
"Aakhh". Putri terkejut saat dirinya didorong oleh seseorang untuk memisahkannya dari pelukan Vano
"Mampus". Batin Putri
"Lu ngapain peluk-peluk Putri?!". Bentak Raja pada Vano
"Maaf...maaf bang (uhuk-uhuk)". Ucap Vano sambil menutup mulut
"Pergi sebelum gue pukul". Ucap Raja
"Jangan, Vano lagi sakit". Ucap Putri
"Van, pulang aja". Ucap Putri dan diangguki oleh Vano
"Masuk". Ucap Raja sambil menarik Putri kedalam rumah
"Sakiit". Putri meringis dan mencoba melepaskan pergelangan tangannya yang di genggam sangat kencang oleh Raja
"Lepasin sakiitt!!". Jerit Putri
"Heh kenapa sih?..."
"Raja! Ini tangan Putri merah gini lu apain?". Tanya Dewa sambil menunjukkan pergelangan tangan Putri
"Tanya aja sama adek lu". Ucap Raja sambil menaiki tangga
"Kenapa sayang? Kok diginiin sama Raja?". Tanya Dewa sambil mengusap bekas kemerahan di tangan Putri
"Kak Raja liat aku pelukan sama Vano". Ucap Putri
"Lagian ngapain pelukan?". Tanya Dewa
"Kangen mantan makanya peluk-pelukan". Ucap Raja dari arah tangga
"Sok tau!". Ucap Putri
"Udah udah sana ke kamar gih, istirahat". Ucap Dewa
"Hmm". Putri melangkahkan kakinya menaiki tangga dengan posisi tidak jauh dengan Raja
Putri pun berjalan menuju kamar Tahta, membuat Raja menghentikan langkahnya dan menatap Putri
"Ngapain kesitu?". Tanya Raja
"Suka-suka dong". Ucap Putri
"Tidur disini". Ucap Raja
"Ngga mau, mau tidur sama kak Tahta". Ucap Putri kemudian masuk kedalam kamar Tahta
"Putri!". Ucap Raja
"Bodo amaaat". Ucap Putri. Brak, Putri membanting pintu kamar Tahta dan menguncinya dari dalam. Tahta yang sedang duduk di depan laptopnya me galihkan pandangannya kearah Putri
"Kakaaak". Ucap Putri dengan nada manja sambil berjalan menghampiri Tahta
"Kenapa sayang? Sini". Ucap Tahta sambil menepuk kedua pahanya. Putri pun segera duduk menyamping dan bersandar dibahu sang kakak
"Berantem lagi?". Tanya Tahta
"Engga, tapi sebel sama kak Raja, aku kan lagi diluar sama Vano, terus pelukan..."
"Kak Raja ngeliat, terus dia narik tangan aku kasar banget sampe merah". Ucap Putri sambil menunjukkan pergelangan tangannya
"Ya ampuuun, nanti kakak pukul Raja nya, masih sakit ngga?". Tanya Tahta
"Sakiiit". Ucap Putri sambil merengek manja. Tahta pun mengusap lembut pergelangan tangan Putri yang berbekas kemerahan
"Udah, sembuh". Ucap Tahta sambil diakhiri dengan mencium punggung tangan Putri
"Hmmm kakak lupa lagi ya?". Tanya Putri
"Apa?". Tanya Tahta
"Tuh kan, padahal udah janji". Ucap Putri
"Apaan sih? Kakak beneran lupa". Ucap Tahta
"Ih, donat pink!". Ucap Putri
"Astaga, oh iya ya..."
"Hahaha maaf sayaang, lupa". Ucap Tahta membuat Putri membuang nafas panjang tanda kekecewaan
"Besok kakak beliin ya, sekarang udah malem, tokonya udah tutup". Ucap Tahta
"Kakak bohong mulu". Ucap Putri
"Ngga bohong Mput, cuma lupa hehe..."
"Janji besok ngga lupa lagi". Ucap Tahta sambil merapihkan poni Putri
"Tau ah, lupain aja". Ucap Putri
"Yaah jangan ngambek dong, besok ikut kakak aja ya, kakak ke kampus bentar, ngambil buku doang di loker..."
"Terus pulangnya kita ke toko kue, gimana?". Tanya Tahta
"Beneran?". Tanya Putri
"Bener sayang, mau ya?". Tanya Tahta
"Yaudah". Jawab Putri
__ADS_1
"Hehe gitu dong anak cantik". Ucap Tahta sambil mengecup kepala Putri
"Bobo sana, mau bobo dimana?". Tanya Tahta
"Disini, sama kakak". Jawab Putri
"Yaudah yuk, kakak usap-usap dulu ya, soalnya mau lanjutin skripsi". Ucap Tahta sambil membopong Putri ke ranjangnya
"Iya". Ucap Putri
Sepuluh menit kemudian, setelah menidurkan Putri sampai lelap, Tahta turun dari ranjang dan kembali duduk di kursi belajarnya
---
Keesokan harinya, pukul enam pagi Putri baru membuka kedua matanya. Sosok pertama yang ia lihat adalah Tahta, kakak ketiga nya yang masih memejamkan kedua matanya
Putri tersenyum tipis sambil memandangi wajah tampan sang kakak yang tertidur dengan damai
"Mama ngidam apa ya kok anaknya ganteng-ganteng semua". Batin Putri
Cup, Putri melabuhkan kecupannya di pipi Tahta, setelah itu turun dari ranjang dan menuju kamarnya
"Putri". Ucap Raja dari pintu kamarnya
"Eh kakak, udah bangun?". Tanya Putri
"Aku bukan kakak kamu". Ucap Raja
"Oh iya lupa, calon suami hehe". Ucap Putri
"Sini masuk". Ucap Raja dan diangguki oleh Putri
"Enak tidur sama Tahta?". Tanya Raja
"Enak, kak Tahta lembut ngga kasar kayak kamu". Jawab Putri
"Putri! Kamu ngapain sama Tahta?". Tanya Raja
"Engga, bercanda, udah mandi belum?". Tanya Putri
"Belum, mau mandi sama kamu". Ucap Raja
"No, mandi sendiri". Ucap Putri
"Dih pelit, udah semalem tidur sendiri, mandi juga sendiri, nasib". Ucap Raja
"Hahaha oh iya nanti aku mau ikut kak Tahta ke kampus ngambil buku, trus ke toko kue beli donat pink". Ucap Putri
"Ya ampun, dari kemarin belum dibeliin juga sama Tahta?". Tanya Raja
"Belum, kak Tahta lupa mulu". Jawab Putri
"Yaudah jangan lama, siangnya ke butik sama aku". Ucap Raja
---
Dikampus Tahta
"Mau turun apa tunggu di mobil?". Tanya Tahta
"Turun lah, gapapa kan?". Tanya Putri
"Gapapa, tuh disitu ada bangku, tunggu disana aja". Ucap Tahta sambil menunjuk bangku panjang disisi parkiran
"Ok". Ucap Putri sambil turun dari mobil
"Jangan kemana-mana ya". Ucap Tahta
"Iya kak". Ucap Putri
Putri pun melangkahkan kakinya menuju kursi yang tidak jauh dari mobil Tahta. Sambil menunggu sang kakak, Putri berbalas pesan dengan Raja, membicarakan hal hal konyol yang membuat Raja kesal, hingga membuatnya tersenyum dan sesekali menahan tawa
"Itu kak Panji bukan ya?". Batin Putri sambil memperhatikan sosok yang berjalan tidak jauh dari posisinya, membuat sosok tersebut merasa di perhatikan dan menoleh kearah Putri
"Putri?". Ucap Panji untuk memastikan
"Hehe iya kak". Ucap Putri sambil tersenyum. Panji pun menghampiri dan duduk disebelah Putri
"Kamu ngga salah kampus kan?". Tanya Panji
"Engga haha aku kesini nemenin kak Tahta". Ucap Putri
"Ooh kirain salah kampus hahaha..."
"Oh iya gimana keadaan kamu? Udah sembuh?". Tanya Panji
"Udah, kakak tau aku sakit?". Tanya Putri
"Ya tau, cuma belum sempet jenguk, sibuk skripsi, maaf ya". Ucap Panji
"Eh gapapa kak hehe". Ucap Putri
"Kamu ngga ngampus? Gak ada kelas ya?". Tanya Panji
"Harusnya sih lagi magang kak, tapi karna aku kecelakaan magangnya di tunda". Jawab Putri
"Terus sekarang? Kan udah sembuh?". Tanya Panji
"Iya, hmm gimana ya jelasinnya..."
"Aku apply magang di kantornya kak Dewa, tapi kantornya kak Dewa lagi ada masalah kak, jadi harus nyari tempat lain". Ucap Putri
"Oh gitu, terus udah apply kemana?". Tanya Panji
__ADS_1
"Belum, kata kak Raja nunggu libur semester aja". Ucap Putri
"Hmm gitu, kalo kamu mau magang dalam waktu dekat, kamu bisa apply ke kantor ayahnya kak Panji, om Heri, inget kan?". Tanya Panji
"Iya inget kak, emang masih nerima?". Tanya Putri
"Masih Put, apply yang di cabang sini biar ngga kejauhan, nanti kak Panji kirim lewat chat buat lokasinya..."
"Ngomong-ngomong minta nomer kamu dong". Ucap Panji
"Oh iya, ini kak, kosong delapan dua-"
"Eh eh mau ngapain?". Tanya Tahta sambil merebut ponsel Putri
"Ah elu segala dateng". Ucap Panji pada Tahta
"Ngapain Mput?". Tanya Tahta
"Kak Panji minta nomer". Jawab Putri
"Engga engga, gak boleh sembarangan ngasih nomer ke makhluk asing". Jawab Tahta
"Sialan". Ucap Panji
"Aku ada perlu sama kak Panji kak soal magang, jadi mau tukeran nomer". Ucap Putri
"Ngga usah, kalo ada perlu sama dia pake hp kakak aja, jangan ngasih nomer. Ujung-ujungnya modus". Ucap Tahta
"Suudzon aja lu". Ucap Panji
"Ayo pulang". Ucap Tahta sambil meraih tangan Putri
"Yaudah kak aku pulang ya, nanti kak Panji kirim ke kak Tahta aja alamat kantornya om Heri". Ucap Putri pada Panji
"Ok cantiiik". Ucap Panji
"Dih buaya". Ucap Tahta
"Hahaha posesif amat lu jadi abang". Ucap Panji pada Tahta namun Tahta tidak mengindahkan perkataan Panji. Tahta segera membawa Putri ke mobilnya dan pergi meninggalkan area kampus
---
Lima belas menit perjalanan, Putri dan Tahta sudah tiba disebuah toko kue untuk membeli beberapa donat dengan toping serta krim berwarna pink sesuai permintaan Putri yang sudah Tahta janjikan sejak beberapa hari yang lalu
Mereka pun segera turun dari mobil dan masuk kedalam toko kue tersebut dan mencari donat yang Putri inginkan
Hampir lima menit berada di dalam toko kue tersebut, Putri sudah mengambil semua donat dengan warna pink dan berbagai gambar lucu diatasnya yang sudah ia susun diatas nampan yang dipegang oleh Tahta
"Kayaknya udah ngga ada lagi yang pink pink". Ucap Tahta
"Masih ada kak, itu". Bisik Putri saat melihat satu donat berwarna pink dengan gambar kucing diatasnya. Namun donat tersebut terlihat sedang diincar oleh seorang wanita paruh baya dengan seorang gadis kecil disampingnya
Tahta pun berjalan cepat dan segera meraih capitan kue untuk mengambil donat yang sudah tersisa satu buah tersebut, namun Tahta kalah cepat, capitan yang ia pegang berbenturan dengan capitan wanita paruh baya itu yang sudah lebih dulu mendapatkan donat tersebut
"Eung...maaf bu". Ucap Tahta
"Gapapa mas. Mas mau yang ini? Ambil aja". Ucap wanita tersebut
"Engga bu, buat ibu aja". Ucap Tahta. Putri yang mendengar ucapan Tahta segera memegang lengan Tahta seolah memberi kode untuk menerima donat yang ditawarkan wanita tersebut
Wanita itu pun menatap dengan seksama jajaran donat dengan warna serba pink yang berada diatas nampan
"Istri nya lagi ngidam yang pink pink ya mas? Ini ambil aja, kasian nanti dedenya ngiler". Ucap wanita tersebut sambil menaruh donat tersebut diatas nampan Tahta. Putri dan Tahta sempat terkejut dengan ucapan wanita itu, namun mereka berusaha untuk tetap tenang
"Makasih ya bu". Ucap Tahta
"Sama-sama mas, sehat-sehat ya buat ibu sama dedenya". Ucap wanita tersebut sambil melewati Putri dan Tahta
"Hehe iya bu". Ucap Tahta sambil tertawa kecil sementara Putri hanya tersenyum tipis
"Ngidam?". Gumam Putri
"Hahaha emang iya sih kayak orang ngidam, tumben pengen yang pink pink..."
"Yaudah ayo". Ucap Tahta dan diangguki oleh Putri
---
Diperjalanan pulang, Putri terus memandangi donat-donat berwarna pink dengan berbagai gambar lucu diatasnya sambil tersenyum, Tahta yang sesekali menoleh dan memperhatikan sang adik ikut merasa bahagia bahkan sempat menahan tawa
"Hmm gemes banget sih, liat donat pink aja senyum-senyum terus". Ucap Tahta sambil mencubit pipi Putri
"Hehe donatnya lucu-lucu kak, yang gambar babi imut banget, kayak kakak". Ucap Putri
"Heh enak aja bilang kakak kayak babi". Ucap Tahta
"Hehehe tapi babi yang ini kan lucu kak, gemoy". Ucap Putri
"Bodo, kakak marah". Ucap Tahta
"Hmm jangan maraaah hehe..."
"Makasih ya kakak sayang udah beliin donat pink". Ucap Putri
"Hmm iyaa, udah puas kan?". Tanya Tahta
"Udah hehe". Jawab Putri sambil tersenyum setelah itu hendak meraih wajah Tahta dengan niat ingin mencium pipi sang kakak. Namun justru ciuman Putri tidak mendarat tepat di pipi Tahta, melainkan di bibir Tahta, karena bertepatan dengan Tahta yang sedang menoleh kearahnya
Mereka pun sama-sama terpaku saat bibir mereka saling menempel, setelah itu kompak untuk saling menjauhkan wajah masing-masing hingga suasana canggung mendadak terasa diantara mereka
Jantung Putri berdebar tidak karuan akibat terkejut dengan kejadian singkat yang baru terjadi. Begitu pun dengan Tahta, ia mencoba fokus menyetir sambil menetralkan debaran pada jantungnya
"Maaf...maaf kak". Ucap Putri dengan suara pelan
__ADS_1
"Gapapa". Ucap Tahta