Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Memberi Penjelasan


__ADS_3

Putri memutar knop pintu kamar Raja dengan perlahan, dan menghampiri Raja yang sedang terduduk dilantai sambil bersandar pada ranjang


"Sayang". Ucap Putri sambil mendudukan bokongnya disisi Raja


"Aku udah tau semuanya". Ucap Putri


"Kamu udah tau? Terus kamu setuju sama wasiat konyol itu?". Tanya Raja


"Sayaang, itu permintaan papa sama mama, bukan wasiat konyol, mereka bakal sedih kalo denger kamu ngomong gitu". Ucap Putri


"Oh ya, bukannya mereka juga sedih kalo permintaan mereka ngga diturutin kamu sama Tahta?". Tanya Raja


"Terus mau kamu apa? Kamu mau aku nikah sama kak Tahta?". Tanya Putri


"Terserah". Jawab Raja


"Aku sama kak Tahta sepakat ngga akan menikah". Ucap Putri


"Ngga percaya, aku tau kamu Put, kamu ngga akan nolak. Gitu juga dengan Tahta..."


"Kamu sama Tahta anak kesayangan papa sama mama, makanya mereka jodohin kamu..."


"Karna Tahta juga yang paling deket sama kamu, jadi mereka lebih percaya sama Tahta". Ucap Raja


"Kamu lupa aku juga punya orang tua? Kalo aku menikah orang tua aku harus tau dan setuju, kita bisa omongin ini baik-baik sama orang tua aku, sama ibu..."


"Ayah sama ibu udah restuin aku menikah sama kamu, bukan sama kak Tahta". Ucap Putri


"Terus kalo ibu setuju sama wasiat itu gimana? Kamu tetep nikah kan sama Tahta..."


"Aku ngerasa semua usaha aku sia-sia kalo Tahta yang dapetin ini semua". Ucap Raja


"Kamu tenang dulu-"


"Aku mau sendiri". Ucap Raja


"Tapi-"


"Please Put, keluar dari kamar aku". Ucap Raja


Putri pun membuang nafas kasar dan bangkit dari duduknya


"Kamu kenapa sih, aku kan cuma mau ngomongin baik baik-"


"Keluar Putri!!!". Ucap Raja sambil berteriak


"Yaudah sih ngga usah teriak-teriak! Besok ngga usah jemput aku! Aku ngga mau ketemu kamu lagi!". Ucap Putri


Putri berjalan cepat meninggalkan kamar Raja dan membanting pintunya dengan kencang


"Nyebelin, kenapa harus bentak-bentak sih". Batin Putri


Putri menghapus air matanya yang sudah berlinang di pelupuk matanya, ia merasa sedih karena Raja membentak dan mengusir dirinya seperti tadi


Suatu hal yang tidak pernah Raja lakukan selama mereka tinggal bersama


"Mput, kenapa?". Tanya Tahta dari pintu kamarnya


"Gapapa, aku mau pulang". Ucap Putri


"Kakak anterin, jangan pulang sendiri". Ucap Tahta


"Ngga usah kak, aku bisa sendiri". Ucap Putri sambil berjalan


Tahta pun segera mengejar Putri dan menahan tangannya


"Kakak anterin". Ucap Tahta


"Yaudah". Ucap Putri


Putri pun berjalan terlebih dahulu menuruni tangga, sementara Tahta mengambil kunci mobilnya terlebih dahulu


---


Diperjalanan


"Raja ngusir kamu ya?". Tanya Tahta


"Iya". Jawab Putri


"Yaudah sabar, dia masih marah". Ucap Tahta


"Kenapa jadi gini sih kak". Ucap Putri


"Ngga usah mikirin soal wasiat, anggap aja ngga ada apa-apa..."


"Soal Raja nanti kamu omongin lagi kalo dia udah gak marah". Ucap Tahta


Putri menoleh kesisi kanan nya, memperhatikan Tahta yang sedang fokus menyetir


Tahta yang merasa diperhatikan oleh Putri. Menyunggingkan senyuman tipis dibibirnya


"Kenapa ngeliatin?". Tanya Tahta


"Sedih, kakak sampe dipukulin sama kak Raja gara-gara ini". Ucap Putri


"Gapapa, namanya juga cowok, kalo emosi mukul-mukul gini udah biasa". Ucap Tahta


"Aku bingung deh kak, emang gapapa kalo wasiat ngga diturutin? Bukannya itu permintaan terakhir ya". Tanya Putri


"Gapapa, kamu kan berhak nentuin sendiri mau nikah sama siapa, anggap aja kayak papa sama mama ngejodohin kita tapi kita nolak, ya kan..."


"Terus disisi lain kamu punya hubungan sama Raja, kakak tau gimana cintanya kamu sama dia, makanya kakak nolak. Kecuali kalo kamu single hahaha". Ucap Tahta


"Kalo aku single kakak ngga nolak?". Tanya Putri


"Jujur ngga akan nolak, daripada ngeliat kamu sama orang lain". Jawab Tahta sambil tersenyum


"Emang kenapa kak?". Tanya Putri


"Karna kakak pengen terus jagain kamu, dari kecil, sampe tua". Ucap Tahta


"Kakak so sweet deh hahaha". Ucap Putri


"Kamu ngga mau ya?". Tanya Tahta


"Mau". Jawab Putri


"Heh inget Raja". Ucap Tahta


"Hehehe iya kak, kan itu cuma berandai-andai kalo aku single, kalo aku ngga punya perasaan ke kak Raja". Ucap Putri


"Pinter, makanya kamu pertahanin hubungan kamu sama Raja, ngga usah mikirin soal wasiat". Ucap Tahta

__ADS_1


"Makasih ya kak udah ngertiin, aku udah ngomong ke kak Raja kalo aku ngga menikah sama kakak..."


"Tapi kak Raja ngga percaya, dia malah ngusir aku, bentak aku". Ucap Putri


"Yaudah besok kan kamu berangkat sama dia, omongin baik-baik". Ucap Tahta


"Ngga ah, aku ngga mau ngomong lagi sama dia kecuali dia minta maaf duluan". Ucap Putri


"Hmm yaudah terserah kamu aja". Ucap Tahta


Sepuluh menit perjalanan, mereka sudah tiba didepan rumah Ibrahim, Putri pun segera melepas seatbelt nya dan bersiap untuk turun


"Masuk dulu yuk kak". Ucap Putri


"Besok aja ya Mput, sekalian jenguk ayah, kakak mau lanjutin skripsi". Ucap Tahta


"Yaudah..."


"Kakak jangan ribut lagi ya sama kak Raja. Aku ngga kakak dipukulin lagi". Ucap Putri


"Haha iya sayangku, tenang aja". Ucap Tahta sambil mengusap pipi Putri


Putri pun tersenyum dan berhambur memeluk Tahta


"Aku sayang sama kakak". Ucap Putri


"Kakak juga sayang sama kamu". Ucap Tahta sambil mengusap kepala Putri


Cup, Tahta mendaratkan kecupannya di kedua pipi Putri


"Sana masuk, salam ya buat ayah sama ibu". Ucap Tahta


"Hmm, kakak hati-hati ya". Ucap Putri


"Iya". Ucap Tahta


---


Keesokan harinya, setelah sarapan, Putri segera bersiap untuk berangkat kuliah. Putri pun berpamitan kepada Melly yang sedang membuat teh hangat didapur


"Nak Raja udah dateng?". Tanya Melly


"Putri berangkat sendiri bu, naik taksi". Jawab Putri


"Kok tumben, kenapa?". Tanya Melly


"Gapapa bu, Putri berangkat ya". Ucap Putri


"Yaudah hati-hati ya sayang". Ucap Melly


"Iya bu". Ucap Putri


Setelah berpamitan, Putri pun segera melangkahkan kakinya menuju depan komplek perumahan untuk mencari taksi


"Dih bener-bener dari semalem ngga ngechat, harusnya kan gue yang marah, bukan dia". Batin Putri sambil memperhatikan ponselnya yang menunjukkan pesan singkatnya dengan Raja


---


Beberapa jam telah berlalu, Putri sudah selesai dengan mata kuliahnya, seperti biasa, selepas kuliah ia duduk sejenak dikantin bersama Nindi sebelum meninggalkan kampus


"Lu jujur deh sama gue, lu lagi berantem ya sama kak Raja? Kok tadi pagi gue liat kak Raja dateng sendiri..."


"Dan sampe sekarang dia ngga keliatan, biasanya nempel mulu sama lu". Ucap Nindi


"Masuk, ada apa sih, gak biasanya kayak gini". Ucap Nindi


"Iya, lagi ada masalah". Ucap Putri


"Apa? Gue boleh tau ngga?". Tanya Nindi


"Gue lagi bingung Nin, papa sama mama ternyata nulis wasiat yang minta gue nikah sama kak Tahta". Jawab Putri


"Uhuk-uhuk". Nindi tersedak minumannya mendengar jawaban Putri


"What? Nikah? Sama kak Tahta? Kenapa ngga sama kak Dewa?". Tanya Nindi


"Dih lu gimana sih". Ucap Putri


"Hahaha maksud gue tuh kak Dewa kan anak tertua, kenapa gak minta lu nikah sama kak Dewa. Yang lebih dewasa gitu". Ucap Nindi


"Ntar lu patah hati kalo wasiat nya kayak gitu". Ucap Putri


"Oh iya bener juga hehe..."


"Jadi kak Raja marah gara-gara itu?". Tanya Nindi


"Iya, kak Tahta sampe dipukulin, ngga tega gue, kasian". Ucap Putri


"Astaga, trus gimana? Jadinya lu nikah sama kak Tahta?". Tanya Nindi


"Engga, kak Tahta juga nolak karna dia tau gue maunya nikah sama kak Raja". Ucap Putri


"Trus soal wasiat itu?". Tanya Nindi


"Kayaknya gapapa deh kalo ngga diturutin hehe tapi ngga tau juga sih, makanya gue bingung". Ucap Putri


"Iya sih, gue juga bingung kalo ada di posisi lu". Ucap Nindi


"Yaudah balik yuk". Ucap Putri sambil bangkit dari kursinya


Mereka pun berjalan bersama meninggalkan kantin menuju gerbang kampus


"Gue ngga bawa mobil, mau nyari taksi". Ucap Nindi


"Tumben, lu mau langsung balik?". Tanya Putri


"Mobil gue di bengkel, ini gue mau ngecek dulu, mau ikut ngga?". Tanya Nindi


"Engga deh gue mau langsung balik, mau nemenin ibu dirumah". Jawab Putri


"Yaudah". Ucap Nindi


---


Setibanya Putri dirumah, ia melihat mobil Tahta sedang terparkir dihalaman rumahnya


Putri pun segera masuk kedalam dan menghampiri Melly dan Tahta yang terlihat sedang sibuk didapur


"Lagi pada ngapain". Ucap Putri


"Eh udah pulang sayang". Ucap Melly


"Iya bu". Ucap Putri sambil mencium tangan Melly dan menaruh tas nya

__ADS_1


"Ibu sama nak Tahta lagi bikin kue hihi". Ucap Melly


"Emang kakak bisa?..."


"Ya ampun banyak tepungnya hahaha". Ucap Putri sambil mengusap wajah Tahta yang terkena tepung


"Masa sih". Ucap Tahta


"Gantengnya ketutupan sama tepung". Ucap Putri


"Hehehe terlalu semangat". Ucap Melly


"Kue nya udah jadi belum bu?". Tanya Putri


"Belum sayang, bentar lagi". Jawab Melly


"Terus ini kakak bikin apa?". Tanya Putri


"Cookies, buat kamu. Nanti cobain ya". Ucap Tahta


"Wiih ini pertama kalinya aku liat kakak bikin kue". Ucap Putri


"Iya dong, mumpung ada yang ngajarin hehe". Ucap Tahta sambil tersenyum


"Nak Tahta pinter loh sayang bikin kue nya, cepet ngerti". Ucap Melly pada Putri


"Kan niat bu, buat Mput". Ucap Tahta


"Hmm makaci kakak cayang". Ucap Putri sambil mencubit pipi Tahta


"Iya sayang, kalo yang ini enak nanti kakak bikinin lagi". Ucap Tahta


"Hehe oke deh". Ucap Putri


"Kamu pulang sama siapa sayang? Tumben nak Raja gak mampir". Ucap Melly


"Putri pulang sendiri bu, hari ini ngga ketemu Raja". Jawab Putri


"Yaah, kenapa ngga chat kakak, biar kakak jemput kamu..."


"Tadi pagi berangkat sendiri juga?". Tanya Tahta


"Iya kak". Jawab Putri


"Lagi berantem ya sama nak Raja?". Tanya Melly


"Ngga tau bu". Jawab Putri


"Ceritain aja ke ibu". Ucap Tahta pada Putri


"Ada apa sih". Ucap Melly


"Gini bu, kemarin notarisnya papa sama mama dateng, dia bacain wasiat yang ditulis papa..."


"Papa sama mama minta Putri menikah sama kak Tahta dan gara-gara itu Raja marah". Ucap Putri


"Ya ampun, terus gimana?..."


"Kamu mau nikah sama Putri nak?". Tanya Melly pada Tahta


"Engga bu, kalo pun Tahta nikahin Putri itu karna Tahta pengen jagain Putri, sesuai permintaan orang tua Tahta". Jawab Tahta


"Hmm, berarti kalian ngga penuhin wasiat papa sama mama dong?". Tanya Melly


"Engga, Tahta jujur sama ibu, kalo Putri ngga ada hubungan sama Raja atau laki-laki lain, Tahta bersedia bu..."


"Tapi sekarang Putri ada hubungan, Tahta ngga mau ganggu Putri sama Raja, orang tua Tahta pasti ngerti kok". Ucap Tahta


"Ya ampun, kamu laki-laki yang baik nak, kamu mengalah demi hubungan Putri sama nak Raja". Ucap Melly


"Makasih ya kak". Ucap Putri sambil mengusap tangan Tahta


"Iya sayang, nanti kakak bantu kamu ngomong sama Raja ya, biar dia ngga marah lagi sama kamu". Ucap Tahta


"Iya". Ucap Putri


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, setelah beberapa jam menghabiskan waktu dirumah orang tua Putri, Tahta pun kembali pulang kerumah,


Tentunya dengan membawa Putri, karena ia ingin membantu Putri menyelesaikan masalahnya dengan Raja


Tahta dan Putri berjalan memasuki rumah menuju ruang keluarga, disana ia melihat Raja dan Dewa yang sedang bermain PS bersama


Mendengar suara langkah kaki Putri dan Tahta, mereka pun kompak menolehkan kepalanya. Seketika Raja melempar stik PS nya dan bangkit dari sofa


"Bang, gue mau ngomong". Ucap Tahta pada Raja


"Apa lagi? Mau ngasih tau kapan lu nikah? Gue gak peduli". Ucap Raja sambil berjalan


"Aku ngga nikah sama kak Tahta!!!". Ucap Putri sambil menjerit


Raja sempat menghentikan langkahnya karena terkejut mendengar teriakan Putri, namun ia kembali melangkah menaiki tangga seolah tidak peduli dengan Putri


"Udah lah, percuma". Ucap Putri


Putri melangkahkan kakinya menuju pintu utama, ia berniat untuk pergi meninggalkan rumah tersebut namun Tahta segera menarik tangannya dan membawanya menaiki tangga


"Kita jelasin". Ucap Tahta


"Ngga usah kak, percuma". Ucap Putri sambil menghentikan langkahnya


"Temuin dulu Put, omongin baik-baik". Ucap Dewa


"Kakak denger sendiri tadi dia ngomong apa. Dia ngga peduli". Ucap Putri


"Temuin dulu". Ucap Dewa


"Ngga mau". Ucap Putri


"Mput, kalo kamu kayak gini dia malah mikir yang engga-engga". Ucap Tahta


"Iya, yang ada dia makin salah paham, dari semalem dia ngga mau dengerin Tahta, mungkin kali ini dia bakal dengerin kamu". Ucap Dewa


"Tapi kalo sekali lagi dia bentak dan ngusir aku, aku udah ngga mau ngomong apa-apa lagi ke dia". Ucap Putri


"Iya, kamu coba dulu ya". Ucap Tahta sambil menyentuh bahu Putri


"Udah sana". Ucap Dewa


Putri pun mengangguk patuh dan melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar Raja


---


Bersambung gesss

__ADS_1


Kasih jempwolll donggg


__ADS_2