Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 11 ゝ Orang Rendahan?


__ADS_3

Hari ini hari minggu.Xana telah membuat janji denga Leon untuk ke alun-alun Kota.Xana mengikuti sarapan oagi dengan keluarganya terlebih dahulu.Ia tak pernah melewatkan sarapan pagi bersama karena bagi Xana itu adalah sesuatu yang berarti.


"Ehm!Xana,Si Leon-Leon itu sekolah di sekolahan kamu,tahu,"Kak Petra berbicara dengan mulut penuh daging ayam.


"Astaga,iya-iya tahu.Habiskan makananmu dengan benar."perintah Xana yang membuat Petra kembali makan.


"Rapi banget,mau kemana?"tanya kak Albert.


"Emm,aku ada janji dengan Leon.Nanti kami akan bertemu di taman dekat alun-alun kota.Ga lama,kok."jelas Xana.


"Kuantar?"tanya Kak Albert.


Semua orang terdiam bahkan Kak Petea menjatuhkan sendoknya dan menatap Kak Albert.Xana yang sedang fokus makan terpelotot mendengarnya.Kak Sean pun begitu dengan ayah ibu melihat ke arah Albert seksama.


"Kau Serius?"Semua mengatakannya dengan serempak.


Kak Albert sejak kecil adalah orang yang tertutup dan pendiam.Tentu saja menjadi hal aneh bagi kami jika ia bicara bahkan menawarkan diri.Kak Albert tidak menyukai keluar dengan hal tidak jelas.Tapi kali ini,ia menawarkan diri untuk mengantar Xana.


"Iya,mau gak?"tanya Kak Albert serius.


"M-mau,kak,"Xana masih sedikit tertegun.


Suasana canggung dengan tawaran Kak Albert tadi.Benar-benar sebuah kejutan tidak terduga,bukan?Seorang pria dingin tidak menyukai wanita menawarkan diri untuk mengantarkan adiknya.


"Ah,Aku akan bersiap-siap.Kak Albert juga bersiap-siaplah,"perintah Xana.


Kak Albert berdiri dan berjalan ke atas mengikuti Xana.


"Ma,Apa dia Kak Albert yang kukenal?Dia tadi menawarkan diri?"Kak Petea bertanya terbata-bata pada Ibunya.


"Xana memang bisa mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi Mungkin,ya"Ujar Ibunya tersenyum.


"Aku tidak menyangka anak itu bisa Overprotective juga pada Xana,"Kak Sean ikut menyimpulkan.


Xana dan Kak Albert turun dengan Pakaian rapi.Kak Albert sudah memegang kunci mobilnya.Mereka hanya memperhatikan kedua Adik dan Kakak itu.Ketika mendekati ruang Tamu di Aula tiba-tiba Kak Albert bertanya lagi.


"Xana pulang jam berapa?akan kujemput,"Tanya Kak Albert.


Xana langsung menoleh kaget.Kedua kakaknya dan Ibunya ikut menoleh dan terpelongo.Wow,ucapan tak terduga lagi,ya.Mereka benar-benar tidak percaya bahwa itu adalah Kak Albert yang mereka kenal.


"E-eh ngga tau,nanti akan kuhubungi saja,deh."Jawab Xana.


Mereka pergi meninggalkan rumah dan pergi.Albert mengendarai mobil dengan perlahan dan santai.


"Ma,Apa dia salah minum obat?"Tanga Kak Petra pada ibunya yang masih tertegun.


"Mungkin,"Jawab Ibunya.


×××××××××××××××××××××××××××


"Terima kasih,kak.Akan kuhubungi nanti."ucapan selamat tinggal Xana dibalas senyum oleh Albert.


Xana terpelongo dan kaget lagi dengan senyuman manis Kakaknya itu.Kak Albert pun pergi pulang.


"Dia kenapa lagi?"tanya Xana ketika Kak Albert sudah pergi.


"Xana!disini!"Suara Leon yang lantang mengagetkan Xana.


Xana mendekati Leon dan masuk ke mobil pria itu.


"Kita kemana?"tanya Xana.

__ADS_1


"Eumm,ke Kebun Binatang mau ga?"tanya Leon dengan nada sedikit canggung.


"Ga masalah,"jawab Xana yang ikut Canggung.


Sesampainya mereka di Kebun Binatang,Xana dan Leon berswabfoto.Mereka bersenang-senang hingga lupa masalah masing-masing.Mereka berfoti dengan hewan kesana kemari seperti anak kecil.


Tiba-tiba saja ada seorang Wanita yang mendorong Xana.Wanita itu berambut pendek dsn ikal berwarna merah kecoklatan.


"J*l*ng!apa yang kamu lakukan pada cowoku?!"Kata cewe itu.


"Hah?"Xana menjawab dingin cewek yang sudah memegang tangan Leon.


Tampak Leon kebingungan akan wanita itu.


"S*al!siapa kau?!"Leon membentak marah.


"Sayang,kamu berani ya selingkuh dibelakang aku?!"Teriak wanita itu lagi.


"Hah?!Kau Gila?!"Leon menepis tangan cewek itu lalu tampak seorang pria datang menggenggam cewek itu.


Lalu cewek itu melipat empat jarinya dilanjutkan jari jempolnya.Hanya Xana yang menyadari itu.


"Kak Elsa!ini ngga seperti yang Kakak maksud!Aku dan dia hanya teman,aku bermain kesini hanya karena ingin menemaninya."Xana terlihat cemas dan menenangkan cewek itu.


Lalu pria itu bingung dan bertanya:


"Kamu kenal dia?!"tanya pria itu pada Xana.


"Iya,dia Kakakku,Elsa."Jawab Xana seperti mengusap matanya.


Pria itu kemudian pergi menjauh dan lari.


"Nona,terima kasih banyak!Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya jika tidak ada Nona"Cewe itu menangis tersedu-sedu.


"Gi-gimana?"tanya Leon ling lung.


"Leon,dia sebenarnya merasa terancam dan diikuti cowo tadi.Maka dari itu ia pura-pura mengenal kita."jelas Xana.


"Iya,kak.Maaf kan saya,saya tidak bermaksud untuk mengganggu kalian,huhu."wanita itu masih menangis.


"Gi-gimana kamu tahu kalo dia butuh bantuan?terus kamu gimana tahu namaku?"Tanya Leon yang masih bingung.


"Saya mengenali anda dari majalah,Anda Tuan Muda Leon De Venorm ,kan?"tanya Cewe itu.


"Iya,"jawab Leon sedikit menjauh.


"Dia memberi aba-aba petunjuk dari jari tangannya,Leon."jelas Xana.


Cewe itu pun dibawa.Cewe itu bernama Melisa,ia adalah anak dari toko roti di sekitar sana.Melisa memang sudah merasa diikuti berhari-hari lalu.Melisa bercerita bahwa ia tidak memiliki teman dan kesepian dengan ayahnya seorang diri.


"Yasudah,ikutlah denganku."ajak Xana.


"Loh?beneran Kak?"Melisa tertegun.


"Bener,aku bakal minta rumah yang sederhana untukmu dan kamu harus memulai karirmu sejak dini,"Lanjut Xana.


"Iya kak!iya saya janji akan bekerja keras!"Melisa bersemangat dan senang.


"Beneran,Xana?"tanya Leon.


"Ngapain aku bohong?"jawab Xana.

__ADS_1


Xana sengaja berbuat demikian karena merasa iba pada Melisa dan ingin membantunya.Xana tidak merasa rugi membantu Melisa karena ia tahu rasa kesepiannya.Melisa baru berumur 12 tahun dan sudah harus berjualan roti keliling.


"Leon,aku akan dijemput Kak Albert.Aku akan pulang dengan Melisa.Kamu pulanglah duluan dan hati-hati,ya."ujar Xana di akhir pertemuan.


Melisa menundukkan kepalanya kepada Kak Leon ketika hendak pergi.Tak berapa lama jemputan datang.Kak Albert bertanya siapa Melisa,Xana menceritakan tentang Melisa di sepanjang jalan.Kak Albert merasa Xana terlalu baik pada Melisa.Namun Xana mengelak dan berkata bahwa mereka tidak boleh tamak akan harta.


"Terserah,deh."Jawab Kak Albert dingin.


"Melisa,panggil dia Kak Albert,ya."ujar Xana.


"GAK!Pangg Saya Tuan Albert."Perintah Albert.


Xana tidak ingin melawan kakaknya dan hanya diam.


"Iya Tuan Albert."Jawab Melisa menunduk.


××××××××××××××××××××××××××××××××


"Oh,yasudah,itu urusanmu dan tanggung jawabmu,Xana."Ujar Ibunya dingin.


Xana dapat merasakan bahwa anak itu tidak diterima di rumah mereka.Baik Ibu Ayahnya ataupun ketiga kakaknya mereka benar-benar dingin pada Melisa.


"Sementara ia akan menjadi pelayan dirumah kita,"ujar Xana.


Mereka diam dan bagai tidak menghiraukannya.Xana mengerti bahwa keluarganya tidak suka orang luar masuk.


"Melisa ganti bajumu,"perintah Xana.


"Kak,nanti aja,ya.Melisa masih ingin melihat-lihat rumahnya,boleh?"bantah Melisa.


"Boleh,tapi ganti bajumu dulu,"ujar Xana dingin.Ia kesal karena kata-katanya dibantah.


"Tsk!yasudah!nyebelin banget sih!"Melisa pergi dengan kesal.


"Sial! Apa maksud cewek gila itu?ia membantahku?Kau tidak tahu berhadapan dengan siapa rupanya,ya."Xana yang tadinya iba dan sayang menjadi dingin dan liar.Ia memikirkan cara untuk melampiaskan kekesalannya.


×××××××××××××××××××××××××××


Pada makan malam,Melisa ikut bersama mereka makan.Tidak ada yang berbicara,termasuk Xana.


"Kak Xana,bisa ambilkan minumku?"Semua mata tertuju padanya.


Tatapan Ayahlah yang ping tajam pada Melisa.Anak kecil itu berani memerintah Xana.Xana terdiam dsn menatap dingin Melisa.Mata Xana menjelaskan ketidakmauannya.


"Apa karena saya adalah anak jalanan dan miskin hingga diperlakukan tidak baik seperti ini?huhuhu"Anak itupun menangis tersedu-sedu.


Seorang pelayan pun mengambilkan Melisa minum dan melayaninya hingga selesai.


"Melisa,naiklah ke atas dan tidur."perintah Xana.


"Apa?jam berapa sekarang?ini masih terlalu sore untuk tidur bukan?"Kesal Melisa yang kemudian duduk dengan anteng di sofa.


"Bocah!pergi dari singgasanaku!"Teriak Kak Petra.


Melisa tertegun dan hampir menangis.


"Huhuhu kalian jahat!bagaimana mungkin kau bisa menghinaku seperti itu,huhuuu Kak Xana!!!"Anak itu menangis dengan Keras.


--Bersambung


PERHATIAN!!!

__ADS_1


Yuk,dukung penulis dengan Like,Favorite dan Vote agar penulis semangat!!( ꈍᴗꈍ)


see you my readers✧◝(⁰▿⁰)◜✧


__ADS_2