hmmm". Nindi berdehem sambil mengangguk


"Eh, eh, kak Tahta dateng". Bisik Nindi sambil melirik Tahta yang sedang berjalan menghampiri mereka dikursi taman


"Sayang, udah belum? Ayo pulang udah sore". Ucap Tahta


"Yaudah balik yuk, gue juga mau jemput nyokap". Ucap Nindi pada Putri


"Yaudah, weekend kerumah ya, masih banyak yang mau gue ceritain, ngga seru kalo lewat telfon". Ucap Putri


"Siap, yaudah gue duluan..."

__ADS_1


"Kak, Nindi duluan ya". Ucap Nindi pada Tahta


"Iya, hati-hati". Ucap Tahta


Setelah Nindi pergi, Putri dan Tahta berjalan menuju mobil


"Kak Raja ada dirumah ngga?". Tanya Putri


"Kayaknya ngga ada, denger-denger dia diundang ke acara temen kampusnya sore ini". Jawab Tahta


"Kata siapa?". Tanya Putri


"Dewa, tadi Raja sempet nyuruh Dewa buat jemput kamu dan Raja ngasih tau alasan kenapa ngga bisa jemput..."


"Tapi Dewa malah nyuruh kakak". Ucap Tahta


Putri menghela nafas dalam-dalam


"Kok kak Raja jadi jarang ada waktu buat aku ya". Ucap Putri


"Bagus dong, jadi kita punya banyak waktu berdua hahaha". Ucap Tahta


"Apaan sih". Ucap Putri sambil membuka pintu mobil, namun pintunya ditahan oleh Tahta


"Mau ke apartment ngga?". Tanya Tahta


"Apartment siapa?". Tanya Putri


"Kakak. Kakak baru beli unit hehe rencananya buat tinggal bareng kamu". Ucap Tahta


"Ya ampun, seniat itu?". Ucap Putri


"Seniat itu dan seserius itu sama kamu hehe yuk kesana, liat dulu". Ucap Tahta


"Eum kapan-kapan aja gimana kak? Aku capek". Ucap Putri


"Oh, iya yaudah. Kakak ngga mau maksa kalo kamu capek, pulang aja ya". Ucap Tahta diangguki oleh Putri


---


"Kak Raja belum pulang ya". Gumam Putri saat tidak mendapati mobil Raja di halaman rumah


"Raja lagi, Raja lagi, khawatir banget ya sama dia?". Tanya Tahta sambil melepas seatbelt nya


"Eung, engga-"


"Gak usah dibahas". Ucap Tahta


"Dia marah?". Batin Putri


Putri berlari kecil menyusul Tahta, ia raih tangan besar Tahta dan ia genggam dengan erat


"Kakak marah?". Tanya Putri


"Suami mana yang ngga marah denger istrinya bahas cowok lain terus, khawatir banget kayaknya". Ucap Tahta


"Bukan gitu-"


"Heh, heh, ada apaan sih? Kok ribut?". Tanya Dewa dari arah tangga


"Ngga ada". Ucap Tahta sambil menarik tangannya dari tangan Putri


Tahta melangkah cepat menaiki tangga, meninggalkan Putri dan Dewa yang sama-sama sedang menatap punggungnya


"Kenapa tu?". Tanya Dewa


"Ngambek gara-gara aku nanyain kak Raja mulu hehe". Ucap Putri


"Hmm, dia cemburu Put". Ucap Dewa, Putri menghela nafas panjang


"Mereka kalo cemburu sama ya? Gampang ngambek"


"Aku mandi dulu ya kak". Ucap Putri


"Yaudah sana". Ucap Dewa


Setelah membersihkan diri, Putri memakai gaun tidurnya, menyisir rambutnya lalu berbaring diatas ranjang


"Kok Raja belum pulang?". Batin Putri sambil meraih ponselnya diatas laci, ia berniat untuk menghubungi Raja


Klek, pintu kamar Putri terbuka, sosok lelaki yang sedari tadi dinantikannya telah tiba


"Sayang, kamu disini?". Tanya Raja dengan senyum merekah dibibirnya


"Siying, kimi disini". Ucap Putri sambil mencibik bibirnya


"Hahahaha jelek". Ucap Raja


"Dari mana aja?". Tanya Putri

__ADS_1


"Ada acara sayang, tadi temen aku peresmian bengkel, ngga enak kalo ngga dateng, maaf lagi-lagi ngga bisa jemput kamu". Ucap Raja


"Tau ah". Ucap Putri


"Maaf". Ucap Raja sambil memeluk Putri


"Gapapa". Ucap Putri


"Yaudah aku mandi dulu ya, lengket". Ucap Raja


"Yaudah". Ucap Putri


Cup, Raja melabuhkan kecupan singkatnya pada bibir Putri sebelum keluar dari kamarnya


"Kok sekarang rasanya aneh dicium Raja?..."


"Oh iya kak Tahta! Gue liat dulu deh". Batin Putri sambil memutar knop pintunya dan menuju kamar Tahta


"Yah beneran ngambek ya". Batin Putri saat melihat Tahta mengalihkan wajahnya kearah lain


"Raja udah pulang tuh, ngga peluk-pelukan? Kangen-kangenan?". Tanya Tahta


"Hihi gemes ngambeknya".


"Kangennya sama kamu". Ucap Putri sambil melingkarkan tangannya pada leher Tahta


"Apaan sih". Ucap Tahta sedikit memberontak


"Hmm, yaudah deh aku pulang aja kerumah ayah".


"Jangan". Tahta menahan Putri saat Putri hendak melangkahkan kakinya


"Ngga boleh kemana-mana". Ucap Tahta sambil mengunci pintu kamarnya


"Kok dikunci?". Tanya Putri


"Biar kamu ngga pergi". Jawab Tahta


"Hahaha gemes bangeeet". Ucap Putri sambil mencubit kedua pipi Tahta


"Kakak masih marah sama kamu, masa lagi jalan sama kakak yang dibahas Raja lagi, Raja lagi". Ucap Tahta


"Cemburu?". Tanya Putri


"Kamu nanya?". Tanya Tahta


"Hahaha jangan cemburu, kakak kan tau aku ada hubungan sama kak Raja. Wajar kalo bahas dia terus". Ucap Putri


"Wajar? Didepan suami bahas cowok lain kamu bilang wajar? Kamu ngga menghargai kakak ya?!". Tanya Tahta


Putri terkejut, nada bicara Tahta sedikit berubah lebih keras seperti sedang emosi


"Eum, bukan gitu". Ucap Putri sambil memegang lengan Tahta


"Putusin Raja". Ucap Tahta dengan cepat


"Hah?". Putri tersentak


"Iya, putusin Raja. Dengerin kakak baik-baik, mau berkali-kali kamu minta cerai, atau ngajuin gugatan ke pengadilan, kakak ngga akan setuju, jadi buat apa masih pacaran sama Raja?". Ucap Tahta


"Ngajuin gugatan? Kok dia tau?".


"Eum...soal...gugatan...kakak tau?". Tanya Putri dengan pelan


"Ya! Kakak denger obrolan kamu sama Nindi". Ucap Tahta


"Ya ampun". Gumam Putri


"Kenapa? Segitu pengennya pisah sama kakak? Kenapa sih? Cinta buta sama Raja? Iya?!". Tanya Tahta dengan wajah yang sudah memerah, Putri pun tidak bisa berkata-kata


"Egois!". Ucap Tahta sedikit membentak


Tahta berjalan menuju pintu kamarnya, membuka kuncinya lalu kembali menatap Putri


"Keluar". Ucap Tahta


"Kak-"


"Keluar!!". Bentak Tahta


Putri menghela nafas, dengan langkah berat Putri keluar dari kamar Tahta sambil menahan air matanya


Brak, Tahta membanting pintu, terdengar suara teriakan dengan suara berat dari dalam


"Kakak...kenapa jadi gini, maafin aku"


---


Guys gimana chapter kali ini? Sekarang aku lagi fokus ke pengantin baru ini ya, Raja cuma selingan aja

__ADS_1


Tapi, tapi, tapi, nanti ada saatnya aku fokus ke Raja dan Putri lagi, jadi nantikan terus setiap ceritanya. Makin seru^^


Seperti biasa jangan lupa like, vote dan hadiahnya, biar aku semangat terus. Sarangeeeekk😘


__ADS_2