Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Ada Apa Dengan Dewa


__ADS_3

Pukul tiga pagi, Putri baru membuka kedua matanya saat merasa ingin buang air kecil sambil menyingkirkan lengan kekar yang sedang memeluk pinggangnya


"Kak...kak De-"


"Loh, kok Raja". Batin Putri saat mendongakkan kepalanya untuk melihat sosok yang sedang memeluknya


"Sayang bangun, mau pipis". Ucap Putri sambil menepuk pelan pipi Raja


"Oh iya gue kan lagi dapet, ngga enak kalo diliat Raja"


Putri mengurungkan niatnya untuk membangunkan Raja dari tidurnya dan memilih untuk buang air kecil seorang diri. Saat baru menurunkan kakinya dari ranjang, ia dikejutkan dengan suara Raja dibelakangnya


"Mau kemana?". Tanya Raja


"Eh, mau pipis". Jawab Putri


"Kok ngga bangunin, ayo sama aku". Ucap Raja


"Ngga. Aku aja". Ucap Putri


"Yakin? Coba jalan, paling keburu ngompol". Ucap Raja


Putri menghela nafas berat dan segera bangun dari posisinya, ia pun segera melangkah sedikit demi sedikit menuju kamar mandi yang terletak di seberang ranjangnya


"Aduh, kalo jalannya lelet gini keburu ngompol". Batin Putri


"Udah ngompol belum?". Tanya Raja sambil tertawa kecil


"Ih nyebelin, yaudah buruan gendong, udah ngga tahan". Ucap Putri


"Hahahaha dasar". Ucap Raja sambil turun dari ranjang dan segera membopong Putri kedalam kamar mandi


"Please kali ini aku aja sendiri". Ucap Putri sambil menurunkan celananya


"Kenapa?". Tanya Raja


"Kan lagi dapet, ngga enak diliat kamu". Ucap Putri


"Cuma darah kan? Gapapa kali". Ucap Raja


"Ngga mau sayang, malu". Ucap Putri


"Yaudah aku keluar". Ucap Raja sambil


"Hmmm". Jawab Putri sambil mengangguk, Raja pun keluar dan menunggu Putri didepan pintu kamar mandi yang sengaja tidak ia tutup


"Sayang hari ini kerumah ayah yuk bareng-bareng". Ucap Putri dari dalam kamar mandi


"Bareng-bareng siapa?". Tanya Raja


"Kak Dewa sama kak Tahta". Jawab Putri


"Yuk, dede Azzam ada disana kan? ". Tanya Raja


"Kayaknya sih ada". Jawab Putri


"Hehe mau aku ajak main, kangen". Ucap Raja


"Kangen kak Siska?". Tanya Putri


"Ya kali, kangen anaknya lah...."


"Udah belum sayang?". Tanya Raja


"Udah yuk". Ucap Putri


Raja kembali masuk kedalam kamar mandi dan membantu Putri berjalan menuju ranjang dan melanjutkan tidur mereka


---


Jam tujuh pagi di meja makan


"Kamu chatan sama siapa sih, daritadi fokus banget". Ucap Putri


"Grup sayang". Ucap Raja


"Bohong, pagi-pagi gini, weekend lagi, ngomongin apaan di grup". Ucap Putri


"Ya ampun, nih kalo ngga percaya". Ucap Raja sambil menaruh ponselnya diatas meja, ia perlihatkan percakapan di group chat nya kepada Putri


"Bales-balesannya sama cewek, yang lain ngga nimbrung". Ucap Putri saat melihat ponsel Raja


"Kalo aku chat pribadi nanti kamu cemburu, ya udah chatannya di grup, lagian ngebahas sidang kok, biar dibaca sama yang lain juga". Ucap Raja


"Mentang-mentang ngga nyuapin aku jadinya megang hp mulu, ngga lepas-lepas daritadi". Ucap Putri


"Kan kamu yang minta makan sendiri sayang, katanya udah bisa". Ucap Raja


"Ih nyebelin". Ucap Putri


"Sensi amat Mput hahaha". Ucap Tahta


"Tau nih dari semalem....sini aku suapin ya". Ucap Raja sambil meraih sendok ditangan Putri


"Ngga. Aku bisa makan sendiri". Ucap Putri


"Tuh kan, ngga disuapin ngambek, mau disuapin nolak". Ucap Raja


"Putri tuh mau nya lu gak usah megang hp, apalagi bales-balesan sama cewek, ngga nyadar daritadi lu kacangin?". Tanya Dewa pada Raja


"Ngga usah diomongin kak, dia tuh ngga peka, asik chatan sama temennya sampe aku dicuekin". Ucap Putri pada Dewa


"Aduh sayaaaang...yaudah aku taro deh hp nya". Ucap Raja sambil menaruh ponselnya diatas meja

__ADS_1


"Ngapain, ntar dicariin tuh di grup". Ucap Putri


"Biarin, istri aku lagi sensitif, bahaya kalo dibiarin". Ucap Raja


"Apaan sih". Ucap Putri


"Hehehe sini my love, aku suapin". Ucap Raja sambil meraih sendok Putri


"Gak, kenyang". Ucap Putri


"Astaga, gemes...ke kamar yuk, aku pengen makan kamu". Ucap Raja


"Ngga boleh, aku lagi dapet". Ucap Putri


"Heh, emangnya apa?". Tanya Raja


"Kamu mau itu kan-"


"Aah udah-udah ngga usah dibahas, ntar ngomongnya kemana-mana". Ucap Raja


"Kayak semalem hahahaha astaga ngakak gue ngomongin sosis hahahahaha". Ucap Tahta


"Diem ngga lu". Ucap Raja


"Pfft, Mput kadang-kadang absurd". Ucap Tahta


"Oh iya. Nanti malem aku boleh keluar ngga?". Tanya Raja pada Putri


"Kemana?". Tanya Putri


"Tongkrongan. Temen aku ultah, ada acara gitu, ngumpul-ngumpul". Ucap Raja


"Cowok?". Tanya Putri


"Ya cowok lah sayang, mana ada cewek di tongkrongan". Ucap Raja


"Emang biasanya kalo anak tongkrongan ultah tuh pada ngapain sih?". Tanya Putri


"Ya ngga ada bedanya kayak nongkrong biasa". Ucap Raja


"Tapi biasanya nyewa cewek-cewek juga sih, dibawa ke tongkrongan". Ucap Tahta


"Hah, serius kak? Maksudnya jabl*y?". Tanya Putri pada Tahta


"Iya hahaha". Ucap Tahta


"Gak usah kompor, itu tongkrongan lu kali". Ucap Raja


"Yaelah bang biasanya anak-anak lu kan gitu, yang ultah manggil jabl*y buat temen-temen lu..."


"Gue tau karna gue kenal sama Sandy, gue pernah ditawarin sama dia waktu ke tongkrongan lu". Ucap Tahta


"Jadi kamu kesana mau selingkuh sama cewek kayak gitu?". Tanya Putri pada Raja


"Tapi bener yang dibilang kak Tahta?". Tanya Putri


"Ya bener sih. Tapi dipake sama temen-temen aku". Jawab Raja


"Dipake? Ngese*s?". Tanya Putri


"Iya". Jawab Raja


"Ya Tuhan, kamu-"


"Sumpah aku ngga ikut-ikutan, aku langsung pulang waktu cewek-cewek itu dateng". Ucap Raja


"Hmm aku jadi ragu, jangan-jangan kamu udah gak perjaka". Ucap Putri pada Raja


"HAHAHAHA". Tahta dan Dewa tertawa keras mendengar ucapan Putri membuat Raja menatap tajam kearah kedua saudaranya


"Dari mana nya ngga perjaka sih, deket sama cewek aja engga, kamu kan tau sendiri". Ucap Raja


"Ya ngga harus deket sama cewek juga, bisa jadi kamu pernah itu sama jabl*y, cewek sewaan". Ucap Putri


"Ngga pernah sayang..."


"Lagian aku doyan banget punya kamu, buat apa nyobain cewek lain". Bisik Raja


"Iih mesuuuum". Ucap Putri sambil mencubit telinga Raja


"Aduhh...sakit sayaang". Ucap Raja sambil mengusap telinganya


"Mulai gak bener nih, cabut ah". Ucap Tahta sambil bangkit dari kursinya


"Gue juga". Ucap Dewa sambil berjalan meninggalkan meja makan.


"Gimana, boleh ngga". Ucap Raja


"Yaudah boleh deh. Tapi awas ya kalo macem-macem". Ucap Putri


"Engga sayang, janji. Kamu itu udah sempurna segala-gala nya..."


"Gak ada cewek lain yang bisa gantiin kamu buat aku". Ucap Raja


"Gak usah gombal, aku serius". Ucap Putri


"Iya iya Putri sayang ku. Tenang aja". Ucap Raja


"Hmmm iya deh". Ucap Putri sambil mengangguk


---


Beberapa saat kemudian, Putri, Raja, Dewa dan Tahta baru tiba dirumah pukul delapan malam setelah seharian berada dirumah orang tua Putri

__ADS_1


Mereka segera menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri, begitu pun dengan Putri dan Raja. Setelah membantu Putri mengganti baju tidurnya, Raja bersiap untuk pergi ke tempat dimana teman-temannya berkumpul


Dari arah ranjang, pandangan Putri tidak lepas dari Raja yang sedang memakai jam tangan serta jaketnya, tidak lupa Raja berkaca sambil menyisir rambut dengan jari-jari lentiknya


"Curiga deh, mau ke tongkrongan apa jalan sama cewek sih?". Tanya Putri


"Lah kenapa sayang?". Tanya Raja


"Gak usah ganteng-ganteng bisa ngga sih. Bikin overthinking". Ucap Putri


"Mau gimana lagi, dari lahir udah ganteng gini". Ucap Raja


"Dih malah narsis". Ucap Putri


"Hehe aku otw ya. Gak usah nungguin". Ucap Raja


"Siapa juga yang nungguin, mending bobo". Ucap Putri


"Hahaha dasar, yaudah bobo aja. Cium dulu". Ucap Raja sambil meraih wajah dan ******* bibir Putri selama beberapa detik


"Love you sayang". Ucap Raja sambil berjalan keluar kamar Putri


"Love you too". Ucap Putri


Putri menghela nafas berat selepas kepergian Raja dari kamarnya. Ia pun berbaring diatas ranjang lalu memainkan ponselnya untuk mengusir rasa bosannya


---


Tiga jam kemudian, Putri masih terjaga diatas ranjangnya, entah mengapa tidak adanya Raja disisi nya justru membuatnya tidak bisa tertidur


Putri kembali membuka ponselnya untuk menghubungi Tahta, memintanya membantu berjalan ke kamar mandi untuk buang air kecil


Tidak berselang lama, Tahta pun masuk kedalam kamarnya, membawa semangkuk kecil masker wajah serta kuas untuk mengaplikasikan masker tersebut


"Belum bobo daritadi?". Tanya Tahta


"Belum, gak bisa bobo kaaak". Ucap Putri


"Tumben. Jadi pipis ngga?". Tanya Tahta


"Jadi, udah kebelet". Ucap Putri


"Ayo". Tahta menaruh mangkuknya dan memapah Putri memasuki kamar mandi setelah itu menunggunya di depan pintu


"Kak Dewa udah bobo kak?". Tanya Putri


"Belum. Lagi ada masalah kayaknya". Jawab Tahta


"Kenapa?". Tanya Putri


"Gak tau, minum banyak banget di ruangannya". Jawab Tahta


"Mabok?". Tanya Putri


"Iya sayang". Jawab Tahta


"Aku mau liat". Ucap Putri


"Ngapain?". Tanya Tahta


"Aku kepo kenapa kak Dewa sampe mabok, kasian kalo bener lagi ada masalah". Ucap Putri


"Yaudah ayooo...udah belum?". Tanya Tahta


"Udah daritadi". Ucap Putri


"Lah kenapa gak bilang". Ucap Tahta sambil memasuki kamar mandi


Tahta menggendong Putri di punggungnya dan menuruni tangga menuju ruang kerja Dewa


Praangg, Putri dan Tahta terkejut mendengar suara pecahan beling dari ruang kerja Dewa


"AARGGGHH!!!!". Dewa berteriak keras didalam ruangannya


"Kak, kak Dewa kenapa". Ucap Putri


"Di kunci Mput". Ucap Tahta saat mencoba membuka pintunya


"Emang tadi gak di kunci?". Tanya Putri


"Engga". Jawab Tahta


"Yaaah, terus gimana". Ucap Putri


"Gak ada kunci cadangannya lagi". Ucap Tahta


"Aduuh..."


"Kakaaak...kak Dewa...buka kaaak". Ucap Putri sambil mengetuk-ngetuk pintu


"Bang, lu gapapa?". Tanya Tahta dari balik pintu


"Gak dijawab, dobrak aja kak. Kuat nggak?". Tanya Putri


"Kakak coba deh, awas kamu nya". Ucap Tahta sambil menyingkirkan Putri agar sedikit menjauh dari pintu


Tahta pun mengambil persiapan untuk mendobrak pintu ruang kerja Dewa. Namun ia urungkan saat tiba-tiba Dewa membuka kunci serta pintu ruang kerjanya


"Bang?".


"Ya ampun. Kak Dewa!".


---

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2