
"Mobil selalu gue masukin garasi, Raja ngga bakal liat".
Dewa mengirimkan balasan pesan singkat dari Tahta kepada Putri yang sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya
Putri pun bernafas lega, rupanya Tahta sudah mengantisipasi agar tidak menimbulkan kecurigaan lagi pada Raja. Setelah membaca pesan itu, Putri buru-buru menghapusnya, ia takut akan dibaca oleh Raja
"Sayang, kamu udah list temen-temen kamu yang mau kamu undang ke pernikahan kita?". Tanya Raja
"Belum". Jawab Putri
"Kok belum? Di list sayang, biar ngga ada yang ketinggalan". Ucap Raja
"Iya, nanti aku list ya". Ucap Putri
Putri menghela nafas berat, ia selalu merasa bersalah setiap kali membahas pernikahan dengan Raja, karena kebohongan akan terus keluar dari mulutnya
Raja sangat mengharapkan pernikahan itu terwujud, tetapi tidak dengan Putri, keinginanannya untuk menikah dengan Raja sirna saat Tahta, sang suami bertekad untuk tidak menceraikannya
Cup, Raja mengecup singkat kening Putri
"Aku ngga sabar jadiin kamu istri aku". Ucap Raja sambil tersenyum tulus sementara Putri tersenyum nanar dengan mata yang sudah berkaca-kaca
---
Siang hari, Raja baru berpamitan dengan Ibrahim dan Melly setelah memberikan beberapa makanan ringan dan juga buah-buahan.
Kebiasaan yang selalu Raja lakukan sebagai bentuk perhatian kepada sepasang suami istri yang telah ia anggap sebagai orang tua kandungnya
Putri mengantar Raja sampai depan mobilnya. Sebelum pergi, Raja memeluk erat tubuh Putri, ia sangat mencintai gadis mungil itu. Bahkan ia tidak rela berpisah meski hanya beberapa detik
"Sayang, nanti malem aku jemput ya, aku mau ajak kamu dinner". Ucap Raja sambil mengusap pipi Putri
"Iya". Ucap Putri
Cup, Raja mengecup lama kening Putri, kecupan penuh kasih sayang, membuat seseorang yang sedang menatap mereka dari kaca jendela mendadak panas terbakar api cemburu
"Puas-puasin cium istri gue, sebelum lu kehilangan kesempatan itu buat selama-lamanya"
Putri masuk kedalam setelah memastikan Raja pergi dari rumahnya. Ia mencuci wajah, kaki dan tangannya lalu berganti pakaian dengan baju rumahan
"Enak ya abis dicium ayang". Sindir Tahta yang muncul dari ruang TV
"Bisa ngga sih jangan ngagetin". Ucap Putri
"Lah daritadi aku disitu, ngga liat?". Tanya Tahta
Putri tidak menjawab Tahta, ia lanjutkan memakai pakaiannya lalu menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang
"Kakak kenapa sih ngomong ke kak Raja, kalo kak Raja ngga bisa nikahin aku?". Tanya Putri sambil menatap Tahta yang sedang duduk dikursi rias Putri
"Ck, baru nyampe rumah bukannya peluk suami sambil bilang, sayang aku kangen, malah ngomel-ngomel". Ucap Tahta
"Aku ngga ngomel kak, aku cuma nanya". Ucap Putri
"Ya aku ngomong faktanya aja kalo dia emang ngga bisa nikahin kamu". Ucap Tahta
"Tapi jangan gitu dong, kasihan dia, omongan kakak juga bisa bikin kak Raja curiga". Ucap Putri
"Dia emang udah curiga, jadi biarin aja". Ucap Tahta
"Ih responnya santai banget". Ucap Putri
"Ya ngapain dipikirin sih sayang? Dia itu bakal jadi masa lalu kamu jadi yaudah, biasa aja". Ucap Tahta
"Kakak tau? Hari ini aku ke butik sama dia, kita fiting baju yang terakhir, bahkan kak Raja udah siapin baju buat kakak, kak Dewa, kak Siska, ibu sama ayah..."
"Kita juga ke toko perhiasan beli mahar pernikahan. Dia suruh aku nge-list temen-temen buat undangan. Kak Raja serius sama pernikahan itu, dia niat nyiapin semuanya, aku jadi ngga tega". Ucap Putri
"Kalo kamu ngga tega yaudah jujur aja soal pernikahan kita, gampang kan?". Tanya Tahta
"Iya, kalo ngomong doang gampang". Ucap Putri
"Hahaha ayo temuin Raja, kita akuin". Ucap Tahta
"Lu gila?". Ucap Putri spontan
"Heh. Apaan sih ngomongnya lu, lu gitu?". Ucap Tahta
"Hehe keceplosan, maap".
Tahta menggeleng-gelengkan kepalanya, ia bangun dari kursinya dan menghampiri Putri ditempat tidur
"Kakak berangkat ya". Ucap Tahta sambil mengusap kepala Putri
"Kemana?".
"Coffee shop".
"Yaaah, aku dirumah kakak malah pergi".
"Kerja dulu sayang. Kakak pulang cepet, tunggu dirumah ya".
Cup, Tahta mengecup puncak kepala Putri lalu meraih kunci mobil dan jaketnya
"Peluk dulu kek, buru-buru banget sih pengen ninggalin aku". Ucap Putri
"Ya ampun, kakak ninggalin kamu buat kerja sayangku". Ucap Tahta
Setelah memakai jaketnya, Tahta kembali menghampiri Putri, ia peluk erat sambil memberikan ciuman lembut dibibir manis istrinya
"Udah ya, tunggu kakak pulang". Ucap Tahta sambil mengacak poni Putri sebelum keluar dari kamarnya
__ADS_1
"Ih, tau gini ngga usah pulang, ngobrol aja sama kak Dewa".
---
Pukul tujuh malam, Putri sedang merias diri didepan cermin karena ia ada janji makan malam dengan Raja, setelah menata rambutnya, Putri memakai aksesoris simpel untuk menunjang penampilannya, setelah itu menyemprotkan sedikit wewangian dibeberapa bagian tubuhnya
"Sayang, mau kemana nak?". Tanya Melly dari pintu kamar
"Dinner bu, sama Raja". Jawab Putri
"Loh? Nak Tahta tau?". Tanya Melly
"Engga, tadi siang aku lupa minta izin, tapi barusan aku udah chat dia bu, tapi belum dibales, mungkin lagi sibuk". Ucap Putri
"Hmm, kalo nak Tahta ngga izinin gimana? Mau tetap pergi?". Tanya Melly
"Mau gimana lagi bu, udah janjian dari siang- eum itu kayaknya udah dateng". Ucap Putri saat mendengar suara mesin mobil dari luar
"Putri berangkat ya bu". Ucap Putri mencium tangan Melly
"Yaudah, hati-hati, jangan pulang terlalu malam, bentar lagi suami kamu pulang". Ucap Melly
"Iya bu". Ucap Putri sambil berjalan keluar kamarnya
Satu jam telah berlalu, Tahta baru tiba dirumah, setelah memasukkan mobilnya ke dalam garasi, Tahta melepas jaketnya sambil berjalan masuk kedalam rumah
Dari pintu, ia melihat kedua mertuanya sedang duduk sambil menonton TV diruang keluarga. Tahta menghampiri mereka untuk memberi salam dan mencium tangan
"Duduk sayang, ibu buatkan teh manis hangat ya". Ucap Melly
"Ngga usah bu-"
"Sudah gapapa, kamu pasti capek, haus". Ucap Melly sambil menyentuh tangan Tahta sebelum beranjak ke dapur
"Ibu itu ngga suka ditolak, jadi percuma aja kamu nolak apa yang ibu tawarkan". Ucap Ibrahim sambil tersenyum
"Hehe, Tahta cuma ngga enak Yah". Ucap Tahta
"Gapapa, itu tandanya ibu sayang sama kamu, perhatian hehe..."
"Oh iya nak, Putri pergi sama nak Raja, dia udah izin ke kamu?". Tanya Ibrahim
"Udah Yah, tadi dia chat Tahta, gapapa". Jawab Tahta
"Anak itu ya, masih aja pergi berdua sama nak Raja..."
"Maksud ibu ya, sudah menikah, tapi kenapa masih pergi sama laki-laki lain, mau nak Raja atau bukan, itu kan salah Yah". Ucap Melly pada Ibrahim
"Ini sayang, diminum ya". Ucap Melly menaruh segelas teh diatas meja
"Iya bu, makasih". Ucap Tahta diangguki oleh Melly
"Nanti biar ayah bicarakan sama Putri". Ucap Ibrahim
"Kamu udah makan belum nak?". Tanya Melly
"Belum bu". Jawab Tahta
"Yaudah, minum dulu teh nya nanti kita makan sama-sama ya". Ucap Melly
"Iya bu". Ucap Tahta sambil tersenyum
Jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam, Tahta sedang duduk bersila diatas karpet sambil mengerjakan tugas kuliahnya
Sesekali ia mengecek ponselnya, menunggu balasan pesan dari Putri yang tak kunjung masuk ke ponselnya
"Ni anak kemana sih. Apa dibawa pulang sama Raja?".
"Oh iya, tanya bang Dewa aja ya?"
Tut~ tut~
"Halo, kenapa Ta?"
"Mput disana ngga bang?"
"Engga, ngga ada. Eh tadi Raja bilang dia mau dinner sama Putri"
"Iya mereka dinner, tapi Mput belum pulang, gak bisa ditelfon".
"Eum gitu, yaudah nanti gue yang telfon Raja
"Ok, thanks bang"
"Yo"
Tahta menaruh ponselnya dan kembali fokus mengerjakan tugas kuliahnya
Lima belas menit berlalu, Tahta mendengar suara mesin mobil dari luar, Tahta bangun dari duduknya dan berjalan menuju jendela kamar. Ia sedikit menyingkap gordyn untuk melihat mobil yang terparkir didepan rumah
"Bagus, jam segini baru pulang"
Tatapan Tahta tertuju pada Putri dan Raja yang telah berdiri di sisi mobil. Terlihat Raja membawa tas Putri sementara Putri terlihat sedang melepas jaket Raja yang menutupi bahunya
"Eugh!". Tahta mengerang cukup keras
Kedua tangannya mengepal dan rahangnya mendadak keras. Ia sangat kesal melihat Putri, istrinya, yang masih mau menerima kecupan dari Raja
"Ngga bisa di bilangin".
Putri menghilang dari pandangannya dan Raja pun terlihat telah pergi dengan mobilnya. Tahta yang masih berdiri di depan jendela, segera meredakan amarahnya dan berusaha bersikap senormal mungkin seperti tidak melihat apa-apa
__ADS_1
"Kakak?". Panggil Putri saat memasuki kamar mereka
Tahta tidak berbalik, ia masih menatap kearah jendela
"Loh, gordyn nya kebuka? Jangan-jangan kak Tahta ngeliat gue dicium sama Raja?".
Putri menarik nafas dalam-dalam sebelum berjalan menghampiri Tahta
"Kak? Kok belum bobo?". Tanya Putri sambil memegang tangan Tahta yang sedang ia lipat didepan dadanya
"Pake jam tangan kan? Tau dong sekarang jam berapa?". Tanya Tahta tanpa menatap
"Eum, maaf". Ucap Putri bersuara pelan
"Sekarang jam berapa Putri? Istriku?".
"Hampir setengah sebelas". Jawab Putri sambil menunduk
Tahta berbalik lalu mengangkat dagu Putri agar menatap kearahnya
"Seru ya jalan sama pacar sampai lupa waktu?". Tanya Tahta
"Maaf". Ucap Putri
"Udah lah, bersih-bersih sana terus istirahat, bobo". Ucap Tahta sambil berjalan kembali ke karpet
Putri menghela nafas panjang, ia mengambil gaun tidurnya lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri
"Aku mau nemenin kakak, boleh ngga?". Tanya Putri sambil duduk bersila disebelah Tahta
"Belum ngantuk?". Tanya Tahta
"Ngantuk sih, tapi mau nemenin kakak".
"Makanya banyakin waktu sama suami, bukan sama pacar".
"Iya, iya".
"Kenapa tadi ngga bisa di telfon?".
"Maaf, nomer kakak di blokir sama kak Raja. Waktu kakak nelfon berkali-kali, kak Raja marah, dia rebut hp aku terus blokir nomer kakak".
"Ya ampun. Terus tadi turun dari mobil, kenapa masih mau dicium sama Raja? Kan udah janji sama kakak?".
"Tuh kan bener kak Tahta ngeliat".
"Kak Raja tiba-tiba cium aku, aku ngga sempet ngehindar".
"Masa sih? Apa aja yang dicium? Dari atas ngga keliatan jelas".
"Ini, ini, sama ini". Jawab Putri sambil menunjuk kening, pipi kanan dan pipi kiri
Cup, cup, cup. Tahta mengecup kening dan kedua pipi Putri
"Udah. Udah kakak hapus yang dicium Raja". Ucap Tahta
"Dihapus?". Tanya Putri
"Iya, bekas Raja udah kakak hapus".
"Tapi barusan aku cuci muka, berarti bekasnya udah ilang kan?".
"Ya beda. Bekas ciuman itu dihapusnya pake ciuman juga- eum...dia ngga cium bibir kamu?". Tanya Tahta
"Engga, dia mau cium bibir, tapi aku tahan". Jawab Putri
"Pinter. Yaudah aku aja yang cium bibir kamu".
"Ih, modu- uhmp"
---
Keesokan paginya, Tahta bangun lebih dulu dari Putri. Ia menundukkan kepalanya, melihat Putri yang masih terlelap sambil menyembunyikan tubuh mungilnya didalam dekapannya
"Kecil banget sih, gemes". Batin Tahta sambil menghirup puncak kepala Putri
"Sayang, bangun..."
"Yaaang..."
"Bangun sayang, nanti kesiangan".
"Ugh". Putri menggeliat sambil mengangkat kedua tangannya
"Selamat pagi istriku". Ucap Tahta sambil tersenyum
"Pagi kak".
"Hmm, kali-kali suamiku kek, sayangku kek, masih aja kak?".
"Hehe iya, iya, pagi suamiku sayang..."
"Hari ini anterin aku ya, kak Raja ngga bisa, dia buru-buru mau ke kampus". Ucap Putri
"Tanpa kamu minta aku pasti mau anterin kamu kemana pun istriku..."
"Ayo mandi dulu". Ucap Tahta diangguki oleh Putri sambil tersenyum
---
Lanjut besok guys~
__ADS_1
Jangan lupa jempolnya, votenya dan hadiahnya thank you😚