
Setibanya di depan pintu kamar Raja, Putri pun merasa ragu, entah mengapa tangannya terasa berat untuk mengetuk pintu kamar Raja
Putri pun menarik nafas dan membuang nafas berkali-kali, mencoba menetralkan jantungnya yang berdebar cukup kencang
Ceklek, pintu kamar Raja terbuka
Putri terkejut saat Raja sudah berdiri dihadapannya, pandangan mereka pun bertemu cukup lama sampai Raja memecah keheningan diantara mereka
"Mau ngapain? Kamar Tahta bukan disini". Ucap Raja
"Aku tau. Aku mau ngomong sama kamu". Ucap Putri
"Apa?". Tanya Raja
"Kamu udah ngga peduli sama aku? Sama hubungan kita". Tanya Putri
"Aku ngga punya hak buat peduli sama calon istri orang". Jawab Raja
"Astaga, berapa kali aku bilang kalo aku ngga nikah sama kak Tahta, kamu ngga percaya?". Tanya Putri
"Terus? Kamu ngga ngikutin wasiat papa sama mama?". Tanya Raja
"Engga, kak Tahta juga ngga mau karna dia mikirin hubungan aku sama kamu". Jawab Putri
"Tahta ngga mau?". Tanya Raja
"Engga". Jawab Putri
"Kamu bener-bener serius sama omongan kamu?". Tanya Raja
"Iya, aku serius". Jawab Putri
"Kamu ngga akan nikah sama Tahta? Janji?". Tanya Raja
"Janji". Ucap Putri
Raja tersenyum mendengar ucapan Putri. Ia pun meraih tangan Putri dan mengecup punggung tangannya cukup lama
"Maafin aku ya". Ucap Raja
"Gapapa". Ucap Putri
"Kamu mau pulang?". Tanya Raja
"Kata ibu aku boleh nginep disini buat selesain masalah kita, ibu ngga mau kita berantem". Ucap Putri
"Ibu pengertian banget ya, ayo masuk. Tidur sama aku". Ucap Raja
Putri pun mengangguk, Raja segera membawa Putri kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya rapat-rapat
"Aku kangen banget sama kamu". Ucap Raja sambil memeluk erat tubuh Putri
"Aku juga, sedih hari ini ngga ketemu kamu hehe". Ucap Putri
"Maaf ya, aku bener-bener ngga sanggup ketemu kamu, aku selalu kebayang kamu nikah sama Tahta". Ucap Raja
"Gapapa aku ngerti". Ucap Putri
Raja melepaskan pelukan mereka dan mengangkat tangannya untuk merapihkan anak rambut dikepala Putri
"Baru sehari ngga ketemu, makin cantik aja". Ucap Raja
"Tuh kan, kumat lagi gombalnya". Ucap Putri
"Hehe, mau ganti baju ngga?". Tanya Raja
"Mau, kan mau tidur. Aku kekamar dulu ya". Ucap Putri
"Aku aja, aku ambilin baju yang se xy". Ucap Raja
"Iihh nakal". Ucap Putri sambil mencubit pelan perut Raja
"Hehehe tunggu ya". Ucap Raja
"Iya". Ucap Putri
Raja pun segera menuju kamar Putri untuk mengambil pakaian tidurnya. Sementara Putri mendudukkan bokongnya ditepi ranjang, sambil melepaskan pakaian yang melekat ditubuhnya
"Ini sayang..."
"Eh ngga usah pake baju deh". Ucap Raja saat memasuki kamarnya
"Iih dingin, mana sini bajunya". Ucap Putri
"Nih". Ucap Raja sambil memberikan pakaian tidur Putri
"Bener-bener ya, ngambilin yang kayak gini". Ucap Putri sambil membentangkan gaun tidur mini berpotongan dada rendah, dengan bagian punggung yang terbuka
"Baju kamu kayak gitu semua sayang, kayak mau malam pertama". Ucap Raja
"Alesan, sengaja ngambil yang ini". Ucap Putri
"Yaudah pake aja sih, daripada telan jang". Ucap Raja
"Apa bedanya, pake ini juga kayak telan jang". Ucap Putri sambil memakai gaun tidurnya
"Lagian aku heran deh, suka banget sama baju kurang bahan gitu". Ucap Raja
"Enak dipake tidur, ngga ribet hehe". Ucap Putri
"Yaudah sana tidur, aku mau lembur". Ucap Raja sambil berjalan kearah meja belajarnya
"Jangan begadang". Ucap Putri
__ADS_1
"Engga, ngapain begadang..."
"Ada kamu disini sayang banget kalo dianggurin". Ucap Raja
"Maksud kamu?". Tanya Putri
"Hehehe nanti juga tau". Ucap Raja
Putri pun bergidik ngeri mendengar ucapan Raja, buru-buru ia menaiki ranjang dan memejamkan kedua matanya, sementara Raja segera mengerjakan tugas akhir kuliahnya
---
Disisi lain, Dewa dan Tahta sedang duduk dikursi tepi kolam renang, mereka menghabiskan waktu bersama untuk berbincang santai sambil ditemani segelas kopi dan rokoknya masing-masing
Obrolan mereka pun tidak luput dari pembahasan tentang surat wasiat yang ditinggalkan oleh kedua orang tua mereka yang membuat hubungan persaudaraan antara Putri, Raja dan Tahta menjadi kurang baik
"Lu ngga nyesel nolak dijodohin sama Putri?". Tanya Dewa
"Engga". Jawab Tahta
"Haha kalo gue jadi lu udah gue terima, ngga bakal nolak". Ucap Dewa
"Ya lu kan suka sama Putri, cinta". Ucap Tahta
"Emang lu engga?". Tanya Dewa
"Biasa aja, gue lebih sayang sama dia sebagai adik". Jawab Tahta
"Hahaha naif, cinta apa engga itu urusan belakangan. Kapan lagi sih punya kesempatan jadi suaminya Putri. Lu malah nolak, bodoh". Ucap Dewa
"Lu mau gue ribut sama Raja?". Tanya Tahta
"Buat apa ribut, orang lu yang diminta buat nikahin Putri, lu yang dikasih amanah. Takut amat sama Raja". Ucap Dewa
"Gue ngga takut, tapi gue ngga mau ribut karna cewek, apalagi sama abang gue sendiri". Ucap Tahta
"Bego, Putri calon istri lu, lu yang berhak". Ucap Dewa
"Ngga segampang itu bang, Putri punya orang tua, kalo orang tuanya ngga setuju sama gue percuma..."
"Kecuali Putri ngga punya siapa-siapa". Ucap Tahta
"Ya lu pikir lah, papa sama mama minta lu nikahin Putri, itu tandanya mereka ngerestuin lu..."
"Dan gue yakin orang tuanya Putri ngga bakal nolak perjodohan itu". Ucap Dewa
"Yakin banget lu". Ucap Tahta
"Ya karna orang tuanya Putri selalu ngerasa ngga enak sama papa mama yang udah ngerawat Putri dari kecil..."
"Jadi buat apa lu ngasih kesempatan ke Raja, yang ada bikin papa sama mama kecewa". Ucap Dewa
"Apa bedanya sih, Raja juga anaknya, sama aja kan". Ucap Tahta
"Lagian Putri ngga ada rasa ke gue, dia ngga bakal mau nikah sama gue. Ya kan". Ucap Tahta
"Heh diantara kita lu yang paling deket sama dia, gampang bikin dia cinta sama lu..."
"Karna lu jauh diatas gue sama Raja, sampe papa sama mama lebih percaya sama lu". Ucap Dewa
Dewa pun menyesap kopi nya sambil menatap Tahta yang sedang termenung, sepertinya seluruh ucapannya sudah membuat Tahta goyah pada pendiriannya
"Pikirin lagi sebelum lu nyesel, jangan sampe lu cinta sama Putri pas Putri udah sah jadi istrinya Raja". Ucap Dewa sambil bangkit dari duduknya
---
Keesokan harinya, jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi, Putri sudah kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri
Setelah melepaskan gaun tidurnya, Putri berkaca sambil memperhatikan kedua payu dara nya yang sudah dipenuhi dengan tanda berwarna merah gelap hasil karya milik Raja
Putri pun juga merasakan perih di kedua pu ting payu dara nya akibat ulah Raja
"Ngga biasanya Raja kayak semalem, nafsu banget". Batin Putri
Putri pun berjalan kearah shower dan ia biarkan tubuhnya dialiri air hangat yang membuat tubuhnya menjadi sedikit rileks
Putri mulai membersihkan tubuhnya dengan hati-hati, bahkan ia tidak memberikan sabun diarea dadanya untuk menghindari rasa perih yang berlebih
Setelah selesai mandi, Putri segera bersiap turun kebawah untuk sarapan. Disaat sedang memakai sepatunya, pintu kamarnya terlihat dibuka oleh seseorang
Sosok Raja pun menghampirinya dengan wajah cerah dan senyum mengembang dibibirnya
"Kenapa senyum-senyum gitu?". Tanya Putri
"Aku lagi seneng..."
"Sini aku pakein". Ucap Raja sambil mengambil posisi menekuk lutut
Raja mengambil alih sepatu Putri dan ia pasangkan dikedua kaki Putri
"Kok pake rok pendek sih, nanti ketiup angin". Ucap Raja saat melihat pakaian yang Putri kenakan untuk ke kampus
"Engga lah, lagian ngga terlalu pendek kan, diatas lutut..."
"Kamu seneng kenapa?". Tanya Putri
"Ada deh, pokoknya seneng banget, rasanya kayak hidup lagi". Ucap Raja
"Lebay, turun yuk, sarapan". Ucap Putri
"Yuk, aku gendong ya". Ucap Raja
"Ngga usah, jalan aja". Ucap Putri
__ADS_1
"Hehe yaudah". Ucap Raja sambil tersenyum
"Dih, kesambet kali ya senyum-senyum mulu". Ucap Putri
"Iya kesambet cintamu". Ucap Raja yang lagi-lagi diiringi dengan senyuman termanis nya
Putri pun bergidik dan berjalan meninggalkan Raja terlebih dahulu
Setibanya mereka dimeja makan, Raja berjalan menghampiri Tahta yang sudah duduk dikursinya
Tahta terkejut dan hampir lompat dari kursinya saat tiba-tiba Raja memeluk lehernya dari belakang
Dewa dan Putri yang melihat sikap Raja pada Tahta hanya bisa tertawa lepas
"Anjir, lu ngapain meluk-meluk gue". Ucap Tahta sambil melepaskan kedua tangan Raja
"Sorry buat yang kemarin". Ucap Raja
"Yaelah santai aja kali..."
"Udah sana sama Mput, ngapain disebelah gue". Ucap Tahta
"Mau gue suapin ngga?". Tanya Raja
"Dih geli..."
"Semalem kamu kasih apa sih Mput kok aneh gini?". Tanya Tahta pada Putri
"Heh engga kok, ngga ngasih-"
"Sstt rahasia pengantin baru, ntar lu ngiri". Ucap Raja pada Tahta
"Hahaha iya-iya". Ucap Tahta
"Enak ya kalo punya cewek". Ucap Dewa
"Ya enak bang, bukannya lu udah nyoba sama Manda?". Tanya Raja
"Sembarangan kalo ngomong". Jawab Dewa
"Udah sih ngga usah ngomongin yang ngga jelas..."
"Buruan sarapan, nanti telat". Ucap Putri pada Raja
"Iya sayangku". Ucap Raja
---
Setengah jam berlalu, mereka sudah tiba diparkiran kampus, Putri segera melepas seatbeltnya dan bersiap untuk turun dari mobil,
Namun Raja terlihat sedang melipat kedua tangannya diatas kemudi dan memperhatikan Putri sambil tersenyum
"Ngga mau turun?". Tanya Putri
"Nanti, masih mau ngeliatin kamu". Jawab Raja
"Kamu kenapa sih, aneh tau ngga". Ucap Putri
"Kan aku udah bilang, aku lagi seneng". Ucap Raja
"Ya seneng kenapa? Tugasnya udah selesai?". Tanya Putri
"Bukan, ada deh. Rahasia hehe". Jawab Raja
"Ngga jelas". Ucap Putri
"Hehe emang ngga boleh ya kalo aku seneng?". Tanya Raja
"Boleh boleh..."
"Udah ah aku mau turun". Ucap Putri sambil memegang pintu mobil
"Iih belum cium". Ucap Raja
Raja pun mendekat dan segera meraih wajah Putri untuk memberikan ciuman hangatnya selama beberapa detik
"Ngga tahan punya istri kayak kamu, bawaannya pengen aku terkam terus". Ucap Raja
"Nyebut, takut gila lama-lama". Ucap Putri sambil turun dari mobil
"Hahahaha sembarangan". Ucap Raja
Raja pun segera melepas seatbelt nya dan buru-buru menghampiri Putri yang sudah berjalan lebih dulu didepannya
"Sayang kamu lucu banget dari belakang, kecil, pendek lagi hahaha". Ucap Raja
"Dih ngeledek..."
"Oh iya pantesan aku ngga tinggi kayak kamu, kak Dewa, kak Tahta, ternyata gen nya beda hahahaha". Ucap Putri
"Iya bener, tapi gapapa, yang kecil gini malah gemes". Ucap Raja sambil mencubit pipi Putri
"Iih udah sana ke kelas". Ucap Putri
"Iya, biasa ya nanti tunggu di kantin". Ucap Raja
"Hmmm". Jawab Putri sambil mengangguk
Cup, Raja mendaratkan kecupannya di puncak kepala Putri dan segera melangkah menuju gedung fakultasnya
---
Bersambung wak
__ADS_1