
Keesokan harinya, Putri sedang berada dilamar kedua orang tuanya untuk berpamitan menuju kampusnya. Setelah itu ia segera turun kebawah untuk menemui Raja yang sudah menunggunya didalam mobil
"Pagi tuan putri". Ucap Raja sambil mengecup tangan Putri
"Hmm...pagi". Ucap Putri
Raja mencondongkan tubuhnya kearah Putri dan memakaikan seatbelt di tubuh Putri
"Kenapa. Kok bete gitu". Ucap Raja
"Gapapa, ayo jalan". Ucap Putri
"Ok". Ucap Raja sambil melajukan mobilnya
Diperjalanan menuju kampus, Putri terus menatap kearah jendela mobil disisinya
Sejak semalam pikirannya terus mengarah kepada sang ayah yang tiba-tiba memberinya restu untuk menikah dengan sang kakak ketiga, Tahta
Bahkan sebelum berpamitan untuk berangkat kuliah, sang ayah masih menyempatkan untuk membahas masalah tersebut dan menyuruhnya untuk berfikir sekali lagi sebelum memutuskan untuk menikah dengan Raja
"Sayang, kamu kenapa sih? Ada masalah? Cerita sama aku". Ucap Raja sambil menggenggam tangan Putri
"Aku gapapa kok, ada yang lagi dipikirin aja". Ucap Putri
"Oh iya semalem aku bilang sama Dewa kalo kamu mau magang di kantornya, kata dia bisa. Kamu siapin aja suratnya..."
"Buat formalitas aja, biar sama kayak anak magang yang lain". Ucap Raja
"Hmmm, yaudah, makasih ya". Ucap Putri sambil tersenyum
"Yaelah makasih, makasih, kayak sama siapa aja..."
"Kamu kenapa sih sayang? Aku yakin ada sesuatu nih kalo kamu bengong terus kayak gini". Ucap Raja
"Gak kenapa-napa sayang..."
"Hmm nanti pulang ngampus mau nemenin aku ngga, aku mau beli kado buat kak Tahta". Ucap Putri
"Ngga perlu diminta aku pasti nemenin kamu kemana-mana sayang...tapi hari ini aku bimbingan". Ucap Raja
"Hmm gitu, yaudah aku sendiri aja". Ucap Putri
"Gak, gak boleh sendiri. Nanti aku suruh Tahta nemenin kamu". Ucap Raja
"Lah, aku mau beli kado buat kak Tahta masa bareng kak Tahta sih". Ucap Putri
"Oh iya, yaudah sama Nindi deh, kalo dia ngga bisa nanti malem aja, aku temenin ya". Ucap Raja
"Iya yaudah". Ucap Putri
Lima belas menit perjalanan, mereka sudah tiba dikampus. Dan seperti biasa, setelah ritual ciuman pagi didalam mobil, mereka segera turun dan berjalan menuju gedung fakultas Putri
"Pokoknya kalo Nindi ngga bisa nemenin kamu, kamu chat Tahta ya minta jemput..."
"Aku nemenin beli kadonya nanti malem aja". Ucap Raja
"Iya sayang". Ucap Putri
"Yaudah sana ke kelas". Ucap Raja
Raja meraih kepala Putri dan ia kecup puncak kepalanya sebelum pergi menuju gedung fakultasnya
---
Jam sudah menunjukkan pukul dua siang, Putri sudah selesai dengan mata kuliahnya
Sebelum meninggalkan kampus, seperti biasa ia menyempatkan untuk duduk sejenak bersama Nindi di kantin langganan untuk sekedar berbincang sambil menghilangkan dahaga
"Jadinya lu magang dimana?". Tanya Nindi
"Kayaknya di kantor kak Dewa, tapi gue belum nulis suratnya hehe". Jawab Putri
"Hmm, gue kemarin nanya ke bokap, masih bisa ngga nerima satu anak magang lagi, tapi katanya udah penuh. Kita gak bisa bareng deh". Ucap Nindi
"Iya gapapa, magang dimana pun sama aja kok". Ucap Putri
"Oh iya, soal surat wasiat orang tua angkat lu gimana? Lu beneran ngga nikah sama kak Tahta kan?..."
"Ya...gue kasian aja sih sama kak Raja". Ucap Nindi
"Aduuuh, gue pusing kalo mikirin itu..."
"Ayah gue kemarin siuman, eh ibu langsung cerita soal itu ke ayah..."
"Dan ayah gue malah setuju, dia nyuruh gue penuhin wasiat itu". Ucap Putri
"Hah? Lu serius? Trus gimana sama kak Raja?". Tanya Nindi
"Oh my god". Ucap Nindi dengan suara pelan saat melihat Raja berjalan dibelakang Putri kearah meja mereka
Nindi pun mencoba untuk memberi isyarat kepada Putri dengan menendang kaki Putri yang duduk dihadapannya,
Namun sayang kakinya tidak dapat menggapai kaki Putri. Nindi pun hanya menundukkan kepalanya sambil memutar-mutar sedotan yang berada di gelas minumannya
"Gue nolak lah, gak mungkin gue nikah sama kak Tahta. Tapi ayah gue kayak maksa gitu, nyuruh gue buat pikirin lagi..."
"Ya gue kasian sama kak Raja, gue udah janji sama dia buat ngga nikah sama kak Tahta, tapi kalo tiba-tiba kayak gini, dia pasti kecewa". Ucap Putri
"Ooh jadi itu". Ucap Raja yang sudah berdiri tepat dibelakang Putri
Putri yang mendengar suara Raja, seketika mematung lalu memutar kepalanya kearah Raja yang sedang tersenyum tipis
"Kamu kok disini, katanya bimbingan?". Tanya Putri
"Ngga jadi, pak Joko lagi rapat". Jawab Raja sambil mendudukkan bokongnya disamping Putri
"Aku ngga salah denger? Ayah ngerestuin kamu nikah sama Tahta?". Tanya Raja
"Ehemm...
"Put, gue duluan yaa...kak Raja, duluan ya". Ucap Nindi sambil bangkit dari duduknya dan segera pergi meninggalkan mereka berdua
"Bener begitu?". Tanya Raja
"Iya, tapi kamu ngga usah khawatir, aku tetep ngga setuju". Jawab Putri sambil mengusap tangan Raja
"Jadi sekarang ayah maunya Tahta yang jadi menantunya?". Tanya Raja
"Ngga gitu sayang, ayah kayak gitu karna gak enak sama papa mama, ayah ngerasa aku harus ngebales kebaikan papa sama mama yang udah ngerawat aku dari kecil, makanya aku harus nurutin permintaan mereka". Jawab Putri
Mendengar jawaban Putri, Raja hanya dapat menghela nafas dan mengusap kasar wajahnya
"Sayaaang, kamu percaya sama aku kan, aku gak nurutin permintaan ayah". Ucap Putri
"Tapi aku takut karna adanya wasiat itu, ayah jadi lebih respect ke Tahta". Ucap Raja
"Engga sayang, ayah tetep suka sama kamu, kan dari awal aku ngenalin kamu sebagai calon suami aku..."
"Gini sayang, ayah tetep ngerestuin kita, ayah cuma ngerasa ngga enak karna adanya wasiat itu, itu aja..."
"Soal masa depan aku, aku menikah sama siapa, itu hak aku, ayah ngga bisa ikut campur". Ucap Putri
"Jujur aku jadi kepikiran lagi, kira-kira semua yang udah lakuin sia-sia ngga ya hehe". Ucap Raja
"Kita nikah sekarang ya, nikah siri dulu. Mau ngga? Biar kamu tenang". Ucap Putri
"Hah? Yang bener aja kamu". Ucap Raja
"Kenapa? Aku ngga mau kamu kepikiran, over thinking. Kalo kamu ngga percaya sama aku lebih baik kita nikah sekarang". Ucap Putri
"Ngga gitu caranya sayang, bukannya aku gak percaya sama kamu, tapi aku ragu sama ayah". Ucap Raja
"Yaudah gini aja, kita pulang ya, kamu temuin ayah, aku penasaran apa ayah masih minta aku buat penuhin wasiat itu kalo ada kamu disana..."
"Kalo perlu kita bilang kita mau nikah sekarang juga". Ucap Putri
"Hmm ngga sabaran banget". Ucap Raja sambil mencubit hidung Putri
"Aku serius ih". Ucap Putri
"Hehe yaudah pulang dulu yuk. Kamu belum chat Tahta kan?". Tanya Raja
"Belum". Jawab Putri
__ADS_1
"Yuk". Ucap Raja
Raja meraih tangan Putri dan membawanya menuju parkiran mobil
"Kamu beneran ngebolehin aku dinner sama kak Tahta besok?". Tanya Putri
"Iya, boleh kok. Tahta itu beda sama Dewa yang punya perasaan ke kamu..."
"Kalo Dewa mungkin modus, tapi Tahta engga, jadi aku biasa aja". Jawab Raja
"Yakin banget kak Tahta ngga modus? Lagian kamu kan cemburuan". Ucap Putri
"Hehehe makanya besok jangan deket-deket ya". Ucap Raja
"Dinner nya beda meja gitu?". Tanya Putri
"Hahahaha ngga gitu juga sayaaang..."
"Udah masuk dulu". Ucap Raja sambil membukakan pintu untuk Putri
Buk, Raja pun menyempatkan untuk menepuk bokong Putri saat Putri sedang masuk kedalam mobil. Membuat Putri menggerutu kesal
Sementara ia hanya tertawa dan segera masuk pintu kemudinya
"Hahaha gemes sama bo kong kamu". Ucap Raja
"Dih gila". Ucap Putri
"Hahaha tadi ada yang ngebet pengen nikah. Ngga sabar malam pertama ya?". Tanya Raja
"Mata mu..."
"Udah buruan jalan". Ucap Putri
"Haha siap nyonya". Ucap Raja sambil melajukan mobilnya meninggalkan parkiran kampus
---
Setibanya mereka di rumah kedua orang Putri. Mereka pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar Ibrahim.
Beruntung saat ini Ibrahim tidak sedang tertidur, jadi mereka bisa mengajak Ibrahim untuk mengobrol santai seperti biasa
"Oh iya, ayah tau ngga. Raja udah mulai nyiapin pernikahan kita buat nanti, ayah seneng ngga". Ucap Putri
Putri sengaja berbicara mengenai pernikahannya dengan Raja, untuk mengetahui respon dari sang ayah
"Syukur lah, maaf ya nak ayah ngga bisa bantu apa-apa". Ucap Ibrahim
"Gapapa Yah, ayah fokus buat kesembuhan ayah dulu, karna Raja mau ayah sendiri yang menikahkan Putri untuk Raja". Ucap Raja
"Hmm makasih ya udah perhatian sama ayah". Ucap Putri sambil tersenyum
"Makasih ya nak". Ucap Ibrahim
"Sama-sama Yah". Ucap Raja
"Tuh Yah, soal kemarin ngga perlu dibahas lagi. Yang penting Putri bahagia sama pilihannya". Ucap Melly pada Ibrahim
"Soal apa bu?". Tanya Raja pada Melly, Raja sengaja bertanya seolah tidak tahu tentang apapun
"Ngga ada apa-apa sayang, cuma masalah kecil hehe". Ucap Melly
"Hmm". Jawab Raja sambil mengangguk
"Nak, ayah sangat percaya kamu bisa menjaga dan membahagiakan anak ayah..."
"Tapi jujur ayah sempat merasa bimbang, sebagai orang tua yang dihadapkan dengan dua pilihan yang menurut ayah sama-sama penting..."
"Disatu sisi ayah ingin anak ayah bahagia dengan laki-laki yang dicintainya. Tapi disisi lain, yaa, soal surat wasiat dari orang tua kamu, yang sempat membuat ayah berubah pikiran". Ucap Ibrahim
"Raja ngerti Yah, Raja udah sempet mikirin soal ini. Tapi jujur Raja ngga bisa biarin Putri menikah sama laki-laki lain meskipun itu adik Raja sendiri". Ucap Raja
"Dari ucapan kamu, kamu memang terlihat sangat sungguh-sungguh untuk menikahi Putri..."
"Dan dari usaha yang udah kamu lakuin sejauh ini, ayah rasa ayah ngga bisa ikut campur lagi..."
"Ayah cuma berharap semoga kedua orang tua kamu disana mengerti keadaan yang terjadi saat ini. Semoga mereka memberi restu untuk kalian menikah". Ucap Ibrahim
"Aamiin, makasih Yah". Ucap Raja
"Eh hehehe". Ucap Putri sambil menutup mulutnya
"Mau apa?". Tanya Melly sambil tersenyum
"Mau cepet-cepet sah bu hehe". Ucap Putri
"Kamu nih ngga ada malunya, liat tuh yang cowok aja santai". Ucap Ibrahim pada Putri sambil melirik Raja
"Sebenernya Raja juga ngga sabar Yah, cuma sok jaim nih di depan ayah sama ibu". Ucap Putri
"Hmm jadi kalian mau menikah kapan?". Tanya Ibrahim
"Sekarang". Jawab Putri
"Eeeh ngga bisa dadakan, aku mau nyiapin pernikahan sekali seumur hidup yang berkesan buat kamu, sabar ya". Ucap Raja
"Hmm...yaudah deh". Ucap Putri
"Kalian bisa menikah secara sederhana dulu, resepsinya bisa nyusul kalo nak Raja sudah lulus..."
"Itu pun kalo kalian udah ngga sabar mau ehem ehem". Ucap Ibrahim sambil tertawa kecil
"Ayaaah". Ucap Putri dan Raja kompak
"Hehe ayah ini pernah muda. Ayah paham. Ngga ada salahnya kalau menikah sekarang yang penting sah..."
"Daripada terjadi sesuatu yang ngga diinginkan. Kalo udah sah kan halal ehem ehem nya". Ucap Ibrahim
"Hahaha maksudnya ehem ehem tuh apa Yah?". Tanya Melly
"Udah bu jangan dilanjutin...malu ih..."
"Oh iya, Putri izin mau pergi sama Raja ya Yah, bu. Mau beli kado buat kak Tahta, besok ulang tahun hehe". Ucap Putri
"Yaudah berarti kamu nginep disana?". Tanya Ibrahim
"Hmm boleh Putri nginep?". Tanya Putri
"Boleh". Ucap Ibrahim
"Hehehe makasih Yah..."
"Putri sama Raja pamit ya Yah, bu". Ucap sambil mencium tangan Ibrahim dan Melly bergantian diikuti dengan Raja
---
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Putri sedang sibuk dikamarnya yang berada dirumah Raja. Ia baru saja menyiapkan berkas-berkas yang ia perlukan untuk pengajuan magang di kantor sang kakak pertama
Setelah itu, ia bergegas untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke mall bersama Raja
Ceklek, pintu kamar Putri terlihat dibuka oleh seseorang, sosok Dewa pun sedikit mencondongkan kepalanya kearah Putri yang sedang bercermin
"Put, kamu disini". Ucap Dewa
"Hehe iya kak". Ucap Dewa
Dewa pun berjalan menghampiri Putri dan mengambil alih sebuah sisir yang berada ditangan Putri
"Mau kemana sih cantik banget". Ucap Dewa sambil menyisir rambut Putri
"Mau ke mall sama kak Raja..."
"Mau beli kado buat kak Tahta". Ucap Putri dengan suara pelan
"Oh iya besok dia ulang tahun ya". Ucap Dewa
"Iya". Ucap Putri
"Kamu jadi mau magang di kantor kakak?". Tanya Dewa
"Jadi dong kak, aku udah siapin surat-suratnya, besok aku bawa ke kantor kakak ya". Ucap Putri
"Langsung kasih ke kakak aja sini". Ucap Dewa
__ADS_1
"Ih jangan, kakak kan bos nya, keliatan banget kalo aku masuk lewat jalur orang dalem, jalur VVIP lagi hahaha". Ucap Putri
"Haha emang kenapa sih, kan kamu adiknya kakak, gak perlu surat juga bisa langsung masuk". Ucap Dewa
"Tapi ngga enak kalo orang lain tau, aku gak mau dibilang curang". Ucap Putri
"Hmm anak baik..."
"Udah rapih nih". Ucap Dewa sambil mengusap kepala Putri
"Makasih ya kak...kakak mau ikut ngga?". Tanya Putri
"Engga, kakak masih ada kerjaan". Jawab Dewa
"Hmm gitu, kakak mau nitip apa?..."
"Aku beliin waffle kesukaan kakak ya". Ucap Putri
"Boleh". Ucap Dewa sambil tersenyum
Putri pun segera bangkit dari kursinya dan meraih sling bag nya yang berada di atas ranjang
"Loh emang kakak baru pulang?". Tanya Putri
"Iya sayang, masih pake ini". Ucap Dewa sambil menunjuk tubuhnya yang masih berbalut kemeja dan celana bahan
"Hmm tumben sore banget..."
"Yaudah aku turun ya kak, mau nunggu kak Raja". Ucap Putri
"Yaudah sana, kakak juga mau mandi. Bau asem hehehe". Ucap Dewa
"Kata siapa bau asem, wangi kok, masih ganteng lagi". Ucap Putri
Cup, Putri mendaratkan ciumannya dikedua pipi Dewa
"Baay kak". Ucap Putri
"Baay, hati-hati sayang". Ucap Dewa
"Siaaap". Ucap Putri sambil tersenyum
Dewa tersenyum simpul melihat tingkah Putri yang selalu menggemaskan di matanya
---
Tiga puluh menit berlalu, Putri dan Raja baru tiba disebuah mall tujuan mereka. Sambil bergandengan tangan, mereka berjalan menyusuri mall mencari sebuah toko pakaian untuk membeli barang sebagai hadiah ulang tahun untuk Tahta
"Mau beli apa sih?". Tanya Raja
"Jaket". Jawab Putri
"Jaket? Buat Tahta?". Tanya Raja
"Iya". Jawab Putri
"Emang kamu tau dia suka jaket yang kayak apa?". Tanya Raja
"Varsity. Kebanyakan punya nya itu sih". Jawab Putri
"Tau banget". Ucap Raja
"Hehe tau dong..."
"Ayo kesini". Ucap Putri sambil membawa Raja memasuki toko pakaian pria
Setibanya di toko tersebut, Putri segera berkeliling dan memilih-milih jaket yang terlihat cocok untuk Tahta. Sementara Raja hanya duduk menunggu sambil memainkan ponselnya
"Sayang, ini cocok deh di kamu. Mau ngga?". Ucap Putri sambil menunjukkan jaket bomber kepada Raja
"Ngga mau". Ucap Raja
"Kenapa? Aku beli ya". Ucap Putri
"Gak usah sayang. Ayo udah belum..."
"Bayar nih". Ucap Raja sambil memberikan sebuah kartu kepada Putri
"Jangan, aku aja". Ucap Putri
Putri pun segera membayar jaket yang sudah ia pilih dan segera meninggalkan toko tersebut bersama Raja
"Kamu ngga mau beliin kak Tahta kado?". Tanya Putri
"Engga. Sejak kapan ngasih-ngasih kado. Lebay". Ucap Raja
"Hahaha yaudah, aku mau ke toko perlengkapan bayi. Mau beli mainan buat dede Azzam". Ucap Putri
"Yuk, ngomongin dede jadi kangen deh". Ucap Raja
"Lusa dia kerumah ayah". Ucap Putri
"Bawa kerumah aku dong". Ucap Raja
"Iya, gampang". Ucap Putri
Drtt drrtt, Raja segera merogoh saku jaketnya saat ponselnya tiba-tiba berdering menandakan adanya panggilan masuk
Raja pun menatap layar telfonnya dan menepi sejenak kearah koridor toilet
"Mau ngapain? Pipis?". Tanya Putri
"Engga, Tahta nelfon, aku angkat dulu". Jawab Raja
"Hmm". Jawab Putri sambil mengangguk
"Kenapa?"
^^^"Balik, ada yang nyariin lu nih, cewek yang waktu itu kerumah"^^^
"Ngapain?"
^^^"Mana gue tau, balik aja dulu"^^^
"Yaudah suruh tunggu"
^^^"Hmmm"^^^
Raja pun memutus sambungan telfonnya dan melihat kearah Putri yang sedang menatapnya
"Kenapa?". Tanya Putri
"Pulang yuk, ada Andin dirumah". Ucap Raja
"Ooh, dia nyariin kamu? Mau ngapain?". Tanya Putri
"Aku ngga tau, Tahta ditanyain juga ngga tau". Jawab Raja
"Hmm yaudah". Ucap Putri
"Beli mainan buat dede nanti aja ya, gapapa kan". Ucap Raja
"Gapapa". Ucap Putri
Putri pun berjalan lebih dulu meninggalkan Raja yang masih berdiri diposisinya
Namun Raja buru-buru meraih tangan Putri dan menggenggamnya dengan erat
"Please jangan bete, jangan cemburu". Ucap Raja
"Iya sayang, tenang aja sih". Ucap Putri sambil tersenyum tipis
"Nanti aku bawa kamu sama dede kesini lagi ya". Ucap Raja
"Hehe iya gampang..."
"Sekarang anterin aku pulang ya". Ucap Putri
"Tuh kan marah. Aku telfon Tahta deh, suruh Andin pergi". Ucap Raja
"Engga sayang aku ngga marah kok, yaudah aku ikut kamu pulang". Ucap Putri
"Yaudah, janji ya ngga marah?". Tanya Raja
__ADS_1
"Janji". Jawab Putri
Raja mengecup tangan Putri dan segera membawanya untuk pergi meninggalkan mall tersebut