Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 15 KABAR BAIK/BURUK?


__ADS_3

kabar baik/buruk


Melisa dan Jack lagi-lagi melakukan adegan panas di malam itu.Melisa berhasil melarikan diri keluar.Di luar hujan deras.Ia menangis tersedu-sedu mengingat pesan ibunya sebelum meninggal.


"Anakku Melisa,umur ibu tidak lah lama lagi.Ibu hanya berharap satu hal padamu,jaga kehormatanmu anakku."pesan ibunya yang wajahnya saja sudah tidak ingat lagi.


"Huhuhuuu Ibu maafkan aku,Aku salah.Aku justru menjahati Kak Xana yang sudah begitu baik padaku.Dia bukan membuangku malah menyekolahkanku.Ibu bagaimana jika nanti aku hamil?Sememalukan apa aku nanti,Ibu."Melisa menangis tersedu-sedu.


"Jika kamu hamil,kamu berpikir akan mengugurkannya?"Xana memayungi Melisa.


"Ka-Kak Xana!!"Melisa kaget dan langsung berdiri.


"Dengar,Aku sudah tahu semuanya.Tetapi nasi telah menjadi bubur.Melisa kamu akan punya anak kelak.Kau melakukan kesalahan fatal,"Jelas Xana.


"Kak,bagaimana dengan reputasi keluargamu,nanti?Aku akan memalukanmu karena aku masuk atas nama keluarga Wijaya,Huhuuuu."Melisa menangis lagi.


Xana memeluk Melisa dan berkata:


"Dengar,takdir setiap orang berbeda.Kau tidak perlu merasa malu.Ingatlah kata-kataku,Berani berbuat berani tanggung jawab."nasihat Xana.


"Kak,Apa kakak tidak marah padaku?Kakak membenciku?"tangis Melisa.


"Tidak,aku tidak membencimu.Tapi aku sangat marah karena kamu menggunakan namaku."jelas Xana dingin.


"Baik.Jika aku memang ditakdirkan hamil kelak,Aku akan menerima anak itu dan berusaha semampuku,kak."Melisa menyadari akan kesalahannya.


Xana pulang dengan Melisa mengendarai mobil.Xana tidak bisa mengendarai mobil,tetapi karena melisa tidak ada ia begitu kesal dan marah hingga bisa mengendarai mobil.


Jika ia kesal atau marah sesuatu yang tidak mungkin pun akan mungkin baginya.


Mereka pulang,semua orang sudah tidur.Kemudian Xana mengantar Melisa ke kamarnya.Sekarang Melisa menyadari segala kesalahannya dan merasa malu.


"Kak Xana,Aku ingin pergi Ke Amerika besok,kumohon."pinta Melisa.


"Jika itu mau mu,baiklah no problem." Xana tersenyum kecut.


××××××××××××××××××××××××××××××××××


Keesokannya,Melisa sudah berkemas dan Xana sudah siap mengantarkannya selesai sarapan.Semua anggota keluarga terpelongo melihat Xana dengan gayanya membimbing Melisa dan akan menyetir mobil untuk mengantarkannya.


"Kak,sejak kapan dia bisa mengendarai mobilnya?"Kak Petra terheran-heran.


"Ingat Slogannya,"Jelas Kak Sean.


"Ah,benar juga.Xana bisa secepat itu belajar hanya dengan perasaan marah dan kesal menyertainya."Kak Petra kembali heran.


Xana mengantarkan Melisa sampai ke bandara.Melisa benar-benar berterima kasih pada Xana karena begitu peduli dan menyayanginya.


"Melisa berdiri di sana,Aku akan memotomu" perintah Xana.


"Ah,aku harus bergaya apa?"Melisa canggung.


"Sesukamu,"jawab Xana.


Melisa bergaya sesuka hatinya dan Xana memotretnya.

__ADS_1



"Senyummu manis,ayo bergaya lagi."ucap Xana.


"Baik,"jawab Melisa.



"Bagus,aku suka itu!"Xana berseru.


"Kak Sekarang giliran ku memotret kakak untuk kenangan di Amerika nanti,"pinta Melisa.


"Eh?! Tapi bajuku tidak sesuai,Mel."giliran Xana yang canggung.


"Ayo,Kak aku mohon."Melisa memelas dengan gaya yang tidak menjijikkan.


"Ah,Baiklah."Xana menurutinya.



"Wuiiihhhh Gilaaaa Cantik banget Kak Xana,Kyaaaaaa >


Pesawat Melisa lepas landas dan pergi.Xana merasa sekarang memiliki seorang adik sekaligus teman.


"Hahh~ mau bagaimanapun dia akan tinggal lama di Amerika.Jika aku ada waktu,aku pasti akan mengunjunginya."Xana bergumam.


Xana kembali ke mobil dan masuk.Tapi Tunggu........ bagaimana ia bisa mengendarai mobil ke bandara? apa dia mengendarainya secara tidak sadar? bagaimana ini?


"Sial! lagi-lagi kebablasan! Aku harus telpon Kak Sean."Xana panik.


"Weeiii! kemana kak?"tanya Kak Petra.


"Biasa,Xana sudah sadar."Kak Petra meninggalkan rumah.


"BAHAHAHAHAAHAHAHAH!!! Ibu anakmu itu bisa mengendarai mobil hanya ketika dia lupa dan tidak sadar,kocak banget!"Kak Petra tertawa terbahak-bahak.


Kak Sean datang dengan sopir lainnya.Xana memeluknya dan sedikit menangis.Bagaimana pun ia tidak sadar akan kemarahannya.


"Kak,lagi-lagi begini,huhuuu..."Xana menangis tersedu-sedu.


"Iya iya,Sekarang jangan menangis seperti itu."Kak Sean menepuk-nepuk pundak Xana.


Mereka kembali ke rumah.Yang lain sudah menunggu dan senang dengan kepergian Melisa.Sekarang tidak ada lagi sumber masalah di rumah ini.


2 BULAN KEMUDIAN


"Kyaaaaaa!!! Gaboleh!! Kak Sean Ga boleh pergi!!!Mama jangan usir Kak Sean!"Xana memeluk erat Kak Sean.


"Xana,Liburan Kakak sudah selesai.Kakak harus kembali sekarang."Jelas Sean.


"Kakak!! siapa yang akan mengurusku kelak,huhuuu"Xana menangis manja pada Sean.


"Udah udah cupp cupp,"Kak Sean menciumi adiknya itu.


"Kak,Aku menyayangimu,"Xana memeluk Kakaknya yang tinggi.

__ADS_1


"Iya,Aku juga.Ingat untuk jaga kesehatan mu.Beberapa minggu lagi Kamu akan Lulus."Kak Sean mencium kepala Xana.


"Kak Albert,Ayo kita Poto Pasutri ini dari jarak jauh."Kak Petra iseng.


"Kau bawa Kamera?"tanya Kak Albert.


"Pertanyaan tidak terduga,tapi ya benar aku bawa kamera."Kak Petra mengeluarkan kamera dari tas selempangnya.


"Sial,Mereka kapan selesainya?"Kak Petea cemburu.


"Sudah seperti lem,"tambah Kak Albert.


××××××××××××××××××××××××××××××××××××


Selesai mengantarkan Kak Sean,Xana sekeluarga pulang.Masih banyak urusan yang harus di selesaikan.


Xana merebahkan tubuhnya di tubuh Kak Sean.Padahal mereka baru saja bertemu,sekarang sudah berpisah saja.Xana menerima Chat dari Leon.Pria itu mengajaknya bertemu di cafe mahal sekitar.


Setelah bertemu,Xana menanyakan kenapa ia mengajak dirinya bertemu.


"Eum,Xana Aku pengen jujur sama kamu,"Leon tampak tersipu malu.


"Eum,Apa?"Xana sedikit canggung.


"Xana,jadilah pacarku.Aku janji akan melindungi mu,Aku janji akan setia padamu,Percaya padaku,Xana."Leon tampak memegang tangan Xana dengan Malu-malu.


"Ah,ini tiba-tiba sekali.Aku-..."Xana kaget dan bingung.


"Jangan jawab sekarang juga tidak apa-apa.Jawab aku dengan perasaan mu."Leon mengalihkan pandangannya.


"Aku mau,"Xana menjawab malu-malu.


Leon langsung melihat wajah Xana yang sudah merah dan mereka berdua saling bertatapan dengan malu-malu.



Namun kali ini Leon ingin membenarkan keinginannya.Ia ingin menyatakan bahwa dirinya tidak sedang main-main.



Tetapi Xana lah yang duluan menciumnya.Xana dengan tersipu malunya disertai hembusan angin yang menerbangkan rambutnya,membuat dirinya tampak mempesona di mata Leon saat itu.Leon dengan pakaian putih dan tataan rambut rapinya yang terhembus angin ikut mempesona dan tampan.


"Xana,ketika kau lulus sekolah,jika kau mau aku akan menikahimu secepatnya nanti."Jelas Leon.


"Aku bersedia selagi kau setia,Leon."Xana tersenyum rupawan.


Author:


Yeay Yeay Yeay Karena Author gabut jadi Author langsung Jodohin aja(。・ω・。)ノ♡


eits tunggu,Happy ending?belum.Ini masih permulaan.


Akan ada banyak masalah lagi kedepannya.Harap penonton menjadi lebih sabar akan update nya.


Pantengin terus,ya!Jangan Lupa Like,Favorite,and Vote biar author menjadi semangat!!(◍•ᴗ•◍)✧*。

__ADS_1


Thanks Readers~♡


__ADS_2